sedikit ulasan dari ceramah DR. Zakir Naik di Tokyo



A life learner....Books, movies, and glorious foods lover. Have a big dreams... but wanna \\\"bigger\\\" than her dreams.  A life learner... Love books, glorious foods, and great movies. Proud to be a woman, daughter, sister, and best friend. A dreamer! I am the one who want to be bigger than my dreams. Future researcher and writer.


Pada akhirnya saya lihat DR. Zakir Naik juga! Alhamdulillah..
Yes! di Tokyo!
selama ini cuman heboh kepo di youtube channel aja. Akhirnya kali ini live bro… live.
Ada request supaya saya menuliskan sedikit laporan dari TKP.  So here we are:

Bertempat di Tiara Koto Big hall (Koto-ku Community Center) Sumiyoshi 2-28-36, Koto-ku, Tokyo tanggal & November 2015, Beliau menyampaikan topik yang menarik. Saya gak bisa menjabarkan semuanya karena saya kedinginan terus tertidur selama kurang lebih 20 menit pertama *haish*
Antriannya subhanallah… panjang banget. Pesertanya bukan hanya muslim Tokyo, bahkan non muslim pun rela ngantri! Untuk yang tanggal 7 November ini memang untuk umum, sedangkan yang tanggal 8 November khusus untuk orang Jepang. Kapasitas gedung sendiri lebih dari 1000 orang tapiiii…. in fact masih ada aja yang ngampar dan gak kebagian tempat duduk.

Oiya sebenarnya gak boleh ambil gambar, tapi seperti peserta lain yang pada bandel saya ikutan bandel.

Foto terlarang sih, tapi Alhamdulillah finally I can see you Dr. Zakir…. :’D

Insya Allah pengambilan gambar dengan cara yang gak annoying, silent shutter, plus kamera tele jadi gak harus berdiri-berdiri heboh ngalangin orang,  karena di depan saya malah ada ibu-ibu yang mau ngerekam full dan tangannya ngehalangin orang lain, terus hpnya bunyi… lagu dangdut =.= guys! Please… kalau nyebelin jangan sampe bikin malu juga.

Materi yang dipaparkan
Sepertinya DR Zakir memahami kalau masyarakat Jepang itu pada umumnya tidak memeluk agama tertentu dan masih pada proses nyari-nyari Tuhan itu apa. Konfucu sendiri menurut DR Zakir bukan agama namun kode etik dalam berprilaku. Hal yang luar biasa dari masyarakat Jepang adalah mereka sangat baik dalam melaksanakan kode etik tersebut tapiii sayangnya tidak punya pegangan yang jelas karena tidak ada Tuhannya.

Nah, jadi… DR. Zakir menekankan bahwa jika ingin mencari Tuhan, ingin mempelajari agama, maka pelajari kitab suci yang ada, baca maknanya. Bandingkan semua, renungkan mana kiranya yang benar-benar sesuai dengan nurani dan logika… cari yang benar-benar merupakan sabda Tuhan.

Nah kemudian, Beliau memaparkan berbagai bukti mengenai keajaiban Quran dari sisi scientific…
Tatoeba (sebagai contoh):

1.Tentang sidik jari… yang udah dipakai seluruh polisi di dunia, CSI, FBI, semuanya untuk menentukan identitas seseorang karena tidak ada satu orang pun yang memiliki sidik jari yang serupa dan sebelum FBI tahu masalah ini, bro…. Quran sudah memberik clue lebih dahulu di Q.S Al Qiyaamah (75): 3-4.


Kece khan

2. Bahwa Allah menciptakan segala sesuatu itu berpasang-pasangan. Bahkan…. taneman aja bro, pasti ada tuh komponen male and female…
jadi kalian para jomblo sudahlah, jangan khawatir insya Allah jodoh kalian tuh menunggu kok, yaaah belum kedetek radar aja *mulai ngelantur*


Hah mana, Mon…
bentar guys…. bentar… nyatet nih gw…
Q.S Yaasin: 36

سبحان الذي خلق الازواج كلها مما تنبت الارض ومن انفسهم ومما لا يعلمون
Exalted is He who created all pairs – from what the earth grows and from themselves and from that which they do not know.

Ada yang baru ngeh…
gak apa, saya juga baru ngeh ahahhahaaa…. aduuuh parah, saya sih jujur aja kayaknya Yaasin lewat aja gitu cuman dibaca pas tahlilan. Maaf ya Allah… itu juga pacepet-cepet jadi gak baca artinya juga 🙁 Biarlah, guw mah gitu orangnya bloon tapi jujur.

Subhanallah loh… saya jadi bolak-balik baca Quran. Ini jangan-jangan ada yang belum ketahuan aja nih bisa jadi bahan buat dapet piala nobel :’D #Masihterobsesidapetnobel #padahalotakmasihharusdikinclongin.

3. tentang lebah!
Iya lebah… hewan yang paling sering muncul di foto-foto saya pas lagi moto bunga-bunga di Tokyo ini.
Apa katanya…
first, lebah pekerja itu bukan jantan tapi betina… exactly…. jadi film hachi harus dipertanyakan keabsahannya apakah benar hachi adalah lebah pekerja, atau dia hanya sekadar lebah yang sebatang kara pergi mencari ibunya :p
But here it is:

Ampuni saya yang gak bisa bahasa arab, tapi berbeda dengan bahasa Indonesia, bahasa arab itu mengenal kata benda jantan dan betina (sama lah kayak bahasa Jerman dan Perancis). Nah Quran menuliskan lebah dalam kata benda bentuk femina alias female gender.

dan masiiiiih banyaaaaak lagi….
Intinya, jika berpikir secara logika saja…. masa iya Quran yang turun di masa Rasulullah SAW bisa menjelaskan berbagai fenomena sains di masa kini padahal jaman baheula kan boro boro ada teleskop, mikroskop, laptop, wifi, internet, google. Siapa yang begitu Mahatahu sampai bisa menuliskan ini semua? Sang Pencipta semesta lah.

