Masakan ala mahasiswa: catatan bisu impian, passion, dan kondisi budget



A life learner....Books, movies, and glorious foods lover. Have a big dreams... but wanna \\\"bigger\\\" than her dreams.  A life learner... Love books, glorious foods, and great movies. Proud to be a woman, daughter, sister, and best friend. A dreamer! I am the one who want to be bigger than my dreams. Future researcher and writer.


Saya memang punya ambisi untuk sekolah hingga ke jenjang paling tinggi. Kalau ada sampai S5, niscaya saya akan hajar sampai S5. Saya ini bodoh kawan-kawan, makanya saya senang belajar dan sekolah. Namun, jauh di balik itu semua saya juga menyimpan obsesi tertinggi dalam hidup saya “Jadi Mama yang sempat memasak untuk keluarga kecil saya,” dan saya punya alasan tersendiri untuk itu, sebuah cerita cukup panjang.

it’s okay kalau semua makhluk-makhluk di rumah sibuk. Saya sibuk sendiri dengan penelitian saya (I really want to be a researcher), anak saya sekolah dan semoga dia lebih gaul daripada Mamanya kelak, dan suami saya mencari sekarung berlian, go ahead…! Tapi saya ingin memastikan mereka sehat dan gak lapar :’D. Keluarga saya mini-sized sekali, entah kenapa Allah senang sekali memanggil keluarga saya lebih dulu. Setelah saya perhatikan semuanya nyaris sama, died by delicious food.  Keluarga saya itu semuanyaaaaaa pecinta kuliner yang enak, aduh jangan tanya deh gak bisa kalau makan gak enak. Dan yaaaah begitu kan, ada yang diabetes, ada yang kanker, dan mama saya terserang diabetes paket combo dengan stroke hingga sakit seperti sekarang. Ini harus dihentikan! Saya tidak mau ini terjadi lagi, dinasti harus terus berlanjut. So here I am, di sebuah titik dimana saya ingin keluarga saya kelak: SEHAT! I will cook for you sweet hearts!

Saya, bagaimanapun…
selalu ingin jadi orang yang membuka pintu ketika suami dan anak-anak saya pulang dan tanya “How’s life? Tea or Juice? Sudah makan? Makan dulu yuk”
Mungkin semua sibuk, tapi biarkan meja makan menjadi sebuah tempat berkumpul paling efektif untuk hanya sekadar menertawakan beberapa hal dalam hidup, menjadi spot yang lebih seru daripada wi-fi spot.

Jadi, sebagai orang dengan impian seperti itu, saya punya beberapa prinsip mendasar dalam masak: 1. Minimalisir sampah, usahakan makanan gak ada yang mubazir, 2. Semua tempat boleh berantakan kecuali: DAPUR!, 3. usahakan semuanya sesehat mungkin.

Sayangnya sebagaimana kurva indiferen yang selalu terkendala garis anggaran, saya juga punya beberapa masalah:
1. I am not good in cooking :’D
2. masakan yang sehat memang rasanya gak senendang makanan yang gak sehat. Inget! Gorengan yang digoreng sama minyak item dan udah bercampur sama plastik bekas minyaknya konon lebih enak daripada yang digoreng rumahan.

Jangan bandingkan saya dengan beberapa sahabat saya. Allah begitu peduli dengan saya, hingga entah mengapa kalau saya punya sahabat, mereka bisa masak…. *lalu komat-kamit semoga nanti kalau punya suami juga jago masak, please Ya Allah…please!*

But well, namanya juga usaha! Mari kita lihat masakan ala mahasiswa ini.

1. NASI GORENG

Nasi Goreng Jabrik….

Perjuangan luar biasa bikin nasi goreng dengan jenis beras jepang yang pulennya keterlaluan itu. Konon katanya harus di masukin freezer dulu… preet saya sudah coba aneka cara, tetep aja gak bisa nyamain berasa ras Oryza javanica. Tapi yo wis lah, sungguh nasi goreng saya dengan nasi goreng tek tek enakan nasi goreng tek tek hahhahahaa #yangpentingjujur.

Sebagai penganut mahzab makanan harus sehat, saya biasanya pakai garam sedikiiit banget. Maklum saya agak trauma dengan garam, mengingat Mama saya punya darah tinggi jadi yaaaa begitulah. Terus, rasanya sungguh terlalu jika saya punya anak cuman dikasih nasi berbumbu kecap kayak gitu doang… jadi biasanya saya campur aneka sayuran dan potong udang kecil-kecil. Lainnya? terima kasih pada seluruh keluarga bawang yang menciptakan rasa gurih tersendiri :’D

2. NASI UDUK
Image and video hosting by TinyPic
Ini nih signature dish kebanggaan saya, hanya terjadi jika saya lagi rajin dan menakar santan dengan tingkat akurasi tinggi. Pernah gagal, bukannya jadi nasi uduk malah jadi lontong.
Ya amploppp….

Biasanya sih makannya sama telor aja, saya penggemar telur setengah matang jadi biasanya pakai telur setengah matang, plus selada, plus sambel terasi. Huhuhuhuhu semacam masakan kalau kangen rumah tingkat akut. Sekarang udah tau dimana beli kacang dan gula merah, jadi kadang bikin sambel kacang juga. Tapi apapun itu… harus ada sayur! Ingat! Sayuuuuur!

3. MIE INSTANT [yang diusahakan agak sehat sedikit]
Image and video hosting by TinyPic
Kalau kamu mahasiswa dan gak makan mie instan! Ahahahaha… itu bagaikan petani yang belum merasakan beceknya sawah.
Bro! Mie instan itu adalah saksi bisu perjuangan mahasiswa dalam menghadapi hidup, Bro mwahahhahaa.

