Menuju 25: Part 1: Jodoh… [?]


March is my favorite month, kenapa… karena saya ulang tahun di bulan maret hahahhaha. I’m getting older. Saya suka bulan maret, karena musim favorit saya selalu ada di bulan maret. Waktu di Bogor, Maret masih musim hujan tapi tidak selebat hujan di Januari dan Februari. Di Tokyo, di bulan maret bunga-bunga mulai mekar, and I love flowers very much.

sakura

Sakura aja udah mulai mekar… Yippieee, semesta selalu bikin senyum terutama di bulan Maret

 

Maret juga konon berasal dari nama dewa perang dan pertanian Romawi, Mars. Setiap saya membaca kisah dewa Mars, saya pikir mungkin saya dilahirkan di bulan Maret agar seberani dan setangguh Mars, agar bisa menjadi pelindung seperti Mars. Mungkin.

Bagi yang belum tau Dewa Mars, ini loh patungnya. Hohohoho… sangar kan. Tapi gagah, dewa perang, dan menjaga pertanian. Wedewww.  (Source: Wikipedia)

Sejujurnya saya suka semua angka 5 dan kelipatan 5, tapi 25? Pffffftttt….I don’t really like it. Karena di negeri seberang sana kalau udah 25 tahun mulai rame deh pertanyaan “Kapan nikah” dsb…. dsb….dsb…iiih kepo deh.
And I hate that question! Semoga pertanyaan itu tidak akan mengganggu keindahan Maret.

Kalian tahu, melihat saya yang terlalu “pilih-pilih tebu” ada juga yang bilang bahwa bisa-bisa saya jadi perawan tua. Trust me, I prepare for it… saya memang tidak bisa sesederhana banyak orang dalam masalah ini. Nope!

Saya bahagia ketika melihat orang lain menikah, tapi saya? Entahlah… saya mungkin terlalu asik dengan kesendirian saya. Asik dengan pemikiran-pemikiran saya sendiri. Asik dengan jalan saya sendiri, dengan cara saya sendiri.

That’s not really good, Guys… beneran deh. Hahahahhaa…. sok banget jadi wonder women.

Saya harus tunjukin tulisan bagus ke kalian, ini blog sahabat saya, Tiko, the real INFP…. pokoknya chezzzzzyyyy banget deh dwehhh http://atikaluthfiyyah.blogspot.jp/2014/01/sederhana-saja.html harus buka! Because that blog is one of the most awesome blog I ever read *sekalian promosi* 😀

Ya mungkin, sebenarnya para wanita itu membutuhkan pria yang sederhana saja, gak usah aneh-aneh. Yang penting baik dan punya potensi sebagai pemimpin rumah tangga.

Tapi kesederhanaan itu menjadi begitu rumit di mata saya, mungkin sudah tercampur aneka integral dan trigonometri dengan sedikit racikan game theory.
——-
Bayangkan seorang wanita…. dengan usia 25 tahun, sebelum ia melompat ke usianya itu, ia pernah  mengalami titik terendah dalam kehidupannya sendiri, mengalami kehilangan, banyak kegagalan, tidak dipercaya, melihat orang yang disayaginya menangis, banyak hal. Mungkin ada yang nasibnya lebih buruk daripada dia, dan pasti ada… tapi kemudia semua yang pernah dia alami membuat dia belajar lebih banyak hal daripada apa yang bisa kita bayangkan. Terus bayangkan wanita itu, saat ini, ia menjadi seorang yang punya perilaku yang keras… kepala batu, dengan tekad yang lebih keras dari baja, mungkin juga dengan ego yang sulit diluluhkan orang lain. Apakah itu salah? Mungkin iya tapi bukankah itu wajar? Kehidupan menempanya menjadi orang yang seperti itu, tanpa itu dia akan tetap di titik nol. Menjadi orang yang keras…. tidak lembek, karena jika dia lembek sedikit saja, dia akan mati tertimpa kesedihan-kesedihan yang menimpanya selama ini. Menjadi keras, membuatnya bahagia…

Dan bayangkan jika wanita itu adalah: Saya.

——-

25 tahun! 25 tahun saya hidup… dan saya hidup dengan perjuangan orang-orang luar biasa dalam hidup saya. Jika ada yang ingin menikahi saya, maka dia harus bisa sehebat mereka. Saya tidak mau menyerahkan sisa hidup saya kepada pria yang tidak “Fight” untuk saya, untuk keluarganya, dan bahkan untuk dirinya sendiri. 25 tahun saya hidup, hanya sekitar 12 tahun saya menjalani hidup bersama ayah saya, melihat adik saya yang kurang dari 4 tahun mengenal ayahnya, dengan modal 12 tahun saya merangkai setiap pelajaran dari ayah saya dan merangkainya dengan seluruh ajaran dari mama saya, dan hampir 21 tahun saya berusaha menjadi contoh yang baik untuk adik saya, meyakinkan dirinya agar kelak bisa menjadi pria yang baik, bahkan jika bisa lebih baik dari ayahnya. Pikirkan, apa semudah itu saya merelakan sisa usia saya kepada pria yang tidak secara mantap dan serius menempa dirinya untuk menjadi pria yang matang dan dewasa? Tidak…. tidak semudah itu untuk saya….
Tidak semudah itu…
Jatuh cinta mungkin mudah,
tapi menikah? Wait a minute, I should process it first in my brain and my heart.

