Menjadi dewasa… : Sebuah renungan untuk diri sendiri


Once you’ve met someone, you never really forget them.
It just takes a while for your memorize to return
-Spirited Away-

“…. Dan sehebat apapun kamu, kamu bukan siapa-siapa tanpa bantuan siapapun”

Kemarin sore, sebuah amplop besar dari Tokyo Institute of Technology melayang ke rumah saya. Isinya mungkin hanya beberapa lembar kertas tapi lembaran kertas itu mungkin yang akan mengubah kehidupan saya untuk beberapa hal. Mungkin lembaran kertas itulah tangga-tangga kecil menuju impian saya. Singkat kata, secara resmi saya diterima di universitas tersebut. Saya sudah katakan sebelumnya bahwa untuk masalah pendidikan saya kali ini, saya merasa Allah memudahkan segalanya. Saya tidak akan bercerita mengenai hal itu lebih banyak, karena bukan itu yang ingin saya bicarakan kali ini… bukan, ada hal yang lebih dari ini semua.

Saya yang hari ini, bukanlah siapa-siapa tanpa bantuan banyak orang.
Ketika saya menyadari itu saya tahu bahwa terima kasih saja tidak pernah cukup.
Tidak pernah cukup….

——————————-
Saya teringat ketika saya masih kecil, saya pernah terpana dengan kata-kata dari guru mengaji saya,
“Jadi begini ya anak-anak… kita tidak boleh sombong atau merasa lebih hebat dibandingkan siapapun. Ketika kita berhasil, yang perlu kita lakukan cuman dua: Bersyukur karena Allah sudah begitu baik, dan berdoa agar Allah menjaga diri kita dari sifat-sifat buruk. Kalian tahu kenapa sombong itu tidak boleh?”

Seperti biasa… tipikal anak Indonesia, kalau ditanya pasti pada diem hahahhaa… tapi saya ingat ada juga yang nyeletuk “Karena dosa, Pak!”…. “Karena buruk, Pak”…. dan lain sebagainya.

“Iya semua jawabannya benar. Tapi yang terpenting adalah…. karena kita hidup di bumi ini tidak lepas dari bantuan orang lain”

Guru mengaji saya tersebut kemudian menjelaskan bagaimana orang tua yang susah payah membesarkan anaknya…. bagaimana petani yang betul-betul lelah menggarap sawahnya… bagaimana buruh tekstil harus bekerja overtime untuk memenuhi target produksi pakaian jadi di pasaran. Dari ujung kepala hingga ujung kaki, seluruh kebutuhan kita terpenuhi karena “keringat” orang lain.

Begitu melekatnya cerita guru saya tersebut hingga tumben-tumbennya saya menceritakan ini kepada kakek saya karena tempat mengaji saya dulu sangat dekat dengan rumah kakek saya. Saya ingat jawaban kakek saya “Benar itu, manusia kadang terlalu sombong. Manusia terkadang lupa banyak hal, bahkan ketika manusia itu masuk liang lahat, manusia masih tetap membutuhkan bantuan orang lain… hargailah semua orang, karena kita tidak pernah tahu kepada siapa kelak kita memerlukan bantuan”

Saya tidak memahami hal itu untuk beberapa saat, mungkin baru memahaminya sekarang!
—————————-
Beberapa tahun kemudian, ayah saya meninggal dunia. Saya melihat begitu banyak orang yang menangis, kecuali adik saya yang belum paham apa-apa. Kecuali saya… yang juga belum memahami apa-apa. Saya hanya sedikit patah hati karena saya merasa kehilangan Beliau begitu cepat.

Untungnya saya adalah orang yang beruntung, Allah berbuat baik… luar biasa baik kepada saya.

Saya punya Mama yang selalu menyemangati saya. 23 tahun lebih saya hidup menuju 24 tahun, saya nyaris tidak pernah melihat Mama mengeluh, setidaknya di depan kami anak-anaknya. Mama selalu menyemangati saya untuk sekolah yang benar, belajar yang benar, dan melakukan yang terbaik yang saya bisa. Ketika saya gagal, Mama selalu menjadi orang pertama yang bilang “Gak apa, Kak… Allah pasti mau ngasih yang lebih baik” sejak saya pertama kali tahu sakitnya kegagalan, hingga hari ini… Mama tetap supporter barisan VVIP bagi saya, Mama selalu yang paling mempercayai saya lebih dari siapapun.

Saya bersekolah di daerah ketika SD, saya ingat pada hari kelulusan saya saat SD… guru saya mengatakan “Sebagai anak daerah, bukan berarti pemikiran dan cita-cita kamu harus terbatas. Pergi kemana yang kamu mau, tuntut ilmu setinggi-tingginya karena ilmu tidak hanya ada di satu tempat” saya pegang kata-kata Beliau hingga saat ini. Salah satu alasan untuk terus berjuang!

Bukan hal yang mudah bagi saya untuk melanjutkan sekolah. Sebagai anak yatim dan Mama yang hanya guru les, maka biaya pendidikan saya sebenarnya sangat berat untuk Mama. Namun, saya punya uwak yang sangat baik… mereka yang membantu menyekolahkan saya hingga saya berhasil menyelesaikan kuliah S1 saya.

Saya sadar…. hingga kapanpun saya tidak akan pernah bisa membalas kebaikan Beliau. Tanpa Beliau mungkin saya belum memegang gelar akademik seperti saat ini, tanpa Beliau mungkin saya bukanlah Marissa yang bisa bermimpi lebih tinggi daripada langit. Karena saya tahu hal itu, maka saya berjuang belajar gila-gilaan. Kapasitas otak saya memang terbatas, saya bukan anak yang pintar… tapi setidaknya saya tidak pernah kesulitan memilih sekolah. Saya diterima di dua PTN bahkan sebelum saya melaksanakan Ujian Nasional, lalu memilih untuk berkuliah di univ.dekat rumah. Impian saya sih tidak muluk-muluk, mbok ya sudah dibantuin orang lain jangan bodoh-bodoh banget lah.

Sekali lagi, saya tidak pintar, tapi saya harus berjuang mati-matian untuk setidaknya “tidak mengecewakan.” Ketika saya memenangkan beberapa lomba, ketika saya menjadi mahasiswa berprestasi, maka itu bukanlah hanya sekadar suatu pencapaian… itu adalah terima kasih saya kepada Beliau dan juga kepada Mama yang sudah berjuang mati-matian kepada saya.  Terima kasih pula kepada dosen-dosen saya yang sangat baik, karena atas jasa mereka semua saya berhasil melalui level ini dengan cukup baik. Saya bahkan merasa memiliki guru sekaligus sahabat ketika saya bertemu dengan dosen pembimbing saya.

Orang lain mungkin melihat saya sebagai sosok yang ambisius, tapi mereka tidak tahu… saya harus ambisius untuk menyatakan terima kasih saya yang tidak bisa saya sampaikan dengan kata-kata.