Kalau di rumah dulu, Mama selalu nanya anaknya yang pada lagi mahsyuk belajar “Laper gak?” dan biasanya sih jawaban kami “Iya maaaa….” terus tiba-tiba akan muncul semangkok mie kuah dengan cabe rawit dan potongan sayur entah itu buncis, kol, toge, apapun lah itu. Dan kami pun bahagia seperti biasa.

Kalau lagi males masak yang ini nih makanan saya, si mie instan. Berusaha menandingin bikinan mama. Cemplungin bawang bombang (atau bawang merah), sayur, cabe rawit. Kadang saya pakai kimchi juga biar makin seger. Cuman emang ya, masakan yang ditambah bumbu cinta lebih enak. Bahkan mie instan bikinan Mama aja masih terasa lebih enak dari mie manapun apalagi bikinan saya huhuhuhu. Mom, I love you.

4. KARE AYAM
Image and video hosting by TinyPic
Nah, kalau ada bumbu instan (ehmmmm….) terus lagi agak kaya sedikit, bolehlah masak kare ayam. Berhubung semakin mudah nyari ayam halal, si kare ini bisa jadi pilihan bagi mahasiswa yang pengen makan agak mewah. Kalau saya, kalau sudah pakai bumbu instan gak akan pakai garam apalagi mecin lagi juga penyedap rasa. Lainnya paling tambah aneka bawang dan sayur yang match kayak wortel, kentang (kentang sayur bukan sih?), dan karena saya penggemar kembang kol yah masukin aja. Pokoknya asal bahan makanan di kulkas gak ada yang mubazir.

5. CHICKEN TERIYAKI
Image and video hosting by TinyPic
Kalau mau masakan ayam yang lebih gampang yaaaah tinggal bikin masakan jepang lah! Chicken Teriyaki! Kalau mau gampang abis tinggal marinade sama saos teriyaki. kalau kalian yang punya saos teriyaki, saya sih bikin resep iseng sendiri marinade ayam dengan soyu (cari yang halal ya 🙂 ), sedikit kecap manis, dan perasan jahe. Mungkin rasa gak bakal sama tapi yaaaah daripada gigit sandal.

Setelah di marinade, biasa tumis si ayam dengan aneka bawang-bawangan 🙂 nanti kalau udah mateng tinggal tabur daun bawang, makan pas lapar dan nasi hangat. Insha Allah, walau rasa biasa aja terasa enak mwahhhahahaha.

6. IKAN BAKAR
Image and video hosting by TinyPic
Nah.. ini, dijamin halal dan bikin happy. Ikan bakar.
Thanks buat sobat Amel yang udah menginspirasi.
Intinya si ikan yang perawakannya meyakinkan untuk di bakar digulingin di kecap ikan, kecap manis, bawang2an, cabe, dan oh iya lemon (I love lemon). terus biarkan sejenak, ampe kira-kira bumbu meresap kali ya. Terus bakar dia! Bisa pakai microwave atau goreng tanpa minyak di teflon, atau di bakar aja pakai margarin. Yaaaah gitu lah pokoknya.

Lalu makan dengan penuh rasa syukur.

7.ANEKA PANCAKE
Saya ini tidak suka manis, jadi sebenernya agak pusing mau bikin apa buat kue-kue an. Lalu ting! Ada ide! Pancake.
Hingga hari ini saya tidak tahu sebenarnya rasa pancake yang shahih itu seperti apa karena selama ini saya bikin pancake dari barang-barang yang tersisa di kulkas…

Saya ini benci setengah mati dengan pisang! Jadi please temen-temen kalau bawain buah ke rumah jangan pisang. Tapi tiba-tiba saya cerdas! Terbesitlah untuk membuat PANCAKE PISANG. Ini gak pake tepung loh, hanya pisang dihancurin terus campur telur. Goreng! Kasih mample syrup…. cukup berhasil membuat saya makan pisang banyak

Image and video hosting by TinyPic

Terima kasih pada teknik fotografi, rasa pancakenya sih kayak pisang goreng mwahahaha.

Terus saya juga pernah beli wortel kebanyakan…. jadi saya rebus si wortel, haluskan dan jadiin pancake wortel :’D Subhanallah sekali sodara-sodara… Yaaaah seperti biasa walau gosong, tabur aja serbuk gula dan maple syrup…. lalu makan dengan penuh rasa syukur.

Image and video hosting by TinyPic

Pancake wortel yang agak gosong namun diupayakan tetap indah

Misi selanjutnya! Beli tepung pancake! harus tau gimana sebenarnya rasa pancake itu :’D

Daaaaaan demikianlah catatan mahasiswa yang baru belajar masak ini, yaaah gitu-gitu aja ahahahaha. Jelek-jelek begini obsesi saya untuk jadi Mama yang masak untuk keluarganya masih besar fufufuufu.
Ya udah, yang penting niat.
Nanti kalau udah punya keluarga sendiri, dengan senyum paling manis yang saya punya…saya akan bilang “Hehehe… hargai inner beauty ya” *sambil nyodorin masakan yang agak gosong :’P

Comments

Ketika seorang sahabat, wisuda….!
On the night like this [?]

Comments

  1. Gustyanita Pratiwi
    2015/10/09 - 4:35 pm

    Embel2 rasa syukurnya itu loh mon yg bikin senyum senyum
    Btw itu mssi pke nikonmu yg merah ya, fotonya bening bgttttt

    • Hahahahhaa emang yang paling penting bersyukur dulu fufufuuffu…
      Gak, kali ini pake handphone. Sony Xperia Z1 😀

Leave a Reply

%d bloggers like this: