Dilarang Jatuh Cinta pada Pria Terlalu Baik…! Aduuuh… kok susah ya


Image and video hosting by TinyPic

Ini ayah saya waktu masih muda… sedih loh adik saya pajang foto ini jadi profile picture dulu katanya karena dia gak punya foto bareng ayah. Ah… 🙁

Saya punya ayah yang baik. Besar di Curahlele, Jember [silakan cari-cari di peta] tidak membuat doi tulalit. Siapa bilang anak daerah itu lemot! Oh guys, come on! Ayah saya baik dalam matematika tapi juga fasih dan hapal Quran, mohon jangan bandingkan dengan anak-anaknya yang meh banget. Keterima di 2 PTN sekaligus dengan tanpa tes. Ahh… kalau kita yang muda-muda ini loyo berjuang mah malu dah. Ayah saya bilang sewaktu sekolah di Curahlele dulu Beliau suka nyambi dagang dan ngangon kambing sambil sekolah. Gila, kalau saya sih kayaknya boro-boro jadi pinter, cuman dapet kucel doang.  Sebagai anak perempuan dan anak sulung saya tentu akan bilang My Dad almost perfect… yeah almost! Tapi ada dua kekurangan Beliau: 1. Beliau terlalu baik, bagi Beliau semua orang itu BAIK!, dan 2. Beliau meninggalkan dunia ini terlalu cepat.

Sudah punya ayah yang seperti itu, mama saya juga tidak kalah jauh. Adik saya malah pernah bilang “Kak, kalau mau dapet cowok kayak ayah… liat dong, kakak harus sebaik Mama” which is almost impossible. Sekadar pemberitahuan aja, Mama saya maling aja dikasih teh anget sama biskuit! “Yah kak, kan kasian. Mama liat mereka kehujanan gitu, nanti masuk angin. Ya udah mama perbolehin masuk dan mama kasih cemilan. Mana tau mereka tega maling” kata Mama saya sambil bercucuran air mata. Saya dan adik saya? Kami sih hobinya ketawa aja. Aduuuuh…. Alhamdulillah deh, mungkin kiamat belum cepet-cepet dateng karena masih ada orang semacam Mama di planet ini.

Sebenarnya saya ingin melupakan ayah saya. Tapi layaknya setiap gadis yang seringkali merindukan cinta pertamanya…. Saya juga begitu. Kadang saya rindu ayah saya. If he still alive, maybe I will never need social media. Tapi ketika ayah saya meninggal dunia, lalu saya beranjak dewasa… Mama saya pernah bilang “Pokoknya nanti jangan jatuh cinta sama orang yang persis banget kayak ayah kamu deh. Kebaikan… orang baik entah kenapa meninggalkan dunia cepet juga”
Saya lalu berjanji… okay, Mom. Hmmmpppph… sumpah palapa dah pokoknya.

Tahun berganti… dan seperti biasanya saya kadang kangen dengan ayah saya. Kadang saya mempertanyakan kok gen sabar ayah dan mama saya gak nurun ya ke saya…. Kadang saya berpikir kalau ayah masih ada mungkin saya ajak mama dan ayah saya tes DNA, ini beneran saya sama adik saya gak ketuker di rumah sakit? Karena kami berdua aduuuuuh ampun deh gak sabarannya. Saya yang sekarang sih lumayan jarang ngamuk, waktu saya SD kalau saya jengkel dengan orang lain bisa saya gigit =.= LITERALLY gigit! Untungnya saya anak yang bandel tapi jujur, saya akan lapor ke ayah…. Kalau ke mama pasti kena omel “Masya Allah… anak orang digigit, emang kamu kira ayam goreng”, lebih baik ke ayah yang gak pernah marah tapi nasehatnya selalu sama “Ya udah, dia nyebelin kan. Kalau kamu balas dendam apa bedanya kamu sama dia. Sama nyebelinnya dong. Mau kayak gitu?” Huwaaaaa gak,Yah. Biasanya setelah itu saya langsung ambil mukena, terus minta maaf ke Allah… terus dengan doa polos ala bocah “Allah, aku gak akan gigit orang lagi… tapi dia jangan deket-deket aku ya kalau nyebelin terus. Aamiin”
Aduh rindu ya masa-masa bloon lugu kayak gitu.

“Ayah… ayah waktu kecil bandel gak?”
“bandel lah… semua juga bandel waktu kecil”
“Saya boleh dong jadi anak bandel. Kan keren, Yah”
“Boleh… tapi tetep harus jujur ke Mama sama Ayah ya.”
“Loh kenapa?”
“Supaya kalau kamu salah Mama sama Ayah bisa kasih tau yang benar apa”
“Oh gitu…”
“Iya, sebenarnya semua anak baik kok, mereka bandel karena belum tau aja yang benar seperti apa”
“Ooooo”
dan saya tetap bahagia jadi anak bandel waktu kecil dulu… yang manjat pohon, nyoba-nyoba ngetapel jambu air tetangga, berantem sampai codet… SEMUANYA. Tapi selalu diakhiri pengakuan dosa ke Mama dan Ayah. Akhirnya bosen sendiri jadi anak yang bandel.

