Super Short Trip to Hiroshima (and a small tips if you plan to go there ;) )


Setelah di timpuk aneka PR (dan masih menumpuk) karena dikejar deadline submit jurnal Maret ini, dengan gegap gempita seorang Marissa memutuskan untuk kabur ke Hiroshima. Jumat 23 Desember adalah hari libur nasional di Jepang, jadi yo wis lah… 1-2 hari juga ndak apa yang penting libuuuur. Karena niatnya memang “kabur” jadi yaaa ndak bilang-bilang sama Sensei kalau akan ciao ke Hiroshima. Walhasil Beliau dengan ceria dan senyumnya yang manis langsung memberikan “hadiah” berupa PR untuk programming dan research progress. Dengan senyum manis tersungging, kami mah ngangguk-ngangguk aja, sambil mikir “Waduuh harus gotong laptop nih”

Namun memang ya bocah-bocah durhaka. Saya sih bawa laptop, tapi alhamdulillah tidak disentuh. Saya kira saya yang paling malas dan durhaka dan akan diazab Allah, rupanya “sohib-sohib” saya di lab pun serupa! Mereka malah sudah menggotong peralatan ski dan kelupaan membawa laptop mereka :’D Alhamdulillah, di tempat tujuan mereka gak bisa ski karena badai MWAHAHAHAHAHAHA. Allah juga tahu siapa yang dosanya lebih serius perihal ini.
Lucu sih karena pada akhirnya malah dapat LINE dari para mahasiswa durhaka “Marissa, how about your homework? Wait! What homework btw?” hahhaa lha piye…
absurb lah my PhD life.

Hiroshima: A Recommendation if you are a backpacker with super limited time!
Saya sudah lelah ditanya “Mon, kira-kira di Jepang harus liat apa ya? Kalau ke tempat X berapa lama? Terus bayar berapa? Di Tokyo hotel yang murah apa?”
Ada beberapa hal yang salah kaprah di sini:

1. Saya jarang jalan-jalan… Kan kalian tahu saya ini “cat person” setengah mati. Keluar rumah? Capek? Lha… di rumah anget dan banyak makanan yaaaa ngelungker di balik selimut
2. Kalau kalian tanya Tokyo, saya sendiri saja…. yang 2 tahun di Tokyo masih menahan tangis kalau liat harga hotel. Akomodasi di Tokyo itu mahaaaaaaaaaal.

Tapi kali ini saya tahu,  rekomendasi jika kalian mau backpacker, hanya 1-2 hari, dan budget agak sedikit terengah. I recommend: HIROSHIMA.
Alasannya:
1. Main attractionnya tidak saling berjauhan, jadi kalau hanya ingin explore main attractions… pasti sempat lah.
2. Penginapan dan transportation cost tidak terlalu mahal.

Minusnya, yaaaa jauh dari Tokyo. Kalian bisa naik overnight bus dari Tokyo (12 jam) , naik shinkansen (sekitar 3 jam), atau take a flight ke fukuoka airport lalu lanjut dengan kereta atau bus. Kyoto juga super recommended sih, tapi ketika musim libur datang saya merasa Kyoto jadi terlalu ramai.

Dari Hiroshima station, kalian bisa langsung jalan kaki dan berjalan ke area kuil salah satunya Hiroshima Toshogu Shrine yang letaknya di Futaba Mt. Nah satu bukit ini ke atas itu kompleks kuil, jadi jika kalian kuat nanjak, mendaki gunung melewati lembah, kalian bisa melihat banyak spots di sini. One of my favorite adalah Kinko Inari Shrine, karena jalan menuju kesana menurut saya “camera-able” karena torii dengan warna merah menyala itu nendang banget di kamera

Image and video hosting by TinyPic

Gate ke Toshogu Shrine

Image and video hosting by TinyPic

Jalan menuju Kinko Inari Shrine

Image and video hosting by TinyPic

Pemandangan selama mendaki gunung melewati lembah

Dari situ, harus ke Miyajima lah. Ini bagus banget! Jadi jika kalian ke Hiroshima dan gak mampir ke Miyajima, aduuuuh… bye~sayang banget. Ini agenda wajib! Sebenarnya sih si pulau kecil ini official name-nya Itsukushima, nama beken-nya ya Miyajima itu. Jika ada waktu lebih banyak lagi, kalian harus menjajal naik ke Mt.Misen.

Miyajima ini terpilih sebagai salah satu UNESCO World Heritage. Awalnya sih mikir, ya ampuuun sebagus apa sih? Kuil itu mau sebagus apa lagi?
Rupanya satu komplek pulau kecil ini, shrine area yang dikelilingi gunung dan laut. Jadi scenic banget sih. Better you see this one
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Cantik kan…
Belum lagi makanan di sini yang enak banget! Kuliner khas di Miyajima adalah tiram dan belut. Untuk makan siang saya menjajal goreng tiram di sini…. dan ENAK! Ya ampuuun enak banget. Untuk menghindari kalian yang bisa ngiler, foto sengaja saya blur HAHAHAHAHA
Image and video hosting by TinyPic

Saya juga beruntung karena ketika saya datang, kota Hiroshima rupanya sedang mengadakan even light festival besar-besaran :’D dan venue illumination festival ini hanya 3 menit dari guest house tempat saya menginap HHAHAHAHAHAHA. Lucky Marissa…. untuk kalian pecinta bokeh photography, it such a heaven…
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Keesokan harinya, pastinya dong sudah sampai Hiroshima kok gak liat Hiroshima Atomic Bomb dome! Wah pelanggaran berat. Kebetulan tempat saya menginap juga dekat dengan area ini.
Nah Atomic bom dome, Memorial museum, dan Hiroshima castle itu areanya berdekatan jadi kalian bisa keliling dan lihat semua spots ini dalam satu hari dengan jalan kaki atau sewa sepeda. Itu pun kalian masih sempat jalan-jalan di tempat gaulnya Hiroshima di Hondori St.

Rekomendasi saya sih, ke Hiroshima castle dulu ya… karena dia agak jauh sedikit.
Image and video hosting by TinyPic

Dari situ enjoy Atomic bomb memorial park.
Image and video hosting by TinyPic
Saran saya, kalian HARUS masuk ke Hiroshima Peace Memorial museum karena it is open your mind banget, tiket masuk hanya 200 yen!
Image and video hosting by TinyPic
Awalnya saya ke museum juga hanya sekadar nitip tas karena lokernya gratis (HAHAHAHHA). Tapi karena penasaran, akhirnya mampir juga dan rupanya memorable banget, dan setelah keluar museum kalian pasti tergugah dan bakal bilang “No more war in this world!”

Rasanya juga mau nangis ketika membaca cerita para korban bom atom Hiroshima. Makin sedih lagi ketika melihat origami yang dilipat oleh Sadako Sasaki-san, bocah cilik yang terkena leukeumia karena efek radiasi bom atom.
Image and video hosting by TinyPic
Lebih sedih daripada film One Liter of Tears sih. Namanya bocah masih polos gitu kan, dia berharap dengan melipat 1000 origami burung bangau bisa mengantarkan doanya untuk sembuh terkabul. Aduh… aduh… gak kuat deh, it is too sad for me. Oiya ada bukunya loh, kalau gak salah terbitan Penguin publisher, judulnya Sadako and the Thousand Paper Cranes.

Budgeting!
Kalau kalian pecinta privacy, rekomendasi saya adalah menyewa kamar di Ryookan,. Ryookan ini rumah tradisional Jepang, tidurnya pun di futon alias kasur lipat. Tapi kamarnya luas, dan ada private room. Ada beberapa Ryookan di Hiroshima, jadi coba aja cari. kalau mau lebih murah lagi yang kamar di dorminatory room atau capsule hotel. Agak sakit punggung sih… dan saya kan rewel ya jadi males ahahaha.

Capsule hotel: 1500-2000 yen per night
Ryookan: 3000/4000 yen per night—–5000/6000 yen per night in peak time for private room
Hotel 3 stars      : 5000/6000 yen per night—- 6000/10000 yen per night in the peak time for private room.

Untuk transport ferry dari hiroshima city ke miyajima biasanya around 1000-2000 yen round trip. Tergantung kalian naik dari mana.

City bus dan trem 160-220 yen asal tau rutenya

Kereta 160-400 yen tergantung jarak

Just IMO sebagai mantan anak Tokyo, range harga di atas cukup rasional dan affordable.

Sekian deh laporan singkatnya.
Selamat jalan-jalan… 😉

 

A little notes from Japan: Part 1, arrived in Japan–> go to ueno


And life is a road and I want to keep going
Love is a river I want to keep flowing
Life is a road, now and forever
Wonderful journey
-At the beginning; Donna Lewis-

Hmmm… I have very limited time to write this blog actually, so I make it in several parts 😀

For some reasons, I think I’m very lucky because surrounded by very kind people. Kind family, kind friends, kind lecture, and kind future sensei hehehe.

Loh ini kok jadi pakai bahasa inggris, okay, let’s use bahasa hehehehe.
Tepat tanggal 22 Februari kemarin, dengan pesawat Japan Airlines JL 726, saya dan dua orang dosen saya (satu dari IPB which is my lovely undergraduate supervisor, dan satu lagi adalah dosen ITB…) membelah awan lalu terbang menuju Tokyo. Kalau ada yang mau tanya seoke apa sih Japan Airlines…. well sebenarnya sih biasa aja, gak se-wah apa gitu… cuman mereka sangat tepat waktu. Makanannya enak (dipesenin moslem meal… nyummm enak). Di samping kami duduk ada anak ITB yang ramah dan baik hati yang rupanya anak nuklir yang akan ikut conference yang diadakan TIT (Tokyo Institute of Technology). Seperti biasa saya sih pendiam hahahha dan gak pernah ngomong, tapi saya suka aja sama anak itu karena dia sopan, kalau ditanya membalas dengan senyuman, apa karena di sampingnya dosen ya ahahahaha… Lupa nanya siapa namanya, but I wish him a good luck.

Yang mau tanya kenapa kok saya bisa terdampar begitu saja dibawa ke Jepang… 1. Karena sensei saya baik hati. Rasanya mau meneteskan air mata kalau inget kebaikan Beliau huhuhuhu. Beliau mengundang saya ikut pelatihan karena my future research will be related to it, jadi biar dapet basic knowledgenya. Coba…. coba…. ada gak sih guru sebaik itu. 2. Of course karena saya juga beruntung punya bos yang baik hati dan dosen yang baik hati juga. Siapa coba yang rela mengizinkan anak ingusan seperti saya boleh ke Jepang begitu saja hahahaha…. 3. Saya punya keluarga yang baik, punya Mama yang rajin puasa dan shalat malam…. wuusssshhh langsung lancar deh segala urusan. Plus uwak saya yang untuk keberangkatan saya yang singkat aja preparationnya udah standar keberangkatan kunjungan kenegaraan. Huwaaaaa I love my family. 4. Allah baik banget, makin kesini saya merasa segala sesuatu yang berkaitan dengan studi saya rasanya selalu dilancarkan…. Subhanallah.

Setuju kan, how lucky I am….

Sampai di Narita pagi buta, jam 6 pagi  JST (Japan Standard Time)….berarti 04.00 WIB.
Check in di Tsukuba baru bisa jam 14.00 JST. Akhirnya dosen saya yang notabene-nya alumni Todai ngajak saya ngeliat-liat tokyo dulu. Biar mata rada terbuka gitu.

Agak takjub dengan Jepang, public transportationnya integrated banget. Bandara Narita rupanya integrated dengan bus dan kereta… jadi mau kemana-mana gampang.
Sesampainya di Narita, yang duluan dicari adalah: TOILET hahahaha…. adik saya udah dari jauh hari bilang “Kak, nanti liatin toilet di Jepang, bener gak seheboh kayak di film Cars 2?” Hahahahhaa… aduuuh nasib deh, gini ceritanya kalau kakak sama adik kebanyakan nonton film kartun -.-
But I check! hahahahah Ya Allah… kurang kerjaan banget kan? Eh tapi biar kalian tau juga.
Toilet di Jepang itu ada dua macem, ada yang western style *macam toilet duduk kita* dan yang japan style. Naaaah…. sebenarnya sih sama-sama aja, cuman….seperti kayak di film cars2… memang toilet di Jepang banyak tombol2nya hehehehe. Tapi gak heboh-heboh banget sih… biasa aja. Gak tau kalau ada yang lebih canggih lagi. Tapi yang saya temui sejauh ini yaaa standar lah. Oiya itu ada flushing sound, mohon jangan mengira sound yang keluar adalah lagu-lagu barat atau lagu klasik… apalagi lagu dangdut hahahhaa! Gak gak… itu cuman untuk menyamarkan suara kalau kita lagi flushing atau apa lah itu. Aduh please masa harus saya bahas juga :p

Image and video hosting by TinyPic

Dasar Jepang, semuanya well prepared. Di beberapa toilet ada juga yang disediakan tempat khusus buat gantiin popok bayi. Bahkan ada juga yang nyediain tempat duduk buat balita hehehe.

Image and video hosting by TinyPic

Kalau yang udah pada punya baby… bisa nih disimpen di sini dulu baby-nya sambil digantiin baju/ popoknya 😀 seru kan

Ah kok jadi ngomongin toilet hahahaha, come on, Mon!

Dengan nenteng koper segonjreng *koper gw sih… errrr….hahahhaa* berangkatlah kami ke Ueno. Ueno itu apa ya, mungkin kalo di commuter line JABODETABEK kayak stasiun Jakarta Kota kali ya. Tapi gak bisa disamain sih, ini lebih…lebih… lebih waaaaah!. Jujur aja, saya yang udah khatam dan fasih dengan rute Commuter Line Jabodetabek dan udah berani dijajal mau berangkat kemana pun pakai kereta di Indonesia, di tokyo mah…. bubye hahahhaha…. rutenya banyak bangeeeeet dan di mata saya kayak sphagetti hahahaha. Kalau sekarang disuruh ngulang lagi sendiri kayaknya masih lieur deh, salah gate dan sebagainya salah arah dan tujuan….

Gak percaya? Oh boleh-boleh…. monggo disaksikan…. hahahaha

Image and video hosting by TinyPic

Aduuuuh… lewat mana ya…mmmmm….

Pusing kan? Pusing kan? hahahhaha….
Okay, I should find very nice and great friend for next trip (Ayo…ayo… yang di Tokyo, Tsukuba, Kyoto, mohon bantuannya nanti buat jadi guide :D).
Oiya… semuanya pake mesin loh ya.
Beli tiket pake mesin…
Beli minum juga pake mesin…

Image and video hosting by TinyPic

Kesan saya pada semua mesin-mesin itu adalah “Whoaaaa pintar banget si mesin.” Habis mereka bisa ngitung juga kembalian dan sebagainya dengan tepat hahahahha sumpah saya lebay banget. Tapi saya sih jujur aja agak pusing dengan receh di Jepang. Apalagi ukuran 10 yen lebih gede dari 100 yen dan 50 yen hahahaha, jadi kalau ke toko saya suka give up dan bilang “sumimasen… so many coins” *sambil dengan noraknya mengeluarkan semua koin yang ada… terus biarkan kasirnya yang ngitung hahahahha. Eh tapi tenang, di Jepang mah pada jujur… jadi gak masalah lah. Pernah beberapa kali di toko 100 yen, kasirnya sampai ketawa cekikikan ngeliat saya ngitungin receh. Abis sayang juga kan mecahin uang kertas, pasti di balik tawanya si kasir bilang “Ya ampun pelit banget nih si mbak-mbak” hahahhaa…

Tapi ini mengagumkan banget, mereka tetep berusaha berkomunikasi walau jelas tatapan mata saya kosong dan gak ngerti apa yang mereka bicarakan. Berlajar bahasa jepang bertahun-tahun, sampai di Jepangnya mah teori tinggalah teori hahahahaha… pada cepet banget ngomongnya. Terus karena kemampuan saya baca kanji itu nol besar, kalau ada yang gak bisa dibaca kanjinya bisa juga minta tolong dibacain sama kasirnya hahahaha… terutama kalau makanan kan, naaah buat yang muslim kan suka heboh tuh sama komposisi di kemasannya, daripada super rempong nelpon ke perusahaannya kan, selama masih punya mulut dan sedikit kemampuan nerka-nerka mah tanya aja ke kasirnya… bilang aja “Watashi wa kanji wo wakaranai bla bla bla…” terus tunjuk bagian komposisi dan pake gesture dan bahasa isyarat yang kece. Saya sempet iseng nanya komposisi kitkat green tea soalnya, fiuuuh… dan terjawab  tanpa berkicau terlalu banyak :’D

Ueno sendiri kata dosen saya adalah Asian Market di Jepang, jadi di sini saya beli toppoki (rice cake) buat acara masak-masak bareng saudara sepupu saya nanti. Di Ueno karena stasiun gede, maka kami nitip koper dulu di loker. Eh lokernya juga pake mesin hahahaha *yaeyalah,Mon…* untuk yang ukuran jumbo harganya 500 yen buat seharian penuh. ya murah lah daripada ngejinjing itu kemana-mana. Eh jangan lupa sediakan koin hahahaha… itu penting! catat.. itu penting! kalo bisa sih si koin 100 yen kumpulin yang banyak. Gak kayak receh 100 perak di Indonesia, 100 yen di Jepang itu berharga hahahhaa…. mesin-mesin agak lahap memakan koin. Kalau yang receh 1 yen, 5 yen, naaah itu sih kalau bisa dibelanjain kapanpun ada kesempatan… mesin-mesin pada gak suka makan tuh receh -.-.

Dari Ueno, kami berangsut dulu ke shibuya… nah di sini yang seru.
Tapi BERSAMBUNG….
I should go to the office soalnya, nanti lanjut ya ^O^/
hehehehe….
2 Part lagi menyusul…

BANZAAAAAI!!!!!

A world without bees….


Entah kenapa gak bisa berhenti baca a world without bees….

Sebuah desa di Cina pernah ada yang terpaksa menyerbuki seluruh tanaman pertanian mereka hanya karena tidak ada lebah lagi di desa mereka. Why? karena penggunaan insektisida yang berlebihan….!

Lebih gilanya lagi… jika lebah hilang dari lahan pertanian, maka produksi pertanian kita akan berkurang sekitar 3/4-nya. Kenapa? karena hampir 70% tanaman diserbuki oleh lebah madu.

Dampak paling ekstrimnya….
Kepunahan lebah akan mengakibatkan kematian manusia

Allah itu… kalau mau nyiksa manusia rupanya gampang banget ya…
Lebah aja sebegitu krusialnya.
Setahu saya, Amerika bahkan sudah mengadakan penelitian khusus mengenai menurunnya populasi lebah di Amerika.
Saya jadi ngerti deh… kenapa dalam Quran ada surat An-Nahl yang membahas lebah tersendiri…. Isssssh…. hebat sekali lebah itu ya.

Wanna read more! Check some links below:
* ftp://ftp.fao.org/docrep/fao/012/i0842e/i0842e09.pdf
*http://www.fve.org/uploads/publications/docs/bees_entire_brochure_02.pdf

Atau baca bukunya langsung:

Saya gak tau beli hardcopynya dimana, tapi pernah iseng2 nyari di internet ada e-booknya 😀 dan bisa dibaca di ibooks hohohoho~ Oiya, majalah TIME juga pernah membahas A world without bee bulan ini. Sekarang sudah avaible online untuk dibaca.

Mahasuci Allah dengan segala kekerenan-Nya 🙂

When Romance Meets Destiny


Pertama-tama mohon maaf dulu kalau tiba-tiba postingnya tentang cinta lagi. Maaaaaaaaf banget!

Bagaimana rasanya mencintai orang yang sama selama 7 tahun… namun Tuhan tidak menjodohkan kita dengan orang tersebut? mungkin bisa menemukan jawabannya di film When Romance meets Destiny

Film Korea ini menceritakan tentang kakak dan adik yang sama-sama bermasalah dengan cinta. Si kakak memendam perasaan selama 7 tahun kepada teman sekolahnya! Kemudian ketika Tuhan memberikan satu kesempatan untuk bertemu dengan wanita yang dia cintai itu…. He can’t say anything! Karena by default memang orangnya pendiam dan tertutup. Akhir cerita si wanita yang dia taksir akhirnya menikah dengan orang lain walaupun rupanyaaaaaaaaaaaa si wanita ini juga memendam perasaan yang sama selama 7 tahun ke si kakak! Tapi wanita butuh penjelasan kan… semua sama-sama memendam perasaan jadi ya gitu deh.

Kalau kakaknya pendiam, adiknya justru playboy. Suatu hari dia jatuh cinta dengan seorang wanita. Tapi sayangnya tidak berjalan mulus juga karena sifat si adik yang suka tidak menepati janji. Dan akhirnya wanita yang dia suka pun berkencan dengan pria lain yang tentu lebih baik dan lebih bisa bertanggung jawab dalam menepati janji.

Saya sendiri ketawa-ketawa miris menonton film ini…
Believe it or not saya juga pernah memendam perasaan pada seseorang selama beberapa tahun kepada seseorang *maaf ini harus disembunyikan, sahabat saya termasuk salah satu orang kepo di blog ini… dia bisa membocorkan aktornya jika clue-nya terlalu jelas hahahahaha. Tapi kayaknya dia masih bisa nebak deh, “Hei kau! Awas ya kalau bocorin rahasia gw…. pernah rasa digaruk macan?” *
Tidak beruntungnya selama beberapa tahun tersebut Tuhan tidak pernah mempertemukan saya dengan orang tersebut.

Lalu saya merasa geli ketika si kakak dalam film ini kemudian bilang,
“What if heaven decides that two people are supposed to be together? But those two people don’t know that they are destined to be together. So that woman and I could be fated by heaven to be together. But by accident of fate, these two see each other for the last time…”

lalu dengan santainya si adik menjawab.
“Then she isn’t meant for you.” mwahahahahahahaha….

Dan sungguh itu menyentak! Jika memang tidak dipertemukan lagi, maka berarti memang itu keputusan Tuhan…. berarti itu memang bukan jodoh. Simple bukan? Terkadang kita merasa bahwa semua kata hati dan pemikiran kita adalah yang paling benar dan mutlak lalu lupa mendiskusikannya dengan Tuhan. Aih aih aih… manusia~

Seperti yang saya spoilerkan di atas… kisah cinta kakak dan adik ini tidak ada yang berjalan dengan lancar. Akan tetapi saya paling terharu dengan kisah cinta si kakak. Di akhir cerita, si kakak datang ke pernikahan wanita yang dia sukai lalu tanpa berkata apa-apa dia mengambil mic kemudian menyumbangkan sebuah lagu yang rupanya isi hati dia selama ini…. huwaaaaaa why! why! why! why too late!

Di narasi setelah adegan itu dikatakan,
“I kept her in my heart for seven years…
but I never thought anything would really happen between us.
Maybe I liked that feeling of missing someone.
I guess I liked living on that one-way street.
I won’t do stupid things like this anymore.”

Huhuhuhuhu…. langsung nangis bombay…!
bagi saya itu cukup mengharukan…
Saya rasa saya tidak mau melakukan kesalahan sebodoh di film itu….

Di akhir cerita…. rupanya si kakak dan si adik ini berhasil menerima kenyataan dan akhirnya menemukan jodoh mereka masing-masing. Kali ini orang-orang yang pernah mereka temui, namun karena suka sama orang lain jadi gak pernah ngeh. Baru deh setelah mereka bisa menerima kenyataan yang sebenarnya, mereka bisa move on dan membuka hati mereka…. mencoba untuk terbuka pada orang-orang baru.

————————————-

Beberapa hari yang lalu ada seseorang yang ehmmmm…. secara halus menyatakan perasaannya kepada saya. Peristiwa mengharukan gak sih?

Tapi entah mengapa saya seperti terjangkit sebuah kelainan psikologis…. saya selalu merasa merinding disko ketika ada orang yang bilang “Sa…. sebenarnya saya suka sama kamu” atau apaaaaaapuuuuuun related to it! Pokoknya rasanya mau gali lubang dan benemin kepala kedalam lubang itu! Atau lari… lari sejauh mungkin… jadi GPS tidak akan melacak keberadaan saya.Bagi saya itu MENYERAMKAN! catat… MENYERAMKAN! aneh ya? Gini-gini ada juga loh pria-pria yang entah kejedot apa pernah bilang suka kepada saya, tapi biasanya berakhir tragis karena saya yang akan pergi menjauh karena ya itu tadi… sindrom merinding disko. Padahal apa salah mereka ya? Jadi merasa bersalah….maaf ya http://eemoticons.net

Seperti biasa kalau udah begini saya pasti curhat ke sahabat saya, kasian ya dia…. padahal saya udah bilang loh banyak sifat dia yang terlalu nyebelin tapi entah kenapa kalau curhat dan ngerepotin senengnya ke dia mwahahahahahaha…. setelah cerita, malah saya yang kena semprot, “Lu ini gimana sih? Selalu begitu… tiap ada cowok yang deket selalu dibilang aneh…. selalu dibilang serem… sadar gak yang sebenarnya aneh itu lu?”

Liat! liat! liat! Kalian akan tahu siapa sahabat kalian ketika ada orang yang ngomong ke kalian itu udah gak tendeng aling aling! Mau nyelekit kek mau bagus kek… bongkar aja semuanya.

Makin malam dia makin males kali ya denger alibi saya yang muter2 aja di situ… dia tertidur…. saya juga… lelah memikirkan hal-hal aneh yang setelah saya pikir-pikir tidak substansial.

Tapi setelah menonton film ini saya menjadi sadar… mungkin saya terjebak dengan orang di masa lalu saya …. yang secara tidak sadar saya nanti selama bertahun-tahun padahal mungkin he isn’t meant for me… Lalu saya dengan bodohnya mengabaikan hal-hal lain.

I’m still 23… I’m young… still young! Seharusnya saya lebih membuka hati dan pikiran untuk orang-orang baru dan bukan hanya pada satu orang yang mungkin bahkan sudah lupa dengan wajah saya seperti apa. Hei! maybe he’s not deserve for my expectation!

Saya rasa mungkin sudah saatnya membuka hati dan pikiran ini….
I’m 23….I’m young…. still young! I have many things to do!

Saya ingin fokus mengurus Mama dan adik saya yang paling saya sayangi di muka bumi ini…
ingin melihat sahabat saya lebih sukses juga, karena rasanya sudah banyak membantu saya tapi saya belum bisa membalas apa-apa. Well, I give you my greatest hope now! Lumayan kan?
Saya ingin lebih membuka cakrawala pemikiran saya termasuk terbuka pada orang-orang baru, sepertinya selama ini terlalu kuper ya.
Saya ingin mewujudkan beberapa impian mercusuar saya yang benar-benar sangat besaaaaaaar dan luar biasa.
Masalah cinta? Aiiiih lagi-lagi itu! Well…. romance will find it’s destiny.
Remember? I’m young! I’m still young…. I have so many chances! But I won’t do stupid things like what I did before anymore.

Saya sudah melambaikan tangan kepada seluruh masa lalu saya….http://eemoticons.net

And…Hey you! Yes! you… a person in my past! I let you to go…. go! go everywhere you want, find and reach your own happiness like what I wanna do. I know you can do it… but hey! I know I can do it better than you, I know I stronger than you hahahahahahaha. Hush…hush… hush… go away my past http://eemoticons.net please don’t disturb me anymore.

 

Jeng jeng jeng! What you should know about me, world!
I’m transformed! http://eemoticons.net

Sedang Kerajingan Nonton Animated Short Movie!


Kerja membuat waktu untuk nonton film menjadi berkurang drastis. Kalau baca buku sih bisa sambil-sambil berdiri di kereta, apalagi sekarang ada Tab jadi bisa baca e-book pas lagi bergelantugan di kereta. Tapi film? Owch… gak sempet deh, padahal saya ini sebenarnya maniak film juga.

Sebagai pengobat kerinduan, maka akhir-akhir ini saya rajin menonton Animated Short Movie. Short movie sendiri biasanya durasinya kurang dari 30 menit. Kalaupun ada yang lebih, yaaaaa lebih dikit lah. Tapi jangan kira film-film animasi yang durasinya pendek gak bagus, eiiiits…. ditonton dulu kawan. Kata teman saya “Film itu harus memperkaya khazanah kehidupan” jadi saya pun memilih beberapa film animasi pendek yang ceritanya bagus-bagus. Masalah gambar, itu urusan keseratus sekian lah…. no.1 tetep masalah makna film tersebut. Okay, diliat ya:

1. Paperman (2012)

Kalau Tuhan sudah menakdirkan sesuatu, maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk terjadi. Begitu juga masalah jodoh hehehehe. Kira-kira pesan itulah yang mau disampaikan dari film animasi ini.

Film dengan gambar, cerita, dan durasi yang minimalis ini berhasil memboyong Piala Oscar tahun 2012. Loh apa bagusnya? Ya mungkin karena kesederhanaannya. Cerita yang sederhana ini bikin kita senyum-senyum sendiri, terutama buat para jomblowati yang setelah menonton film ini berharap menemukan paperman mereka masing-masing.

Kisahnya tentang seorang pria biasa yang jatuh cinta dengan seorang wanita yang dia temui di stasiun kereta api. Dia berusaha menyampaikan pesannya melalui kapal-kapal kertas yang dia terbangkan ke tempat si wanita yang dia suka, tapi Tuhan emang suka menguji seberapa teguh keinginan seseorang. Misi kapal-kapal kertas itu gagal, dan akhirnya dia memutuskan gak percaya lagi dengan kapal kertas dan berusaha mengejar wanita yang dia suka sendiri. Sayang sekali, dia kemudian kehilangan jejak. Di saat mulai galau da putus asa, tiba-tiba keajaiban terjadi… kapal-kapal kertas yang di terbangkan kemudian membantu si pria ini untuk menemukan wanita yang dia cari.

Penasaran? ditonton aja deh…. cuman 7 menit kurang kok.

2. For The Birds (2001)

Film animasi pendek ini mungkin asik aja buat temen ketawa-ketawa

Nuansa humornya kerasa banget! Film pendek garapan Pixar ini memang dimaksudkan untuk bikin penontonnya ketawa-ketawa, mungkin ingin menjungkirbalikan anggapan film Oscar harus menguras air mata :p . Film ini berkisah tentang sekelompok burung kecil yang mencoba membully seekor burung raksasa yang ingin berteman dengan mereka (macam nge-geng gitu lah). Segala upaya jahat telah dilakukan, tapi apa daya kejahatan mereka malah berimbas ke apesnya sekelompok burung-burung kecil tersebut.

Buat yang lagi pengen ketawa-ketawa, saya rekomendasikan film ini deh.

3. Father and Daughter (2000)
Kalau kalian lagi sebel sama ayah kalian, atau justru lagi kangen banget sama ayah kalian…. mohon ditonton deh film pendek yang satu ini. Sebelumnya harus saya kasih spoiler dulu kalau film ini menguras air mata berember-ember.

Film yang menang Oscar tahun 2000 ini (dan memang pantas), mengisahkan tentang seorang anak perempuan yang sangat akrab dengan ayahnya. Suatu hari, Sang Ayah harus pergi jauh ke suatu tempat dan meninggalkan si anak. Akan tetapi sayangnya, Sang Ayah tidak pernah kembali. Si anak perempuan yang sangat menyayangin ayahnya tersebut kemudian terus menunggu setiap hari di tempat dia berpisah dengan ayahnya berharap keajaiban datang dan ayahnya pulang. Si anak itu menunggu dari sejak dia masih kecil… hingga kemudian dia menjadi tua renta dan kemudian meninggal dunia. Huwaaaaaaa….. nangis bombay deh liatnya. Mohon siapkan mental Anda. Oiya jangan lupa tissue juga.

4. The Moon and the Son: An Imagined Conversation (2005)

Kalau film yang ini berkisah tentang percakapan imajinatif antara seorang anak laki-laki dengan ayahnya. Film yang menang Oscar tahun 2005 ini secara visual sih biasa-biasa aja, apalagi gambarnya juga aneh. Tapi dari sisi cerita, rasanya akan membuat kita penasaran sampai detik film terakhir. Film ini berkisah tentang percakapan imajinatif seorang anak laki-laki yang complain dengan segala kelakukan dan perlakukan ayahnya ketika ayahnya itu masih hidup. Si anak mempertanyakan apa penyebab ayahnya itu menjadi orang yang kasar kepada keluarganya, bahkan si ayah pernah sampai hati tega membakar hotel yang merupakan bisnis keluarga mereka. Dalam percakapan imajinatif itu akan terkuak segala masa lalu Sang Ayah yang sebenarnya sangat berat dan nanti kalian akan tahu apa kaitannya juga dengan kasus pembakaran hotel keluarga. Akan tetapi walau si anak ini mencoba memahami masa lalu ayahnya yang suram dan berat, dia tetap merasa bahwa itu semua tidak bisa menjadi pembenaran atas segala kelakuan kasar ayahnya tersebut.

Pokoknya terlalu deh kalau pas nonton film ini kalian gak terhipnotis dan nggak penasaran!

Okay… sepertinya rekomendasi dari saya cukup mengisi sedikit waktu di waktu luang kalian. Happy watching good movies 🙂