[Emonifoodie] Happy Avocado with corn flakes :D


English page can be found here

Jadi apa kabar puasa kalian?
Beberapa bulan yang lalu saya sampai kepada sebuah kesimpulan tentang kenapa banyak orang yang melewatkan sahur. Salah satu alasan terbesar adalah karena mereka tidak terbiasa sarapan. Di Indonesia, setahu saya karena kultur di keluarga saya kental dengan nuansa Aceh dan Jawa, kami tidak bisa berangkat kemana pun jika belum sarapan! Nah, beberapa kultur lain malah memang suka melewatkan sarapan. Gak apa sih, tapi jika kalian mahasiswa atau kerja… apalagi jika kalian di luar Indonesia dan jadwal shaum kalian puanjaaaaaaaang, suatu keputusan yang tidak bijak melewatkan sahur. Bukan hanya melewatkan sunnah, tapi ingat : Tidak ada logika tanpa logistik :p

Jepang mulai memasuki musim panas, dan salah satu buah khas musim panas adalah : Alpukat alias avocado. Gak seenak alpukat di Indonesia sih ahahahaha tapi happy dong ๐Ÿ˜€
Nah si alpukat ini kaya banget sama lemak nabati, jadi buat kalian yang gak suka sahur atau sarapan, coba deh mengolah si alpukat ini dan bisa dimodif dengan menambahkan beberapa sumber vitamin dan karbohidrat ^^b
Contohnya semacam ini nih:
Image and video hosting by TinyPic

Caranya gampang banget!
Cari alpukat yang matang, keruk daging buahnya.
Campur sirup coklat dan susu cair, kalau masih kurang manis bisa ditambah madu.
Jika ingin benar-benar blended, blender si daging alpukat, madu, dan si susu cair,
kalau gak ada blender yaaaah diaduk-aduk juga nanti hancur sendiri.
Untuk sahur kalian butuh asupan kalori yang lebih banyak jadi saran saya sih taburkan cornflakes favorit kalian di atas jus alpukat kalian. Kalau punya buah-buahan silakan campur di atasย  flakes.
Supaya segar, diamkan di kulkas beberapa jam. Waaaah udah deh kalian bakal happy.

Kalau kalian gak punya embel-embel lain, yaaaah klasik jus alpukat juga seru kok buat buka puasa fufuufufufu.

Image and video hosting by TinyPic

Classic Choco Avocado… Ini tuh enak banget gak sih ahahhahaa ๐Ÿ˜€

Just another additional info:

  • Alpukat itu rupanya di KBBI adalahAvokad ya ahahhahaha…. saya baru tahu loh…. aduh fail banget gw sebagai manusia Indonesia.
  • Nama latin dari si alpukat itu Persea americanaย  dan saya juga baru tahu kalau asal mula si buah seru ini dari Mexico.
  • Selamat gatel-gatel…. di Indonesia, semakin jarang yang menanam tanaman ini di halaman rumahnya. Kenapa? Karena uletnya buanyaaaaaaak ahahahhahaha. Udah pernah liat ulet bulu pohon alpukat, nih rasakan ahahahahahahhaaha….

Gateeeeeel kaaaaaaan liatnya!!!!

Saya suka banget ulet bulu apalagi yang gendut ijo botak, tapi ulet bulu item ini… ampun deh, ngeri boy!
Semua mengira ini hama…. tapi sebagai seorang anak dari mantan agronomist, kalau saya ngomong ke Mama saya “Ma, ih ngeri deh sama pohon alpukat… uletnya itu loooh!”
Lalu mama saya hanya senyum “Yo wis… itu tandanya si pohonnya mau berbuah. Emang gitu lagi, kak. Seninya punya pohon alpuket itu ketika liat mereka didatengin ulet bulu”
Saya masih belum tahu ya detilnya, tapi kata Mama saya ada penelitian yang menunjukan bahwa si pohon memang butuh para ulat-ulat gondrong ini. Kenapa? Karena pohon ini membutuhkan mekanisme menggugurkan daunnya untuk berbuah, padahal in the same time pohon ini harus membutuhkan panas matahari yang cukup intense alias pada umumnya tumbuh baik di daerah tropis. Nah, jadi gimana dong… di kawasan tropis kan gak ada musim gugur? Nah, Tuhan kemudian mengirimkan si ulat-ulat seksi ini untuk membantu pohon menghilangkan daun-daunnya. Wallahu’alam ya… mungkin yang anak pertanian atau biologi bisa meluruskan isu ini fufufufufu.

Cuman yaaaaa kadang jumlahnya over sih, dan kan ngeri ya bok ketika si ulet kemudian nyelonong masuk ke dalam rumah. Terus tiba-tiba nemplok di sofa! OH MY GOD! itu ngeri banget ahahahahahaha :’D

  • Ini tips dari Mama saya hahahahha…. cara memilih alpukat :p kalau saya kan dhaif ya, kalau Mama saya insha Allah shahih. Intinya pilih yang warna hijaunya gelap atau yang udah menghitam. Kulitnya harus mengkilap, terus jika mau pilih yang matang cari yang udah agak lembek. Terusssss…. mmmm oiya kalian bisa mengintip ujung bekas batang pada buah, itu indikator warna daging buah…. yang sudah mateng itu yang sudah kekuningan ๐Ÿ˜€
Image and video hosting by TinyPic

Kira-kira begini lah… tebak mana yang lebih mateng?

 

Yo wis gitu aja.
Udah ah…. take care, Pals!
Image and video hosting by TinyPic

 

[Emonifoodie][main dishes]: Sup Ayam :D


English recipe can be accessed here

Aduuuh klasik banget hahahhaa, sup ayam oh sup ayam! siapa yang begitu bloonnya hingga tidak bisa membuat sup ayam? ahahaha, saya! :”D
Sup ayam bagi saya adalah makanan mengharukan karena Mama saya selalu membuat sup ayam ketika saya sakit. Selain itu, sup ayam juga selalu jadi menu utama ketika saya bertemu salah satu sahabat saya Tiko (thanks, sob ๐Ÿ™‚ aren’t you miss me? ). Mungkin sup ayam itu yaaaa begitu-begitu aja, namun bagi saya sup ini rasanya luar biasa karena ada rasa kenangan di dalamnya #baper

Ngomong-ngomong tentang sup ya… sup yang bahasa Inggrisnya itu soup, bahasa perancisnya soupe, adalah salah satu makanan tertua di dunia (nah kan jadi agak pinter setelah membaca ini ahahaha). Dari yang saya baca, sup ini sudah ada di muka bumi sejak wadah ditemukan di dunia, yaiyalahโ€ฆ.kalau gak ada wadah dimasaknya dimana fufufufufu :p

Sop itu dimana pun cara membuatnya hampir samaโ€ฆ yang berbeda itu ingredients-nya. Komposisi sup itu sesuai dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan. Take for example, di Indonesia sup kita bisa macam-macam ada tahu, ayam, telur, wortel, dsbโ€ฆdsbโ€ฆ. Tapi kita tidak punya sup asparagus karena asparagus tidak tumbuh di Indonesia. Sup kita juga kaya rempah karena di masa lalu (dan hingga sekarang sih walah masih kurang efisien produksinya hiks) Indonesia terkenal sebagai salah satu penghasil rempah-rempah terbesar dan terbaik di dunia. Nah, jadi agak bangga makan sup ahahahaha :p kini makan sup gak sama lagi, kalian bisa pamer pas mesen sayur sop โ€œVroh! Tau gak enteโ€ฆ sop kite ini nih lambang kalau negeri kita kaya akan rempahโ€ sedaaaaaap~~~ seperti biasa yang penting keliatan pintar ahahahaha *astagfirullah, riyaaaa :โ€™D*