Kira-kira begitu…
Kebenaran itu datang dari Allah, salah ngutip dan bahasa yang ngawur itu murni kesalahan emon yang sibuk menghilangkan kantuk.

My Opinion
Ada dua hal yang bikin saya sedikit “yaaaah… sayang banget”
1. Brother fotografer yang kayaknya harus dapet penataran dari Mas Joko Tokodai (kenalin ini fotografer kawakannya tokodai, saya fans lah pokona mah)… aduuuuh kamera sih boleh DSLR yaaaa, tapiiii wallahu’alam yang terjadi mungkin dia gak punya lensa tele. Bahkan dia sampe naek panggung, guling-guling buat ambil foto DR.Zakir. Ya kena tegur lah sama DR.Zakir-nya. Saya aja fotografer newbie rasanya pengen minjemin kamera. Kamera prosumer saya kayaknya masih sanggup moto dari jarak manusiawi untuk dapet gambar jelas =.=b please jangan tanya kenapa foto-foto yang beredar di socmed terkait ceramah Dr. Zakir di Jepang pada burem-burem… huhuhuhuhuhu…. brother oh brother…

2. DR. Zakir gak perlu lah ceramah panjang-panjang. Beneran deh… ceramah beliau ada kali 2 jam, 1/2 jam tanya jawab. Ceramah dua jam itu pun udah plus-plus negur fotografer sama orang-orang yang pada berisik. Arghhhh come on…. pak…pak…. yang haus mau nanya banyak banget loh, Pak.
gak percaya….

Oke… nih, fotografer newbie tunjukin:
Image and video hosting by TinyPic

Dan menurut saya, DR.Zakir lebih mantap ketika sesi tanya-jawab.

Tapi lainnya, subhanallah…. bener-bener gak nyesel dateng dan ngantri-ngantri cuman buat masuk hall doang! Ngantri yang subhanallah kayak ngantri konser.

Seperti yang saya duga, mayoritas pertanyaan orang Jepang lebih kepada eksistensi Tuhan. Tuhan itu apa, kenapa kami harus punya Tuhan, mengenal Tuhan. Ada yang bertanya kenapa Tuhan kok tega-teganya membuat evolusi yang kemudian dijawab DR.Zakir kalau itu kan teori, Darwin sendiri menyebutkan di teori itu ada “missing link.” Saya juga pusing kenapa pertanyaan seperti ini selalu muncul, di sebuah kelas, profesor saya sampe pernah nanya vis-a-vis “Marissa, are you study evolution?” dan dengan enteng saya jawab “Yes… why not?” terus Beliau kaget…. dan saya cuman jawab, apa anehnya sih itu kan teori… pelajari aja, masalah percaya atau gak yaaah suka-suka kita.

Ada yang nanya juga kalau Tuhan ada kok dia memberi manusia aneka masalah… Ya, supaya manusia jadi manusia yang lebih baik. Ujian membuat manusia “naik level”, kalau gak diuji yang manusia bakalan gitu-gitu aja. Setidaknya begitu yang bisa saya tangkap.

Dan ini kali pertama saya melihat orang Jepang memutuskan masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat. Ngeliat di youtube aja ngerasa “wah banget” ini live… dan dengan cengengnya saya nangis gitu. Untung sendirian…. kalo gak gengsi guweh mwahahhahaa.

Ini dia, thank you for “Islam in Japan” page.

Dari sini gw nulis pake bahasa Inggris ya sedikit
I am really proud when I saw this Japanese woman convert to Islam. She even already prepared to use hijab! To be honest, I used hijab on 25 December 2012. One year after I graduated. I know that using hijab is a must, but I am really a stubborn girl in that time. I used hijab when my friend, a Cristian ask me “Do you proud with your religion? If you do… then there is no excuse for not to obey your religion rules” and yes that’s why I used hijab on Christmas, so I can remember all of this things. Sister, I know maybe you will never read my blog, maybe we will never meet each other, but however I pray for every best things for you…. for happiness… for nice life… for strong determination in your belief. Together, with all Moslem in this planet, we learn to be better day by day. Insha Allah.

Nulisnya sampe berkaca-kaca nih. Ih saya malu loh… beneran saya ini beneran Muslim yang nyaci maki Allah pun saya pernah, banget. Parah kan ahahhaaa…
Saya mah gak bener-bener banget, tapi untungnya Allah baik loh saya dikelilingi orang-orang yang baik 🙂 dan rasanya saya bahagia dengan segala ketetapan Allah apapun itu.

Dulu teman saya pernah bilang “Mon, insha Allah kelak kamu akan bilang ‘Ohhh gini toh, pantesan Allah ngatur begini’ dan di saat itu kamu akan senyum-senyum geli sendiri sambil bersyukur atas segala ketetapan yang ada

Wallahu a’lam bissawab

 

UPDATE:
Nih udah ada rekaman ceramah Beliau hari ini, selamat menikmati:

Comments

Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan, menjadi bijaksana? Itu lain perkara
Monday is English Day…

Comments

  1. Mohammad Arifin
    2016/09/07 - 9:14 pm

    aku ngebaca blog nya mba 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: