Doaku di akhir Maret….


Ya  Rabb….

Aku satu dari sekian miliar hamba-Mu di muka bumi ini…Aku satu dari sekian banyak hamba-Mu yang tidak kenal lelah memohon kepada-Mu…
Kumohon dengarkan permohonanku.

Ya Rabb…Aku bukan hamba-Mu yang pintar,Maka ajarilah aku memahami setiap surat yang tersirat dalam semestamu ini.Ajari aku memaknai setiap hal yang terjadi pada hidupku.Bantu aku memahami setiap ilmu yang kau ajarkan padaku.
Seperti yang pernah kau lakukan pada para cendekiawan-cendekiawan yang pernah kau tunjukkan dalam peradaban dunia.

Ya Rabb…Aku bukan hamba-Mu yang baik,Maka ajari aku cara rendah hati…Ajari aku tentang keikhlasan…Ajari aku mengenai bagaimana bersikap adil di hamparan bumi yang luas ini.
Seperti yang kau ajarkan kepada matahari yang tidak lelah bercahaya menyinari semesta-Mu.

Ya Rabb… Aku bukan hamba-Mu yang romantis,Maka ajari aku arti cinta yang hakiki…Berikan aku kesempatan untuk memahami mencintai sesuatu karena-MuIzinkan dalam periode hidupku aku tahu mengenai makna kasih sayang yang komprehensif.Karena aku tahu kau menghendaki agamaku atas dasar kasih sayang yang tidak parsial
Ajari aku sebagaimana engkau ajarkan air sehingga setiap tetesnya menjadi penuh makna bagi setiap ciptaan-Mu.

Ya Rabb….Aku bukan hamba-Mu yang kuat,Maka ajari aku cara menjadi tegar…Seperti yang Engkau ajarkan pada rumput teki di sisi jalanan beraspal, penuh debu, dengan panas yang menyengat di siang hari dan dingin di malam hari.
Seperti yang kau ajarkan pada alang-alang yang terus berjuang untuk tumbuh.

Ya Rabb…
Aku tidak meminta kesempurnaan, karena aku paham betul bahwa kesempurnaan adalah mutlak milik-Mu

Yang aku minta…
Aku ingin hidupku bermakna…
Aku ingin dalam hidupku yang satu kali ini aku bisa menjadi berkah di muka bumi-Mu…

Izinkan setiap helaan nafasku sebagai ungkapan harapanku pada-Mu.

Ya Rabb… ridhai setiap langkahku….Berkahi setiap ucapan dan perkataanku….

Mahabesar Engkau Ya Allah, dengan segala kekuasaan-Mu.

(Bogor, 31 Maret 2010)