Super Short Trip to Hiroshima (and a small tips if you plan to go there ;) )


Setelah di timpuk aneka PR (dan masih menumpuk) karena dikejar deadline submit jurnal Maret ini, dengan gegap gempita seorang Marissa memutuskan untuk kabur ke Hiroshima. Jumat 23 Desember adalah hari libur nasional di Jepang, jadi yo wis lah… 1-2 hari juga ndak apa yang penting libuuuur. Karena niatnya memang “kabur” jadi yaaa ndak bilang-bilang sama Sensei kalau akan ciao ke Hiroshima. Walhasil Beliau dengan ceria dan senyumnya yang manis langsung memberikan “hadiah” berupa PR untuk programming dan research progress. Dengan senyum manis tersungging, kami mah ngangguk-ngangguk aja, sambil mikir “Waduuh harus gotong laptop nih”

Namun memang ya bocah-bocah durhaka. Saya sih bawa laptop, tapi alhamdulillah tidak disentuh. Saya kira saya yang paling malas dan durhaka dan akan diazab Allah, rupanya “sohib-sohib” saya di lab pun serupa! Mereka malah sudah menggotong peralatan ski dan kelupaan membawa laptop mereka :’D Alhamdulillah, di tempat tujuan mereka gak bisa ski karena badai MWAHAHAHAHAHAHA. Allah juga tahu siapa yang dosanya lebih serius perihal ini.
Lucu sih karena pada akhirnya malah dapat LINE dari para mahasiswa durhaka “Marissa, how about your homework? Wait! What homework btw?” hahhaa lha piye…
absurb lah my PhD life.

Hiroshima: A Recommendation if you are a backpacker with super limited time!
Saya sudah lelah ditanya “Mon, kira-kira di Jepang harus liat apa ya? Kalau ke tempat X berapa lama? Terus bayar berapa? Di Tokyo hotel yang murah apa?”
Ada beberapa hal yang salah kaprah di sini:

1. Saya jarang jalan-jalan… Kan kalian tahu saya ini “cat person” setengah mati. Keluar rumah? Capek? Lha… di rumah anget dan banyak makanan yaaaa ngelungker di balik selimut
2. Kalau kalian tanya Tokyo, saya sendiri saja…. yang 2 tahun di Tokyo masih menahan tangis kalau liat harga hotel. Akomodasi di Tokyo itu mahaaaaaaaaaal.

Tapi kali ini saya tahu,  rekomendasi jika kalian mau backpacker, hanya 1-2 hari, dan budget agak sedikit terengah. I recommend: HIROSHIMA.
Alasannya:
1. Main attractionnya tidak saling berjauhan, jadi kalau hanya ingin explore main attractions… pasti sempat lah.
2. Penginapan dan transportation cost tidak terlalu mahal.

Minusnya, yaaaa jauh dari Tokyo. Kalian bisa naik overnight bus dari Tokyo (12 jam) , naik shinkansen (sekitar 3 jam), atau take a flight ke fukuoka airport lalu lanjut dengan kereta atau bus. Kyoto juga super recommended sih, tapi ketika musim libur datang saya merasa Kyoto jadi terlalu ramai.

Dari Hiroshima station, kalian bisa langsung jalan kaki dan berjalan ke area kuil salah satunya Hiroshima Toshogu Shrine yang letaknya di Futaba Mt. Nah satu bukit ini ke atas itu kompleks kuil, jadi jika kalian kuat nanjak, mendaki gunung melewati lembah, kalian bisa melihat banyak spots di sini. One of my favorite adalah Kinko Inari Shrine, karena jalan menuju kesana menurut saya “camera-able” karena torii dengan warna merah menyala itu nendang banget di kamera

Image and video hosting by TinyPic

Gate ke Toshogu Shrine

Image and video hosting by TinyPic

Jalan menuju Kinko Inari Shrine

Image and video hosting by TinyPic

Pemandangan selama mendaki gunung melewati lembah

Dari situ, harus ke Miyajima lah. Ini bagus banget! Jadi jika kalian ke Hiroshima dan gak mampir ke Miyajima, aduuuuh… bye~sayang banget. Ini agenda wajib! Sebenarnya sih si pulau kecil ini official name-nya Itsukushima, nama beken-nya ya Miyajima itu. Jika ada waktu lebih banyak lagi, kalian harus menjajal naik ke Mt.Misen.

Miyajima ini terpilih sebagai salah satu UNESCO World Heritage. Awalnya sih mikir, ya ampuuun sebagus apa sih? Kuil itu mau sebagus apa lagi?
Rupanya satu komplek pulau kecil ini, shrine area yang dikelilingi gunung dan laut. Jadi scenic banget sih. Better you see this one
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Cantik kan…
Belum lagi makanan di sini yang enak banget! Kuliner khas di Miyajima adalah tiram dan belut. Untuk makan siang saya menjajal goreng tiram di sini…. dan ENAK! Ya ampuuun enak banget. Untuk menghindari kalian yang bisa ngiler, foto sengaja saya blur HAHAHAHAHA
Image and video hosting by TinyPic

Saya juga beruntung karena ketika saya datang, kota Hiroshima rupanya sedang mengadakan even light festival besar-besaran :’D dan venue illumination festival ini hanya 3 menit dari guest house tempat saya menginap HHAHAHAHAHAHA. Lucky Marissa…. untuk kalian pecinta bokeh photography, it such a heaven…
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Keesokan harinya, pastinya dong sudah sampai Hiroshima kok gak liat Hiroshima Atomic Bomb dome! Wah pelanggaran berat. Kebetulan tempat saya menginap juga dekat dengan area ini.
Nah Atomic bom dome, Memorial museum, dan Hiroshima castle itu areanya berdekatan jadi kalian bisa keliling dan lihat semua spots ini dalam satu hari dengan jalan kaki atau sewa sepeda. Itu pun kalian masih sempat jalan-jalan di tempat gaulnya Hiroshima di Hondori St.

Rekomendasi saya sih, ke Hiroshima castle dulu ya… karena dia agak jauh sedikit.
Image and video hosting by TinyPic

Dari situ enjoy Atomic bomb memorial park.
Image and video hosting by TinyPic
Saran saya, kalian HARUS masuk ke Hiroshima Peace Memorial museum karena it is open your mind banget, tiket masuk hanya 200 yen!
Image and video hosting by TinyPic
Awalnya saya ke museum juga hanya sekadar nitip tas karena lokernya gratis (HAHAHAHHA). Tapi karena penasaran, akhirnya mampir juga dan rupanya memorable banget, dan setelah keluar museum kalian pasti tergugah dan bakal bilang “No more war in this world!”

Rasanya juga mau nangis ketika membaca cerita para korban bom atom Hiroshima. Makin sedih lagi ketika melihat origami yang dilipat oleh Sadako Sasaki-san, bocah cilik yang terkena leukeumia karena efek radiasi bom atom.
Image and video hosting by TinyPic
Lebih sedih daripada film One Liter of Tears sih. Namanya bocah masih polos gitu kan, dia berharap dengan melipat 1000 origami burung bangau bisa mengantarkan doanya untuk sembuh terkabul. Aduh… aduh… gak kuat deh, it is too sad for me. Oiya ada bukunya loh, kalau gak salah terbitan Penguin publisher, judulnya Sadako and the Thousand Paper Cranes.

Budgeting!
Kalau kalian pecinta privacy, rekomendasi saya adalah menyewa kamar di Ryookan,. Ryookan ini rumah tradisional Jepang, tidurnya pun di futon alias kasur lipat. Tapi kamarnya luas, dan ada private room. Ada beberapa Ryookan di Hiroshima, jadi coba aja cari. kalau mau lebih murah lagi yang kamar di dorminatory room atau capsule hotel. Agak sakit punggung sih… dan saya kan rewel ya jadi males ahahaha.

Capsule hotel: 1500-2000 yen per night
Ryookan: 3000/4000 yen per night—–5000/6000 yen per night in peak time for private room
Hotel 3 stars      : 5000/6000 yen per night—- 6000/10000 yen per night in the peak time for private room.

Untuk transport ferry dari hiroshima city ke miyajima biasanya around 1000-2000 yen round trip. Tergantung kalian naik dari mana.

City bus dan trem 160-220 yen asal tau rutenya

Kereta 160-400 yen tergantung jarak

Just IMO sebagai mantan anak Tokyo, range harga di atas cukup rasional dan affordable.

Sekian deh laporan singkatnya.
Selamat jalan-jalan… 😉

 

Yummy and Happy places in Tokyo Skytree: My personal review


Well… so some people ask me to draw something again… I would love too but arggghh this is my last semester in master degree :’D but okay! I am checking “search keywords” in my blog and some people are searching for my review for some places in Japan. I am not really good in reviewing something, however I will try my best while it is not takes too much time 😉

My review today is: Tokyo Skytree… the tallest tower in Japan so far. But if you are student (or unfortunately a tourist with limited budget), go to the peak of this tower is considerably expensive, but don’t worry! there are still lots of fun you may found here.

However, I have limitation… I love foods (No love like love to glorious foods), but while I am Moslem I can’t eat everything. So, yeaaah I should tell you my review (of course) has a lot of limitation. But here it is! I also make a doodle for it

Image and video hosting by TinyPic

1. Postal Museum Tokyo
If you are a philatelist, love stamps, love postcard, you can’t pass this place!
Small but neat and nice museum! While I am a philatelist and postal stuff lover, I can stay here for hours.
Image and video hosting by TinyPic

You may see a long history of Postal system in Japan… and please don’t be surprised, you also can check stamps collection from all around the world! I am really amazed because I also found complete series of Indonesian stamps here, I can found it more complete than what I found in Indonesia.

It is very cheap also, just 300 yen you can enjoy and enter this museum! Then don’t forget to visit the museum shop, find some interesting postcard and send it to your beloved one (or maybe yourself :’D ) ah! if you lucky enough you also can find some old stamps for complete your collection. Good luck, Philatelist!

This is the address:
Tokyo SKYTREE Town Solamachi 9F, 1-1-2, Oshiage, Sumida-ku, Tokyo, 131-8139, Japan

2. Ice Cream in Hokkaido Milk Land
Hokkaido is famous with delicious sushi, awesome ramen, delicious food, and high quality milk. But as if you are in Tokyo and you just trapped in Skytree, maybe some hokkaido milk ice cream will make you smile 🙂
Image and video hosting by TinyPic

I am Ice Cream lover, so no matter what I will always say it is delicious. But for me… it is very smooth and perfectly melt in your mouth. The price is slightly more expensive than regular ice creams, but if you really love ice cream…. I just can say: YOU SHOULD TRY HOKKAIDO MILK ICE CREAM!

When I went to Hokkaido with one of my best friend, before went back to Tokyo we bought Ice Cream, it sounds crazy because Hokkaido is somehow cold! But we just end up with complimenting the ice cream. Delicious is delicious….

3. Nana’s Green Tea
Image and video hosting by TinyPic

I recommend this place because I like green tea! everything with green tea is awesome for me. The place is cozy enough for writing, reading, working, or just chit chat with friends. And they also have lots of fish donburi bowl, which is relatively “safe”for me :’D So… I enjoy everything here although I am alone there huhuhuhuhu…

Price range is around 400-1500 yen. I think that a reasonable price for a cafe. And uh oh… you also can try Uji Green Tea… but I haven’t try it so I can’t give any review yet.

4. Ganso Sample Shop
One of my friend asked me where to find Food Sample accessories. There are lots, one of it is Ganso Sample Shop
Image and video hosting by TinyPic

Personally, I impressed with how great they are in making food sample… but shocked when looking the price :’D But we learn: Price is never lie. If you curious with the quality… okay then, I’ll give you the spoiler
Image and video hosting by TinyPic

with the same price I can buy 5kg rice :’D and it will last for about one month..huhuhuhuhuhu… too much broken heart when visit this shop.

5. Tokyo Skytree Souvenir Shop
Of course… you can find some souvenir here. In 5th floor 😉

Others (I found it also interesting and fun)
1. Kyukyodo (for some sweet Japanese style stationaries)
Image and video hosting by TinyPic

2. Clover leaf (for crispy taiyaki and cute waffle 😉 )
Image and video hosting by TinyPic

3. Lupicia (I become tea addict recently, I tried lots of tea sent by my penpal from all around the world and I started to find some tea shops which has complete tea selection. This one is complete enough)
Image and video hosting by TinyPic

That’s it 🙂
all picture here taken by my very old pocket camera while my brother challenge me to use my old camera instead of my DSLR. I hope the pic is still good.

Yeay! that’s it. Find your pleasure wherever you are 🙂

Istanbul: Kebab… Lira… Romantika Bosporus… dan kucing-kucing cantik. Sebuah sudut Eropa rasa Arabica…


You can’t compare Turkey with any other country in the world, because it is between Asia and Europa. You can’t compare it, you just need to come and visit this beautiful country” (-Mr. Yousef, in one day in my summer course in Finland)

Kuliah dan riset itu penat loh, jadi saya memutuskan cari conference somewhere sekalian lihat tempat baru dan menuh-menuhin lembar passport. Saya teringat ketika di Finland, salah satu pasangan suami istri dari Iran yang super baik kepada saya bilang suatu saat kamu harus ke Turki… okay Turki terlihat menarik. Saya juga ingat, dulu Turki adalah salah satu tujuan tempat saya kuliah tapi Allah memutuskan saya sekolah di Jepang. Okay! Turki… yaph Turki. Spot terindah di Turki tentu saja Istanbul! Maka dengan modal nekad dan budget pas-pasan ala mahasiswa saya nekad mengirim paper ke sebuah international conference, accepted, lalu terbang ke Istanbul SENDIRI! yaph sendiri! Saya akan bahas how to reach Istanbul setelah ini, tapi biar semangat saya harus katakan dan tunjukan satu hal

ISTANBUL IS ONE OF THE MOST BEAUTIFUL CITY I EVER SEEN!

Hal jeleknya sih sebagai orang yang udah satu tahun di Jepang, agak risih ketika orang bisa merokok dimana saja dan nyebrang di mana saja juga, yaaaaaah Indonesia pisan lah pokoknya, kalau kalian orang Indonesia, insha Allah kalian survive di Istanbul :p mau lampu merah kek, hijau kek, merah jambu kek, udah lah nyebrang mah nyebrang aja.

Tapi lainnya? Too beautiful to be explained….
Saya mengunjungi daerah sekitar Taksim square….

First impression…

Trem yang eksotik
Image and video hosting by TinyPic

Setiap sudut kota yang selalu cantik ketika di jepret
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Mas-mas yang ganteng-ganteng :p *Maas…. kamu kalau di Indonesia udah jadi bintang film Maaaassss”
Image and video hosting by TinyPic

gak ngerti lah kalau kalian bilang kota ini gak cantik….
Bicara Turki maka sudah seharusnya kita juga membicarakan Selat Bosporus, inilah selat yang memisahkan Turki Asia dan turki Eropa. Istanbul sendiri adalah Turki Eropa. Beuh… gw udah pernah ke Eropa rupanya

Selat Bosporus ini cantik banget, semacam sebuah set yang cukup romantis kalau saya harus menjadi sutradara film roman, karena personally di Jepang sepertinya tidak ada laut terbuka seperti ini… Jepang sangat berhati-hati dan waspada dengan tsunami dsb jadi di tiap laut biasanya ada tembok tebel-tebel…
Indonesia will be good also, sayang kalau yang di tengah kota pffffttt kotor gitu kan dan masyarakat kita mentalnya masih ada yang gitu tuh pengen liat keindahan tapi masih buang sampah sembarangan
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Bicara Istanbul, maka kita berbicara tentang masjid dan arsitektur yang indah
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Bukan hanya masjid tapi juga gereja
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Dan untuk kalian para pecinta kucing… Istanbul adalah: SURGA
Ini semua kucing liar ya… KUCING LIAR! Dan mereka semua hug-able banget. kalian panggil langsung dateng. Beda sama kucing liar Tokyo  yang pada mengedepankan privasi, kucing Istanbul ramah-ramah banget.
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Arrrggggh…. satu roll kamera abis kalau harus mendeskripsikan semuanya.
Nah jadi sekarang buat kalian yang “Udah lah mon, gw mau liat sendiri aja”
here is the tips, supaya kalian gak abis budget mahal-mahal banget.

    1. Plan your flight! Sebuah keputusan yang bijaksana ketika book tiket at least 3 minggu sebelum keberangkatan, dengan alasan: BIAR MURAH. Nah, untuk membantu kalian mencari tiket murah, gunakan bantuan website-website pencarian tiket macam farecompare.com, nanti setelah ada ancer-ancer maskapai mana yang paling murah, kunjungi website maskapai yang bersangkutan dan booking sendiri 😛 lagi-lagi ini untuk membuat harga tiket kita semakin miring.Karena saya dari Tokyo, opsi terbang ke Istanbul lebih banyak, dan maskapai paling enak murah dan meriah adalah AEROFOLT, yeaaah walau transit di moscow dulu dan walau pada akhirnya saya ketinggalan pesawat pula pas pulang (tapi alhamdulillah sih, secara digantinya sama JAL mwahahahaha….). Untuk roundtrip Tokyo Istanbul saya hanya habis 50.000 yen, yaaaah plus minus 5 jutaan IDR ya. Sepertinya kalau dari Indonesia akan lebih mahal, mungkin bisa naik Etihad, Garuda, atau Air France dari CGK… denger nama maskapainya aja kayaknya yang mahal-mahal. Atau bisa juga kalau dari Indonesia, kalian terbang dulu ke Changi, dari Changi pilihan maskapainya juga lebih banya. HAPPY HUNTING!
    2. Gak perlu nginep di hotel berbintang! Karena penginapan biasa aja di Istanbul udah WAH banget! Kalian coba search di booking.com atau website-website sejenis. Terus browse setiap tempat penginapan yang ada. Saya dapat penginapan di Turna Family House, semacam  hostel gitu ya… dengan harga sekitar 100 TL (sekitar 500 ribuan IDR) untuk 2 malam saya sudah dapat kamar dengan 1 kasur single,  kasur double, internet, TV, kulkas, air panas, kamar mandi, sama sofa. TVnya pun TV kabel jadi bisa nonton NHK tiap hari! Murah meriah kan… yaaah tapi gak tau kalau tipe kalian hotel yang sophisticated dan mahal ahahahhaa saya sih yang ramah dompet aja.
    3. Pakai transportasi umum! Transportasi umum di Istanbul ini sudah  nyaman. Tapi kalau kalian penggemar kereta, usahakan udah print rute metro… karena google maps kayaknya gak semantap di Jepang untuk menjelaskan rute kereta. Saya sendiri dari airport menuju Taksim memakai bus Havatas, harganya cuman 11 TL. Havatas ini semacam Bus Damri kalau di Indonesia.
      What to say is… transportasi umum di Turki sudah nyaman dan MURAH… harga kebab bisa lebih mahal daripada harga transportasi umum… jadi go guys! explore this place with public transportation. Bisa juga sih naik taksi, tapi kalau bus 11 TL, taxi bisa 50-60TL hahahha… mayan kan gapnya, uangnya bisa dipakai beli oleh2 atau buat makan.
    4. Jangan beli oleh-oleh di airport! Kalau di Jepang saya berani bilang “Udah beli oleh-olehnya di airport aja kalau gak sempet” karena harganya memang relatif sama. Tapi sama seperti Indonesia, di Istanbul pun demikian… lebih baik kalian beli oleh-oleh di souvenir shop di kota yang kalian kunjungin, harganya bisa lebih murah 3-5 TL. Mungkin gak kerasa ya, tapi beneran… sebagai orang Indonesia kan kita seneng banget ya belanja printilan-printilan yang lucu-lucu, 3-5 TL itu bisa banget buat membeli itu asal di souvenir shop yang murah meriah. Belum lagi kalau beruntung kalian bisa ngobrol sama yang punya toko… saya salah satu pengunjung yang hoki… sampai diajak minum teh segala sama yang punya toko padahal belinya juga cuman beli postcard buat Mama ahahahahaha…..:p Eropa rasa arabic.
    5. Gak usah beli oleh-oleh jilbab :p entahlah ini saran macam apa, tapi sepertinya yang kayak begini di Indonesia banyak hahhahahaa…. eh tapi kalau mau beli yang motif Turki pisan yang satin 🙂 sepertinya lebih cantik.

Image and video hosting by TinyPic

6. Jika kalian pergi selama 3-5 hari, saya sarankan untuk beli museum pass… agak mahal sih yang 72 jam harganya 85 TL tapi wajaaaar…. wong museumnya bagus-bagus dan memang worth to buy jika kalian memang pengen reach out semua museum yang ada di Instanbul

7. Setelah saya amati dan telusuri makan akan memakan proporsi terbesar ketika kalian traveling di Istanbul. Makan di “luar” harganya bisa lebih mahal daripada harga bus dan metro. Jadi makan di luarnya sekali-sekali aja :p kalau mau ngirit kalian bisa ke toko sembako dan beli roti gandum, sereal, dan atau susu. Lebih mantap lagi kalau udah ngebekel Indom*e dari rumah mwahahhahahaa…. perfecto abis dah.

Sekian!
Dan final comment dari saya, Istanbul will be a perfect destination buat honeymoon mungkin :p dan kalau ada pangeran tampan dan baik hati tiba-tiba datang dan bilang “Let’s spend our holiday in Istanbul” absolute yes… but please be ready to be a backpacker :p I love backpackering!