Puasa hari pertama, hmmm saya pikir sup ayam merupakan makanan yang paling ideal untuk memulai bulan puasa. Kenapa? Karena jika kalian tidak biasa sahur, sup yang hangat-hangat seru ini bisa mempersiapkan pencernaan kalian dengan lebih baik. Selain itu, masaknya juga cepat dan karena mudah bisa disimpan untuk buka. Selain itu gizinya cukup lengkap, ada vitamin, protein, mineral dalam satu mangkuk…. dan kayaknya yang agak mewah lah yaaaaโ€ฆ. Masa makan telur terus, ayam lah biar agak happy. So, what are you waiting for!

Saya percaya bahwa yang sebodoh saya juga banyak, masak sup pun bergantung pada bumbu instan AHAHAHAHAHAHA…. namun kali ini saya bertekad untuk jauh-jauh sementara dari bumbu instan untuk sementara waktu.

Okay langsung saja

Image and video hosting by TinyPic

Hasil jadi si Sup Ayam yang menghangati hati

Bahan-bahan:
Image and video hosting by TinyPic
* Ayam secukupnya :p (untuk yang berada di Jepang, ayam halal di Gyoumu supa minggu lalu turun harga loh jadi 645 yen/2kg hahahaha I don’t know today) kuncinya karena ayam ini juga untuk membuat kaldu, jadi semakin banyak ayamnya yaaaa semakin enak. Namun sesuaikan dengan budget ya ๐Ÿ˜€
*wortel, potong membulat
* kentang, kupas dan potong dadu
* bawang bombay potong memanjang
* bawang putih, memarkan lalu cincang kecil
* Jahe, memarkan. Bisa juga kalian potong kecil-kecil tapi seringkali jadi tertukar dengan kentang ketika di makan. Jika kalian sakit flu, atau punya penyakit flu berkepanjangan seperti saya…. perbanyak jumlah jahe ๐Ÿ™‚ it helps!
* lada
*kayu manis
* garam

untuk pelengkap
* seledri, tentu harus dirajang halus ๐Ÿ™‚
* bawang goreng

Eksekusi:
* dengan asumsi kalian sudah membersihkan ayam, maka rebus ayam dengan api kecil hingga setengah matang.

* Sambil menunggu, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum. Jika sudah, masukan si tumisan tersebut ke rebusan ayam.

* Masukan wortel, kentang, jahe, kayu manis,ย  plus lada dan garam secukupnya. Tunggu hingga matang.

* Sajikan, jangan lupa taburkan potongan seledri dan bawang goreng ๐Ÿ™‚ makan selagi hangat

Tips:
Q: Loh kenapa kok sup ku jadinya butek ya,Mon?
A: hmmm… saya juga bertanya ke Mama saya. Katanya jika kalian ingin sup yang bening, kalian harus membersihkan lemak-lemak dari si ayam sebersih mungkin sehingga kaldu ayamnya nanti bisa bening. Ada juga beberapa kasus dimana orang memasukan kentang terlalu cepat, lalu merebus terlalu…. si kentang melembek, lalu hancur kemudian memperkeruh kuah sup. Namun percayalah daripada itu semua, yang penting inner beauty masakan kita.

Q: Kok rasanya tawar ya?
A: ahahahaha… :”D aduh gimana ya…. jika kalian ingin rasa yang lebih nendang bisa ditambah penyedap rasa sih :’) namun jika kalian idealis dan anti penyedap rasa bermainlah di kekentalan kaldu, garam, dan merica.

  • Kalian juga bisa menambahkan tahu, bakso, kacang kapri, atau telur puyuh rebus ke sup kalian….
  • Jangan memasak sayuran untuk sup kalian hingga terlalu lama. pemanasan yang terlalu lama merusak gizi di dalam sayuran. Jadi asal sudah gigit-able segera angkat ya.

That’s it ๐Ÿ™‚
Enjoy Ramadhan with smile
Image and video hosting by TinyPic

 

Emonifoodie Ramadhan Special: If I can make it, you can make it better :)


Kawan, jadwal sidang saya sudah keluar hahahaha…
Saya akan defence dalam waktu dekat. Mohon doanya ya. Sebenarnya sibuk banget sih, tapi lama-lama jenuh juga lihat excel setiap detik. Satu-satunya hiburan saya adalah: Makan! dan karena gak bisa kemana-mana saya pun masak sendiri (subhanallah 33x).

Sebagai wanita yang tinggal sendiri, gamang, sedih, sedang tidak mau ketemu orang, galau, lapar, dan digaplok deadline bertubi-tubi, stress kemudian melanda. Berdasarkan riset, orang yang stress itu lebih kreatif! Voila… entah angin dari mana saya pun bisa masak huhuhuhu.Entah lapar atau gimana ya, perasaan sih semuanya enak-enak aja hahahaha.

Selain makan, rasa-rasanya saya bisa jadi orang gila kalau tidak menulis blog (oh please… bukan menulis riset setiap detik). Saya juga sadar teman-teman saya yang sedang semakin sibuk, semakin tidak peduli dengan makanan yang mereka konsumsi. Terus nanti jadi penyakitan, lemes, tidak berdaya, lemot, lalu complain “Ini karena riset gw yang gila…” iya tapi bukan karena itu aja, kalian juga LAPAR! oh come on! Tiada logika tanpa logistik! Otak kalian juga butuh energi buat mikir…. sel-sel di badan kalian itu butuh protein untuk memperbaiki diri mereka yang rusak! oh come on~

Karena saya bodoh banget dalam dunia masak, I just love foods from the bottom of my heart… am I good in cooking? Oh please that’s another question, tapi saya percaya kalau saya bisa memasak sesuatu dengan rasa yang lumayan, kalian yang lebih jago daripada saya pasti bisa melebihi saya. Saya juga akan berusaha untuk membuat masakannya semudah mungkin, bukan karena apa-apa… level saya memang terbatas AHAHAHAHAHAHAHA #jujur. Sebisa mungkin bahan-bahannya murah meriah lah… gak sanggup kalau harus masak sup sirip hiu feat sarang walet, aduuuuh…. beasiswa gak cukup :’P

Dengan demikian atas dasar menghibur hati saya sendiri hahaha dan tentu hati semua orang yang tidak sengaja sampai ke blog ini… serta merayakan one of my favorite month, makaย  emonikova membuat sesi spesial bernama:
Emonifoodie: If I can make it, you can make it better
Image and video hosting by TinyPic

Berikut ToR dari Emonifoodie:
1. If you are not Indonesian speaker, but you curious with the recipe, kindly visit my english blog : http://emonikova.tumblr.com . Of course not as details as Indonesian one, however I’ll try my best to make it easy to follow (and to be improved of course :p).

2. Karena saya sibuk *uhuk* maka seluruh posting adalah posting terschedule yang saya tulis entah kapan hahahaha. Saya akan men-set posting setiap Sabtu, Minggu, dan Kamis pukul 12.00 JST (14.00 WIB). Sengaja supaya ketika tersubmit di social media, kalian sedang lapar dan haus-hausnya AHAHAHHHAHAHA.

3. Even ini hanya berlangsung di bulan Ramadhan. Why? Because Ramadhan is always my favorite month ๐Ÿ™‚ ALWAYSSSS~~~~

4. Jika kalian punya ide resep yang murah, gampang, dan enak (dan oh iya please yang bergizi lah)… please let me know! Kalau bisa sih udah ada fotonya ahahahaha jadi saya tidak perlu mencoba itu di rumah :’) eh boleh aja sih, cuman kan hasil wallahu’alam :’D Oiya, resepnya gak cuman makanan loh bisa juga minuman yang seger-seger membahagiakan. Everything are welcome asal gampang… kalau misalnya cara memasaknya harus koprol sambil lempar panci backflip rasa2nya tidak ada yang mampu.

cara share resepnya adalah:
a. kalian bisa langsung komen di blog saya.
b. silakan e-mail ke marissa.malahayati@gmail.com
c. kalau kalian memiliki instagram, kalian bisa instamessage atau food selfie dengan mention akun @emonikova

5. Hasil jadi resep tidak diperjual-belikan, apalagi mendadak gw bisnis bento gitu, waaaah mustahil hahahaha :’D jika kalian berada di Tokyo dan sekitarnya, kalau mau makan2 bolehlah mampir ke hunian saya setiap hari sabtu. Hari lain saya pasti sudah kabur ke lab.

Demikian ๐Ÿ™‚
Enjoy ramadhan with smile ๐Ÿ™‚

 

Yummy and Happy places in Tokyo Skytree: My personal review


Well… so some people ask me to draw something again… I would love too but arggghh this is my last semester in master degree :’D but okay! I am checking “search keywords” in my blog and some people are searching for my review for some places in Japan. I am not really good in reviewing something, however I will try my best while it is not takes too much time ๐Ÿ˜‰

My review today is: Tokyo Skytree… the tallest tower in Japan so far. But if you are student (or unfortunately a tourist with limited budget), go to the peak of this tower is considerably expensive, but don’t worry! there are still lots of fun you may found here.

However, I have limitation… I love foods (No love like love to glorious foods), but while I am Moslem I can’t eat everything. So, yeaaah I should tell you my review (of course) has a lot of limitation. But here it is! I also make a doodle for it

Image and video hosting by TinyPic

1. Postal Museum Tokyo
If you are a philatelist, love stamps, love postcard, you can’t pass this place!
Small but neat and nice museum! While I am a philatelist and postal stuff lover, I can stay here for hours.
Image and video hosting by TinyPic

You may see a long history of Postal system in Japan… and please don’t be surprised, you also can check stamps collection from all around the world! I am really amazed because I also found complete series of Indonesian stamps here, I can found it more complete than what I found in Indonesia.

It is very cheap also, just 300 yen you can enjoy and enter this museum! Then don’t forget to visit the museum shop, find some interesting postcard and send it to your beloved one (or maybe yourself :’D ) ah! if you lucky enough you also can find some old stamps for complete your collection. Good luck, Philatelist!

This is the address:
Tokyo SKYTREE Town Solamachi 9F, 1-1-2, Oshiage, Sumida-ku, Tokyo, 131-8139, Japan

2. Ice Cream in Hokkaido Milk Land
Hokkaido is famous with delicious sushi, awesome ramen, delicious food, and high quality milk. But as if you are in Tokyo and you just trapped in Skytree, maybe some hokkaido milk ice cream will make you smile ๐Ÿ™‚
Image and video hosting by TinyPic

I am Ice Cream lover, so no matter what I will always say it is delicious. But for me… it is very smooth and perfectly melt in your mouth. The price is slightly more expensive than regular ice creams, but if you really love ice cream…. I just can say: YOU SHOULD TRY HOKKAIDO MILK ICE CREAM!

When I went to Hokkaido with one of my best friend, before went back to Tokyo we bought Ice Cream, it sounds crazy because Hokkaido is somehow cold! But we just end up with complimenting the ice cream. Delicious is delicious….

3. Nana’s Green Tea
Image and video hosting by TinyPic

I recommend this place because I like green tea! everything with green tea is awesome for me. The place is cozy enough for writing, reading, working, or just chit chat with friends. And they also have lots of fish donburi bowl, which is relatively “safe”for me :’D So… I enjoy everything here although I am alone there huhuhuhuhu…

Price range is around 400-1500 yen. I think that a reasonable price for a cafe. And uh oh… you also can try Uji Green Tea… but I haven’t try it so I can’t give any review yet.

4. Ganso Sample Shop
One of my friend asked me where to find Food Sample accessories. There are lots, one of it is Ganso Sample Shop
Image and video hosting by TinyPic

Personally, I impressed with how great they are in making food sample… but shocked when looking the price :’D But we learn: Price is never lie. If you curious with the quality… okay then, I’ll give you the spoiler
Image and video hosting by TinyPic

with the same price I can buy 5kg rice :’D and it will last for about one month..huhuhuhuhuhu… too much broken heart when visit this shop.

5. Tokyo Skytree Souvenir Shop
Of course… you can find some souvenir here. In 5th floor ๐Ÿ˜‰

Others (I found it also interesting and fun)
1. Kyukyodo (for some sweet Japanese style stationaries)
Image and video hosting by TinyPic

2. Clover leaf (for crispy taiyaki and cute waffle ๐Ÿ˜‰ )
Image and video hosting by TinyPic

3. Lupicia (I become tea addict recently, I tried lots of tea sent by my penpal from all around the world and I started to find some tea shops which has complete tea selection. This one is complete enough)
Image and video hosting by TinyPic

That’s it ๐Ÿ™‚
all picture here taken by my very old pocket camera while my brother challenge me to use my old camera instead of my DSLR. I hope the pic is still good.

Yeay! that’s it. Find your pleasure wherever you are ๐Ÿ™‚

Masakan ala mahasiswa: catatan bisu impian, passion, dan kondisi budget


Saya memang punya ambisi untuk sekolah hingga ke jenjang paling tinggi. Kalau ada sampai S5, niscaya saya akan hajar sampai S5. Saya ini bodoh kawan-kawan, makanya saya senang belajar dan sekolah. Namun, jauh di balik itu semua saya juga menyimpan obsesi tertinggi dalam hidup saya “Jadi Mama yang sempat memasak untuk keluarga kecil saya,” dan saya punya alasan tersendiri untuk itu, sebuah cerita cukup panjang.

it’s okay kalau semua makhluk-makhluk di rumah sibuk. Saya sibuk sendiri dengan penelitian saya (I really want to be a researcher), anak saya sekolah dan semoga dia lebih gaul daripada Mamanya kelak, dan suami saya mencari sekarung berlian, go ahead…! Tapi saya ingin memastikan mereka sehat dan gak lapar :’D. Keluarga saya mini-sized sekali, entah kenapa Allah senang sekali memanggil keluarga saya lebih dulu. Setelah saya perhatikan semuanya nyaris sama, died by delicious food.ย  Keluarga saya itu semuanyaaaaaa pecinta kuliner yang enak, aduh jangan tanya deh gak bisa kalau makan gak enak. Dan yaaaah begitu kan, ada yang diabetes, ada yang kanker, dan mama saya terserang diabetes paket combo dengan stroke hingga sakit seperti sekarang. Ini harus dihentikan! Saya tidak mau ini terjadi lagi, dinasti harus terus berlanjut. So here I am, di sebuah titik dimana saya ingin keluarga saya kelak: SEHAT! I will cook for you sweet hearts!

Saya, bagaimanapun…
selalu ingin jadi orang yang membuka pintu ketika suami dan anak-anak saya pulang dan tanya “How’s life? Tea or Juice? Sudah makan? Makan dulu yuk”
Mungkin semua sibuk, tapi biarkan meja makan menjadi sebuah tempat berkumpul paling efektif untuk hanya sekadar menertawakan beberapa hal dalam hidup, menjadi spot yang lebih seru daripada wi-fi spot.

Jadi, sebagai orang dengan impian seperti itu, saya punya beberapa prinsip mendasar dalam masak: 1. Minimalisir sampah, usahakan makanan gak ada yang mubazir, 2. Semua tempat boleh berantakan kecuali: DAPUR!, 3. usahakan semuanya sesehat mungkin.

Sayangnya sebagaimana kurva indiferen yang selalu terkendala garis anggaran, saya juga punya beberapa masalah:
1. I am not good in cooking :’D
2. masakan yang sehat memang rasanya gak senendang makanan yang gak sehat. Inget! Gorengan yang digoreng sama minyak item dan udah bercampur sama plastik bekas minyaknya konon lebih enak daripada yang digoreng rumahan.

Jangan bandingkan saya dengan beberapa sahabat saya. Allah begitu peduli dengan saya, hingga entah mengapa kalau saya punya sahabat, mereka bisa masak…. *lalu komat-kamit semoga nanti kalau punya suami juga jago masak, please Ya Allah…please!*

But well, namanya juga usaha! Mari kita lihat masakan ala mahasiswa ini.

1. NASI GORENG

Nasi Goreng Jabrik….

Perjuangan luar biasa bikin nasi goreng dengan jenis beras jepang yang pulennya keterlaluan itu. Konon katanya harus di masukin freezer dulu… preet saya sudah coba aneka cara, tetep aja gak bisa nyamain berasa ras Oryza javanica. Tapi yo wis lah, sungguh nasi goreng saya dengan nasi goreng tek tek enakan nasi goreng tek tek hahhahahaa #yangpentingjujur.

Sebagai penganut mahzab makanan harus sehat, saya biasanya pakai garam sedikiiit banget. Maklum saya agak trauma dengan garam, mengingat Mama saya punya darah tinggi jadi yaaaa begitulah. Terus, rasanya sungguh terlalu jika saya punya anak cuman dikasih nasi berbumbu kecap kayak gitu doang… jadi biasanya saya campur aneka sayuran dan potong udang kecil-kecil. Lainnya? terima kasih pada seluruh keluarga bawang yang menciptakan rasa gurih tersendiri :’D

2. NASI UDUK
Image and video hosting by TinyPic
Ini nih signature dish kebanggaan saya, hanya terjadi jika saya lagi rajin dan menakar santan dengan tingkat akurasi tinggi. Pernah gagal, bukannya jadi nasi uduk malah jadi lontong.
Ya amploppp….

Biasanya sih makannya sama telor aja, saya penggemar telur setengah matang jadi biasanya pakai telur setengah matang, plus selada, plus sambel terasi. Huhuhuhuhu semacam masakan kalau kangen rumah tingkat akut. Sekarang udah tau dimana beli kacang dan gula merah, jadi kadang bikin sambel kacang juga. Tapi apapun itu… harus ada sayur! Ingat! Sayuuuuur!

3. MIE INSTANT [yang diusahakan agak sehat sedikit]
Image and video hosting by TinyPic
Kalau kamu mahasiswa dan gak makan mie instan! Ahahahaha… itu bagaikan petani yang belum merasakan beceknya sawah.
Bro! Mie instan itu adalah saksi bisu perjuangan mahasiswa dalam menghadapi hidup, Bro mwahahhahaa.

Kalau di rumah dulu, Mama selalu nanya anaknya yang pada lagi mahsyuk belajar “Laper gak?” dan biasanya sih jawaban kami “Iya maaaa….” terus tiba-tiba akan muncul semangkok mie kuah dengan cabe rawit dan potongan sayur entah itu buncis, kol, toge, apapun lah itu. Dan kami pun bahagia seperti biasa.

Kalau lagi males masak yang ini nih makanan saya, si mie instan. Berusaha menandingin bikinan mama. Cemplungin bawang bombang (atau bawang merah), sayur, cabe rawit. Kadang saya pakai kimchi juga biar makin seger. Cuman emang ya, masakan yang ditambah bumbu cinta lebih enak. Bahkan mie instan bikinan Mama aja masih terasa lebih enak dari mie manapun apalagi bikinan saya huhuhuhu. Mom, I love you.

4. KARE AYAM
Image and video hosting by TinyPic
Nah, kalau ada bumbu instan (ehmmmm….) terus lagi agak kaya sedikit, bolehlah masak kare ayam. Berhubung semakin mudah nyari ayam halal, si kare ini bisa jadi pilihan bagi mahasiswa yang pengen makan agak mewah. Kalau saya, kalau sudah pakai bumbu instan gak akan pakai garam apalagi mecin lagi juga penyedap rasa. Lainnya paling tambah aneka bawang dan sayur yang match kayak wortel, kentang (kentang sayur bukan sih?), dan karena saya penggemar kembang kol yah masukin aja. Pokoknya asal bahan makanan di kulkas gak ada yang mubazir.

5. CHICKEN TERIYAKI
Image and video hosting by TinyPic
Kalau mau masakan ayam yang lebih gampang yaaaah tinggal bikin masakan jepang lah! Chicken Teriyaki! Kalau mau gampang abis tinggal marinade sama saos teriyaki. kalau kalian yang punya saos teriyaki, saya sih bikin resep iseng sendiri marinade ayam dengan soyu (cari yang halal ya ๐Ÿ™‚ ), sedikit kecap manis, dan perasan jahe. Mungkin rasa gak bakal sama tapi yaaaah daripada gigit sandal.

Setelah di marinade, biasa tumis si ayam dengan aneka bawang-bawangan ๐Ÿ™‚ nanti kalau udah mateng tinggal tabur daun bawang, makan pas lapar dan nasi hangat. Insha Allah, walau rasa biasa aja terasa enak mwahhhahahaha.

6. IKAN BAKAR
Image and video hosting by TinyPic
Nah.. ini, dijamin halal dan bikin happy. Ikan bakar.
Thanks buat sobat Amel yang udah menginspirasi.
Intinya si ikan yang perawakannya meyakinkan untuk di bakar digulingin di kecap ikan, kecap manis, bawang2an, cabe, dan oh iya lemon (I love lemon). terus biarkan sejenak, ampe kira-kira bumbu meresap kali ya. Terus bakar dia! Bisa pakai microwave atau goreng tanpa minyak di teflon, atau di bakar aja pakai margarin. Yaaaah gitu lah pokoknya.

Lalu makan dengan penuh rasa syukur.

7.ANEKA PANCAKE
Saya ini tidak suka manis, jadi sebenernya agak pusing mau bikin apa buat kue-kue an. Lalu ting! Ada ide! Pancake.
Hingga hari ini saya tidak tahu sebenarnya rasa pancake yang shahih itu seperti apa karena selama ini saya bikin pancake dari barang-barang yang tersisa di kulkas…

Saya ini benci setengah mati dengan pisang! Jadi please temen-temen kalau bawain buah ke rumah jangan pisang. Tapi tiba-tiba saya cerdas! Terbesitlah untuk membuat PANCAKE PISANG. Ini gak pake tepung loh, hanya pisang dihancurin terus campur telur. Goreng! Kasih mample syrup…. cukup berhasil membuat saya makan pisang banyak

Image and video hosting by TinyPic

Terima kasih pada teknik fotografi, rasa pancakenya sih kayak pisang goreng mwahahaha.

Terus saya juga pernah beli wortel kebanyakan…. jadi saya rebus si wortel, haluskan dan jadiin pancake wortel :’D Subhanallah sekali sodara-sodara… Yaaaah seperti biasa walau gosong, tabur aja serbuk gula dan maple syrup…. lalu makan dengan penuh rasa syukur.

Image and video hosting by TinyPic

Pancake wortel yang agak gosong namun diupayakan tetap indah

Misi selanjutnya! Beli tepung pancake! harus tau gimana sebenarnya rasa pancake itu :’D

Daaaaaan demikianlah catatan mahasiswa yang baru belajar masak ini, yaaah gitu-gitu aja ahahahaha. Jelek-jelek begini obsesi saya untuk jadi Mama yang masak untuk keluarganya masih besar fufufuufu.
Ya udah, yang penting niat.
Nanti kalau udah punya keluarga sendiri, dengan senyum paling manis yang saya punya…saya akan bilang “Hehehe… hargai inner beauty ya” *sambil nyodorin masakan yang agak gosong :’P