Tapi skemanya sudah jelas. Forget it… jangan sampe kepincut orang kayak doski…
Aduh FTV banget dah.

Hingga malam ini… saya sukses gagal move on.
Uhuk!
Begini…begini…ceritanya saya punya “teman curhat” sekarang. Hahahaha…
Baik gitu, apapun cerita saya… dia dengar. Dan awalnya sih ya udah lah ya… happy aja punya teman seperti itu, hampir bikin tumpeng sih… edaaaan emon nambah juga temennya kan. Hingga pada akhirnya saya menyadari satu hal: Sifatnya mirip dengan ayah saya!
Okay… tarik nafas marissa.. tenang… move on…. Move on perlahan…
Tapi saya terlanjur bergantung sama dia, hingga saya kemudian cerita saya sedang sebeeeeeeeel banget sama beberapa orang. Gilanya jawabannya “Kalau kamu marah, terus membalas mereka… kamu akan sama seperti mereka. Let it go and moving on”
Saya melongo… ya ampun ya ampun ya ampun… 25 tahun saya hidup, baru detik ini saya menemukan orang yang memberikan jawaban serupa dengan ayah saya. I shouldn’t be fall in love with him. Gak boleh gak boleh…. Ini terlalu berbahaya.
Ini dia! Ini dia kenapa saya tiba-tiba deket dengan orang ini, baiknya… jawabannya… cara dia menjawab… ya ampun, itu semua rasanya baru saya temukan dua kali di planet ini. Pada Ayah dan pada dia. Mukyaaaaaaaaaa….. tutup buku emon… tutup buku….

Ih kenapa sih, Mon! Majuuuu… Serbu….Seraaaang…. Terjaaaaaaaang!

Ih kenapa ya… gak tau… parno aja. Namanya juga parno…

But more you try to forget… more you remember.
Dan rasanya malah makin bergantung dan makin gak bisa lupa.
Ya sudahlah mau bagaimana lagi… lalu saya ambil mukena dan bilang “Aduh ya Allah… kok ditemuin sama yang model begini lagi sih. Hamba pasrah. Tapi jika boleh ada beberapa request, jaga dia baik-baik, dekatkan dia pada jalan yang Kau ridhai, dan dia orang yang baik jadi hamba mohon dia bisa hidup lama di planet ini”

Ya begitu saja….
kalau mama saya tahu, Beliau pasti akan parno dan panik “Aduuuh… tuh kan, mama sudah duga”
Yaaaa gimana lagi, Ma… hahahhahahaaha

Love photostory 1: What I call love…


People ask me about love,
However I am too old to explain. But maybe (again this is maybe)
Love is special magical feeling. This is indescribable , but you can feel it.
I feel it every time I remember my wife…

—————————————-

As a man, of course I have my own ego.
I act like I know everything
Image and video hosting by TinyPic

Until I realize that usually I get lost
Image and video hosting by TinyPic

But even in such bad time, I always feel that everything will be okay
Because I know that my wife always behind me,
she always accompany me. Even in the hardest time
Image and video hosting by TinyPic
And like she always do to me, she smile and then say “See? I told you. But don`t worry everything will be okay”

 

And every time I go to the office…
She always stands in front of our fence,  waves her hand and then say “Take care… ”
Image and video hosting by TinyPic

Every weekdays, I wait for trains
Image and video hosting by TinyPic

The stuck with all of my works
Image and video hosting by TinyPic

Sometimes I feel very tired, and want to quit.
But every time I see the sky and the sun. I remember that I have a family and that sweetest smile from my wife, she should be waiting for me
Image and video hosting by TinyPic

I`m too old and too busy to define what`s love.
But maybe, love is a strong reason which make you never give up to do everything in your life.
Maybe love is a strong feeling to understand that you not live alone, and there are so many people who always beside you either you happy or sad.

Maybe that`s it!

 

Because there is always a love story in every journey…


Image and video hosting by TinyPic

Well,  you only need the light when it’s burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you’ve been high when you’re feeling low
Only hate the road when you’re missin’ home
Only know you love her when you let her go
And you let her go

-Let Her Go, Passenger-

And…. I am going home! Yeay!
So happy!
Saya memang sedang penat dengan kuliah, belajar sampai demam… mimisan… udah ngerasain semuanya. Dan Alhamdulillah, Allah mengizinkan saya untuk conference di Bali minggu depan. Tanpa pikir panjang saya putuskan pulang dulu sebelum conference. Pengen uwel-uwel kucing, ketemu adik, peluk mama… semuanya. Benar kata The Passenger “Only hate the road when you’re missin’ home”, rasanya gak bisa tidur… gak tahan walau delay cuman 5 menit, dan pas nginjek bandara Soekarno-Hatta, rasanya mau nangis! Hahahahhaa…. alay abis. Tapi rasanya ketika banyak banget masalah, udah curhat ke Allah habis-habisan, penyempurna kedamaian itu adalah: Ketemu Mama. I can’t imagine how can I live in this planet without my mom. Gak kebayang….

Ngomong-ngomong, ada hal maharomantis yang saya temui selama perjalanan dari Narita ke Jakarta.
Sebagai wanita yang terlalu gelisah untuk duduk manis dan diam, saya gak berhenti jalan-jalan bulak-balik di sekitar gate. Mendadak saya terdiam, melihat seorang kakek yang sangat Jepang! Terlihat rapi, bersahaja, sehat, pokoknya di mata saya Beliau itu standar ganteng, rapi, dan bersih untuk kakek-kakek. Selama menunggu pesawat, Beliau hanya duduk dan asyik membaca buku. Sesekali dia senyum sendiri, sesekali dia termenung lihat ke luar jendela bandara, sesekali dia melepas kacamatanya, kucek-kucek mata lalu kembali membaca. I love books like I love my life, dan saya terkesan dengan Beliau, sepertinya dia jatuh cinta kembali, jatuh cinta dengan buku di genggamannya. “DON’T TRY TO ANALYZE PEOPLE, MON!” Oh, come on! Bagaimana saya tidak terpana melihat pemandangan yang begitu indah ini. Sengaja saya diam-diam memperhatikan Beliau dari jauh. Hanya Beliau yang membuat saya duduk saat itu. Beberapa menit saya berkomat-kamit, “Ya Allah, please… please… hamba ingin bicara sedikit dengan kakek ini”

Dan gate dibuka. Saya berpikir doa saya tidak terkabul… aaaaah…. sudahlah.
Okay, sekarang lebih baik berdoa supaya pesawatnya tidak kenapa-kenapa. Aamiin.

Rupanya Allah memang Mahakeren.
Saya bertemu lagi dengan kakek ini saat transit di Kuala Lumpur. Waaaah! Caper dong. Saya sengaja duduk di samping Beliau. Penasaran, buku apa sih yang bisa membuat seorang kakek kemudian melupakan seluruh dunia sekelilingnya.
Saat saya duduk, kartu resident card saya terjatuh, dan Beliau pungut lalu berikan pada saya
Ah…. Nihon kara kimashita, ne? Ryuugakusei ? [Ah! Dari jepang ya, mahasiswa asing?]” kata Beliau ramah.
“Hai, ryuugakusei desu. Ano,sumimasen. Eigo ii desuka? [Iya betul. Ah, maaf bolehkah kita pakai bahasa Inggris?]”
Si kakek ketawa “Yes, of course. But my english is not really good” padahal kata saya sih oke banget.
“No, your english is perfect for Nihonjin. Where do you want to go? Jakarta” kata saya langsung tancap gas
“Ah, several place. Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Bali, and Dili”
“Waw! Awesome! Even me… Indonesian, but never go to Dili.” Jujur kan gueh -.- *miris abis*
“Hahahaha, you are still young, you should go around the world. You have time”
“I hope so. I am studying too much, and only see the world from google hahahhaa”
“Hahahaha, that’s not bad. But google can’t describe everything very well”
“Why you travel alone? You not go with your wife? or your child maybe?” Ah nah nah nah nah mulai lagi kan. EMON, DON’T TRY TO ANALYZE PEOPLE. Tapi gimana dong, mendadak penasaran.
“Ah, I wish I can go together with my wife. She said she want to see Indonesia.”
“And you need best companion, aren’t you?”
“Yes, but unfortunately. She leaved me last year. She had a cancer. She was very strong, but cancer is stronger, so… yeah”
“Ah, I am sorry to hear that. But she live in your heart, so enjoy your trip”
“Yes, exactly. Actually….” Tiba-tiba si kakek mengeluarkan buku bersampul biru yang sedari tadi dibacanya “my wife gave me this. Her diary. Here, she wrote everything. Her dreams, her opinions about me, every story about me, she always wrote about me, she not wrote much about her. But here, she wrote that if I have time, she wanted to go traveling together to some place, including Indonesia.” Kata si kakek sambil menunjukan bukunya. Saya tidak bisa membaca semua yang tertulis di situ, karena semuanya pakai kanji, tapi saya bisa baca beberapa katakana di buku itu, jakarta, dili, semarang, dan beberapa kota lain di seluruh dunia. Aih, mata saya sebenarnya berkaca-kaca
“So, you follow her list” tanya saya?
“Yes, this is like my guide map. I was very busy, but now I have retired, so while I am still alive, I want to make her dreams come true. I know, I am too late… but late is better than never. I don’t know she can see me now or not, if in case she can see me, I want she knows I love her. I’ll give her some photos in the heaven when I meet her someday in the heaven, hahahhaha of course I can’t bring it all, but maybe I can bring some stories for her”

Rasanya saya mau peluk kakek ini deh, lalu sungkem “You’re one of the most romantic man in this universe”

I should tell you, I am easily to cry for every sweet things.

Saya pun terbang dari Kuala Lumpur menuju Jakarta dengan mata yang agak perih. Terharu dengan kisah yang baru saya dengan dengar mix dengan perasaan gak sabar pengen ketemu mama dan pikiran PR dan presentasi conference yang belum selesai *ini penting banget* rasanya… rasanya…. gak karuan. Belum lagi ada seorang mas-mas dari Ireland dengan rambut pirang bergelombang membantu saya angkat koper pas turun pesawat, saya selalu mudah terpana dengan pria berambut pirang bergelombang *buset ini gak penting banget*

=====================

Lalu banyak yang bertanya, mengapa kita harus pergi ke tempat baru.
mengapa kita harus bertemu orang yang baru
mengapa kita harus punya kisah perjalan kita sendiri.
Saya tidak tahu, tapi kadang ada pelajaran dengan kredit 4 SKS yang tidak bisa kita dapatkan dengan kuliah dimanapun!

Setiap perjalan punya romantikanya masing-masing

==================

Di pesawat, kemudian saya menulis buku harian saya… kemudian lanjut nulis lagi di rumah. Saya tidak bisa tidur sebelum menulis semuanya.
Tentu dengan pengaruh suasana melankolis

Image and video hosting by TinyPic

Rasanya benar-benar jadi sebuah kehormatan ya kalau jadi wanita yang mencatat seluruh sejarah prianya. Dan betapa Allah mahabaik ketika saat yang sama si prianya membalas dengan cinta yang tidak kalah tulus.
Ah si kakek itu membuat saya tenggelam dalam skenario kehidupan yang manis banget, seperti cup cake yang ditabur aneka gula berwarna-warni dengan aneka bentuk dan kilauan.

jangan-jangan, ini jangan-jangan, bukan masalah cintanya yang manis. Tapi KETULUSAN.
Saya yang ceritanya masih “muda” ini rasa-rasanya kayak gak tau apa-apa.

Dari dua planet: Sebuah kisah


Dan ini adalah sebuah kisah yang bisa ditemukan di planet apapun
(P.S: Seluruh kemiripan tokoh dan latar, dsb, hanya kebetulan belaka. Don’t think too much about it 😉  )


Di antariksa ini jumlah planet tidak dapat terhitung banyaknya. Tanpa banyak manusia bumi ketahui, masih di galaksi bimasakti, terdapat dua planet lain yang berpenghuni. Planet tanpa nama, namun alien-alien di planet tersebut menyebut planet mereka planet alpha dan planet beta. Planet alpha dan beta adalah planet yang dulunya bersahabat, akan tetapi sama halnya dengan yang terjadi di planet bumi persahabat selalu bisa pecah hanya karena perbedaan pendapat. Melalui sebuah sejarah panjang hubungan planet alpha dan beta tidak seharmonis dulu. Bagi alien planet alpha, merekalah yang benar! Alien planet beta dianggap sebagai alien kelas 2, dan keberadaannya merupakan ancaman bagi stabilitas kehidupan di planet alpha. Bagi alien planet beta, pemikiran alien planet alpha sangat kolot dan mereka tidak memperoleh perlakuan yang adil.

Padahal, secara fisik tidak ada yang berbeda secara nyata antara makhluk planet alpha dan planet beta. Ada beberapa perbedaan minor, misalnya: rambut alien planet beta akan berubah menjadi keabu-abuan ketika terkena pancara matahari, seluruh alien di planet beta adalah KIDAL! (dan ini masalah besar bagi alien planet a, karena kidal dianggap jorok dan kotor bagi alien planet alpha), seluruh alien beta juga tidak memakan salmonella! Makanan khas bagi alien planet alpha!

=========================
Ardella, seorang gadis alien dari planet alpha. Planet alpha adalah sebuah planet yang luas, namun ardella tidak pernah melintasi planet alpha dari ujung ke ujung. Dia mencintai tempatnya saat ini, dengan bunga yang mekar sepanjang tahun, hujan yang turun teratur dan rintiknya membentuk ritmenya sendiri, pohon-pohon yang hijau, makanan yang enak. Ardella adalah seorang yang ceria, namun tidak banyak bicara pada orang yang baru dikenalnya. Ardella wanita yang baik, namun cepat bosan, tidak suka perdebatan, basa-basi, dan yang paling parah…. dia tidak suka tersenyum.

Ardella mencintai ilmu pengetahuan, dia selalu membaca seluruh buku dari planet alpha bahkan dari planet bumi sekalipun. Ia mencintai buku, hingga dia jarang berbicara bahkan dengan alien lain seusianya. Hingga akhirnya dia bertemu dengan alien lain bernama Aslan!

“Hai, Della… mmm, pinjam buku Polaris dong” ujar Aslan suatu hari.
“Hah? Mendadak banget. Kamu bisa pinjam di perpustakaan. Rak kedua dari pojok kiri”
“Sudah di cek, habis dipinjam”
“kamu kan punya, lusa ujian loh.”
“Justru itu, kalau gak butuh gak akan pinjam. Buku saya hilang”
“Ya ampuuuun ceroboh banget”
“Iya, iya, please”
“Ya udah, besok datang ke sini ya. Pagi!”

Mereka pun bertemu di suatu pagi, Della memberikan sebuah buku kepada Aslan. “Hah? Apa ini… saya kan hanya minta kopiannya.” Kata Aslan kaget.
“Saya punya dua, ini cetakan yang lebih lama. Tapi isinya hampir semua sama kok. Ambil dan jaga baik-baik.” Kata Della sambil kemudian pamit.
“Della! Saya traktir makan ya”
Ardella bukan alien yang punya banyak uang, dan dia sudah lama tidak makan enak jadi “Okay! Ayo!”

Di sebuah cafe.
“Eh, salmonella di resto ini enak banget loh! Harus dicoba” Ujar Della bersemangat.
Muka Aslan sedikit berubah “Kamu makan salmonella?”
“Yaiyalah! Itu makanan wajib seluruh alien planet ini. Ya ampun, kenyel-kenyel, gurih, enak, nyam!”
“Saya tidak makan salmonella.”
“Hah? Yang bener? Seumur hidup?”
“Iya”
“Kamu harus coba!Kamu alergi ya?”
“Pokoknya tidak boleh”
“Okay, tapi beneran deh kamu melewatkan makanan paling enak seantero planet ini”

Setelah menu datang, semua pun menyantap makanan mereka masing -masing. Della kemudian menyadari sesuatu, Aslan makan dengan menggunakan tangan kiri. Ya! Aslan rupanya seorang kidal. Della tidak suka perdebatan, maka dia mencoba berpikir mungkin Aslan berasa dari suatu tempat di planet a dimana kidal bukanlah suatu masalah besar. Tapi tetap saja itu terasa aneh bagi Della. Tapi dia tidak mau mempertanyakannya apalagi memperdebatkan itu semua.

“Kamu kenapa liat saya begitu” Aslan menyadari jika Della melihatnya seperti seorang detektif yang sedang melihat tersangka.
“Gak, gak ada apa-apa” Jawab Della, “Eh… asal kamu dari mana sih?”
“Calico. Paling utara Planet Alpha”
“Oh, jauh sekali ya. Orang Calico seperti kamu semua”
“hahahahhaa… loh kok tanya begitu sih?”
“Gak apa, soalnya kamu unik”
“Hahaha terima kasih”

Mereka pun pulang. Della, entah kenapa tidak bisa berhenti menatap Aslan. Kali ini dia menyadari sesuatu lagi, rambut Aslan berubah sedikit keabu-abuan ketika terkena cahaya matahari. Tidak begitu nyata terlihat, tapi ya! Della yakin rambut Aslan berubah menjadi abu tua.
“Terima kasih ya, akhirnya makan enak hari ini” kata Della.
“Belum bisa membayar bukunya”
“Itu buku tua, lagipula mungkin kamu butuh. Dijaga ya, jangan hilang. Ngomong-ngomong, mmm.. rambut kamu bagus”
“Oya? Hahahaha kenapa?”
“Kayak berkilau-kilau gitu deh.”
“Hahahhaa, komentar kamu tuh lucu-lucu deh. Kamu juga rupanya kamu bisa senyum juga ya”
“Hahahhaa… oya. Cuman pas ketemu kamu aja sih. Terlalu aneh sebagai alien Planet Alpha. Ah saya juga aneh sih sebagai alien planet ini”
“Siapa bilang, kamu salah satu alien paling baik di planet ini. Hanya saja kamu jarang ngomong. Orang jadi harus sedikit repot menerka-nerka jalan pikiran kamu. Tapi, kalau sudah tahu, saya pikir kamu benar-benar baik”
Della tersenyum “Aslan, ini pertama kalinya dalam hidup, seseorang bilang saya alien yang tidak aneh. Terima kasih”
“Sama-sama. Kamu juga orang pertama yang bilang saya alien yang unik dan lucu”
Keduanya lalu tertawa bersama.
=========================
Planet Alpha adalah planet yang indah, namun bukan berarti semuanya aman. Konflik antara Planet Alpha dan Planet Beta kembali memanas. Berita di seluruh penjuru Planet Alpha menekankan betapa bahayanya berinteraksi dengan alien Planet Beta. Seluruh berita yang ada membuat Della penasaran apa yang terjadi dengan Planet Beta, ia membaca segalanya, termasuk seluruh kebiasaan-kebiasaan alien Planet Beta. Della menyadari, dia mengenal kebiasaan-kebiasaan itu.

Sekumpulan alien Alpha seperti biasa berkumpul di kantin saat jam istirahat.
“Eh kalian tau Aslan gak sih? Ini jangan-jangan loh, jangan-jangan, dia alien Planet Beta”
“Iya, dia kan makan pakai tangan kiri iya gak sih? Eh Della, sesekali berpendapat dong” kata salah seorang teman Della.
“Mmm… iya. Tapi katanya dia dari paling utara planet ini. Dan itu jauh banget kan. Mungkin orang sana memang kidal. Tapi apapun itu dia baik banget, dan itu lebih dari cukup” Komentar Della
“Hayoooo…. mulai naksir Aslan ya”
“Uhuuuk… uhuk” Della sedikit tersedak “Ya gak lah, gak begitu. Tapi dia memang baik kan”
“Ini sejarah, akhirnya seorang Della gak cuman menilai buku, tapi juga alien lain”
“Eh tapi hati-hati loh, kalau dia bener dari Planet Beta kamu harus jaga jarak”
“Ih, apa banget deh. Jangan ganggu orang yang jatuh cinta. Ya gak, Dell”
“Ih… apa sih. Gak tau hahhahaa… udah ah. Gosip itu semua”

Della tersenyum, ini terlalu aneh dan bodoh kalau sampai dia jatuh cinta dengan Aslan. Dia berpikir mungkin ini bukan jatuh cinta, ini hanya sebuah rasa penasaran karena di mata Della ada banyak hal yang belum terungkap dari seorang Aslan.
Namun semesta ini punya aturan main tersendiri, semakin kita mencari tahu dan memperhatikan seseorang, semakin sulit melupakan orang itu, dan itu mungkin awal dari sebuah fenomena bernama jatuh cinta.
=================
Aslan dan Della entah mengapa semakin dekat. Della mempercayakan rahasia-rahasianya pada Aslan, begitu pula Aslan mempercayakan segala pembicaraan tentang mimpi-mimpinya kepada Della. Mereka menjadi teman berdiskusi, berbagi mimpi, dan berbagi rahasia. Di mata Della, Aslan menjadi alien yang berbeda di depannya, suaranya…tatapan matanya… raut mukanya… menjadi lebih lembut namun tetap tegas ketika dia mengutarakan impian-impiannya. Aslan pendengar yang baik, dan banyak hal hebat yang tersembunyi di balik seorang Aslan.
“Aslan, nama kamu itu artinya apa sih? Sepertinya itu bukan nama yang lazim di planet ini”
“Oya? Masa sih?”
“Iya. Tapi bagus sih. Jadi tidak pasaran”
“Hahahhaa…”
“Saya penasaran deh, Calico itu tempat seperti apa? Orang-orang di sini sampai ada yang ngira kalau kamu dari Planet Beta loh saking uniknya”
“Apa yang mereka bilang?” Kini suara Aslan terdengar begitu serius.
“Ya unik aja… “
“Apa yang mereka bilang?” Tegas Aslan sekali lagi.
Della terdiam. “Kamu marah?”
“Tidak. Tapi penasaran”
“Ya kamu tidak makan salmonella, kidal, dan itu cukup aneh kan di planet ini”
“Menurut kamu?”
“Iya sih, saya baca, itu kebiasaan alien Planet Beta”
Lalu beberapa menit kemudian semuanya terdiam, tidak ada suara sama sekali
“Bagaimana jika saya memang benar dari Planet Beta?” Tanya Aslan “Apa kamu akan berubah dalam menilai saya?”
Della terdiam, mereka hanya saling menatap.
“Aslan… sebagaimana kamu menerima saya apa adanya, maka hal yang sama akan saya lakukan pada kamu. Kamu alien yang baik, baik sekali… sedikit berbeda bukan masalah. Kita toh alien dari galaksi yang sama”
“Saya berasal dari Planet Beta, Della.”
Kini semuanya benar-benar terdiam.
“Kenapa kamu datang ke Planet Alpha? Ini terlalu bahaya, saya tidak bisa melihat orang sebaik kamu… diperlakukan dengan tidak baik jika orang-orang tahu kamu….argggh… kenapa kamu gila?”
“Karena saya merasa tidak ada yang benar dengan perseteruan antara dua planet ini, Della. Saya ingin melihat Planet Alpha dengan mata kepala saya sendiri. Mempelajarinya.”
“Tapi kamu mengerti bahwa ini berisiko?”
“Ya! Tapi saya tidak akan pernah tahu jika tidak pernah datang ke sini. Della, kamu bisa lihat kan… saya aman di sini. Tidak ada yang menyakiti saya sedikitpun.”
“Aslan, kamu sangat baik… baik sekali”
“Kamu juga Della, baik sekali… terima kasih.”
“Aslan, mengapa ada alien yang saling membenci hanya karena mereka berbeda. Bukankah perbedaan ada agar kita saling mudah mengenal dan kemudian saling membantu”
“Saya tidak tahu, Della. Tapi pasti… kelak, impian kita melihat setiap alien saling menjaga satu sama lain dan saling menghargai satu sama lain akan terwujud”
“Aslan, bagaimana jika planet kita sudah terlalu tua untuk memanggul impian-impian kita?”
Aslan tersenyum, “Tuhan tidak pernah membebankan kita dengan hal yang tidak bisa kita lakukan”
=========================
Aslan pulang ke Planet Beta beberapa minggu kemudian, tidak ada yang tahu bahwa dia kembali ke Planet Beta. Sesekali Della melihat Planet Beta yang di langit. Di Planet Beta, Aslan melakukan hal yang serupa. Begitu terus… bersama dengan matahari yang terbit dan tenggelam setiap hari.

[SEKALI LAGI] kalau cinta jangan lebay!


Lagi-lagi ini kisah tragis saya sebagai single woman in the corner of the world.

Ceritanya, saya memutuskan untuk uninstall path. Bukan kenapa-kenapa sih, saya sibuk dengan kuliah saya yng menurut saya butuh perhatian ekstra! Path menurut saya socmed yang paling adiktif, makanya saya putuskan akhiri dulu deh sementara hubungan kami *haish*, alhamdulillah saya mendengar saran seseorang “You know, you can survive without social media.” dan beneran, hidup lebih berwarna-warni :’D

Tapi dasar ya, kalo udah adiktif, susah untuk lepas… hilang Path masih ada twitter dan FB. Tapi karena pergerakan timelinenya cepat, ya gak sering-sering buka. Tapi sekalinya buka, erghhhh.. di tahun 2015 sodara-sodara, di era Masyarakat Ekonomi ASEAN, masih ada aja hal yang menurut saya “silly things” in social media, dosa besar malah! Saya tahu bahwa di usia saya yang sekarang sudah semakin banyak teman saya yang sudah menikah, atau akan menikah, atau punya pacar. Saya sih bodo amat, tapi jadi gak bodo amat ketika beberapa dari mereka ada yang pamer kemesraan di socmed. Idiiiiiih…. lo mau apa sih? Butuh pengakuan kalau kalian itu romantis? Pfffft! rubbish!

Pertama-tama, saya minta maaf dulu loh jika posting saya kali ini menyinggung beberapa orang. You know what, you can say anything about me! Jomblo lah, jutek lah, sombong lah, gak laku lah, whatever. But let me tell you, I write something that I feel this is the right things.

1

Kira-kira begini lah

Pernah gak sih ngalamin hal yang saya kasih nama “PUBLIC DISPLAY SMS”
Yang menurut saya itu konyol buaaaangggeeeet….
Contohnya kayak gambar semrawut saya di samping.
“Sayang… kamu dimana, hpku error”dsb
dsb
dsb

Yang lebih lucunya, ada loh yang nge-like! ADA YANG NGE-LIKE! helowww… am I the only one here, in the universe yang ngerasa gak ada hal menarik dari fenomena “meh” ini untuk di-like!

Terus, sebentar… kalau hp dia error, apakah perlu dia nempel statusnya di timeline yang bisa diliat oleh publik? Mau ngontak pasangan Anda, atau Anda hanya sekadar haus pengakuan dari publik? Saya terlalu keras ya ngomongnya. Okay mari sedikit huznudzan, mungkin dia gak tau beberapa fitur yang bisa dipakai untuk membuat percakapan lebih privat. In case gak ngerti  nih ya, sini saya kasih beberapa fitur yang bisa kalian digunakan:

1. FACEBOOK MESSENGER! atau at least fitur pesan/message di facebook
Bayangkan betapa Marc Zuckenberg sudah berjuang bersama timnya menyediakan fitur-fitur ciamik yang bisa mendukung kenyamanan khalayak facebook. Salah satunya adalah fitur pesan di facebook, dan sekarang juga udah ada loh facebook messenger. Kalian tau dong fitur ini buat apa, buat mengirim pesan secara privat ke pada orang lain. Nah kalau hp kalian error, kecemplung ke got, keinjek, atau apalah… hingga si hp menghembuskan nafas terakhirnya. Kalian bisa buka komputer, masuk ke facebook… dan chat sesuka hati dengan teman atau pasangan kalian dengan fitur ini. Kerennya, cuman kalian yang tau… dan sssst…. kalian tau gak sih, urusan kalian memang cuman kalian yang berhak tau. Iya gak sih?

