Selamat menjalani bulan ramadhan ini, kawan….


Bahagia mungkin sederhana, salah satunya adalah ketika bisa bertemu bulan ramadhan lagi bersama keluarga, masih ngerasain masakan Mama yang emang paling top, masih ketawa-ketawa bareng adik, rasanya ini hi-quality time banget bareng keluarga… apalagi kalau inget-inget tahun depan mungkin gak puasa bareng keluarga huhuhuhu~~~ Mamaaaaaa *just a little info, saya anak mami banget -.-*

Di bulan ini, ada banyak kemuliaan…. dan semua doa akan diperlancar prosesnya oleh Allah SWT. Tapi rasa-rasanya kok gak sopan ya kalau mintaaaa terus ke Allah eh tapi kitanya cuman ngarep doang dan gak melakukan apa-apa….

Sebagai manusia jadul yang masih sok romantis nulis diary, saya sudah menuliskan beberapa target saya di bulan ramadhan tahun ini. Tentu saya berharap Allah mengabulkan semua permintaan dan doa saya, menerima seluruh ibadah saya, melipatgandakan kebaikan yang telah saya lakukan…. namun mungkin saya harus lebih sopan dan lebih berterima kasih lagi pada-Nya dengan memperbaiki sedikit demi sedikit ibadah saya.
Image and video hosting by TinyPic
Selamat berpuasa, kawan…
Semoga segala kebaikan mengelilingi kita dan semoga kita bisa melakukan kebaikan di sekeliling kita. Semoga.

Habis Gelap Terbitlah Terang [dengan cahaya lilin]: Apakah wanita tidak boleh sekolah tinggi?


“Jika kau mencintai sesuatu, seharusnya engkau berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan dan mempertahankannya bukan?Seharusnya begitu pula jika kau mencintai seseorang”

Entah ada angin apa sambil nonton film India saya bisa nulis topik sebenarnya sih udah banyak yang membicarakan ini tapi rasa2nya tetap menggelitik untuk ditulis.
Pernah denger dong konon katanya wanita yang sekolah tinggi itu susah dapat jodoh, bla…bla,,,bla…dan jujur saja saya sebenarnya tidak percaya tentang itu semua. Tapi aish… memang tidak boleh yang naif-naif banget dalam memandang sesuatu.

Suatu hari di sebuah pojok muka bumi, seorang pria dengan mata menengadah ke langit bercakap-cakap dengan temannya, “Gw jujur ada minder deketin X, gw tahu dia baik, dia perhatian ke gw, tapi pendidikannya itu loh skrng dia S2 gw masih S1 aja, apalagi kalau dia lanjut lagi waaaah makin jauh aja gw. Gw nyerah aja, dia terlalu baik untuk gw”

Di sudut lain muka bumi, seorang gadis dengan mata berkaca-kaca sudah tidak bisa berkata apa-apa, pria yang dia percaya selama ini akhirnya mengatakan “Aku gak sanggup jika pisah terlalu lama dan terlalu jauh sama kamu, aku juga jujur aja minder kalau pendidikan kamu lebih tinggi dari aku. Kamu bisa cari pria lain yang lebih baik dari aku”

Tidak jauh dari situ ada muda-mudi yang bertengkar cukup hebat, “Buat apa sih kamu sekolah tinggi-tinggi? Sampai harus ke luar negeri segala… aku ini serius. Aku cuman mau kamu gak usah jauh-jauh, cukup di rumah urus anak-anak kita nanti”

Di pojokan lain planet bumi ini, seorang wanita mengetik di blognya…merasa hal-hal seperti itu sudah tidak masuk akal lagi, dan orang itu adalah saya sendiri.

Apakah salah jika wanita ingin melanjutkan sekolah hingga ke jenjang yang tertinggi sekalipun?

Jujur saja, jika Allah mengizinkan saya ingin melanjutkan studi saya hingga jenjang tertinggi sekalipun. Saya punya banyak alasan, 1.) Ini salah satu impian ayah saya yang belum kesampaian, 2.) I’m stupid -,- karena bodoh itu saya harus terus belajar. Jujur aja saya merasa otak saya semakin lama semakin menurun kemampuannya, jadi selagi masih mau dijejelin ilmu maka mengapa tidak, 3.) I want to be a bloody cool mother for my future son and/or daughter. Alasan ketika ini juga yang membuat saya berdoa semoga di masa depan nanti ada pria yang sangat baik dan sangat pintar mau menjadi suami saya. Hahaha…. pria yang beruntung bgt kan :p beruntung karena saya gak akan berpaling tapi sial karena saya gak jago masak dan benci nyetrika :p

Saya pernah berdebat dengan seorang cowok mengenai masalah ini, saya katakan “yang akan mengurus anak itu nanti perempuan lagi, maka perempuan harus pintar sehingga kalau anaknya nanya kenapa ada pelangi maka si ibu bisa jawab proses terjadinya pelangi secara fisika bukan cuman bilang ‘yaaaa emang Allah bikinnya gitu, Nak… bagus kan’ maka masuk akal jika perempuan bersekolah lebih tinggi dan gak masalah dong jika pendidikan wanita lebih tinggi” dan tebak jawaban teman saya itu… “Yaelah, Mon… pemikiran lu itu yang terlalu jauh”

Errr… -.-

Saya juga ingin suami yang gak lemot. Bayangkan jika kemudian si anak bermain bersama ayahnya, lalu kemudian melihat roda mobil yang ada ulirnya dan gak halus mulus gitu aja. Bayangkan dia kemudian bertanya “Yah, boleh gak rodanya aku ratain aja pake apa gitu, aku gak suka bentuknya kok gak rata gini ya”…. setidaknya si ayah harus bisa menjawab dengan teori dasar gaya gesek yang mudah dimengerti bukan kemudian malah sewot dan teriak “Ehhhh jangaaaaaaaan…. kamu apa sih Nak, iseng banget”

Fair kan?
begini ya wahai para pria di muka bumi terutama yang masih lajang, oh come on… buka mata lebar-lebar… luaskan perspektif.

When a woman choose a man…. itu bukan hal mudah loh. Bayangkan seorang putri yang disayang sama Mama dan Papanya udah dapet best services di rumah, bahagia dengan keluarganya. And taraaaa she is fall in love tapi di saat yang sama dia mau meraih cita-citanya untuk menapaki jenjang pendidikan dari satu level ke level lainnya. Di tahap seorang cewek udah jatuh cinta dan menerima seorang cowok aja menurut saya itu sudah hal yang luar biasa, betapa egoisnya ketika si cowok kemudian melarang si cewek meraih apa hal yang diidam-idamkannya. Mungkin impian itu sudah lebih lama hidup bersama si cewek dibandingkan jangka waktu si cowok mengenal si cewek. Helow, Boys… please deh ah.

Dan emmm hellow girls, jika cinta itu buta maka janganlah dibutakan cinta. Tuntun cinta ke arah yang benar.. serahkan hanya pada orang-orang yang bisa memelihara itu dengan baik *gile kan kapan lagi gw nulis kayak gini*

Jujur saya muak ketika ada cowok yang bilang “Aku gak mau sama X, karena X jauh lebih baik dari aku” APAAAAAAAA????? ada beberapa kesalahan besar di sini… 1. Si cowok bagi saya keliatan loser banget, kalau memang cinta perjuangkan dong masa nyerah gitu aja. Oh jujur saja di media-media sosial banyak yang menulis status “mari memantaskan diri bla…bla…bla”, apa wanita saja yang perlu memantaskan diri? bagaimana dengan pria? gak usah memantaskan diri? ahahaa… fair play, men! fair play. 2. Jelas sudah si cowok toh gak cinta-cinta banget sama si cewek dengan alasan lihat poin pertama. Mungkin menyedihkan dan terlihat kejam, tapi mari tinggalka pria jenis ini. Hidup ini melelahkan jangan lelah dengan hal-hal lain yang tidak terlalu krusial.