Orang lain mungkin hanya melihat beberapa keberhasilan saya, tapi mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa kegagalan saya lebih banyak dibandingkan keberhasilan saya. Saya hanya berhasil bangkit berkali-kali setelah berkali-kali jatuh.

Hingga saat itu, saya masih merasa enggan untuk berkunjung ke makam ayah saya terlalu sering. Bagi saya, saya belum memberikan apa-apa untuk ayah saya. Ayah meninggalkan saya terlalu cepat sebelum saya membuat Beliau bangga. Saya ingat satu impian ayah saya yang belum kesampaian, Melanjutkan Studi ke Jenjang yg Lebih Tinggi. Saya bersumpah… cepat atau lambat saya akan penuhi impian ayah saya. Saya harus bersekolah lagi.

Seperti perkataan Anton Ego dalam film Ratatouille “Terkadang dunia terlalu sinis pada gagasan-gagasan baru…” saya nyaris putus asa karena mayoritas orang di lingkungan saya meragukan keinginan saya untuk bersekolah lagi. “Buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi? Nanti jodohnya susah”, “Buat apa sekolah tinggi-tinggi, yang penting kerja dulu… kumpulin uang yang banyak” dsb dsb dsb….Saya menangis beberapa kali… tapi lagi-lagi Mama saya tetap mendukung saya ketika orang lain meragukan saya. Padahal Beliau yang paling berhak mengatakan “Kamu gak usah mimpi deh, Nak”…. kalau Beliau tidak ridha saya sekolah lagi, saya pasti akan menurutinya. Saya bukan tipe anak yang tega melawan orang yang sudah berjuang dan berkorban banyak untuk saya. Tapi rupanya Beliau tidak pernah lelah mendukung saya dan mendoakan saya.

Ketika saya tidak percaya dengan diri saya sendiri, adik saya yang selalu bercanda kemudian berkata “Kakak… ini tentang hidup kakak, kakak harus pilih yang paling bikin kakak senang”

Ketika saya mulai ragu untuk melangkah lagi, saya mempunyai seorang sahabat yang luar biasa… yang akhirnya bisa mengatakan “Lakukan apa saja yang kamu mau, selama itu bisa membuat kamu bahagia”

Saya tidaklah sekuat yang semua orang lihat, tapi banyak orang yang bisa menguatkan saya. Seketika saya merasa seperti seekor kucing yang sudah kehilangan satu nyawanya, tapi masih memiliki delapan nyawa cadangan. Dengan terengah-engah saya mencoba memanfaatkan nyawa-nyawa yang tersisa.

Saya teringat, ketika kemudian saya ditanya oleh pewawancara saya saat wawancara beasiswa,
“Apa yang kamu harapkan dari diri kamu?” saya tidak menjawab hal lain selain “Saya ingin menjadi orang yang bisa berterima kasih”
“Terima kasih, kenapa?” tanya si bapak pewawancara dengan dahi berkerut.
“Karena saya yang saat ini bukan apa-apa, bukan siapa-siapa tanpa bantuan orang lain”
“Baik saya mengerti. Lalu apa yang kamu harapkan dari diri kamu dihadapan adik kamu kelak?”
“Saya ingin melakukan yang saya bisa sebaik mungkin, saya ingin begitu kelihatan amazing di depan adik saya. Hingga suatu hari kelak, jika dia menceritakan tentang saya di hadapan orang lain nanti dia bisa bilang ‘Saya bangga pada kakak saya’ sama seperti ketika saya mengatakan kepada semua orang ‘Saya bangga pada ayah saya, pada mama saya’ “

Lalu kemudian pada hari ini, saya kemudian mengatakan hal yang hampir serupa kepada salah satu sahabat saya, “Kalau kelak kamu jadi ayah, jadi ayah yang amazing di depan anak kamu, apapun yang terjadi. Biar dia bangga dengan apa yang kamu lakukan, biar dia terpacu untuk bisa berbuat lebih baik dari kamu” pada saat yang sama sebenarnya saya sedang menasehati diri saya sendiri, setidaknya mengingat kata-kata saya pada diri saya sendiri.

Bagi saya hidup tidaklah mudah…apalagi sekolah!
Untuk ikut tes iBT TOEFL saja saya harus menabung cukup lama, saya bahkan tidak punya cukup uang untuk ikut berbagai les. Tapi melihat begitu banyak orang yang sudah mendukung saya, saya tidak mau terlalu kejam dan menjadi orang yang menyerah sebelum berjuang.

Kalian mungkin tidak tahu, tapi saya seperti Simba yang memandang bintang-bintang di langit setiap malam untuk mengingat ayahnya,Mufasa. Saya rindu ayah saya, tapi saya merasa belum begitu pantas untuk datang ke hadapan makamnya dan bilang “Yuph! here I am, Yah… membanggakan kan seperti ayah membanggakan saya” tapi saya percaya pasti ada waktu ketika saya benar-benar bisa menjadi anak perempuan yang senantiasa Beliau banggakan.

Bagi saya sekolah itu tidaklah mudah, maka jika boleh bersekolah di dalam negeri saja itu sudah anugerah yang luar biasa…
Ketika mendapat beasiswa, saya tidak terlalu ambil pusing mau bersekolah dimana, mau dikasih uang berapa… Who’s care??! Jika saya harus mati karena meraih impian saya, it’ll be okay. Lagipula saya punya Tuhan yang pasti akan memberikan jalan keluar untuk segala hal. Saya sudah terlalu lelah, bahkan untuk sekadar mengeluh.

Lalu kemudian dosen saya membantu saya, memperkenalkan saya dengan guru-guru yang hebat. Dosen saya yang kini menjadi bos saya pernah bilang “Hidup ini pilihan, maka kamu harus perjuangkan pilihan yang menurut kamu paling baik. Ini pilihan kamu, bukan urusan orang lain”

Lalu saya memperoleh Sensei yang luar biasa baik hati, yang membantu saya untuk banyak hal… yang mau mendengarkan saya dengan baik bahkan ketika saya belum resmi bersekolah di universitas tempat Beliau mengajar.

Lalu saya memperoleh sahabat-sahabat baru yang satu perjuangan. Yang berbagi banyak hal… yang menyemangati saya setiap saat, yang berbagi impian-impiannya yang luar biasa dengan saya. Yang tanpa sungkan mengajak saya untuk berjuang bersama tanpa mempedulikan suara-suara sumbang yang ada. Sahabat-sahabat yang satu visi dengan saya.

Jelas sudah, terima kasih saja tidak akan cukup. TIDAK AKAN PERNAH CUKUP!
—————————-
Jutaan tahun ibadah mungkin tidak cukup untuk menyampaikan terima kasih saya pada Tuhan, mungkin jika Allah memiliki sebuah superkomputer yang bisa menghitung setiap remah mikron pahala saya, maka selama apapun proses komputer itu berjalan maka monitornya tetap akan menunukan “Pahala tidak cukup, coba lagi nanti” Hffffft…
Saya bahkan tidak akan pernah bisa membalas jasa-jasa Mama
Saya juga belum bisa sebijaksana ayah,
belum bisa sebaik uwak saya…
belum bisa seceria adik saya…
saya juga belum bisa mengalahkan pengetahuan dosen-dosen, guru-guru, serta banyak orang yang sudah menunjukan betapa dunia ini dipenuhi pengetahuan, misteri, atau hal-hal unik.
Saya bahkan tidak akan sanggup mengembalikan kuota internet, pulsa telepon, dan waktu sahabat terbaik saya yang sempat terbuang percuma hanya untuk mendengarkan saya.
Saya butuh waktu seumur hidup untuk mendengarkan semangat dan cita-cita sahabat-sahabat baru saya yang sangat visioner.

Ketika saya semakin dewasa, saya makin menyadari bahwa terima kasih saja tidak akan pernah cukup.

Saya tidak memiliki apa-apa, saya masih kalah hebat dengan banyak orang.
Maka oleh karena itu, maka izinkan saya membuktikan bahwa saya bisa menjadi anak yang baik, adik yang baik, saudara yang baik, teman yang baik, murid yang baik, lalu kelak bisa menjadi istri yang baik, ibu yang baik, guru yang baik, bahkan jika ada waktu menjadi nenek yang baik.

Saya bukan siapa-siapa dan bukan manusia yang terlahir jenius, karena itulah saya berjuang lebih keras dari siapapun…hingga kelak tidak ada yang menyesal pernah mengenal saya. Saya berjuang dengan keras, karena hanya itu yang bisa saya lakukan untuk saat ini.

Terima kasih saja tidak pernah cukup,
tapi izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada kalian semua.

Percayalah, saya… kamu… kita semua bisa berkali-kali bangkit setelah jatuh.

Buku bersampul merah dari Mama….


Kemarin, sambil beres-beres koper untuk berangkat ke negeri sakura, seperti biasa rumah pasti ramai dengan percakapan antara saya dan Mama saya.

Mama (M): Waaaah… anak Mama bener ya kesampaian ke luar negeri. Mama bangga deh. Inget ya musim dingin loh jangan kambuh pileknya, packing yang rapi…. eeeeh itu gimana ngelipetnya? aduuuh… jangan berantakan biar kopernya cukup.

SKIP
SKIP
SKIP
jadi ketahuan deh saya berantakan ahahahaha….

M: Nanti sepi dong. Rumah ini kan orangnya cuman sedikit… kalau kakak pergi sepi banget ya. Mama cuman sama kucing terus sama kiki.

Saya (S): Ih cuman bentar lagi, nanti juga pulang. Hehehehe… saya juga kangen sama rumah.

M: Nanti kalau kakak sekolah, sepinya lebih lama.

S: Saya pulang nanti Ma, masa saya gak kangen rumah.

M: Iya ya.. Eh Kak, katanya kakak mau jadi penulis. Nih, kakak lupa ya Mama beliin ini dulu
Kata Mama sambil menyodorkan buku tebal dengan cover merah yang dulu pernah Mama belikan untuk saya. Belum pernah dipakai karena lebih sering menulis di komputer.

CAM01011Buku catatan bercover merah dari Mama [emoji black heart suit]

M: Nulis itu kak, lebih lengkap dan lebih diingat kalau ditulis tangan. Bisa dibawa kemana-mana juga. Mulai sekarang, tulis semua pengalaman kamu setiap hari di buku ini. Nanti pas kamu mau nulis buku, kamu tinggal liat ulang catatan kamu.

S: Iya Ma, nanti saya jadi penulis ya.

M: Iya… kan kamu yang bilang, pengalaman kamu harus jadi pelajaran bagi orang lain. Nulis yang bener ya… waktu cuman 24 jam, mungkin kamu harus luangkan setiap hari minimal satu lembar.

S: Tapi saya gak tahu apa tulisan saya bisa bagus… apa akan dibaca orang… apa akan menarik…. apa gak apa, Ma

M: Loh… kalau melakukan sesuatu itu jangan pikirkan persepsi orang lain dulu, pikirkan bagaimana kamu bisa melakukan semuanya dengan baik. Udaaaah…. kalau kamu sudah melakukan yang terbaik, hasilnya gak akan jelek. Setidaknya Mama pasti mau baca.

Untuk beberapa hal, rasanya bahagia banget… saya yang biasa-biasa ini, punya Mama yang luar biasa, mau mendukung segala hal yang dilakukan anaknya. Kalau saya menjadi seorang Mama nanti, saya belum tau apakah saya akan bisa sebaik itu atau gak. Untuk beberapa hal, rasanya nyesel banget sering ngomel-ngomel ke Mama… huhuhuhuhu~ she is very kind woman.

Kalian tahu bagaimana rasanya ketika tahu bahwa di alam semesta ini ada satu orang yang secara tulus dan sungguh-sungguh terus mendukung kita, satu orang yang selalu bilang “Oh come on… kamu pasti bisa! Kamu pasti berhasil!” Saat kalian tahu itu, apapun alasannya rasanya ingin bangkit berkali-kali setelah jatuh… rasanya tidak mau membuat dukungan itu sia-sia. Ada resonansi antara dukungan itu dengan semangat untuk terus berjuang, sebuah resonansi yang tidak bisa dijelaskan dengan rentetan ilmu pengetahuan. Dan dukungan setia itu saya peroleh dari Mama.

Apapun yang akan terjadi, I’ll make my mom proud!
Mungkin tidak akan bisa membayar semua jasa Mama, tapi mungkin itu bisa bikin Mama happy.
And if someday I write a book, it must be very great book… supaya bisa banyak yang baca dan semua bisa baca cover depannya “Special for the best Mom in the world 🙂 ”

Ah semoga~

 

A little about my mom :)


Sepertinya saya benar-benar terjangkit insomnia deh, jadi kalau malam benar-benar tidak bisa tidur. Sedikit menderita karena beberapa hari ini saya lupa password blog ini, errrr…. jadi mau curhat di blog juga nggak bisa. Selain itu kerjaan juga numpuk sampai harus dikerjakan sampai subuh beberapa hari ini 🙁 huwaaaaa jadi nggak karu-karuan.

Hari ini cerita apa ya? Nggak usah certain kerjaan lah ya, membosankan banget. Ah iya, cerita tentang Mama saya aja kali ya. Untuk yang belum tahu, Mama saya sekarang masih dalam masa pemulihan dari stroke-nya. Kalau dulu waktu masih fit banget bisa keluyuran kemana-mana, sekaran jalannya kurang lancar jadi belum bisa jalan jauh-jauh.

Saya sebenernya males ditatap dengan muka iba oleh beberapa orang yang baru tahu kalau Mama sakit, oh c’mon gw nggak secupu itu sampai harus dapat rasa iba dari orang lain. Apalagi kalau tau ayah saya sudah nggak ada bla…bla…bla… aduh udah deh, life must go on, never cry for me, just pray for me. Apa saya yang gengsian ya? Kayaknya saya saja yang merasa risih. Memang bukan hal yang mudah… tapi selalu ada hal baik dari setiap peristiwa kan, I love my life… I love my family… Because I love them so I accept their pluses and minuses, simple kan? Posting ini sekaligus menjelaskan bahwa I’m okay, no matter what 🙂

Saya cerita tentang Mama dulu deh.

Don’t worry about my Mom, she is  much much much better now. Sekarang udah bisa jalan, masak, pokoknya udah bisa menjalankan aktivitas seperti biasa. Cuman ya, belum lancar. Mama kan udah kena stroke yang kedua kali, jadi pemulihannya memang agak lama. Hingga hari ini saya masih selalu nemenin kok kalau Mama berobat. Tapi sekarang sih memang harus banyak fisioterapi-nya supaya geraknya kembali seperti semula. Cuman Mama kadang suka males juga :p Bayangkan, kemarin tuh Mama udah semangat 45 mau jalan-jalan pagi, sekalian mau beli sayuran gitu *padahal Mama tuh biasanya semua tukang di telepon buat delivery order ke rumah :p, keren kan ?* baru sampe depan pintu pager udah langsung pegang handphone “Aduh, panas deh… telepon aja kali ya mamang sayurnya, atau nyuruh pak danu ya?” (NB : Pak Danu itu yang suka ngurus kebun di rumah), errrrrr…. saya sama adik saya langsung doeng gitu. Dasar deh, udah kebiasaan dimanja jadi sekarang kayak gitu.  Karena saya memang punya gen kejam, jadi langsung melototin Mama dan bilang “Mana yang mau belajar jalan?” dengan nyengir kuda akhirnya Mama menggagalkan aksi telepon asisten-asistennya dan taraaaa bisa sampe juga tuh ke tiang listrik belakang rumah. Bisaaaaa~ cuman suka gitu deh.

Orang-orang yang ngeliat saya pasti mikir, how cruel am I. Sebenernya sedih loh diomongin gitu sama orang-orang *Yeaaaah buat informasi aja… gw ini nggak tuli*http://www.emocutez.com, tapi orang yang paling sayang ke Mama saya ya saya ini. Yang paling tau hal terbaik buat Mama, ya saya… yang paling paham kondisi Mama saya juga saya. Kalau nggak dipaksa gitu gak akan belajar… Mama kan pengen setelah sehat kembali jadi pendekar kayak dulu lagi, ya harus sedikit demi sedikit dilatih lah. Kalau di rumah mah pasti langsung diem setelah kena film korea  -.-. Jadi setiap pagi terpaksa anaknya ini harus sedikit kejam.

Oiya, untungnya lagi… pas mama jalan-jalan beberapa hari yang lalu, tanpa sengaja nemu terapis yang bisa dipanggil ke rumah gitu. Bapak terapisnya kebetulan lewat depan rumah setelah ngobatin salah seorang tetangga yang kena stroke juga. Waaaah, rupanya manusia memang banyak yang jahat tapi Allah selalu baik. Happy banget deh, jadi nggak usah capek-capek ke rumah sakit atau ngunjungin tempat berobat yang harganya gilo-giloan.  Sekarang lagi mulai terapi di rumah, dan kata Mama ngerasa jauh-jauh lebih enak dan saya liat progress-nya juga udah mulai keliatan.

Oiya, kalau kalian mau tau… apa yang saya hadapi memang berat, apalagi pertama kali Mama kena stroke wuiiih hampir gila kali. Tapi bukan karena saya ngerasa nggak bisa menghadapi hal ini, cuman kadang capek aja dengan apa yang beberapa orang bilang. Kayaknya saya kok bodoh banget sampai Mama sakit bla…bla…bla… saya terlalu sibuk kuliah dan keasikan dengan rutinitas saya di kampus, dsb…dsb…dsb… waaah pokoknya sedih banget. Saya ini kalau di game RPG pasti masuk tipe petarung, apapun yang terjadi pada saya, saya selalu percaya saya bisa mengatasinya… tapi saya ini agak benci apa yang saya lakukan harus dikritisi oleh orang lain. Bukan berarti tidak menerima kritik orang lain, tapi please don’t say anything if you know nothing!

Ada lagi pengalaman yang bikin saya BT. Pernah waktu mama sakit dan masih susah bangun, ada ibu-ibu yang datang ke rumah. Modusnya sih nengok, tapi demi apapun saya dan mama saya nggak kenal sama 2 ibu-ibu itu. Udah manis-manis ngomong, mereka bilang teman dari tetangga belakang rumah saya. Oh yeah… okey baik sekali. TAPIIIIII…. betapa kagetnya saya setelah lama kelamaan mereka jual obat gitu, owalaaaaaah sales “PERSEPOLIS” (NB: Nama sengaja disamarkan, tapi pasti pada tau kan). Nawarin paket yang 5 juta lah…la li lu… coba menurut kalian saya pantas marah nggak? saya kesel lah… Mama saya itu lagi sakit kali, nggak punya hati nurani banget. Begitu marahnya saya sampai kayaknya saya tidak cukup halus mengusir ibu-ibu dari rumah saya.

“Silakan, Bu… ini no.HP saya kalau Ibu berminat nyoba. Cuman 5 juta kok”
“Maaf, Ibu… Mama saya harus istirahat lagi”
“Oh, iya silakan. Teteh aja yang pegang no.HPnya”
“Oh tidak, Bu… terima kasih. Saya rasa kami tidak membutuhkannya sekarang. Masih ada yang bisa saya bantu, Bu? Jika tidak mohon maaf mungkin Ibu bisa membiarkan kami beristirahat” Kata saya sambil buka pintu lebih lebar :p
“Kok gitu, Teh? ini banyak mengandung vitamin E loh, Mbak? Bagus buat syaraf”
“Oya? Maaf ya, Bu. Mama saya stroke, Bu… bukan ibu hamil.”
“Hah?”
“Mohon sebelum Ibu mempromosikan produk Ibu, Ibu pelajari dulu tentang produk Ibu sebaik mungkin. Syaraf itu biasanya vitamin B, Bu… bukan E. Maaf ya, Bu mungkin saya salah tapi dari yang saya ketahui yang fungsi utamanya untuk syaraf itu golongan vitamin B deh bukan E. Atau perlu kita baca bukunya bersama, Bu? Atau saya tidak beli obat Ibu tapi saya belikan ibu buku tentang vitamin?” Jawab saya jengkel.
Muka mereka mulai nggak karu-karuan dan taraaaaaa usiran saya efektif, mereka langsung pulang . Mama saya marah-marah karena kata Mama saya bisa mengusir dengan lebih baik dan benar. Bodo amat deh…  bukan cuman masalah tindakan mereka yang menurut saya nggak berperikemanusiaan itu tapi juga kebodohannya yang aduhai. Saya kan paling sebel denger orang yang nggak prepare untuk presenting sesuatu di depan saya. Kalau mau menjelaskan sesuatu ke saya maka kuasai dulu dong ilmunya, saya emang nggak pinter tapi saya kan nggak bodoh-bodoh banget juga.

Sejak saat itu, muncul lagi bisik-bisik kalau saya wanita terjutek. Udah ansos… jutek…sok pinter wuih udah deh perfect banget kan gw :p. Saya seperti biasa cuek-cuek aja, buat apa denger orang… saya berani karena saya benar. Lama kelamaan hilang juga tuh bisik2an itu. Hahahaha, cuman memang geng Ibu-Ibu yang jual obat itu jadi nggak pernah sekalipun menampakan batang hidungnya ke rumah saya lagi. Yaaaa… bagus deh, saya juga nggak butuh.http://www.emocutez.comOiya, itu juga alasan kenapa saya benci banget MLM dan obat “PERSEPOLIS” itu, sungguh bukan masalah obatnya atau apalah… saya cuman inget kasus ini aja, kalau inget lagi heeeeeeuuuuuuuh keselnya sampai ubun-ubun deh.

Sejak saat itu ya semua pengobatan yang memungkinkan buat Mama saya jajal. Senang sekali banyak yang membantu. Karena Mama itu orang yang care sama banyak orang jadi banyak yang care sama Mama, belum lagi keluarga saya adalah kumpulan orang-orang yang sangat baik hati. Jadi hingga saat ini merasa sangat bahagia dan terbantu oleh banyak orang. Di rumah juga kayaknya Mama happy-happy aja, walau cuman punya anak 2 ekor dan kucing 6 ekor tapi rumah saya itu rame banget… karena penghuninya orang-orang yang heboh-heboh banget. Kalian akan ngerti kalau dateng ke rumah saya… not a perfect family but always such a happy family.

Udah happy-happy begini, masiiiih ada aja yang iseng ngomongin lagi. Sejujurnya saya ini asisten riset di IE, IPB. Saya itu males menjelaskan pekerjaan saya… ya, gimana ngejelasinnya coba? Emangnya ini di Jepang dimana title sebagai researcher, scholar, asisten lab, dan semacamnya dipahami dan dihargai dengan baik? Masih ada aja yang bilang saya kok tega banget nggak ambil kerjaan saya di bank, nggak nyari lagi, bla…bla…bla… intinya sih saya terlihat kejam, kok Mamanya sakit nggak cepet-cepet cari kerja yang jelas, buat apa sih sekolah lagi emang penting  bla bla bla. Sakit nggak? Emang sih gaji saya gak wah dan nggak tentu. FYI, kalau lagi sepi project gaji saya ya gak lebih wah dari pegawai tempat foto kopi di kampus, tapi kalau lagi banyak project riset saya langsung kaya raya. Apapun itu, saya toh masih bisa ngasih ke Mama saya walau belum banyak dan saya masih bisa-bisa aja traktir adik saya… temen2 saya… murid kelas saya… Hal lainnya? Ya keluarga saya itu orang-orang yang sangat baik, jadi saling bantu membantu. We have no problem! Kenapa sih orang lain harus bermasalah dengan saya?

Why is everybody so obsessed?
Money can’t buy us happiness
Can we all slow down and enjoy right now
Guarantee we’ll be feelin’ alright

Everybody look to their left
Everybody look to their right
Can you feel that? Yeah
We’ll pay them with love tonight

(Price Tag-Jessie J)

Saya juga cuman apply beasiswa sampai Juli ini kok, setelah itu mah saya cari kerja beneran. Saya kan salah satu generasi muda yang mau jadi PNS hwahahahaha jujur banget :p karena bagaimanapun saya jadi policy maker atau praktisi. Saya sudah capek mendengar semua anggapan beberapa orang pada saya, jadi akan tiba suatu waktu dimana negeri ini harus mendengarkan saya! hahahaha ambisius banget ya? Keadaan dan waktu yang mengajarkan saya hal ini semua.

Permintaan saya pada dunia ini kan cuman satu, just wait and see. Saya sudah memikirkan segalanya dengan sangat baik kok. Sejujurnya, kadang bener-bener mau nangis dan mikir apa mau nyerah aja ya. Tapi harus ada hal-hal keren yang saya lakukan dalam hidup saya, tepatnya… semua hal harus saya lalui sekeren mungkin! Jadi, jika kelak saya harus pertanggungjawabkan ke hadapan Allah, Allah harus memuji beberapa pekerjaan yang saya lakukan dan bilang “Okey! You’re so great. Tidak semua… tapi beberapa hal kau lakukan dengan sangat baik” Nggak apa deeeeh nggak semua hal dipuji, sedikit aja udah seneng banget.

Masihkan dunia ini sedikit toleran memberikan saya waktu?

Waktu untuk menunjukkan bahwa saya akan menjadi seseorang yang membanggakan.
Apapun pendapat kalian, saya sedang melakukan hal-hal yang luar biasa, akan menciptakan hal-hal yang luar biasa, dan menjadi orang yang luar biasa. Yah, semoga 🙂
Udah ah… mau shalat dulu, terus mencoba boboks. Semangat semuanya! kita berjuang sekuat-kuatnya ya.http://www.emocutez.com

Karena keadaan yang akan mengajari kita…


Tepat 101 tahun yang lalu… Pada tanggal yang sama… tanggal 31 Maret, Menara Eiffel diresmikan dan resmi pula di buka untuk umum. Pada hal yang wajar jika tanggal 31 maret ditetapkan sebagai ulang tahun menara eiffel. Jadi…. SELAMAT ULANG TAHUN MENARA EIFFEL http://www.emocutez.com
Dan… pada tanggal yang sama 21 tahun yang lalu… seorang marissa malahayati terlahir di dunia…. Jadi SELAMAT ULANG TAHUN MARISSA http://www.emocutez.com

Itulah mengapa… kalau ditanya negara yang paling mau gw kunjungi itu apa, maka jawabannya sudah paling klop PERANCIS, alasannya simple, gw mau ngerayain ulang tahun berdua bareng menara eiffel *okey stupid reason http://www.emocutez.com*

Salah sih, harusnya harapan itu ke Mekah duluan ya baru ke Paris… entahlah, otak gw masih diselimuti kabut kejahatan *halah*

Walau bukan orang yang merayakan ulang tahun (karena sejujurnya menyakitkan juga saat tau jatah hidup semakin berkurang tapi hidup masih gini-gini aja… kapan??? kapan gw ngebahagian keluarga gw? membuat mereka bangga? dsb…dsb…dsb…) tapi apapun itu ulang tahun menjadi momen dimana gw bisa tahu betapa banyak yang menyayangi gw sampe punya waktu buat inget2 gw ulang tahun! Gw ajaaaaa…. gw…. jarang bilang selamat ulang tahun ke orang lain bahkan ke sahabat gw sendiri memang gw kejam http://www.emocutez.com nggak apa yang penting tetap manis http://www.emocutez.com. dan tentu saja karena ingat umur jadi momen ini jadi ajang introspeksi atas kelakuan2 jelek yang gw lakukan http://www.emocutez.com

Ok! kita sudahi pembicaraan ngalor ngidur di atas…
Kalian tahu…? Saat  ini banyak sekali hal yang gw pikirkan sekaligus gw pelajari.
Sejak mama sakit kurang lebih sejak 3 minggu yang lalu, sejujurnya gw sudah tidak peduli dengan apa itu ulang tahun… tidak peduli apa yang terjadi di kampus… bahkan dengan sangat legowo gw biarkan skripsi gw terbengkalai. Sekilas semuanya terlihat semrawut! Bayangkan! Seorang Marissa… anak perempuan yang sangat manja pada Mamanya… yang punya ambisi dengan cepat menyelesaikan segala sesuatu *bahkan kadang terlihat gegabah*, tidak sabaran, tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga dengan baik, kini saat Mamanya sakit Ia harus melakukan hal-hal yang bahkan tidak pernah terbesit di pikirannya sekalipun….

Kalian tahu? Keadaan akan mengajarkan dengan sendirinya bagaimana cara kita berperilaku dan mengambil keputusan.
Agar gw tidak  terlalu banyak mengulang-ngulang cerita…. izinkan gw ceritakan segala halnya hari ini… di hari ulang tahun gw http://www.emocutez.com

My Life as a daugther and as a sister….
Dan saat tuan putri manja ini harus menaiki tahta menggantikan posisi Yang Mulia Ratu untuk memimpin kerajaan rumah, kehidupan tuan putri berubah 180 derajat…. pokoknya sensasinya beda.
Setiap hari ngurus keperluan Mama… keperluan adik… keperluan kucing…. huwaaaaaa sibuk sekali, apalagi kalau pagi.
Kalian tahu! Ngurus anak sekolah itu ribet banget! Makannya lah~ seragamnya lah~ sepatunya lah~ apalagi adik M-on anak cowok jadi berantakan *eh gw juga berantakan sih* celana di mana… kemeja di mana…. Allahuakbar~

Setelah dia pergi sekolah *yes~ cabut juga nih anak* maka tentu harus ngurus Mama dan Kucing…
Sejak sakit, Mama jadi manja http://www.emocutez.com dan yang paling bikin pusing waktu awal-awal *dan Mama masih parah strokenya*, Mama jadi gampang nangis… jadi kalau keinginannya terlambat aja dipenuhi bisa nangis-nangis http://www.emocutez.com awalnya sih sempet ngomel2 juga di dalam hati… tapi gimana lagi, sewaktu sehat Mama kan lincah banget, lebih lincah dan ceria daripada gw gitu loh! pasti tersiksa ya di tempat tidur terus. Tapi sekarang…waaaah Mama udah mulai bisa jalan http://www.emocutez.comtapi yaaaa memang harus sabar… dan harus rajin nemenin mama berobat. Seneng banget liat Mama sedikit demi sedikit mulai pulih, walau mungkin bagi gw yang dulu hal ini sangat lambat *dulu kan gw orang yang nggak sabaran* Mama memang masih harus dimandiin dsb… termasuk dijagain supaya jangan jatuh soalnya jalannya Mama masih goyang-goyang, kan serem juga…. waaaah orang tua gw satu-satunya tuh, apapun taruhannya harus gw jaga baik-baik.

Hal keren lainnya:
1. Gw belajar MASAK http://www.emocutez.com*iyalaaaah~ mau makan apa adik sama Mama gw kalo gw nggak masak?*
2. Gw belajar nyuci dan nyetrika dengan rapi.
3. Gw belajar nggak manja
4. Gw belajar BELANJA http://www.emocutez.com *Ini siksaan yang sesungguhnya*
5. Gw belajar mengenal KANAN dan KIRI dengan lebih lancar *untuk kalian yang belum tahu, gw punya kesulitan dalam hal membedakan kanan dan kiri… memang tau tangan kanan itu buat makan dst..dst… tapi kalau kalian bilang “Saaaaa… ambil piring yang sebelah kaaaanaaaaaan” Habislah… mikirnya pasti lama banget, jangan dihina ini murni penyakit dari kecil jangan sampai anak kalian nanti punya kelainan kayak gw http://www.emocutez.com* Kalian tahu…. pusingnya setengah mati kalau Mama udah bilang sesuatu yang berkaitan dengan kanan dan kiri “Kak ambilin seragam adik kamu di lemari sebelah kiri”, “Kaaaak… ambilin obat yang ada di kotak obat sebelah kanan lemari” Huwaaaaa bunuh aja saya, Maaaaa…. lebih parah lagi kalau Mama bilang “Sa.. belanja yaaaa.. tokonya di sebelah kanan bla…bla…bla… belok kiri bla…bla…blaaaa” selamat nyasar sampai tempat tujuan deh http://www.emocutez.com

Sebagai kakak tugas gw lebih heboh lagi! Soalnya Adik gw hanya bisa diatur oleh Mama…. huwaaaaaaaa….. sama gw mana mau denger dia? Tapi kalo gw galak-galak juga bisa di taekwondo sama dia, huwaaaa bisa mati gw http://www.emocutez.com berat laaah pokoknya ngasih tau adik gw, mungkin karena gw juga emosional. Salah satu orang yang agak lumayan nasehatin adik gw….mmmm… ada siiih…. seorang teman di kampus, tapi sudahlah~ wejangan dia ke adik gw juga nggak mempan lama. Untungnya adik gw punya guru taekwondo yang keren setengah mati~ Huwaaaaaa kayak guru kungfu di dunia persilatan di pilem-pilem deh, entah dikasih jampe-jampe dan wejangan apa, adik gw jadi lebih bertanggung jawab, berusaha untuk lebih mendengar apa kata-kata Mama dan Kakaknya *Hahahahaha~ harus atau tidak akan kuberi makan kau hahahahahaha http://www.emocutez.com*, dan tetep jaga prestasi di olahraga sekaligus di sekolahnya *Males-males gitu dia nggak pernah tersentuh remidial… cuman satu yang dia udah menyerah dan bilang setiap pelajarannya bisa bikin pingsan dan pelajaran itu adalah IPS…. oke, Nak… kakak juga nggak bisa bantu kalo IPS sih apalagi SEJARAAAAAH~~~ rrrrrr mengheningkan cipta mulai*

Capek ya ngurus dua orang rumah aja…. hahahahaha awalnya iya, tapi lama-lama terbiasa dan seneng-seneng aja. Rasa capeknya hilang sama rasa sayang dan bahagia kalau ketemu keluarga. Ah… kalian pasti tahu rasanya betapa berharganya keluarga itu, bukan?

My Life as a student…
STRESSS! Hiyaaaaa gw pun ganti judul dengan gegap gempita. jangan tanya rasanya…. MAU MATIIIII, MAN!
Mama jadi menyalahkan dirinya sendiri… *Oh… C’mon, Ma.. stop that! Ini salah anakmu yang sebelum mama sakit jadi pemalas kelas kakap http://www.emocutez.com*
Dosen PS… jadi merasa serba salah sepertinya di awal-awal sampai sms “Mon, keluarga yang utama” *Dan Ibu tidak tahu bahwa keluarga saya ada keluarga guru… badai topan menerjang hal-hal akademis yang utama, Bu http://www.emocutez.com* bayangkan… barisan keluarga satu per satu menanyakan gimana kabar skripsi gw. Helowwww…. ini kabar Mama dulu dong tanyain… please…. tolong matikan kameranya *hiyaaaa alibi*
Keluarga yaaaaaa udah tau sendiri kan
dan gw sendiri….? Hiyaaaaaaa bayangkan saat Mama sakit udah 3 orang yang seminar…. gw? NGULANG DARI AWAL karena ganti topik. selamat deh, Mon http://www.emocutez.com

Awalnya tertekan banget, tapi setelah itu bisa bangkit karena gw percaya pilihan gw adalah pilhan yang terbaik. Dengan ganti topik gw menggunakan data primer sekarang, jadi bisa selalu di dekat Mama nggak usah turun-turun lapang. kelihatan melambat ya proses gw bikin skripsi, tapi pilihan seperti inilah yang terbijak dan akan diambil oleh seorang anak bila Ia menghadapi kondisi yang serupa dengan gw. Gw ini anak sulung, ayah sudah tidak ada, adik satu masih kecil, Mama sakit, dan keluarga gw terhitung keluarga kecil, siapa lagi yang bisa menjaga Mama selain….gw sendiri? dan inilah kewajiban gw sebagai seorang anak. Hal yang aneh kalau ada yang kagum sama apa yang gw lakukan ini…. loooh ini wajar kok, apapun yang gw lakukan sekarang cuman kayak remah-remah roti aja. Ini bukan suatu hal yang heroik… ini tanggung jawab serta kewajiban seorang anak kepada orang tuanya. Aih…. kata-kata gw keren ya? ahahahahaha terima kasih http://www.emocutez.com *langsung hilang wibawa tulisannya*

Memang jadi agak lebih berat sih bahasan skripsinya, tapi… nggak apa lah… sulit bukan berarti mustahil. Oiya… betapa kagetnya juga gw saat baru hari ini gw dapat kabar perusahaan yang awalnya mau gw teliti rupanya dapat label “merah” huweeee~ Mungkin emang Allah menunjukkan bukan di sana seharusnya gw meneliti yaaaaah walau harus mengucapkan selamat tinggal buat topik sharia microfinance http://www.emocutez.com

My life as an ordinary girl…
gw kini lebih bisa bersosialisasi dengan orang lain http://www.emocutez.com gw kan susah bergaul. Gw mulai menyadari bahwa gw ini kemarin-kemarin terlalu kekanak-kanakan *sekarang masih sih* Gw juga orang yang tidak pernah mendengarkan perkataan orang lain. Begitu kerasnya gw sampai gw kadang merasa bahwa gw yang paling benar, bahwa logika gw adalah logika yang paling mendekati. Kini gw menyadari bahwa betapa pentingnya kehadiran orang lain di sekitar gw.

Gw bahagia sekali saat orang-orang kecil, mulai dari pedagang sampai tukang kebun yang sering gw temui dan gw mintai pertolongan seringkali mendoakan gw hal-hal yang baik… waaaaaah ini ya rasanya bersikap ramah kepada orang lain?

Gw juga senang sekali saat dapat banyak saran dan perhatian dari tetangga… teman-teman Mama… teman-teman adik… dan tentu teman-teman gw…. waaaah gw baru menyadari bahwa mereka lebih baik dan lebih tulus daripada yang gw kira.

Kalian tau? selama ini gw selalu berpikir… gw berjuang sendiri… berjalan sendiri… menangis sendiri… melakukan segala hal sendiri… gw bangga dengan kekakuan hidup gw itu, gw merasa hebat karena bisa melakukan segala hal sendiri. Tapi itu rupanya salah, ada banyak hal yang tidak bisa gw lakukan sendiri dan gw tidak sekuat yang gw duga http://www.emocutez.com

Jika kemudian banyak yang bilang apa yang gw lakukan ini keren… percayalah ini hal yang sangat sepele sekali… Kalian akan melakukan hal yang sama jika menjadi gw. Kalian tahu? Keadaan yang akan mengajarkan kita segala hal mengenai kehidupan. Apa yang gw lakukan ini tidak lebih seperti apa yang dilakukan seorang ayah saat mereka pergi bekerja ke kantor…. apa yang dilakukan Ibu saat mereka mengurus rumah… apa yang dilakukan seorang siswa saat mereka belajar mati-matian di sekolah… apa yang dilakukan pengamen anak-anak saat mereka mengorbankan sekolah mereka hanya untuk bekerja….semuanya demi diri sendiri dan komitemen pada keluarga, dan gw berharap bisa jadi amal ibadah *please Ya Allah…kalau bukan dari sini dari mana lagi?*…. hal ini tidak lebih sebuah komitmen saat kalian sepakat untuk menjadi khalifah di muka bumi ini sebagai anak, sebagai kakak, sebagai bagian dari masyarakat, dan tentu sebagai manusia.

Setidaknya Mama tidak boleh menyesal memiliki anak seperti gw http://www.emocutez.com
Setidaknya kalian pun jadi tidak perlu repot-repot mencari cara untuk menghapus ingatan mengenai gw karena seburuk apapun gw, gw sudah berusaha melakukan hal yang terbaik dan semoga kalian pahami ini.

Gw sangat bangga dengan apa yang gw lakukan… apa yang gw putuskan… dan apa yang gw jalani. Gw berharap setiap orang yang ada di sekitar gw menunggu dan melihat apa yang gw lakukan, karena kelak… gw berjanji akan membuat kalian bangga dengan apa yang gw lakukan, putuskan, dan gw jalani…

Semoga Allah meridhai… aamiin…

Okey~ selamat berjuang! Auuuuum http://www.emocutez.com

Complicated life this week!!! (Am I happy? Yes!! BUT…)


Yiaaaaaphh~~~ banyak hal terjadi minggu ini :)kayaknya harus ditulis dalam50 lebar kertas bulak-balik deeeh baru puas 😀

Huuufttt~~~ harus dirangkum nih kalo di blog 🙁 karena kata dosen IMK M-on duluuuuuu~~~ “Jangan terlalu banyak scroll…!” terus “Jangan bikin pengunjung web nggak tau info utama yang dimaksud apa” bla…..bla….bla… sempet mikir “Kayaknya cuman Beliau aja deh yang berhatiin acara remeh kayak gitu :p” Untung dosennya bae he1000000x 😀

Udah aaaaah cerita yaaaa…cerita…. mulai dari Economix dimulai sampai pada hari gw ngetik nih blog 😀

Let’s get it on!

7th ECONOMIX

Huuuuuuuaaaaaa~~~ nice experience in my life 😀
Walaupun awalnya agak2 gimana gitu~~~ eh lama2 cocok sama delegasi2 yang ada di dalam acara ini 😀 Let me introduce you 7th Economix delegates!!!! yuuuhuuuuuu~~~ ada yang dari philipine loooh 😀 ada yang ganteng he1000x…. sayang udah punya cewe’ dan bukan tipe gw :p

Photobucket

Sumpah yaaaa! Gw siih dibandingin sama para delegasi lain kayaknya belum apa2 deeeh…. Bahasa Inggris mereka okeh-okeh…. terus personality-nya menyenangkan! pokoknya keren deeeh… mungkin karena selama seminggu kami dibantai sama rangkaian2 acara yang super duper melelahkan kali yaaaaa ~~~ jadinya menggila bersama…tepar bersama 😀 pokoknya udah lumayan cukup kompak deeeh! SAMPAI PADA AKHIRNYA KAMI DIPISAHKAN OLEH WAKTU!!! duh kok gw jadi sedih juga ya 🙁

oiya…. kenalin juga… temen2 sekamar gw 😀

Photobucket

Yang tengah namanya Yunie…terus yang di sebelah kanan Anda (bukan diliat dari sisi monitor yaaaa :D) itu namanya Amelia (dipanggilnya Ameng)… Keren loooooh si Ameng 😀 dia kan masuk Final hua ha1000x… esainya tentang Mahkota Dewa gitu! Mambay 😀

Tanya gw sama tim gw dooong!
Nggak mau tau? wuuueeeeetsss terlalu kalian semua :p harus tau!!! ini kan blog gw 😀

Iyaaaa kami masuk semi final tapi GAGAL TOTAL DAN NGGAK MASUK FINAL!!!

Gw sendiri gak ngerti kenapa masuk Semi final! Gw yakin itu semua cuman karena kekuatan desain slidenya doang! Kayaknya harus sungkem sama dosen IMK gw he10000x… GAGAL SUDAH KEMBALI MODAL!
Tapi gw nggak rugi karena:
1.  Gw dapet banyak kenalan baru yang keren2…..!
2. Gw jadi dapet pelajaran berharga kalau nanti ikut lomba esai lagi DATA HARUS DISIAPIN SETENGAH MATI!
3.  Gw jadi sadar diri kalo kemampuan gw tuh belum nyampe mana2.
4. Gw jadi percaya bahwa kemenangan itu juga dipengaruhi oleh mantra yang namanya OPTIMIS!!! kepesimisan tim gw di semifinal malah ngabisin tenaga buat mikir dan bikin kami SUKSES TERELIMINASI!
5. many moreeeeeee~~~~ pokoknya seneng banget deeeehhhh
6. *rahasia :p it’s a woman secret~~~ you’ll never understand until you found the true person who supporting you with whole hearted :)* udah aaaah jadi ngehayal yang macem2 😀

Cerita sedihnya? banyak! Mulai dari gw yang kurang direstui ikut lomba  sama dosen gara2 ada UTS sampe acara farewell party yang bikin gw pusing setengah mati! 🙁 tapi nggak penting laaah buat dibahas 😀

Okey!!! masih banyak cerita

TEST TOEFL!

I wanna go abroad! That’s why I follow ITP test 😀
Tapi aduuuuh~~~~ GW NGGAK BISA DOOOOONG PAS BAGIAN 3 YANG BACAAN!!! APALAGI YANG TENTANG BURUNG!!!! APA MAKSUDNYA!!! GW BAHKAN NGGAK TAU ARTI DARI PARAGRAF YANG ADA ITU APA!!!!! SUMPAAAAAH GW STUCK!!!!

Kesel banget!!!!Photobucket
Dapet nggak ya 500? Tau aaaaah~~~ gw shalat tahajud aja banyak2! karena katanya doa bisa mengubah takdir :p GW SERAHKAN MIMPI GW KE ALLAH SWT!!!! *Please ya…Ya Allah…Allah baik deeeeh 🙂 *

Udah aaaah! Nggak napsu gw nulisnya!

PLAN FOR MY MOTHER BIRTHDAY PARTY!

Ini yang bikin gw mau nangis!!

Photobucket

Kawan! ada hal yang gw ingin beri tahukan pada kalian!
Gw bersumpah! Gw sayang banget sama Mama gw~~~ sayang sesayang-sayangnya!

Gw udah ngerencanain sebuah surprise party buat tanggal 17 November nanti 😀

kalian tau?
Gw banting tulang nabung buat itu semua kawan! Gw kumpulin uang jajan gw… ada yang ngasih gw kerjaan ngajar sana-sini pun gw datengin cuman buat uang! IYA GW SERIUS!!!

Gw seneng banget pas uang gw kekumpul sedikit demi sedikit! BAYANGKAN! Hasil usaha gw sendiri kawan!

karena nilainya nggak seberapa… so gw selipin deeeh uang itu di sebuah kantong kaen dan gw simpen di kamar! Ada juga yang gw simpen di buku diary gw 😀 gw punya asumi kalo itu semua nggak akan diubrak abrik siapapun 🙂

BUT I’M TOTALLY WRONG!!!
Tanpa sepengetahuan gw…. Mama gw meminjam uang tabungan gw! Gw tau dan gw sangat ikhlas kalau Mama mau ambil uang gw… BERAPAPUN!!! Tapi gw kecewa karena:
1. Mama nggak bilang dulu kalau memang lagi butuh uang.
2. KENAPA HARUS UANG TABUNGAN GW YANG ADA DI TEMPAT ITU????

gw paham! Mama itu single parent dan kebutuhan segala macem semakin mahal. Gw tahu Mama juga suka nggak tega nagih uang honor gajar privatnya :).  Tapi please tell me, Mom! Apa sih yang nggak buat Mama? Mama tinggal sebut dan gw akan usahakan! Bahkan kalo gw harus mati pun gw akan kejar!!!!

Gw sedih banget pas liat tabungan gw abis Photobucketgw sedikit jengkel sama Mama *dan gw tahu itu salah* Mama juga janji akan ganti uang gw dan gw tahu Mama akan gantiin dan sejujurnya selama ini gw nggak peduli mau diganti ato nggak!
BUT I NEED MONEY FOR FAST!!!
I WANNA GIVE HER SOMETHING SPECIAL FOR HER BIRTHDAY!

Apa gw salah?
Gw cuman kecewa! Itu aja….
Gw mempersilahkan kok Mama gw ambil uang dari rekening gw karena selama ini gw dapetin apapun pasti gw niatkan untuk Mama gw….! Kapan sih gw foya-foya? Paling banter 200rb buat beli buku! Dan itupun gw baca! Gw anak baik2…..!!!!!

ARGHHHHHH!!!! hati gw mengkel nih! Tapi nggak punya temen curhat 😀 ha10000x…. udahlah… gak papa…nanti gw mulai lagi aja dari awal 😀 insya Allah ada gantinya 🙂 doain aja ya 😀

*pengen nangis 🙁 tapi lagi di Warnet :(*