2. Inner circle di Path, atau kalau mau iseng bisa juga Path Messenger.

Nih, namanya inner circle

Nah kalau kalian pecinta path. Saya mau ngingetin… ada sebuah fitur keren bernama INNER CIRCLE! nah di sini kalian bisa milih siapa tuh yang bisa ngeliat postingan kalian. Misal kalian sebel banget sama saya yang suka emosi liat posting2 mesra, dan kalian bisa pilih saya tuh untuk gak masuk inner circle kalian. Atau jika kalian emang lagi butuh ngobrol sama pasangan kalian aja, bisa juga inner circlenya cuman pasangan kalian aja. Kalau space hp masih muat, install juga deh tuh si path messanger. Instaaaaallllll semuaaaaaaaa.

3. Direct Message @twitter

Ieu yeuh… cara ngirim direct message

Walau gak puas ngetiknya, kalian tau juga dong kalau di twitter itu ada fitur namanya direct message? Nah, ini nih… pake ini kalian juga bisa ngirim private message. Ke siapapun!

4. Simple little things called: SMS
Ini apa saya yang bloon atau gimana sih.
Ketika kasusnya, “Sayang, hp ku error, gak bisa LINE, Whatsapp, atau bbm.”
Loh kalau hpnya nyala masih bisa dong ngirim SMS? Hanya dengan menyalakan hp Anda, dengan bermodalkan kurang lebih 150 perak kalian bisa ngirim sms ke siapapun! Selama punya pulsa sih. Yaaaa… kalau bisa pamer dan mejeng di socmed, masa iya gak punya pulsa hanya untuk sekadar sms? Iya gak sih?

Image and video hosting by TinyPic

Saya menamakan ini Public Display Gallery

Yah mungkin kalau gak digembar-gemborkan kurang greget kali ya.

Terus-terus… kadang gemes juga deh sama yang melakukan “Public Display Gallery”
Kalau ini levelnya lebih advance, pamer foto-foto berdua, everytime.
Yang kalau sesekali sih seneng ya liatnya tapi kalau tiap hari, tiap beberapa jam sekali, owalaaaaaaaaahhhhh…. gak tau deh, speechless!

Tapi sekali lagi, sebagai manusia, yang [masih] punya hati, bukankah kita… sebahagia apapun, lebih bijak jika berusaha menjaga hati beberapa orang. Well, kalau saya sih bodo amat ya… saya udah kebal, waktu seorang adik kelas saya nyolot dsb dsb, saya juga bodo amat… unfollow aja hahahaha susah-susah banget, tapi ada orang-orang yang mungkin lebih keras atau lebih sensitif dari saya. Yang over sensitif jadi ngerasa “Ih,kok cuman gw ya yang gak dapet-dapet pacar” (trust me punya pacar gak penting-penting banget, jodoh itu udah di tangan Allah lagi), yang over keras bisa aja jadi mikir macem-macem “Masya Allah, alay banget…. bakalan putus nih”
Yang sepele-sepele kayak gitu, seharusnya menjadi pertimbangan sendiri untuk kita ketika ingin bertindak.
Untuk menjadi bijaksana… kalian gak perlu jadi doktor, jadi master, jadi engineer, jadi ekonom, kalian hanya butuh untuk menjadi MANUSIA.

Inget gak sih jaman kita masih muda dulu, saya ingat saya dulu suka sekali band mocca. Suka banget, karena menurut saya lirik dan lagunya manis. Saya jadi inget lagu “Me and My Boyfriend” Kalau lupa nih saya ingetin lagi,

I share my dreams and all my stories
I don’t think I need my diary
If you’re teasing me, don’t you worry?
I will keep you in my memories

Sebagai anak yang dibesarkan dengan lagu-lagu kayak gitu, saya berpikir mungkin benar ketika kita akhirnya menemukan seseorang yang tepat, yang menjadi sahabat… pasangan… kakak… semuanya… mungkin seseorang kemudian tidak membutuhkan buku harian lagi apalagi social media. Karena pada akhirnya kalian menemukan orang yang paham dan saling berbagi impian-impian kalian. Apalagi yang kalian butuhkan ketika ada orang yang senantiasa mendukung, menasehati, menghibur, berbagi, dan bercerita banyak hal. Yang menerima kalian sepenuhnya.
Itu hal yang sakral banget gak sih? Begitu sakralnya sehingga rasanya ketika saya menemukan orang itu…saya selalu mendoakan dia. Semoga dia semakin hari semakin baik, semoga saya semakin hari saya juga semakin baik, sehingga setiap saat kami bisa saling mengingatkan.

Karena saya tipe cewek konvensional buanggget, saya senang banget menulis dan menggambar buat calon suami saya nanti. Walau gak tau ya kelak punya nyali gak buat nunjukin itu semua ke dia. Tapi saya pikir mungkin romantisme itu adalah membiarkan cinta kami hanya diketahui satu sama lain dan Allah. Tugas kami selanjutnya berbuat baik kepada semua orang, sebaik yang kami bisa… people never need our public display affection, mereka lebih membutuhkan hal-hal baik yang mungkin bisa kami perbuat.

Mungkin begitu.

Ah… jangan cuman saya yang berpikir seperti ini.