Ya, saya mungkin payah, banget!… tapi demi orang yang saya sayang saya mencoba sekuat mungkin untuk bisa membuat mereka bahagia. I don’t want to see any tears anymore, anymore…. from anyone I love. No more.
Dan saya merasa layak untuk mendapatkan pria yang berpikir sama seperti saya. Hanya berpikir saja…. berpikir! Catat! Berpikir serupa seperti saya. Berpikir bahwa dia memang punya banyak kekurangan, but hey! but maybe I can make it. Bepikir bahwa beberapa orang memang baik dalam beberapa hal dan buruk dalam beberapa hal, tapi hey! itulah mengapa kita harus belajar, mencoba, dan terus berusaha. Hanya berpikir saja…

Kalian tahu, setiap kali saya jatuh cinta. Saya jatuh cinta dengan pemikiran orang tersebut. Ketika saya jatuh cinta dengan A, saya suka ketika dia berbicara tentang sains, ketika dengan B saya suka melihat tekad dan sorot matanya ketika dia berbicara tentang impiannya untuk keluarganya, ketika dengan C saya tergila-gila dengan pola pikirnya yang maju dan percaya diri dengan segala potensi yang dia miliki dan potensi orang-orang di sekitarnya. Gak perlu jenius kan? Tapi mungkin bijaksana…. ya! Mungkin bijaksana. Dan betapa sulitnya mencari pria bijaksana yang mau sama gw di muka bumi ini.

Kalian tahu, sungguh saat ini, saya tidak dalam kondisi I want to get married a.s.a.p
Melihat trend “cinta” masa kini membuat sama merasa “Mmmmm, I think I’m not ready yet”

Saya ingin cinta begitu sederhana.
Saya suka menulis, mungkin saya akan menulis banyak hal tentang “the lucky man” di blog saya, mungkin juga di Path karena Path bisa nyambung ke wordpress *oh yeah ini penting banget*

Tapi saya tidak mau terlalu banyak foto selfie kami di social media
Tidak mau setiap saat check in dan lapor kepada gadget kami tentang di mana kami berada
Tidak perlu menunjukan romantisme kami di depan siapapun, membuktikannya kepada siapapun,
Saya ingin kami bisa melupakan gadget kami saat kami bersama.
Membaca buku bersama,
Nonton film bersama,
ngobrol sambil minum teh,
tertawa di bawah Aldebaran, Pleiades, Perseus, Cassiopeia, dan Andromeda, lalu menyerah tentang nama rasi bintang dan membuat rasi bintang versi kami sendiri.
Menyaksikan perubahan musim
Melihat rambut kami sama-sama memutih… rontok…lalu lama kelamaan semakin menipis.
Adu argumen berkali-kali, tapi selalu menemukan solusi untuk kemudian berbaikan.
Saya tidak butuh romantisme kami harus diakui dunia, apalagi dunia maya. Itu semua tidak penting.
Cinta tidak perlu digembar-gemborkan kepada siapapun, tidak perlu dinilai siapapun, tapi mmmm mungkin saya tidak akan tahan untuk tidak menulis itu semua. Seperti yang kalian tahu, saya ingin jadi penulis, dan satu impian saya… I want to write a novel about someone I love. Jadi kalau saya mati lebih dulu daripada dia, at least he will know that I love him, because I’m not a romantic woman… That will be a nice present.

Atau mungkin saya kemudian tidak seberuntung kalian, bisa selfie dengan pasangan kalian masing-masing.
Tapi apa itu membuat saya menjadi lebih buruk daripada kalian? Tidak… mungkin saya kemudian bisa mengelilingi dunia tanpa ada yang melarang. Mungkin saya memiliki lebih banyak “anak” dan “teman” dari siapapun… di somalia, ethiophia, atau negara apapun. Mungkin saya bisa menemui tempat dimana ada orang-orang yang lebih menghargai keputusan dan perbuatan saya, yang lebih membutuhkan saya. Mungkin dari mereka, orang-orang baru yang saya temui, pengalaman-pengalaman baru yang saya dapat, saya bisa menjadi orang yang lebih bijaksana, menghancurkan keangkuhan saya sendiri. Siapa tahu kan? World is round, we never expect what will happen, tutur mantan gebetan dari negeri kincir yang sekarang sudah menghilang entah kemana *curcol :p*.  Mungkin saya menemukan cinta, yang lebih murni, yang lebih tulus, yang lebih sederhana, dan gak neko-neko. Kita tidak pernah tahu mengapa suatu hal terjadi pada diri kita, tapi yang pasti itu hal yang terbaik untuk kita. Pasti….
Karena kita sudah dilahirkan di tempat ini, diberi kesempatan untuk hidup di bumi ini, karena Tuhan sudah memperhitungkan kita bisa melakukan sesuatu yang amat baik dan keren dalam hidup kita, Tuhan sudah mempertimbangkan bahwa kita sanggup menghadapi apapun, kalau di Quran itu udah jelas “…ALLAH tidak akan membebani seseorang (hamba-NYA) melainkan sesuai dengan kemampuannya…(QS. Al-Baqarah: 286)”
Yaaaaah masa gini aja harus seorang emon yang ngingetin, hahahhaa tengsin kali. Coba pikir deh, kenapa coba dalam salah satu hadist Bukhari katanya “sampaikanlah walau hanya satu ayat?” Mungkin ya [ini mungkin] karena yang terpenting dari kita ketika membaca Quran (secara khusus) atau membaca hal lainnya (secara umum) adalah membaca, mempelajari, lalu memahami maknanya tanpa terburu-buru…. bukan buru-buru baca biar cepet khatam, beres, dan taaaaarrrraaaaa terus update status. Mungkin juga [lagi-lagi mungkin] filosofi yang sama nyerempet dengan mencari jodoh, tidak perlu terburu-buru….
Setidaknya menurut saya.

Jadi, mmmm…. terserah orang mau bilang saya picky,
banyak maunya,
calon perawan tua,
jelek,
gak tau diri,
bla… bla….bla…
Saya percaya Allah lebih paham kondisi saya, mempersiapkan yang lebih baik untuk saya.

You can’t hurry love, world…. you can’t :]

Klo kata Phil Collins
You can’t hurry love
No, you just have to wait
You got to trust, give it time
No matter how long it takes

Gitu deh…. :]

lego movie, everything is awesome, INTJ, a cup of tea, me… and a little live music :]


Hello world! Semoga kalian baik-baik saja. Ngomong-ngomong, sekarang sedang libur semester dan libur spring di kampus, jadi sebenarnya saya garing banget sih. But, well… I love stay at home, jadi hal yang menyenangkan banget mendekam di dalam kamar, baca buku…. browsing internet, tidur, dan NONTON FILM. Apakah kalian udah nonton The Lego Movie? Sekarang nih film mendadak menjadi film favorit mwahahhahaha…. kenapa ya. Karena walau dodol tapi quotes nya keren2, dan tentu kreatif aja kali ya. Saya selalu suka film-film yang kreatif. Sebelum beranjak ke pembahasan yang lebih berat, bagaimana jika denger musik dulu sedikit. Ladies and Gentlemen… Everything is awesome, OST The Lego Movie!

kalau kurang, tenang aja… ada versi 1 jam dan versi 10 jam hahahhaha…. ampe subuh juga jadi deh.

Tapi bukan itu yang bikin saya jatuh cinta berat sama film ini… Film ini berkisah tentang Emmet Brickowoski, pekerja konstruksi biasa. Dia berusaha melakukan semuanya sebaik mungkin, berusaha terlihat baik ke setiap orang, tapi semuanya itu harus berdasarkan buku panduan. Sejauh ini, dia sih ngerasa “Mmmmm…. kayaknya gw oke-oke aja, kayaknya semua orang baik-baik aja ke gw” tapi semua itu berubah ketika kemudian ditangkep bad cops karena secara kebetulan dia terpilih jadi “The special one” yang bertugas untuk menyelamatkan dunia lego. Di adegan ini si bad cops mewawancarai teman-teman di sekitar Emmet, and guess what apa jawaban mereka?

“Yeah, he’s kind of your average, normal, kind of guy. But you know, he’s not…he’s not like normal like us. No, he…he’s not that special.”
“We all have something that makes us something, and Emmet is…nothing.”
dsb… dsb…

yang kalau kata saya sih nyakitin hati hahhahahaha… Pernah gak sih kebayang sama kalian, jika kelak ketika kalian gak ada… terus teman-teman kalian nanya “Kenal gak sih sama, Emon” terus jawabannya “Oh… Emon….. yaaa.. tau… and she just mmmm you know… nothing” mukyaaaaaaa….. terus yang jawab itu orang yang kalian pikir deket banget gitu sama kalian. Ih sakit gak sih hahahhaa. Dan itu membuat Emmet ini jadi semakin minder dan bilang “Oh ok, I’m just ordinary person” bla..bla…bla… Sering gak sih kalian ngalamin hal yang serupa kayak gini? Tapi sepertinya film ini mencoba men-encourage semua orang dengan masalah standar kayak gini untuk percaya bahwa everything and everyone are awesome…. semua orang bisa melakukan sesuatu dengan kehebatan mereka masing-masing! Pasti bisa! Sampai kemudian di paling akhir cerita, munculan quote keren yang emang pantas keluar dari film-film pemenang Oscar Bagus kan, you should watch it… apalagi kalau kalian punya masalah untuk mempercayai orang dan mempercayai diri sendiri.

Quote ini kece banget deh.

“You are the most talented, most interesting and extraordinary person in the universe. And you are capable of amazing things, because you are the Special. And so am I… And so is everyone…”

Ah, baca itu! baca itu kawan! Saya selalu bilang ke adik saya, film bagus itu selalu punya quotes keren dan harus diinget karena yang bikin film itu pasti udah berjuang keras nyusun si quote keren itu hahahha.

Gara-gara film ini saya juga jadi iseng-iseng belajar psikologi. Bukannya apa-apa, saya merasa aja saya itu kayak Emmet di film ini. Ngerasa kayaknya I have already did a good things, gak pernah ganggu orang tapi well, saya ngerasa juga kalau saya tetap dianggap “dingin” dan “aneh” oleh beberapa orang terutama yang belum kenal saya. Saya juga tidak mudah kagum dengan orang lain, bahkan dengan diri saya sendiri. Mau dikata saya pernah jadi mapres segala lah bah.. pret… itu tuh masa lalu lagi dan makin kesini saya ngerasa yaaah gitu doang sih sebenarnya semua orang bisa, I’m just lucky. Dan melihat orang lain pun, mmmm… ya gitu semua terlihat “biasa” aja. Susah banget bikin seorang emon impressed terhadap sesuatu selain dunianya sendiri. Lalu saya iseng-iseng tes MBTI lagi ke hampir seluruh website yang saya temui. And guess what I found?

Click to view my Personality Profile page

Screenshot_2015-03-03-01-12-42.png

Screenshot_2015-03-03-12-19-10.jpg

Screenshot_2015-02-26-14-08-17.png

Yak…. I’m 98% INTJ. 2%nya mungkin bisa berubah lah entah gimana ceritanya. Dulu banget… kayaknya waktu masih SMA atau SMP hasilnya kalau gak salah INFJ, but pfffftttt seiring dengan usia yang bertambah sepertinya saya berubah. Atau mungkin karena dulu pas ngambil tesnya bahasa inggris gw masih buruk buanget mwahahahhaa…jadi hasil yang sekarang sepertinya lebih akurat.

Kerennya, nyaris semua analisanya benar!
Saya benci angkat telepon *aneh kan, tapi jika telepon kalian saya angkat percayalah… kalian spesial*
Saya ini picky banget milih teman, tapi ketika punya… saya percaya sepenuhnya kepada mereka.
Saya susah banget impressed karena suatu hal
Saya lebih suka sendiri
Saya suka duduk di pojokan kalau di kelas
Saya keliatan jutek kalau saya kurang suka dengan orang atau ketika saya tidak terlalu tertarik dengan suatu pembicaraan
Saya lebih baik dalam menulis daripada public speaking.
I hate to talk about relationship
Saya ngerasa gak penting untuk ngetop… tampil ke permukaan….
I prefer to be just behind the scene.
Saya pemalas profesional, mengerjakan segalanya secepat dan sebaik yang saya bisa agar kemudian bisa tidur nyenyak di kasur tanpa gangguan apapun.

MBTI hanya sekadar tools, tapi setidaknya untuk saat ini, itulah penjelasan paling logis yang bisa saya terima. Selama ini saya merasa “Kayaknya gw nggak ngapa-ngapain deh” tapi pada faktanya ada aja yang masih ngerasa saya itu aneh, kadang lebay, pokoknya semua jawaban sahabat saya kalau ditanya tentang saya itu pasti ajaib-ajaib deh. Lebih ajaib lagi kalau orang yang gak kenal banget sama saya, saya ingat betul di lembar opini yang ditulis teman saya ketika perpisahan kelas, ada banyak juga tulisan “Emon itu sombong! angkuh! arogan!”, “Mon, inget ilmu lu itu bukan buat sombong ya”, “Emon, gak selamanya lu itu bener”, dsb. Bahkan ya…. bahkan… sebelum itu, pernah suatu ketika ketika kelompok saya presentasi, terus yang nilai itu teman-teman sekelas ada nilai kelompok dan nilai individual. Kalian tau, ada yang nulis nilai individual saya 5 ketika teman saya yang lainnya dapet nilai 8 dan 9. Saya? 5!!!! Apa saya sakit hati? Honestly saya sih gak, saya nyaris gak pernah peduli orang mau ngomong apa… tapi Mama saya nangis loh liat ada yang nulis gitu di lembar opini saya, “Kakak… kok ada yang sampe bilang gitu sih ke kakak” *notes: mama saya itu sensing dan feeling banget -.- jadi yang gitu deh* saya juga bingung jawabnya karena jujur saya bahkan jarang sekali berinteraksi dengan teman-teman saya, saya hanya menyapa orang seadanya… bicara seadanya… dan bicara banyak ketika saya merasa saya “klik” dengan orang itu. Lalu… hanya karena itu saya kemudian di cap begitu buruk oleh beberapa orang? Itu gak bikin sakit hati lagi, itu bikin sedih. Ya ampuuuun….

Makanya pas nonton film The Lego Movie, saya ngerasa banget rasanya jadi Emmet. Rasany dianggap gak kompeten terhadap sesuatu padahal udah merasa melakukan sesuatu dengan baik. Saya tidak pernah merasa tersakiti ketika dikritik, tapi otak saya ini terus mikir “why?” terus begitu sampai kangguru bermetamorfosis jadi tyranosaurus, gak pernah berhenti.

Hah… kalau inget itu jadi pengen minum teh manis anget. Mari ngeteh dan mari bicara.

Kalian tahu berapa populasi manusia dengan kepribadian INTJ di muka bumi? Konon hanya 2%, dan hanya ada 0,8% wanita dengan kepribadian jenis ini. Jadi menemui orang dengan pola pikir dan pola sikap seperti saya ini mungkin tidak akan pernah selalu ditemukan oleh kalian di muka bumi ini, dan mungkin tidak di seluruh dinasti *but trust me INTJ banyak banget berkeliaraan di dunia maya, mereka kan males keluar kamar*. Kepribadian ini emang kalau di film-film selalu kebagian jadi penjahatnya, bukan karakter yang sempurna. Begitu pula tipe kepribadian yang lain. Begitu pula saya, begitu pula kalian.

Tapi setelah berpikir dan menganalisis secara lebih mendalam *bohong, ini cuman pencitraan*, manusia mungkin memang sengaja didesain tidak sempurna… dengan berbagai alasan.
1. Mungkin agar tidak sombong,
2.Mungkin agar bisa saling mengenal satu sama lain,
3. Mungkin agar bisa saling membantu satu sama lain.
Saya mungkin bukan teman yang baik, saya gemar mengkritik… saya tidak suka bersosialisasi… saya mungkin terlalu logis dan terlalu teoritis… saya mungkin terlalu saklek mengenai sesuatu, I am not perfect for so many things. Seperti yang saya bilang saya juga gak kagum-kagum banget dengan pencapaian yang saya dapat… itu semua biasa lagi, helowww di atas langit masih ada langit, dan saya? masih memijak di tanah kayaknya dan masih dalam proses bikin tangga *ya ampuuun, Mon… level lu jauh banget*

Tapi ketidaksempurnaan itu semua yang memacu kita untuk maju! Bertindak lebih…. lebih dari yang telah kita lakukan selama ini. Semua kesalahan dan ketidaksempurnaan itu membuat kita berusaha untuk menerobos menembus batasan-batasan yang kita buat sendiri di logika kita. Mengutip kata Sensei saya “Mistakes improve your knowledge, your ability, when you learn from it” maka saya akan terus hidup bersama segala kekurangan saya, segala kesalahan saya, dan terus belajar dari mereka. Saya pembelajar seumur hidup.

Itu semua yang kemudian yang membentuk karakter, dan karakter adalah identitas pertama yang akan dikenal orang lain dari diri kita. Eh si A itu supel, si B pendiam, si C asik… itu semua masalah karakter.

Maka, bukankah tidak ada yang buruk dengan ketidaksempurnaan dan melakukan kesalahan.

Saya, saya merasa bahwa dalam hidup ini saya sudah merasakan titik terendah dalam kehidupan saya. Maka saya menjadi antipati dengan orang yang lembek, yang cengeng, yang menyerah sebelum berjuang. Apa itu baik? Tidak sepenuhnya baik… tapi itu masuk akal. Tapi ya kali kan, masa semuanya mau di-logika-kan? Oleh karena itu, saya membutuhkan orang yang bisa menasehati saya dengan baik, perlahan, dan tidak menggurui. Jangan pernah menggurui saya, saya membaca ensiklopedia sejak saya di bangku SD, saya bisa melakukan counter attack dengan cara….. melempar bakiak. Dengan alasan itulah saya kemudian menyadari betapa pentingnya memiliki sahabat. Ya sahabat! tidak perlu terlalu banyak karena saya tidak suka terlalu berisik. Cukup beberapa, bahkan jika hanya bisa dihitung jari tangan pun tidak masalah. Yang penting mereka bisa mengingatkan saya, melunakan hati dan kepala saya ketika saya menjadi begitu keras kepala, yang bisa menjaga saya… dan saya bisa menjaga mereka sepenuhnya. Saya bersyukur, saya kemudian punya keluarga dan sahabat yang macem-macem. Ada yang ekstrovert, ada yang sensian banget, ada yang abstrak banget, semuanya. Yang biking senang dan kadang jengkel. Tapi mereka, dengan cara yang tidak mereka sadari membuat kehidupan saya semakin berarti.

Dengan segala kelebihannya,
Dengan segala kekurangannya,
manusia melakukan hal-hal yang luar biasa. Dengan atau tanpa mereka sadari.
And yes… we know it! Everything is awesome…. and everyone is also awesome.

Aih… Saya tidak sejahat yang kalian kira kok , mungkin…. mungkin… kita hanya belum saling memahami satu sama lain. Itu saja.

Sebagai tanda kasih dan sayang, juga permintaan maaf yang mendalam kepada siapapun yang mungkin aja pernah tersakiti dengan kecuekan saya, here it is… live music dengan iringan gitar sumbang dan permainan yang sangat amatir, jangan dinilai dari kejelekannya… nilai dari niat saya yang mulia ini fufufufuufufu.

 

Jomblo paling bahagia di dunia… Why not? That’s me :)


Jujur saya sebenarnya nyaris gila. PR dari Sensei saya belum selesai, I’m stuck! Sampai-sampai saya ketiduran di lantai tiap malam. Sedihnya lagi gak ada yang nyemangatin dan nelpon gitu kan *jadi ingat romantika beberapa bulan yang lalu, ah begitu cepat berakhir*, kesedihan itu tidak sampai situ aja! Saya buka social media, waaah yang udah punya calon sama yang udah nikah makin banyak aja. Yang bikin sakit…. suaaaaakiiiiiit banget adalah… beberapa yang udah punya gandengan itu suka gak peka sama yang jomblo-jomblo.Update status, upload foto dan share link dengan ngetag pasangannya, problem? Nope kalau yang dishare penting…. ini mah kadang ya “Ih kangen kamu” with xxxxxx. What the h*ll di tahun 2015, di era ASEAN ECONOMIC COMMUNITY mereka gak paham fungsi sms? whatsapp? bbm?atau line? Bahkan kadang ada juga yang  share link “Posisi tepat agar cepat hamil” tag tentu ke suaminya, heloooowwww…excuse me, yang kayak gitu kan bisa ya di share secara privat ke suaminya. Jika itu masih dikatakan wajar dan belum menyiksa para jomblo yang menurut saya sih mereka gak salah apa-apa, maka perhatikanlah beberapa meme yang seakan-akan mendiskriditkan para jomblo. Please take a look:

Dan masih banyak ribuan meme lainnya. Jujur lucu sih… saya aja suka ketawa-ketawa sendiri. Tapi tunggu sebentar…. terkadang saya merasa ini sudah keterlaluan. Apa jadi jomblo itu dosa? Jika iya…. saya sudah melakukan dosa ini selama hampir 25 tahun! oh come on… please world….please… gak segitunya juga kali. Gak segitu buruk kok jadi jomblo. Trust me! Kalian harus percaya karena kalian sedang bicara dengan salah satu jomblo paling bahagia di muka bumi.

Sebagai cewek, munafik banget kalau saya gak pernah naksir cowok. Wew… banyak. Tapi saya memang punya baaaaanyaaaaaak pertimbangan karena beberapa hal yang tidak bisa saya tuliskan di blog ini. Intinya saya memilih jomblo, seru sih jadi punya beberapa kisah romance yang kalau dijadikan novel bisa 10 jilid. Tapi bukan itu yang membuat saya begitu menikmati masa-masa kejombloan ini. Cinta, entah mengapa atau mungkin cinta yang salah membuat beberapa dari kita menjadi subjektif dan bodoh. Saya menyadari hal ini. Jika kalian pengikut blog saya, maka kalian akan tahu bahwa saya sempat terjebak cinta lokasi dengan seseorang di kampus saya *blush* somehow itu membuat saya merasa the best man in this universe is just him… dia lagi….dia lagi….dia lagi. Can’t stop to think about him… forget about time when have a conversation with him… even forget how to sleep. Jujur aja itu gila.Sebuah masa yang membahagiakan dalam hidup saya karena saya kemudian jadi belajar beberapa hal dari dia, belajar mengenal kepribadian dan budaya baru, tapi yang bikin annoying I realize tiap saat saya hanya nulis tentang dia…dia…dan dia. Saya selalu benci para couple yang nulis di sosial media tentang pasangannya lagi lagi dan lagi, dan hei! I did the same mistake… walau menurut saya dia orang yang pantas untuk diceritakan karena pola pikirnya yang bright *dan belakangan saya baru tahu kalau dia anak sulung jadi pantaslah cara mikirnya hampir sama, mystery revealed*. Apapun alasannya, itu nyebelin banget hahahhaha. Thanks banget buat sahabat-sahabat saya yang mau mendengar seluruh drama yang saya suguhkan beberapa bulan yang lalu.

Lalu kembalilah seorang emon, dengan segala kejombloan dan keanehannya…
Menikmati masa-masa saya sebagai mahasiswa, menikmati masa-masa dimana masalah terbesar saya saat ini adalah tesis, riset, dan mengatur uang kuliah. Memang ada yang kurang sih, karena orang-orang yang saya sayang tidak di dekat saya, mereka juga punya kesibukan mereka masing-masing. But it is okay, saya belajar main gitar sekarang walau baru bisa kunci mayor dan neken senarnya kadang gak bener, saya happy karena saya bisa nyanyi-nyanyi sendiri dan saya menguasai keterampilan baru.

Di saat sepi seperti ini juga, saya kemudian bisa semakin dekat dengan sahabat-sahabat saya, walau kadang hanya sekadar share link-link berita atau gambar yang menurut kami seru, tapi ini pertama kalinya dalam hidup saya, saya memiliki banyak sahabat yang selalu membantu saya, yang siap sedia mendengar saya dan saya? saya juga menjadi orang yang selalu siap mendengar dan membantu mereka. Nice move, isn’t it? semua yang pernah berteman dengan saya tahu betul saya bukan orang yang supel, bahkan yang udah jadi sohib saya pasti tau kalau muka saya ini langsung berubah kalau ketemu orang yang saya kurang suka. Jelek banget…

Saya juga semakin sering menghubungi Mama, adik, dan keluarga saya. Betapa baiknya mereka, dan rasanya seluruh kebaikan dan cinta keluarga saya sudah bisa menutup seluruh “kengenesan masa jomblo” yang menimpa saya hahahhaa. Mama saya baik banget, walau terkadang suka lebay sih panikannya… adik saya juga makin romantis dan sepertinya makin sering bercanda. Semuanya selalu berusaha membuat saya tenang dan bahagia dari tanah air. Selalu…
Dan saya menyadari bahwa saya benar-benar mencintai mereka, lebih dari apapun.

Ketika saya mau ngehedon… tiba-tiba inget sensei, inget PR, inget belum menelurkan prestasi apapun, huwaaaaaa…. dan sekarang saya kembali menulis lagi…. submit-submit tulisan lagi…. belajar lagi…. dan baca buku lagi. Stuck, terus ngerasa bego sebego begonya lagi. Terus refreshing, tidur, foto-foto, jalan-jalan, makan enak, tiduran di bawah pohon ume lalu fresh lagi and start over for everything again.

Saya yang hari ini, sedang mendewasakan cara berpikir dan cara bersikap saya. Bukankah itu hal yang keren dan menyenangkan?

DSCN9584

Cieeee.. sudah terlalu lama sendiri nih ye….

Emang sih, seperti kata Kunto Aji… saya sudah terlalu asyik sendiri. Mmmm…. mungkin ya.

Tentu ada yang kurang. Tapi bukan berarti “kekurangan” itu membuat saya menjadi tidak bahagia. Salah besar! BEsssssaaaaAAAARRRR bangeeeeeTTTTT! saya bahagia, melebihi apapun. Saya sudah diberi kesempatan oleh Allah untuk menjalani berbagai hal yang luar biasa. Tidak dikasih otak yang pinter-pinter banget sih, tidak dikasih harta yang banyak, tidak dikasih rupa yang cantik-cantik banget dan body yang kayak gitar spanyol… tapi saya dikelilingi oleh orang-orang yang baik, dan itu sudah lebih dari luar biasa.

Saya percaya bahwa kelak pasti si jodoh itu ada, and congratulation dia berhasil membuat saya tidak jomblo dan berhasil melunakan hati dan kepala saya yang kayak batu ini. Tapi dalam sains sudah ada teori bahwa kita akan dekat dengan orang yang “serupa” dengan kita. Teori yang sama melandasi kenapa ada persahabatan, cek deh sahabat-sahabat kalian pasti ada banyak kesamaan antara kalian, pasti sahabat kalian itu orang-orang yang “setipe” dengan kalian, contoh mayoritas sahabat saya itu JOMBLO mwahahahahahhahahahhaa….. padahal mereka itu bener-bener high quality jomblo loh, pintar, seru, kece, ya cuman gitu kayaknya lawakan kami-kami yang ngerti cuman kami-kami aja, di situ saya sedih. So, what’s wrong if I try to increase my quality first? Dan mungkin dia entah dimana sekarang sedang memperbaiki kualitas dirinya… atau mungkin dia emang jauuuuuh lebih kece dari saya jadi saya harus jungkir balik menaklukan ganasnya ekonometrika, general equilibrium, game theory, dan kawan-kawannya itu… sehingga saya harus rela nangis darah dan berketombe jauh-jauh datang ke negeri ini buat belajar dan mungkin harus sampai jenjang tertinggi. Mungkin aja kan? Mengutip kata dari brondong tercinta *uhuk* “When something happened to us, somehow it will bring something good for us. We just haven’t know about it yet”
Ah…. emon, itu kan alibi jomblo ngenes kayak lu aja, Mon….

Mungkin iya. Tapi mmmm…. setiap jerih payah dan penantian akan terbayarkan. Bahkan jika hal terburuk terjadi dan saya jomblo seumur hidup pun, saya sudah punya future plan… mungkin saya bisa keliling dunia lalu mengajar dan membantu anak-anak yang kurang mampu, impian saya sejak dulu. Ah… apapun itu, apapun yang akan kalian bilang, saya ingin membuat hidup saya begitu bernilai di planet ini. Saya ingin menjadi kebahagiaan untuk planet ini… I love this planet :] mencintainya seperti biasanya.

I’m happy… maybe happier than you, who knows?

Hati-hati dengan hati…..Tapi ikuti kata hati


bersamamu kuhabiskan waktu
Senang mengenal dirimu
rasanya semua begitu sempurna
sayang untuk mengakhirinya

melawan keterbatasan
walau sedikit kemungkinan
takkan menyerah untuk hadapi
hingga sedih tak mau datang lagi..

(Ipang-Sahabat Kecil)

Pada awalnya…Tiap kali gw liat mahasiswa rantau yang pada keukeuh melepas masa lajang sebelum berangkat atau setelah beberapa tahun menetap di luar negeri rasanya mau bilang “Ih cemen banget sih” karena jujur aja logika gw mengatakan lu gak akan mati sendirian di bumi yang luas ini.  Bahkan ya… bahkan… sampai ada yang minta dijodohin atau dikhitbah gitu setelah beberapa tahun (atau bahkan beberapa bulan) setelah sekolah. Lemah banget gak sih?

Oh lemah? Think again, Mon!
Karena akhirnya gw terkena jebakan betmen juga. Seperti yang sudah gw bilang sebelumnya. Gw jatuh cinta, kawan…. gw jatuh cinta.
Syukur alhamdulillah kalau jatuh cintanya sama sama-sama mahasiswa Indonesia, yg lajang, seiman, seumur, dan dia suka juga sama gw. Bisa langsung di presentasikan ke hadapan keluarga besar Ini? Preeeet… kebalikannya.
Gw jatuh cinta sama orang asing, beda agama, beda umur (guess what,dia brondong), dan tentu umur semuda dia dan kultur negaranya gak akan mungkin gw gandeng bawa pulang ke Indonesia untuk dihadapkan ke KUA (oh please understand what I mean), dan mama gw beuuuuh…. bisa memecat gw dari tatanan keluarga “Kakak…. kok bisa siiiiih naksirnya orang yang beda keyakinan gitu. Ya ampuuun kakaaaaaak…. gak ada high quality jomblo lain di sana?” sadly, mama gw lupa kalau gw kuper dan malas gaul.

Tapi gw punya alibi kuat!
Bayangkan kalian ada di posisi gw.
Jauh dari keluarga, sendirian, dan kemudian lu punya banyak tugas dan PR. Lu hubungin gebetan lu misalnya yang ada di tanah air “Aduh, aku gak bisa nihh…kok aku bodoh” dan dari seberang sana jawaban yang lu peroleh cuman “Aduh, maaf ya aku bahkan gak ngerti kamu ngomong apa” atau cuman balasan singkat “Sabar ya”, atau lebih ngenes lagi lu gak dibales sama sekali. Coba-coba, sekarang gw tanya…. dengan kondisi seperti itu apa bisa gw bisa punya ekspektasi yang lebih jauh dengan pria di dalam negeri? atau berusaha dengan pria lokal lainnya? Gak…. ! Gw ngerasa gw kayak cewek freak kesepian! Gak lebih! gak kurang!

Lalu tiba-tiba ada cowok, asing, sekelompok sama lu… baik… perhatian…ganteng….dan ketika lu hubungin dia “Ah… I don`t understand this part. Can you help me” Beberapa menit kemudian TING “AH try this solution” dan kemudian semalam suntuk kalian kerja bersama. Lu gak klepek-klepek? Haha…. jangan bercanda! Bego aja kalau gak…

Untung Allah menjaga diri gw sebelum terperosok lebih dalam. Dia harus kembali ke negaranya, dan gw disuruh sensei menyelesaikan master thesis gw lebih cepat.

Tapi apa gw menyesal jatuh cinta sama dia? Gak! Gw tegaskan….Gak sama sekali…. gw saat ini di titik bahagia banget. Banyak yang bilang gw lebih ceria dan lebih modis akhir-akhir ini. Gw baru jatuh cinta lagi, gimana gak happy. Pada akhirnya gw menemukan diri gw yang hilang selama bertahun-tahun. Pada akhirnya ada yang memperlakukan gw seperti yg gw harapkan, sederhana… dan gak macem-macem. yang praktis…
Guys! I still have a chance! spesies cowok seperti itu pasti ada….ada di muka bumi ini. Dia akan gw temukan.

Image and video hosting by TinyPic

Dan gw berubah layaknya bunga-bunga yang mulai mekar di Tokyo

Gw berubah! Gw berubaaaaaaah bgt!

Gw selalu senyum setiap ketemu orang sekarang….
Gw lebih sering ketawa…Gw lebih menikmati kehidupan dan kerja keras gw sekarang…
Gw lebih membuka hati gw sekarang….

Dan yang terpenting gw menemukan diri gw yang hilang.
Gw jadi semangat belajar hal-hal baru, I bought a small accoustic guitar now! Can you believe it?
Gw jadi makin suka musik dan kembali nyanyi setelah bertahun-tahun gw gak mau nyanyi lagi
Gw jadi lebih suka traveling

Gw jadi shalat lebih tepat waktu supaya Allah terus menjaga hati gw.

Gw merasa lebih muda 5 tahun! hahahahaha….

Gw senang… akhirnya ada titik ketika Allah mengizinkan gw jatuh cinta dengan happy dan nothing to lose. Ada titik ketika ada yang menghargai gw dengan baik dan bikin gw ketawa. Ada yang mengembalikan mimpi-mimpi gw kembali ke depan mata gw.

Gw happy ada orang yang bilang “Come on marissa, you can do it! We can do it”
Hal yang udah lama gak gw dengar dari seorang cowok.

—————————

Hari ini dia kembali terbang, menjelajahi dunia… sebagaimana impian dia selama ini.
Dan gw berjanji akan menyusul dia menjelajahi dunia.

Promise is promise….

Dan kami sepakat membuat paper internasional dengan nama kami berdua tercantum di atasnya.

Sounds great!
Hati-hati dengan hati kalian kawan, dia cepat begitu berubah. Tapi masih ada pojok kecil di hati gw yang bilang “Emon, go for it! At least you can work together with someone you like” dan gw mengikuti kata hati gw itu.

Semoga Allah menjaga hati gw, dan gw…. semoga gw bisa jaga image mengingat gw udah gak muda lagi hahahahahahaha.

Dan semoga ketika gw jatuh cinta lagi, orang itu jauh lebih baik dari tuan brondong satu ini. Insya Allah 🙂

The Researcholic Diaries :p My debut album mwahahahahahahaha….


Jadi ceritanya gw pusing dengan aneka kegilaan gw sebagai mahasiswa ekonomi rasa teknik…. Udah ngerasa deh ngerjain PR sampai mimisan! Bayangin mimisan! Udah ngerasain jatuh cinta sama alien karena kurang perhatian dan jauh dari rumah… udah ngerasain serunya jalan-jalan ke tempat-tempat seru, udah ngerasain punya teman2 buaaaik banget. Ngerasain jadi seorang Marissa yang sebenarnya.

Tapi berhubung gw lagi males nulis panjang karena masih banyak tugas.
Jadi di lab gw malah karokean dan ngerekam lagu sendiri hahahaha. Gw nyanyi lagu yang menggambarkan gw selama semester  ini.  Percayalah orang-orang di lab pada ketawa2 mesem, baru liat gw gila kali ya. Jadi gw buat mini album, jangan tanya masalah kualitas suara, pasti standar hahahaha. Kalau yang bagus, mmmm mungkin backsound pilihan gw yang bagus ahahahahhahha….

Dan tolong jangan tanya itu yang nyanyi suara siapa. Itu gw….puas? Yes! That’s me.
Dan jangan pula bilang “Jriiiit…. suara lu kok cewek banget” Wuaduuuh…. jadi selama ini suara gw macho? Ahahahaha…

Selamatkan gendang telinga kalian.