In memoriam, our lovely cats… Dinggo and Kismin



A life learner....Books, movies, and glorious foods lover. Have a big dreams... but wanna \\\"bigger\\\" than her dreams.  A life learner... Love books, glorious foods, and great movies. Proud to be a woman, daughter, sister, and best friend. A dreamer! I am the one who want to be bigger than my dreams. Future researcher and writer.


Dalam satu bulan saya harus kehilangan dua ekor kucing sekaligus! CATAT! 2 ekor sekaligus.
Kalian mungkin tidak tahu, tapi saya berasal dari keluarga yang suka sekali kucing. Jadi udah tercetat dalam DNA leluhur deh… dari saya kecil sampai sudah segede sekarang, saya pasti memelihara kucing, bahkan jika saya nikah nanti… suami saya nggak usah berisik deh kalau saya mau miara kucing! Saya bahkan sudah persiapkan nama buat si mpus piaran saya di masa depan *halah*.  Jadi jangan aneh kalau saya lebih intens ngobrol sama kucing daripada sama manusia.

Jika kalian mengenal kisah hachiko, dan itu versi doggy… Saya pernah mendengar hal serupa, tapi tentang kucing. Kucing kakek buyut saya mati di makam kakek buyut saya karena nungguin setiap hari tanpa makan minum, kucing kakek saya mati tidak lama setelah kakek saya meninggal, dst… dst…dst…

jadi kami itu sayaaaaaaaangggg banget sama kucing.Dulu sekali, waktu masih agak langsing dan muda belia, ada cowok yang saya tolak… bukan karena apa-apa, tapi karena dia sempat nendang kucing :cat2: ! Saya injek kaki cowok itu terus saya bilang “Sakit kan? Kalau sakit jangan lakukan itu sama makhluk lain, bahkan kucing sekalipun”. Mungkin cowok itu dendam kali ya sama saya, jadi hingga hari ini hubungan sosial saya lebih baik sama kucing daripada sama manusia 😥

Loh.. mana ini cerita tentang kematian kucingnya? Huhuhuhu iya ini ceritanya…

1. Dinggo
Image and video hosting by TinyPic
Dinggo adalah kucing kesayangan saya… dia anak kedua dari cowcow yang sudah mati beberapa bulan sebelumnya. Kucingnya baik sekali… dia selalu nganter saya kalau mau ke kampus, terus cuman mau makan dan tidur kalau sama saya. Dia juga pendiam, jadi nggak banyak ngeong-ngeong. Sukanya di dalam rumah dan tidur bareng saya.

Dia punya sahabat, namanya Kismin. Entah dari mana Kismin itu, tapi yang jelas Dinggo selalu happy nemenin kismin. Lucunya lagi, kismin suka ngasih hadiah buat dinggo mulai dari ikan, ayam, dsb *yang jangan2 hasil curian dari tetangga hahahahahaha, nggak apa deh yang penting niat*

Sebelum mati, dinggo sempat hilang beberapa hari… dan sehabis pulang dia udah sakit parah banget. Ada indikasi keracunan makanan karena ada orang JAHAT yang pakai racun buat nangkep tikus. Racun dalam dosis tinggi nggak cuman bunuh tikus! Tapi juga kucing dan mencemari air selokan. Pernah orang yang pakai racun ini dikomplain sama yang pada punya kucing, tapiiiii~ orangnya malah bilang “Alah…kucing ini” GRRRRRRH! begitu kesalnya saya sampai saya pernah berencana ngasih makan coklat ke anjing orang  *anjing itu langsung bye kalau dikasih coklat hehehehe* dan bikin surat kaleng “WHAT DO YOU FEEL NOW!” tentu dengan cat merah agar manambah efek dramatis. Tapi,gak deh… saya masih punya iman dalam dada. Lagian, saya nggak dendam sama doggynya… saya dendam sama tuannya, udahlah~ biar Allah aja nanti yang bales… hiks 😥

Yang paling mengharukan dari dinggo adalah, walau dia udah sekarat dia masih berusaha buat jalan,makan, dan minum… terutama pas dia liat saya udah nangis-nangis kejer karena nggak tega liat dia sakit kayak gitu. Setelah saya bilang “Udah deh dinggo, kamu mati aja nggak apa-apa daripada sakit kayak gini, kakak nggak tega. Dinggo baik-baik ya di sana nanti” dan 5 menit kemudian, dinggo pun berpulang. Huwaaaaaaaa…. sedih banget. Tapi udah nggak nangis2 lagi karena udah puas selama 3 hari nonstop nangis karena Dinggo dan udah ikhlas dia pergi.

2. Kismin
Image and video hosting by TinyPic
Dia adalah sahabat Dinggo sekaligus kucing kesayangan bibi yang suka bantu di rumah dan tukang kebun. Tidak lama setelah Dinggo mati, Kismin mengalami kesedihan yang berkepanjangan. Tiap hari cuman makan sedikit, dan ngeliatin kuburan dinggo terus setiap hari. Kalau hujan dia akan lebih histeris lagi liat kuburan dinggo yang kehujanan.

Saya nggak bisa lanjutin lagi, kisahnya terlalu sedih.

Singkat kata, kemarin lusa kismin akhirnya mati dan dikuburkan di samping dinggo.
Nggak sesedih pas dinggo mati sih, tapi orang-orang yang kerja di rumah yang histeris. Si bibi yang ngepel sambil berurai air mata, si bapak tukang kebun yang rela nggak jadi pulang kampung demi melihat pemakaman kismin, dsb….dsb….

Huwaaaaaaa…. we love you Dinggo…. we love you Kismin….
Semoga setelah ini nggak ada lagi kucing yang mati muda seperti mereka.
Semoga ada orang yang aware masalah racun tikus….
Semoga orang lebih nyelow kalau ngendarain motor atau mobil jadi nggak nabrak binatang atau manusia
Semoga….semoga…. dan semoga….. :clover:

Comments

Indonesia book fair…. seru gak ya? : Sebuah Review
jiplak tulisan orang lain? Masih jaman?

Comments

  1. Mon mon…dinggo nya itu gemuk banget, aku suka kucing gemuk…sayang dah almarhum…:(

Leave a Reply

%d bloggers like this: