Melody’s love story: pergi…



A life learner....Books, movies, and glorious foods lover. Have a big dreams... but wanna \\\"bigger\\\" than her dreams.  A life learner... Love books, glorious foods, and great movies. Proud to be a woman, daughter, sister, and best friend. A dreamer! I am the one who want to be bigger than my dreams. Future researcher and writer.


Damar: Mel, liat deh. Menurut kamu desain cafe ini gimana?

Melodi: bagus, tapi lebih cozy kali ya kalau ada nuansa kayu dan vertical garden di depannya. Lebih seger gitu.

Damar: ah ide bagus!

Melodi: seneng liat kamu semangat gitu. Coba gitu terus…

Damar: iya dong, makasih ya udah bantuin aku terus selama ini.

Melodi: anything else, just ask me.

Damar: btw, ada yg aku taksir loh.

Melodi: hah? Oya? Surprise…

Damar: kamu tau siapa? Itu adik kelas kita.

Melodi tidak berkomentar. Matanya menatap lurus, tapi kosong.

Damar: gak sepintar kamu sih, tapi dia cantik, kelihatannya baik… menyenangkan, sederhana, putih, manis, supel, ceria…. 

Melodi: mmm… perfect.  Gak kayak aku, dekil….aneh… nerd… ngebosenin.. haaaahhhahhaa.

Lalu melodi kembali terdiam, menyeruput teh manis kesukaannya.

Melodi: Mar, aku mau nunjukin sesuatu deh.

Damar: apa mel?

Melodi kemudian menyodorkan sebuah amplop cukup besar yang sudah sobek ujungnya.

Melodi: baca deh… buka aja.

Damar kemudian membaca tiap lembar surat itu. Satu per satu.

Damar: kamu dapat tawaran sekolah dan kerja di universitas X? Itu keren.

Melodi lalu tersenyum tipis

Melodi: awalnya mau aku tolak, pesawatnya berangkat besok malam jam 12. Awalnya aku tolak karena aku pikir aku mau menemui orang yg begitu penting dalam hidupku yang tidak bisa aku tinggal begitu lama. Lama sekali aku berpikir hingga beberapa menit yang lalu aku masih memutuskan untuk membiarkan pesawat itu lepas landas tanpa diriku, demi seseorang yang aku pikir harus aku temani. But that’s wrong… he even never wait for me. I am happy for him actually, always… tapi ya agak ngenes aja dikit hahaahaa.

Damar: jahat banget sih dia mel. Jahat banget.

Melodi: dia baik, aku yang terlalu bodoh dan lamban.

Damar: siapa orang itu sih, mel….

Melodi: kamu, mar…. kamu.

Beberapa detik kemudian semua begitu sunyi, detik jarum jam saat itu terdengar lebih kencang dari biasanya.

Melodi: ahhaaaha… oh come on, aku tuh gak penting lagi. Yang kayak gini tuh aku udah kebal lagi. The most important things now is you happy ever after. Udah loh ya… pesawat ku terbang 30 jam lagi. Aku belum packing sama sekali. Ceroboh banget deh….mmmm… sukses ya. Baik-baik saat aku tinggal. Mungkin aku gak akan pulang dalam waktu lama but as I can see you will be alright.

Melodi lalu pergi, menahan air mata. Hujan turun perlahan hari itu. Melodi melewatinya…. Payungnya sengaja tidak dia buka saat itu.

Comments

Membongkar cinta-cinta dalam kardus *)
We attract what we’re ready for [?]

Comments

  1. elu spesialis ngenes dah mon

Leave a Reply

%d bloggers like this: