Habis Gelap Terbitlah Terang [dengan cahaya lilin]: Apakah wanita tidak boleh sekolah tinggi?


“Jika kau mencintai sesuatu, seharusnya engkau berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan dan mempertahankannya bukan?Seharusnya begitu pula jika kau mencintai seseorang”

Entah ada angin apa sambil nonton film India saya bisa nulis topik sebenarnya sih udah banyak yang membicarakan ini tapi rasa2nya tetap menggelitik untuk ditulis.
Pernah denger dong konon katanya wanita yang sekolah tinggi itu susah dapat jodoh, bla…bla,,,bla…dan jujur saja saya sebenarnya tidak percaya tentang itu semua. Tapi aish… memang tidak boleh yang naif-naif banget dalam memandang sesuatu.

Suatu hari di sebuah pojok muka bumi, seorang pria dengan mata menengadah ke langit bercakap-cakap dengan temannya, “Gw jujur ada minder deketin X, gw tahu dia baik, dia perhatian ke gw, tapi pendidikannya itu loh skrng dia S2 gw masih S1 aja, apalagi kalau dia lanjut lagi waaaah makin jauh aja gw. Gw nyerah aja, dia terlalu baik untuk gw”

Di sudut lain muka bumi, seorang gadis dengan mata berkaca-kaca sudah tidak bisa berkata apa-apa, pria yang dia percaya selama ini akhirnya mengatakan “Aku gak sanggup jika pisah terlalu lama dan terlalu jauh sama kamu, aku juga jujur aja minder kalau pendidikan kamu lebih tinggi dari aku. Kamu bisa cari pria lain yang lebih baik dari aku”

Tidak jauh dari situ ada muda-mudi yang bertengkar cukup hebat, “Buat apa sih kamu sekolah tinggi-tinggi? Sampai harus ke luar negeri segala… aku ini serius. Aku cuman mau kamu gak usah jauh-jauh, cukup di rumah urus anak-anak kita nanti”

Di pojokan lain planet bumi ini, seorang wanita mengetik di blognya…merasa hal-hal seperti itu sudah tidak masuk akal lagi, dan orang itu adalah saya sendiri.

Apakah salah jika wanita ingin melanjutkan sekolah hingga ke jenjang yang tertinggi sekalipun?

Jujur saja, jika Allah mengizinkan saya ingin melanjutkan studi saya hingga jenjang tertinggi sekalipun. Saya punya banyak alasan, 1.) Ini salah satu impian ayah saya yang belum kesampaian, 2.) I’m stupid -,- karena bodoh itu saya harus terus belajar. Jujur aja saya merasa otak saya semakin lama semakin menurun kemampuannya, jadi selagi masih mau dijejelin ilmu maka mengapa tidak, 3.) I want to be a bloody cool mother for my future son and/or daughter. Alasan ketika ini juga yang membuat saya berdoa semoga di masa depan nanti ada pria yang sangat baik dan sangat pintar mau menjadi suami saya. Hahaha…. pria yang beruntung bgt kan :p beruntung karena saya gak akan berpaling tapi sial karena saya gak jago masak dan benci nyetrika :p

Saya pernah berdebat dengan seorang cowok mengenai masalah ini, saya katakan “yang akan mengurus anak itu nanti perempuan lagi, maka perempuan harus pintar sehingga kalau anaknya nanya kenapa ada pelangi maka si ibu bisa jawab proses terjadinya pelangi secara fisika bukan cuman bilang ‘yaaaa emang Allah bikinnya gitu, Nak… bagus kan’ maka masuk akal jika perempuan bersekolah lebih tinggi dan gak masalah dong jika pendidikan wanita lebih tinggi” dan tebak jawaban teman saya itu… “Yaelah, Mon… pemikiran lu itu yang terlalu jauh”

Errr… -.-

Saya juga ingin suami yang gak lemot. Bayangkan jika kemudian si anak bermain bersama ayahnya, lalu kemudian melihat roda mobil yang ada ulirnya dan gak halus mulus gitu aja. Bayangkan dia kemudian bertanya “Yah, boleh gak rodanya aku ratain aja pake apa gitu, aku gak suka bentuknya kok gak rata gini ya”…. setidaknya si ayah harus bisa menjawab dengan teori dasar gaya gesek yang mudah dimengerti bukan kemudian malah sewot dan teriak “Ehhhh jangaaaaaaaan…. kamu apa sih Nak, iseng banget”

Fair kan?
begini ya wahai para pria di muka bumi terutama yang masih lajang, oh come on… buka mata lebar-lebar… luaskan perspektif.

When a woman choose a man…. itu bukan hal mudah loh. Bayangkan seorang putri yang disayang sama Mama dan Papanya udah dapet best services di rumah, bahagia dengan keluarganya. And taraaaa she is fall in love tapi di saat yang sama dia mau meraih cita-citanya untuk menapaki jenjang pendidikan dari satu level ke level lainnya. Di tahap seorang cewek udah jatuh cinta dan menerima seorang cowok aja menurut saya itu sudah hal yang luar biasa, betapa egoisnya ketika si cowok kemudian melarang si cewek meraih apa hal yang diidam-idamkannya. Mungkin impian itu sudah lebih lama hidup bersama si cewek dibandingkan jangka waktu si cowok mengenal si cewek. Helow, Boys… please deh ah.

Dan emmm hellow girls, jika cinta itu buta maka janganlah dibutakan cinta. Tuntun cinta ke arah yang benar.. serahkan hanya pada orang-orang yang bisa memelihara itu dengan baik *gile kan kapan lagi gw nulis kayak gini*

Jujur saya muak ketika ada cowok yang bilang “Aku gak mau sama X, karena X jauh lebih baik dari aku” APAAAAAAAA????? ada beberapa kesalahan besar di sini… 1. Si cowok bagi saya keliatan loser banget, kalau memang cinta perjuangkan dong masa nyerah gitu aja. Oh jujur saja di media-media sosial banyak yang menulis status “mari memantaskan diri bla…bla…bla”, apa wanita saja yang perlu memantaskan diri? bagaimana dengan pria? gak usah memantaskan diri? ahahaa… fair play, men! fair play. 2. Jelas sudah si cowok toh gak cinta-cinta banget sama si cewek dengan alasan lihat poin pertama. Mungkin menyedihkan dan terlihat kejam, tapi mari tinggalka pria jenis ini. Hidup ini melelahkan jangan lelah dengan hal-hal lain yang tidak terlalu krusial.

Ketika wanita punya pendidikan yang lebih tinggi, bukan berarti dia jadi mahajenius untuk segala hal. Saya merasa mau belajar sampai S30 sekalipun saya masih punya penyakit gak teliti dengan eksakta, saya kalau udah malas gak bisa bergerak kayak kukang, saya bodoh setengah mati dengan aneka hapalan, zzzzz… tetap manusia penuh kekurangan. Tapi sekali lagi, ini bukan masalah menjadi paling pintar atau paling jenius… ini masalah memperluas cakrawala. Setiap orang berbeda-beda dalam memperdalam khazanah pemikiran mereka dan memperluas cakrawala mereka, beberapa langsung terjun ke bidang teknis, beberapa memilih memperdalam pendidikan mereka, dsb. saya memilih jalan kedua… saya hidup di lingkungan akademis, maka wajar jika saya kelak ingin memilih jalan akademis. Apa kemudian saya pantas sombong lalu meruntuhkan dominasi pria? Ah come on…. saya toh gak mau memusingkan itu. Saya punya ayah, saya tahu betapa berat dan luar biasanya perjuangan seorang pria dari ayah saya… maka saya tidak pantas merendahkan setiap perjuangan pria karena saya paham bahwa setiap detil perjuangan dan kerja keras pria harus dihargai.

Ketika wanita punya pendidikan yang lebih tinggi, dia akan menjadi guru yang baik untuk anak-anaknya.

Ketika wanita punya pendidikan yang lebih tinggi, mereka akan punya bargaining posisition di keluarga maupun dalam lingkup kehidupan sosial. pentingkah? Penting, untuk mempertahankan prinsip dan harga diri tanpa perlu menjatuhkan jati diri dan meremehkan kemampuan orang lain.
Intinya, itu semua untuk kebaikan banyak orang.

Baik! mungkin ada wanita yang malah jadinya sombong atau gimanaaaa~ gitu. Ya memang ada, tapi kan tidak semua. Cari yang ada iman-imannya juga lah -,-
Saya pikir selama masih punya iman dan pola pikirnya terawat dengan baik, seorang wanita sehebat apapun dia akan tetap menjadi orang yang rendah hati tapi pendidikan bisa menjaganya dari sifat rendah diri. Ah catat itu! dengan tinta emas! 😀

Jika saya bisa menulis langit, maka dengan tinta hitam legam saya akan tuliskan sekali lagi, “Jika kau mencintai sesuatu, seharusnya engkau berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan dan mempertahankannya bukan?Seharusnya begitu pula jika kau mencintai seseorang”
Jika kalian wahai pria rupanya di tengah jalan sudah menyerah mengejar wanita yang kalian sukai, well… mungkin memang benar kalian terlalu cupu untuk wanita tersebut and please stop bilang “Saya berhenti karena dia jauh lebih baik dari saya bla bla bla” ZZZZzzzzz beneran deh itu basi banget.

Mari kita tidur kalau begitu. Semoga muka bumi ini esok sudah lebih banyak dipenuhi manusia-manusia penuh semangat dan percaya diri, ah.. semoga

Love is stupid? No… stupid is yours -.- :sebuah catatan penuh tanda tanya


Di tengah kerieutan ngurus berkas buat dikirimkan ke calon universitas… tiba-tiba pikiran saya ngawang-ngawang dan jadi mikir macem-macem…. adaaaa ajaaaaaa klo keur deadline mah ya.

Hari ini sahabat saya mengirim bbm dan bercerita tentang seorang pria yang bertengkar dengan kekasihnya hari ini lalu mengancam akan bunuh diri di jembatan busway tempat mereka bertengkar. Why waiting? loncat aja…! Lama-lama banget… dunia sudah penuh dengan hal-hal gak rasional jadi heuuufttt udahlah yaaa~ ayo mas…loncat…loncat…loncat… http://eemoticons.net kok belum ada berita lebih lanjut ya? Berarti gak jadi nih loncatnya, ah cupuuu!

Beberapa waktu yang lalu juga… udah agak lama sih…. ada beberapa pria yang curcol ke saya. Mereka mengaku mencintai keluarga mereka, terutama anak-anak mereka, tapi di sudut hati paling dalam mereka masih menyimpan perasaan dengan cinta pertama mereka. Saya sendiri kaget dan rasanya pengen jewer deh cowok-cowok model itu… kalo istrinya tahu bisa pada kena lemparan panci tuh. Tapi dari beberapa orang tersebut ada satu kesamaan, cinta pertama mereka rupanya wanita-wanita yang menurut mereka sangat cerdas dan pintar. Dari cerita mereka sih, dulu mereka gagal menjalin hubungan lebih serius dengan cinta pertama mereka karena tingkat pendidikan atau karir wanita bersangkutan jauh lebih tinggi. Aduuuuh masalah percaya diri aja toh… rasanya saya mulai gemas, errrrrrrhhhhhhh….

Saya juga pernah mendengar cerita… seorang wanita, very smart! Lalu berhenti bekerja dan mengurungkan niatnya untuk melanjutkan sekolah karena dilarang sang suami. Katanya… istri dan ibu yang baik itu harus full time di rumah! FULL TIME! no excuse!

Love just blind, Mon… and Love is stupid!

How can sih orang nyalahin love is stupid… stupid is yours!

Izinkan saya mengetahui satu saja alasan paling rasional bahwa tingkat pendidikan wanita atau karir wanita itu harus lebih rendah atau sama dengan pria, dan hanya dengan kriteria tersebut maka rumah tangga bisa berjalan dengan rapi dan mulus.

Berikan saya sebuah pemikiran paling logis bahwa jika kemudian tingkat pendidikan maupun karir wanita lebih tinggi maka si pria harus jiper lalu mundur… begitu pula sebaliknya.

Katakan juga pada saya, jika kemudian dalam cinta itu ada masalah maka masalah itu harus diselesaikan dengan kelakuan-kelakuan bodoh, such as loncat dari jembatan busway.

Itu bodoooooooh banget….banget…. bangeeeeet!

Pria mungkin gak sadar saya, but when a woman choose a man, mereka (seharusnya) sudah memikirkan itu semua matang-matang dan sudah bisa menerima si pria apa adanya. Lalu… kenapa harus minder? Kalau cinta maka perjuangkan! Logika saya tidak salah kan? Saya sangat mencintai ilmu pengetahuan, oleh karena itu saya mengorbankan banyak hal untuk memutuskan bersekolah lagi. Sama halnya juga jika sama mencintai seseorang, dan orang itu hanya bisa didapatkan jika dan hanya jika saya harus memperoleh piala nobel sekalipun maka saya harus berjuang untuk mendapatkannya. Itu alasan kenapa Bandung Bondowoso berjuang membuat seribu candi untuk Roro Jonggrang! Jika gagal setidaknya sudah mencoba. Marah hanyalah perlu dilakukan bila ada hal-hal yang tidak fair. Dimana kisahnya ada cowok-cowok cupu yang menyerah di tengah jalan buat ngejar cewek yang bener-bener dia suka? Kalau nyerah maka berarti tidak sepenuhnya cinta… Analogi yang sederhana kan?

Lalu jika gagal apa harus benar-benar terpuruk lalu…. arrrrrrghhhhhh….so many questions in my head dan sungguh saya tidak habis pikir kenapa pikiran beberapa manusia terlalu rumit http://eemoticons.net.

Jika gagal maka coba lagi!

Yang bisa kita lakukan kan cuman mencoba melakukan segala yang terbaik?
Masalah gagal atau berhasil….loh itu sih belakangan lagi. Justru kalau tidak pernah mencoba kita tidak akan tahu.

Love is stupid? no! Stupid is yours….

Cinta itu bagian dari kehidupan, dan dalam kehidupan kita harus senantiasa membuat pilihan.
Masalah patah hati lah… CLBK lah…. nyesel lah… apapun itu… ya itu adalah hasil dari pilihan-pilihan yang sudah dibuat. Kalau di ekonomi, kami menyebutkan setiap mau mencapai tingkat utilitas yang lebih tinggi kita harus bisa melampaui constrain/ kendala yang ada… kalau tidak sanggup atau tidak menyanggupkan diri maka puaslah dengan tingkat utilitas yang telah diperoleh.

Mungkin saya kejam ya…
Tapi kalau saya, sebagai wanita saya ingin merasa menjadi seseorang yang diperjuangkan…
Hal yang sama juga berlaku jika saya menyukai seseorang, maka saya ingin orang tersebut juga merasa sudah saya perjuangkan dan telah saya hargai….
Saya rasa itu fair.
Like Newton said, Aksi=Reaksi….

Arghhhh… tapi seperti kata Dr. Watson pada Holmes, “Fakta terkadang lebih sulit dipahami daripada fiksi”

When Romance Meets Destiny


Pertama-tama mohon maaf dulu kalau tiba-tiba postingnya tentang cinta lagi. Maaaaaaaaf banget!

Bagaimana rasanya mencintai orang yang sama selama 7 tahun… namun Tuhan tidak menjodohkan kita dengan orang tersebut? mungkin bisa menemukan jawabannya di film When Romance meets Destiny

Film Korea ini menceritakan tentang kakak dan adik yang sama-sama bermasalah dengan cinta. Si kakak memendam perasaan selama 7 tahun kepada teman sekolahnya! Kemudian ketika Tuhan memberikan satu kesempatan untuk bertemu dengan wanita yang dia cintai itu…. He can’t say anything! Karena by default memang orangnya pendiam dan tertutup. Akhir cerita si wanita yang dia taksir akhirnya menikah dengan orang lain walaupun rupanyaaaaaaaaaaaa si wanita ini juga memendam perasaan yang sama selama 7 tahun ke si kakak! Tapi wanita butuh penjelasan kan… semua sama-sama memendam perasaan jadi ya gitu deh.

Kalau kakaknya pendiam, adiknya justru playboy. Suatu hari dia jatuh cinta dengan seorang wanita. Tapi sayangnya tidak berjalan mulus juga karena sifat si adik yang suka tidak menepati janji. Dan akhirnya wanita yang dia suka pun berkencan dengan pria lain yang tentu lebih baik dan lebih bisa bertanggung jawab dalam menepati janji.

Saya sendiri ketawa-ketawa miris menonton film ini…
Believe it or not saya juga pernah memendam perasaan pada seseorang selama beberapa tahun kepada seseorang *maaf ini harus disembunyikan, sahabat saya termasuk salah satu orang kepo di blog ini… dia bisa membocorkan aktornya jika clue-nya terlalu jelas hahahahaha. Tapi kayaknya dia masih bisa nebak deh, “Hei kau! Awas ya kalau bocorin rahasia gw…. pernah rasa digaruk macan?” *
Tidak beruntungnya selama beberapa tahun tersebut Tuhan tidak pernah mempertemukan saya dengan orang tersebut.

Lalu saya merasa geli ketika si kakak dalam film ini kemudian bilang,
“What if heaven decides that two people are supposed to be together? But those two people don’t know that they are destined to be together. So that woman and I could be fated by heaven to be together. But by accident of fate, these two see each other for the last time…”

lalu dengan santainya si adik menjawab.
“Then she isn’t meant for you.” mwahahahahahahaha….

Dan sungguh itu menyentak! Jika memang tidak dipertemukan lagi, maka berarti memang itu keputusan Tuhan…. berarti itu memang bukan jodoh. Simple bukan? Terkadang kita merasa bahwa semua kata hati dan pemikiran kita adalah yang paling benar dan mutlak lalu lupa mendiskusikannya dengan Tuhan. Aih aih aih… manusia~

Seperti yang saya spoilerkan di atas… kisah cinta kakak dan adik ini tidak ada yang berjalan dengan lancar. Akan tetapi saya paling terharu dengan kisah cinta si kakak. Di akhir cerita, si kakak datang ke pernikahan wanita yang dia sukai lalu tanpa berkata apa-apa dia mengambil mic kemudian menyumbangkan sebuah lagu yang rupanya isi hati dia selama ini…. huwaaaaaa why! why! why! why too late!

Di narasi setelah adegan itu dikatakan,
“I kept her in my heart for seven years…
but I never thought anything would really happen between us.
Maybe I liked that feeling of missing someone.
I guess I liked living on that one-way street.
I won’t do stupid things like this anymore.”

Huhuhuhuhu…. langsung nangis bombay…!
bagi saya itu cukup mengharukan…
Saya rasa saya tidak mau melakukan kesalahan sebodoh di film itu….

Di akhir cerita…. rupanya si kakak dan si adik ini berhasil menerima kenyataan dan akhirnya menemukan jodoh mereka masing-masing. Kali ini orang-orang yang pernah mereka temui, namun karena suka sama orang lain jadi gak pernah ngeh. Baru deh setelah mereka bisa menerima kenyataan yang sebenarnya, mereka bisa move on dan membuka hati mereka…. mencoba untuk terbuka pada orang-orang baru.

————————————-

Beberapa hari yang lalu ada seseorang yang ehmmmm…. secara halus menyatakan perasaannya kepada saya. Peristiwa mengharukan gak sih?

Tapi entah mengapa saya seperti terjangkit sebuah kelainan psikologis…. saya selalu merasa merinding disko ketika ada orang yang bilang “Sa…. sebenarnya saya suka sama kamu” atau apaaaaaapuuuuuun related to it! Pokoknya rasanya mau gali lubang dan benemin kepala kedalam lubang itu! Atau lari… lari sejauh mungkin… jadi GPS tidak akan melacak keberadaan saya.Bagi saya itu MENYERAMKAN! catat… MENYERAMKAN! aneh ya? Gini-gini ada juga loh pria-pria yang entah kejedot apa pernah bilang suka kepada saya, tapi biasanya berakhir tragis karena saya yang akan pergi menjauh karena ya itu tadi… sindrom merinding disko. Padahal apa salah mereka ya? Jadi merasa bersalah….maaf ya http://eemoticons.net

Seperti biasa kalau udah begini saya pasti curhat ke sahabat saya, kasian ya dia…. padahal saya udah bilang loh banyak sifat dia yang terlalu nyebelin tapi entah kenapa kalau curhat dan ngerepotin senengnya ke dia mwahahahahahaha…. setelah cerita, malah saya yang kena semprot, “Lu ini gimana sih? Selalu begitu… tiap ada cowok yang deket selalu dibilang aneh…. selalu dibilang serem… sadar gak yang sebenarnya aneh itu lu?”

Liat! liat! liat! Kalian akan tahu siapa sahabat kalian ketika ada orang yang ngomong ke kalian itu udah gak tendeng aling aling! Mau nyelekit kek mau bagus kek… bongkar aja semuanya.

Makin malam dia makin males kali ya denger alibi saya yang muter2 aja di situ… dia tertidur…. saya juga… lelah memikirkan hal-hal aneh yang setelah saya pikir-pikir tidak substansial.

Tapi setelah menonton film ini saya menjadi sadar… mungkin saya terjebak dengan orang di masa lalu saya …. yang secara tidak sadar saya nanti selama bertahun-tahun padahal mungkin he isn’t meant for me… Lalu saya dengan bodohnya mengabaikan hal-hal lain.

I’m still 23… I’m young… still young! Seharusnya saya lebih membuka hati dan pikiran untuk orang-orang baru dan bukan hanya pada satu orang yang mungkin bahkan sudah lupa dengan wajah saya seperti apa. Hei! maybe he’s not deserve for my expectation!

Saya rasa mungkin sudah saatnya membuka hati dan pikiran ini….
I’m 23….I’m young…. still young! I have many things to do!

Saya ingin fokus mengurus Mama dan adik saya yang paling saya sayangi di muka bumi ini…
ingin melihat sahabat saya lebih sukses juga, karena rasanya sudah banyak membantu saya tapi saya belum bisa membalas apa-apa. Well, I give you my greatest hope now! Lumayan kan?
Saya ingin lebih membuka cakrawala pemikiran saya termasuk terbuka pada orang-orang baru, sepertinya selama ini terlalu kuper ya.
Saya ingin mewujudkan beberapa impian mercusuar saya yang benar-benar sangat besaaaaaaar dan luar biasa.
Masalah cinta? Aiiiih lagi-lagi itu! Well…. romance will find it’s destiny.
Remember? I’m young! I’m still young…. I have so many chances! But I won’t do stupid things like what I did before anymore.

Saya sudah melambaikan tangan kepada seluruh masa lalu saya….http://eemoticons.net

And…Hey you! Yes! you… a person in my past! I let you to go…. go! go everywhere you want, find and reach your own happiness like what I wanna do. I know you can do it… but hey! I know I can do it better than you, I know I stronger than you hahahahahahaha. Hush…hush… hush… go away my past http://eemoticons.net please don’t disturb me anymore.

 

Jeng jeng jeng! What you should know about me, world!
I’m transformed! http://eemoticons.net

Kalau cinta jangan nyiksa : Sebuah catatan tragis :’D


Ini hal yang sangat tidak penting… tapi entah kenapa ya saya selalu bermasalah dengan apapun yang terkait dengan pacaran! Kisah saya terlalu tragis jika mau dirunut sebenarnya (sekaligus konyol tentunya) tapi saya tetap tidak habis pikir… apa sih salah dan dosa saya?

Saya menghabiskan masa SD saya di “kampung” di Kabupaten Bogor. Saya melalui masa kecil yang amat bahagia, mungkin tahap paling bahagia dalam hidup saya. Jujur aja… hidup di desa, membuat saya jadi wanita super polos yang rada-rada ndeso juga setelah masuk SMP. But trust me… hidup di desa membuat kita jadi orang yang kreatif dan senantiasa menghargai banyak hal. Eh tapi bukan ini yang akan saya bahas.

Cinta monyet saya terjadi saat saya SD… saya suka dengan teman sekelas saya yang paling pintar, tampan, dan juara mengaji… tentu dia pun dikejar-kejar banyak wanita. Hanya saja saya masih polos, jadi yaaa cuek saja. Akan tetapi cinta segitiga terjadi, ada teman saya, sebut saja si Baja Hitam yang saat itu luar biasa agresif…. bayangkan ketika saya duduk di kelas 6 SD tiba-tiba tidak menyodorkan cincin gratisan hadiah dari chiki dan bilang “Kalau umur kamu lebih muda dari saya, nanti di masa depan jadi istri saya ya” sontak saya shock! Pertama, saya jelas pasti lebih muda dari dia, saya kelahiran tahun 1990 sedangkan teman-teman saya mayoritas kelahiran tahun 1989 atau 1988. Lebih kekinya dia mengucapkan itu di depan pria yang saya suka saat itu, mukyaaaaaa…. nyebeeeeeliiiiiin. Untuk segera case closed karena saya keburu lulus dan melanjutkan sekolah ke kota Bogor.

Kisah tragis saya tidak hanya sampai situ. Saat saya kelas 5 SD, ada tetangga saya yang tiap haru mondar-mandir di depan rumah saya. Saya saat itu juga sering ada di depan rumah untuk menjemur adik saya atau mengajak adik saya main. Maklum saat itu adik saya baru lahir dan saya lagi antusias-antusiasnya. Betapa mengerikannya ketika suatu hari si tetangga itu mendatangi saya yang sedang mendorong kereta bayi adik saya dan lalu bilang “Tahukah kamu sebenarnya saya selama ini suka kamu” huwaaaaaa sereeeeeeemmm pedofiliaaaaa. Saya antara serem dan gak ngerti langsung dorong kereta bayi adik saya dan masuk rumah.

Ini bukan akhir! Besoknya hari minggu tiba-tiba tetangga menyeramkan itu datang ke rumah. Untungnya ayah saya ada di rumah, dan dia pun langsung disambut ramah oleh ayah saya yang memang pria paling ramah di muka bumi.
“Mau apa kamu, Nak?” tanya ayah saya sewaktu itu.
“Mmm… mau ketemu anak bapak, Pak… mau ngajak main aja”
“Wah lagi tidur tuh. Ya udah temenin saya aja gimana?”
“emmm… ya sudah kalau begitu saya pulang saja dulu”
“Kok, pulang? Ini loh sudah saya siapkan teh hangat. Kamu suka baca buku?”
“Emmmm… suka, Pak” *Which was DUSTA… mana mungkin lah :p cuman abis kata-kata kayaknya.
“Okay ambil buku di rak samping kamu, yang sampul biru… yaaak yang tebal itu”
“Ini,Pak” sambil menyodorkan buku sampul biru
“Kamu tahu ini buku apa? Ini buku yang bagus sekali…. Ini adalah buku Filosofi Ilmu. Kamu tahu? Ketika kita sekolah tingkat master dan doktoral, maka inilah basic knowledge-nya. Karena yang perlu kita perdalam adalah makna dari ilmu itu sendiri. Aaaaaah…. kalau ini…. ini buku Einstein’s Dreams karya Alan Lightman, kamu tahu Alan Lightman? dia seorang ahli fisika yang begitu mendalami ilmunya terutama teori relativitas einstein lalu membuat karya sastra yang sangat indah. Nah kalau buku yang di rak atas saya ini… ini buku principia-nya Newton! Saya sedang suka baca karya-karya Newton. Saya memang pegawai swasta tapi kadang saya suka juga mengkaji buku-buku science… sepertinya masih bisa dikembangkan bla….bla…bla….”

Dan tentu saja dihajar dengan penjelasan buku-buku tingkat tinggi si tetangga menyeramkan itu pasti kepalanya berasap, ada sekitar satu jam ayah saya membongkar koleksi-koleksi bukunya. Sampai akhirnya Beliau bertanya, “Coba menurut kamu buku mana yang paling menarik?”

Jawaban si tetangga saya “Heu… saya tidak terlalu mengerti, Pak. Pak… mohon maaf saya pamit…. terima kasih” lalu dia pun wuuuussssshhhh hilang entah kemana. Seminggu kemudian dia pun pindah ke Riau dan tak pernah kembali hahahahhahaha. Ayah saya lalu bilang, “Yaaa begitulah,Nak kalau tinggal di kampung. Di sini anak-anak seusia kamu sudah bisa dinikahkan… enak aja… langkah kamu masih panjang. Lagipula menantu ayah harus nyambung kalau ditanya tentang buku -.- ini ditanya tentang Einstein sama Newton aja gak tau -.- belum ayah keluarin tafsir Quran haaaaah lemah” hahahahhahaha sebagai info ayah saya adalah seorang Books Addict! Mungkin jika Beliau masih ada, ketika menyeleksi calon menantunya akan lebih seperti kolokium tesis daripada obrolan santai… mohon maklum, dulu memang maunya jadi dosen http://eemoticons.net

 

Saat SMP saya pikir hidup saya akan lebih damai dan sentosa. Rupanya tidak sodara-sodara. Kisah tragis saya dimulai ketika saya yang masih anak 1 SMP suatu hari disuruh teman saya menunggu dia di ruang kelasnya, “Mar… tunggu bentar ya, gw mau ke toilet dulu, waaaait di sini jangan ngilang” saya mengiyakan…

Namanya anak ndeso kan? Saya sih diam dengan manis di kelas teman saya…. eh tiba-tiba di pojokan kelas teman saya ada pasangan yang lagi pacaran, dan mereka pake acara pelukan dan ciuman segala. Jujur aja…. itu adalah pertama kalinya saya lihat orang pacaran, pelukan, dan ciuman! Yaaa gimana? SD bacaan saya kan komik dan buku pengetahuan bergambar… adegan kayak gitu kan gak ada di buku-buku saya.

Saya pun melongo, tapi dengan kebegoan yang mahaluarbiasa, saya pun tidak bisa melepas pandangan saya pada pasangan tersebut. Mungkin dengan mata terbelalak dan mulut terbuka. Merasa terganggu tiba-tiba si cowok memelototi saya “Woooooi…. apa lu liat-liat” saya merasa tidak bersalah dong! Saya tidak merasa kalau dia marah ke saya…. lalu sepersekian detik kemudian…. BUUUUUUUGH~ sebuah botol air mineral mendarat di kepala saya, “Kalau lu masih ganggu, bentar lagi sepatu gw yang ngelayang” Edyaaaaaaaan…..! jahat bgt!

Saya lalu keluar dan bertemu teman saya, melihat saya memegangi kepala sambil meringis, teman-teman saya plus anak-anak di kelas teman saya menghampiri saya, “Kenapa, Mar?”….”Dilempar botol sama yang dipojokan”. Bukannya ditolong…. malah saya habis ditertawakan…. “Heh… polos apa bodoh sih? Orang pacaran dipelototin gitu… kita-kita aja gak berani mwahahahahahaha, udah deh benjol gak?” huhuhuhuhuhuhu~~~

Sajak saat itu saya benci dengan orang pacaran! BENCI SETENGAH MATI! http://eemoticons.net

Tapi tidak indah dong masa sekolah tanpa bumbu cinta kan?

Di SMP ada juga cowok yang sempat saya suka. Sebenarnya gak suka sih, cuman kagum aja…. sebut saja namanya SPIDERMAN. Gak ada ganteng-gantengnya sih, cuman dia pintar dan kehidupannya kan complicated gitu tapi masih tetep sekolah dan tetep oke prestasinya waaah boleh dong diapresiasi. Cuman ya sudahlah ya…
Rupanya, [kalau tidak salah] saat kelas 3 SMP saya sekelas lagi dengan tuan SPIDERMAN ini. Suatu hari, ketika ada study tour, dalam perjalanan di bus tiba-tiba SPIDERMAN menembak saya! Huwaaaaaaaa kaget banget! Jujur rasanya saat itu saya ingin marah pada spiderman,kenapa? 1. Terlalu lebay lah nembak orang sampai berlutut segala~~~ come on! kamu harus punya harga diri, Man!, 2. Saya duduk persis di samping wali kelas saya, malu gak?, 3. Saya tahu dia melakukan itu karena dia main game taruhan dengan teman-temannya. Mohon maaf saja, harga diri saya sebagai wanita serasa diinjak-injak kalau dijadikan objek taruhan. Terlepas dari dia benar-benar suka pada saya atau tidak ya… tapi jujur saja saya keberatan jika caranya seperti itu.

Hubungan kami tentu jadi tidak enak, apalagi satu kelas. Tapi yaaaa bukan saya kalau gak mudah pindah ke lain hati. Saya justru tertarik dengan teman sekelas saya yang pintar dan kalau ngaji huwaaaaa suaranya bisa mengoyak-ngoyak hati! Pokoknya kesayangan guru agama saya. Allah seperti mendengar kata hati saya, suatu hari ada rotasi tempat duduk dan tebak! Saya mendapatkan tempat duduk sebangku dengan si cowok baik hati itu. Huwaaaaaa thanks God! At least saya bisa mendengar suaranya yang oke. Coba—-coba—— coba—- kalau ada cowok pintar dan agamanya oke plus tampang lumayan kece, cuman wanita bodoh yang gak tertarik kan? gak salah dong saya?

Sebenarnya saya duduk dengan damai bersama si cowok baik hati itu, malahan dia mengajarkan IPA dengan sangat baik ke saya. Very nice, man! Tapi suatu hari guru agama saya masuk kelas, “Looooh…kenapa kamu duduk dengan perempuan….bla…bla…bla… harusnya ada hijab….bla…bla…bla…” waaah seru deh. gara-gara kasus itu makanya pas pelajaran agama di kelas saya sempat di bagi dua kolom ikhwan-akhwat. Tapi setelah agama selesai toh balik lagi ke formasi semula.

Saya sih bahagia punya teman sebangku pintar dan baik hati. Tapi entah kenapa spiderman mulai mengganggu kedamaian dan kebahagiaan saya. Suatu hari teman-teman geng spiderman ada yang bilang ke saya “Lu itu gak punya hati banget ya?” mukyaaaaaaa salah apa gw? Spiderman juga menyindir-nyindir “Ilfil banget ya…. memang dia maunya cuman sama cowok-cowok yang kayak malaikat” So what? kalau memang ada yaaaaa kenapa gak kan? hahahaha

Fans cowok baik juga banyak, malah suatu hari ada yang menyamperi saya “Eh lu jangan deket-deket banget dong sama dia. Lu gak kasian si ini…ini…ini udah mendem perasaan lama” Yaaaa mana gw tau? saya cuekin aja lah…Saya di sekolah belajar MIPA dan IPS bukan ilmu membaca pikiran, Nak!

Pokoknya banyaaaak! bahkan ada yang sampai ngirim sms teror segala. Yeeee… bukan saya yang mau, Allah yang menentukan saya duduk sebangku sama siapa mwahahahaha.

Pada akhirnya… case closed karena baik saya, spiderman, dan cowok baik hati akhirnya pisaaaaah sekolah! Horaaaay… tapi sedih juga sih. Oiya pada akhirnya, pada suatu hari saya meminta maaf juga kepada cowok baik hati,
“Heh… sorry ya… gw emang orangnya gitu. Kadang kalau ngomong suka gak kekontrol. Maaf ya”
“Gak apa… gw betah kok duduk sama lu”
“Iya? Waaaah anak alim betah duduk sama gw, kabar baik. Kenapa?”
“Yaaa…karena lu gak macem-macem. Kalau jelek lu bilang jelek, kalau bagus lu bilang bagus, lu juga gak pernah ngomongin gw macem-macem, seru…. gw suka”
Huwaaaaaaa…. mengapa kata-kata itu muncul di akhir masa SMP saya? But forget it, pada akhirnya ada juga kenangan indah yang saya dapat di masa SMP http://eemoticons.net

Masuklah saya pada masa SMA! Masa-masa suram namun bahagia. Suram karena ngerasa orang-orang yang pintar kok banyak banget yaaaa, tapi bahagia karena yang merasa kayak saya banyak juga. Saya happy sekali karena saat SMA saya punya teman-teman yang baik…. sangaaaat baik-baik.

Masa SMA kayaknya kisah cinta saya gak ada ya… ada gak sih? gak tau ya…. ada sih yang ditaksir cuman udah trauma dengan kisah-kisah sebelumnya jadi errrr bodo amat deh lagian karena terlalu minder saat SMA, yaaaah mending bungkam aja lah ya. Satu-satunya yang saya ingat, saya pernah diam-diam benar-benar jatuh cinta dengan seseorang… kali ini benar-benar jatuh cinta saya rasa, makanya kalau ditanya kapan pertama kali saya jatuh cinta? Saya akan jawab ketika SMA. Langsung melow dong, saya pun kemudian membuat sebuah puisi di buku saya. Setelah saya baca-baca lagi, oooooh come on… melankolis banget! Hah, percuma deh cowok yang gw suka juga kayaknya gak suka sama gw, salah-salah malah saya yang malu dan patah hati, sudahlah saya robek, usel-usel, terus buang ke kolong meja. Siapa sangka puisi itu ditemukan oleh salah seorang teman saya dan betapa kagetnya ketika puisi itu kemudian dia tulis ulang dan dia serahkan kepada gebetan dia dan ajaibnya mereka pun jadian. Ya sukur deh ya… tapi yang bikin saya kaget adalah ketika akhirnya teman saya bilang “Mon, gw sebenarnya pake puisi yang lu bikin, tapi jangan bilang-bilang ya… lagipula itu udah lu buang kan?”

Kalian tau rasanya??? mau tau? HANCUUUR!http://eemoticons.net
Ya ampun… iya sih saya merasa konyol karena jadi makhluk super melankolis, tapi rasanya pesan cinta saya jatuh pada orang yang salah errrrrrrgh!

Jika ada satu kesempatan lagi yang Allah berikan, mungkin saya tidak mau puisi itu jatuh ke tangan teman saya itu… mungkin lebih baik saya berikan kepada pria yang saya taksir saat itu… pasti saya akan keki mungkin akan pingsan, tapi kemudian saya mungkin bisa sandiwara kejedot tembok lalu mengaku ke dia saya mengalami hilang ingatan sebagian, lalu menjalani kehidupan sebagai teman biasa seperti hari-hari biasanya. Mungkin gak akan malu-malu banget ya kalau begitu? Ah… kenapa kisah cinta pertama saya malah gak indah sih. Tapi pokoknya he just great… satu-satunya orang yang hingga saat ini saya suka without any reasons! Ya suka aja… that’s all…

Karena kasus itulah makanya saya bersumpah, jika kelak saya memiliki suami, saya ingin membuat sebuah buku yang saya persembahkan untuk dia. Jangankan puisi, surat cinta, cerita, curhat, semuanya saya tulis. Supaya dalam 365 hari dalam satu tahun, supaya tiap dia menghela napas, dia akan terus ingat bahwa saya mencintai dia! Pokoknya harus saya yang menggarap produksi buku itu dan buku saya untuk dia harus ada sign saya! gak boleh gak~ dia harus tau saya yang bekerja keras menulis itu mati-matian. Saya harus membalas dendam kisah cinta pertama saya yang berlangsung tidak mulus itu. Sedih banget gak sih? http://eemoticons.net ya udahlah… semoga kisah kalian gak setragis saya. Tapi saya rasa prestasi juga loh karena hingga hari ini saya masih bisa menjaga rapat-rapat identitas cinta pertama saya itu. Biarlah semua menerka-nerka. Biarlah juga gak usah ada yang tau hahahaha…

Lanjut kuliah… masih patah hati hahahaha, kali ini memang patah hatinya agak akut sih.
Ambisi saya satu… saya harus pintar! dan misi saya tetap sama hingga hari ini, kelak saya akan menjadi penulis! Makanya saat perguruan tinggi saya ikut berbagai lomba dan secara ajaib pernah juga jadi mapres fakultas. Hwaaaaa… gak bodoh-bodoh banget lah ya. Oiya, seperti yang kalian tahu saya juga punya sahabat yaaaaang sangat karib. He’s my writing partner jadi karena saya pemalas nah saya bisa mendzhalimi dia dengan menyuruh dia mengetik dan saya tinggal edit-edit-edit… untung dia baik banget. Hingga hari ini pun hubungan kami masih sangat baik.

Karena anaknya ramah dan supel banget maka jangan heran dia dikelilingi banyak wanita. Suatu hari saya tahu bahwa ada adik kelas kami yang kebetulan mantan murid saya di kelas praktikum Makroekonomi rupanya naksir sahabat saya itu. Waaaah, saya heboh dong. Tumben aja sahabat saya gak cerita… waaah investigasi dimulai. Saya jujur hampir happy, karena seingat saya adik kelas saya itu termasuk yang pintar dan antusias di kelas…

Rupanya dia kurang sreg dengan adik kelas saya itu, dan alhasil pada suatu weekend sahabat saya menceritakan semuanya. “Mon… masa gw dianggap php-in dia?” Owalaaaah berat kali masalahmu, Nak. Saya sih ketawa-ketawa aja, abis lucu juga liat dia panik. Tapi berubah jadi jengkel ketika tiba-tiba dia bilang “Mon, sementara ini jangan hubungin gw dulu ya… apalagi via socmed” Edyaaaaan! apa ceritanya gw gak boleh menghubungi partner in crime gw kan? Waaaah gak beres! Saya protes, “Mon, please… gw gak mau lu jadi terjebak dengan kegilaan ini” Oh well…. baiklah, tapi saya sudah bilang “Kalau perlu ada acara jambak2an, it’s okay! Masa iya gw jadi gak bisa ngehubungin temen gw sendiri, dia cuman bilang “Heu… kalau ada acara jambak-jambakan lu pasti kalah, tulang lu kan kayak nenek-nenek, gampang keseleo… nanti leher keseleo lagi aaaah makin repot” errrr… gak jadi deh mau belainnya http://eemoticons.net

Beberapa hari kemudian kehebohan terjadi di twitter, teman saya disindir habis-habisan di twitter. Rasanya gak tega… bagaimanapun sahabat saya adalah orang yang ada di garis depan saat saya kena masalah apapun, masa iya lawan perempuan lagi aja saya gak bisa, bisa laaaah perang-perangan dikit mah. Huwaaaaa… hampir deh misi pembelaan dilaksanakan. Tapi dasar sahabat saya memang defaultnya baik hati “Udahlah,Mon… kalau lu ikutan malah makin ribet, nanti malah lu yang kena”, “But she’s my student” bela saya, “Iya… terus so what? Udahlah paling 1-3 hari doang”

Dan taaaaaraaaa benar, 3 hari kemudian cuaca kembali cerah, dan kagetnya adik kelas saya itu kembali berpacaran dengan mantan pacarnya…. krik-krik-krik- http://eemoticons.net

“Mon… bener kan, dia emang gak serius ke gw…. cuman jadi pelarian aja. Sebenarnya kasian sih… bukan gw kejam tapi kalau gw ladenin kan makin susah urusannya” kata sahabat saya kemudian.

Huwaaaaaaaaa…. kasian sekali dia, sesekalinya ada yang nembak hahahahaha :p
Mungkin ini peringatan aja dari Allah karena dia kan suka tebar pesona ke semua wanita hahahahaha
Tapi saya baru liat loh kasus kayak gitu, “Eh, lain hari kalau ada kasus-kasus kayak gini jangan cerita ke gw ya… serem-serem-ribet gimanaaaaaa gitu ya, hahahhahaha” kata saya kemudian.

Kok gak ada yang ceria ya kisahnya…
Ya ampuuuuunnnnn pantesan jomblo hahahaha.
Hingga hari ini saya masih selalu bertanya-tanya, in the end saya akan melanjutkan hidup saya dengan siapa ya?
Mungkin dengan orang baru…
Mugkin dengan sahabat saya…
Mungkin dengan teman SMP saya yang entah sekarang ada dimana…
atau mungkin dengan cinta pertama saya karena saya masih punya “hutang” yang belum saya serahkan kepadanya hingga hari ini…
mungkiiiiiiiin…. ah masa bodoh lah~

Let’s talk a little bit seriously about… crazy little things called “love”


So, what is love?
Hahahaha… orang yang nggak romantis seperti saya sih sebenarnya nggak terlalu kompeten untuk membicarakan hal se-so-sweet ini. Tapi setelah mikir-mikir, dan ngeliat temen-temen udah nikah, beli cincin nikah, nyari WO, lalalala, dan bahkan mulai ada yang nanya macem-macem, waaah luar biasa! Waaah jadi kepikiran macem-macem juga. Well, honestly I enjoy my life today… not perfect one but happiest one.

Bagaimana ya…
If you ask me, am I fall in love with someone. I guess it is a yes. maybe a big yes…
Tapi kalau udah ada yang nanya, kapan nikah? aduuuuh…tunggu dulu.
Belum merasa pantas untuk berpikir hal seserius itu hahahahaha…

Agar tidak terlalu penasaran, biarkan saya menuliskan cerita dan pemikiran saya mengenai hal ini…

Well,
Saya ini bukan orang yang mudah, kawan! Saya seorang idealis ambisius  tapi juga seorang yang sangat sentimentil untuk beberapa hal. Saya yang hari ini, mungkin sedang senang-senangnya mengurus keluarga saya. Dekat mama… cerita banyak hal, give many present to her, suddenly hug her Saya juga lagi seneng-senengnya manjain adik saya, saling ngeledek pas ngajarin dia MIPA, support dia pas tanding, waaaah pokoknya in this time saya sedang pengen spend my time with my family.

Dan sepertinya saya mulai bisa bernafas lega, Mama makin hari makin baik… I can see, she is happy now walau masih suka pusing dengan kelakuan anak-anaknya. Adik saya juga, hmmmm dia makin cowok akhir-akhir ini. He becomes a lovable boy. Rasa-rasanya beberapa tahun kedepan, saya akan lebih berfokus finding full time job deh… ya itu saja yang utek-utekan berada di pikiran saya saat ini. Mau nyekolahin adik, bawa mama ketempat fisioterapi yang paling yahud, bla…bla…bla….

But it doesn’t mean I don’t have a time to fall in love. Oh I have…. many times, very much.
bagaimana ya? sungguh sebuah hal menyenangkan ketika “We have a best partner to share with”.
Ketika ada orang yang nggak perlu dikasih tahu bahwa saya lagi sedih atau down tapi tetep dengan gegap gempita mendukung.
Ketika ada orang yang bisa dijadikan lawan bicara yang baik…
Ketika ada yang diam-diam menasehati saat saya mulai sedikit demi sedikit galau dan menggila.
Ketika ada orang yang menjadi teman yang baik untuk membicarakan masa depan.
Ketika ada orang yang tanpa banyak komentar mendukung setiap keputusan dan impian saya
Dan sebuah hal yang menyenangkan juga ketika saya bisa membalas melakukan hal serupa.
Saya tidak akan menampik hal itu, it’s an awesome feeling.

Masalahnya apa yang kemudian harus saya lakukan?
Saya rasa apa yang sudah saya lakukan saat ini sudah merupakan hal yang benar.
Saya bukan remaja jaman sekarang yang menuntut seseorang untuk memegang tangan saya di depan publik, yang menuntut seseorang menghabiskan terlalu banyak waktu dan pikirannya untuk saya, yang menuntut seseorang untuk mati-matian menunjukkan betapa tergila-gilanya dia pada saya hahahahahaha… terlalu lebay rasanya melakukan hal seperti itu. Saya pun sama, saya tidak mau seseorang menuntut saya secara terlalu berlebihan. Bukankah akan lebih bijak dan adil ketika kita satu sama lain saling menghargai impian dan prioritas masing-masing saat ini.

Cuek sekali ya?
ya mungkin… tapi saya memang bukan orang yang memiliki kriteria romantis berdasarkan kriteria-kriteria masa kini. Saya seorang yang sangat konservatif terhadap pemikiran-pemikiran saya sendiri. Apa salahnya sih ketika saya memberikan ruang dan waktu bagi saya dan orang lain untuk menyelesaikan beberapa “life tasks” yang perlu diselesaikan lebih dahulu dan lebih mendesak. Saya tidak mau egois… dan saya tidak mau ribet….itu saja sih. Life is hard, I don’t want to make it harder. Pokoknya Keep It So Simple deh.

Beranjak ke hal yang lebih serius,
Semalam sebelum saya tes CPNS, I have a depth conversation with my cousin. Dia membicarakan banyak hal… banyak sekali dan merasa dinasehati juga sih. When she talk about relationship, dia bilang masalah menjalin hubungan dengan seseorang itu secara serius hingga memutuskan untuk share a life with… itu bukan masalah sepele! atau sesepele perkataan orang. Bukan cuman masalah… “well we fall in love each other… let’s get married… let’s have babies…” tapi ada hal-hal mahapenting yang juga harus diperhitungkan…
1. Apa kita sudah bisa menerima satu sama lain secara baik dan menyeluruh? Yaaaa~ kalau cuman pas lagi suka-suka doang sih everything looked good. Tapi apa kita siap menerima semua kekurangan pasangan kita dan juga kekurangan keluarganya? dan apakah dia juga bisa melakukan hal serupa. Nobody’s perfect… maka menerima kekurangan itu sudah sepatutnya menjadi pertimbangan utama. Belum lagi kita harus memikirkan apakah pasangan kita bisa menghargai target dan impian-impian kita. Einstein bercerai dengan istri pertamanya Minerva hanya karena sang istri yang memiliki kepandaian yang nyaris sama dengan Einstein merasa Einstein menghambat karir dan cita-citanya. Well, that’s life!

2. Apa kita sudah siap nggak ngerepotin keluarga kita lagi. Apa kita sudah cukup dewasa untuk mengurus diri kita dan rumah tangga kita sendiri? Udah nggak ada excuse untuk merepotkan orang tua lagi, further we have more responsibility to take care them, help them, not disturd and annoy them. With greater power and age, we have more responsibilities

etc… for several things, kakak sepupu saya sangat bijak ya 🙂 sebenarnya mungkin karena saya dan kakak itu agak-agak sama pemikirannya sih.

jadi yaaaaah… emang sih, emang banget… rezeki itu di tangan Allah. Saya tahu itu.
Saya juga tahu, di negeri ini jadi perempuan itu agak lebih repot karena udah 20 tahunan keatas udah ditanya-tanya kapan punya pasangan dan ditakut-takutin kalau kelamaan nggak akan dapet lah… jadi perawan tua lah…. wuiiiiih macem-macem…
tapi memangnya harus bagaimana?
Saya sedang membiarkan calon suami saya asyik mengurus urusan-urusannya sekarang… mungkin dia lagi semangat-semangatnya mengurus orang tua dan keluarganya seperti saya, mungkin sedang asyik menyusun agenda untuk mengejar target masa depannya, mungkin juga dia sedang sembunyi di balik sebuah tembok besar karena sedang dikejar-kejar fans-fansnya, mungkin dia sedang mengintip saldo rekening tabungannya dan sedang berpikir keras bagaimana mengatur keuangannya di tengah situasi ekonomi yang tidak mudah ini, mungkin sedang mencari-cari mushala untuk bersiap shalat dzuhur, mungkin dia sedang iseng memandang kosong jalanan yang dipenuhi hilir mudik orang dan kendaraan, mungkin sedang tersenyum simpul lalu tertawa kecil karena menbaca tulisan saya,banyak kemungkinan bukan? dan biarkan saja dia melakukan apapun yang dia suka~ apapun~ tanpa intervensi dari saya… hanya intervensi dari Allah yang terbaik bukan. Di lain pihak, dia juga mungkin berpikiran serupa dengan saya.
So what can I do? Udahlah…… biar Allah aja deh yang ngatur semuanya ya… kenapa harus too many people yang pusing untuk memikirkan hal seperti ini sih hahahahahaha. Gitu aja kok repot, masih jauh deh… masih banyak PR yang harus dilakukan.

Well, it becomes a big mystery, right?
jadi siapa sih orangnya, Mon? Mmmmm…. tau ah gelap. Kalau kata dosen saya “Nggak usah lebay dan heboh kalau masih ada kemungkinan galau dan belum pasti” kemungkinan galau dan tidak pasti itu masih besar, mana saya orangnya bosenan dan free-spirit banget pula hahahahaha~ jadi biarkan misteri menjadi misteri…
But from here I just want to say for him and make a  little note for myself, “Before you love me, love Our God, love our family, love all people around us, love our life. It’s crucial… no matter what. Don’t worry, everything will be ok for us :fingersxd: “