From Jyvaskyla with Love I: Danau..danau…dan pinus


Sungguh sebuah kabar mengharukan di tahun 2015 adalah: Seorang Emon berangkat ke Eropa! tepatnya ke Finlandia. Tapi jangan bayangin saya berada di Helsinki =.= errr gak, saya hanya berangkat menuju Jyvaskyla, central finland. Konon ini semacam Yogyakarta kalau di Indonesia. Kota pelajarnya gitu. Dengan kereta api express VR kira-kira makan waktu 3 jam. Sampai sana juga ada summer course advance statistics yang masya Allah… pengennya sih makin pintar ya, tapi malah berasa bopeng-bopeng kebodohan semakin terkuak.

But well see the bright side:
Akhirnyaaaaa…. setelah seperempat abad! Janji dalam hidup saya akhirnya terpenuhi. Harus melakukan hal keren di usia seperempat abad ini. Come on, masa gitu-gitu aja. Di usia 24 saya ke Jepang, 25 saya berhasil ke Finland. Entahlah… usia 26 mau kemana, mungkin nikah dengan pria baik hati antah berantah yang akan membawa saya naik karpet terbang dan bersama kami nyanyi A whoooollleeeeee neeeewwww worrrrrllllddddd!. Tapi okey! Go Marissa! Go! You deserve to challenge yourself.

Sungguh antusias wanita ndeso ini menelusuri tiap alur jalan… Finland bok! Finland!
Sesampainya di Jyvaskyla….
Wow! pemandangan yang luar biasa

Seperti layaknya turis… gak afdhal kalau gak foto pesawatnya dulu. Jadi turis kurang alay kan gak seru
Image and video hosting by TinyPic

Dan uh oh… terbayanglah kota yang akan saya datangi seperti apa… pasti ramai, hiruk pikuk, cantik, sebuah compact city yang seimbang antara alam dan jumlah manusia.

Yang penuh ladang yang luaaaaaaaasssssss….
Image and video hosting by TinyPic

Dihias dandelion yang subhanallah cantik bange
Image and video hosting by TinyPic

Bahkan kelinci pun bermain riang gembira tanpa takut ketabrak angkot
Image and video hosting by TinyPic

Kampus saya… waaah keren banget Jyvaskyla university ini. Terletak di samping danau terbesar di Finlandia
Image and video hosting by TinyPic
Kalau ada danau sebesar itu di Tokodai Ookayama campus, udah deh summer begini semuanya langsung loncat ke danau.

But hey!!! Where is human?
Ya ampuuun!iya ya… mana para manusia.

yah rupanya kota ini meh banget gitu. Untuk ukuran ibukota Center Finland, penduduknya cuman 5 jt orang. Sungguh, kalau orang Bogor dipindahin ke sini semua juga sepertinya cukup. Kalau kalian kuat jalan dan hobi naik sepeda, percayalah kalian bisa mengelilingi kota ini hanya dalam satu hari!

Dan walau summer.. pffftf… namanya Eropa utara, suhu di sini masih berkisar antara 9-21 derajat celcius. jadi kalian mau sepedahan sampai subuh juga gak akan lepek dan kucel. Justru transportasi utama di sini adalah sepeda. Asal kalian tahu aja ya, di sini… google maps bukan menyediakan rute kereta api yang komplit seperti di tokyo. Tapi rute sepeda sampai kemiringan jalannya.

Mantap!!!

tapi…
sebagai ekonom lingkungan, saya tetap harus membahas masalah lingkungan. Sudah sehijau dan se-meh ini aja, konon pemerintah kotanya masih mau memberikan perhatian khusus terhadap polusi lingkungan yang katanyaaa makin meningkat. Indikatornya apa? Lichenes sp.
Nah loooo masih inget gak pelajaran SMP? Lichenes sp. a.k.a lumut kerak adalah bioindikator polusi udara, masalahnya Jyvaskyla sendiri adalah tempat yang awalnya bersiiiiih sekali, jadi baru nambah sedikit saja jumlah mobil, lumut ini muncul.
Image and video hosting by TinyPic
Sebagai manusia yang paru-parunya udah terlanjur dikotori asap knalpot Jabodetabek, saya merasa Jyvaskyla sangat environmentaly nice. Green banget pokoknya

Okay… nanti dilanjut lagi…
I should do packing tonight ;]

Kiitos! (Thank you)