Ketika wanita punya pendidikan yang lebih tinggi, bukan berarti dia jadi mahajenius untuk segala hal. Saya merasa mau belajar sampai S30 sekalipun saya masih punya penyakit gak teliti dengan eksakta, saya kalau udah malas gak bisa bergerak kayak kukang, saya bodoh setengah mati dengan aneka hapalan, zzzzz… tetap manusia penuh kekurangan. Tapi sekali lagi, ini bukan masalah menjadi paling pintar atau paling jenius… ini masalah memperluas cakrawala. Setiap orang berbeda-beda dalam memperdalam khazanah pemikiran mereka dan memperluas cakrawala mereka, beberapa langsung terjun ke bidang teknis, beberapa memilih memperdalam pendidikan mereka, dsb. saya memilih jalan kedua… saya hidup di lingkungan akademis, maka wajar jika saya kelak ingin memilih jalan akademis. Apa kemudian saya pantas sombong lalu meruntuhkan dominasi pria? Ah come on…. saya toh gak mau memusingkan itu. Saya punya ayah, saya tahu betapa berat dan luar biasanya perjuangan seorang pria dari ayah saya… maka saya tidak pantas merendahkan setiap perjuangan pria karena saya paham bahwa setiap detil perjuangan dan kerja keras pria harus dihargai.

Ketika wanita punya pendidikan yang lebih tinggi, dia akan menjadi guru yang baik untuk anak-anaknya.

Ketika wanita punya pendidikan yang lebih tinggi, mereka akan punya bargaining posisition di keluarga maupun dalam lingkup kehidupan sosial. pentingkah? Penting, untuk mempertahankan prinsip dan harga diri tanpa perlu menjatuhkan jati diri dan meremehkan kemampuan orang lain.
Intinya, itu semua untuk kebaikan banyak orang.

Baik! mungkin ada wanita yang malah jadinya sombong atau gimanaaaa~ gitu. Ya memang ada, tapi kan tidak semua. Cari yang ada iman-imannya juga lah -,-
Saya pikir selama masih punya iman dan pola pikirnya terawat dengan baik, seorang wanita sehebat apapun dia akan tetap menjadi orang yang rendah hati tapi pendidikan bisa menjaganya dari sifat rendah diri. Ah catat itu! dengan tinta emas! 😀

Jika saya bisa menulis langit, maka dengan tinta hitam legam saya akan tuliskan sekali lagi, “Jika kau mencintai sesuatu, seharusnya engkau berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan dan mempertahankannya bukan?Seharusnya begitu pula jika kau mencintai seseorang”
Jika kalian wahai pria rupanya di tengah jalan sudah menyerah mengejar wanita yang kalian sukai, well… mungkin memang benar kalian terlalu cupu untuk wanita tersebut and please stop bilang “Saya berhenti karena dia jauh lebih baik dari saya bla bla bla” ZZZZzzzzz beneran deh itu basi banget.

Mari kita tidur kalau begitu. Semoga muka bumi ini esok sudah lebih banyak dipenuhi manusia-manusia penuh semangat dan percaya diri, ah.. semoga

lari…lari…lari…


Halo semuanya… jumpa lagi dengan saya fufufufu, tiup debu dulu di blog ini fuuuuuh fuh fuh.
Tiada yang berubah pada saya kecuali saya makin gendut hahahhaa.
Jujur banget kan, hanya itu yang saya punya selain gundukan-gundukan lemak hahahaha *ketawa miris*.

Saya tidak peduli kalau saya jomblo, lagi kere, atau apapun, tapi kalau saya lapar itu masalah besar.
Jangan kalian pikir orang menggendut itu karena malas dan banyak makan [errr… iya sih itu benar sebenarnya], kasus saya lebih rumit dari itu semua.

Kerjaan semakin lama semakin banyak, saya pun agak stress… dan saya juga harus mikir buanyaaaak bukan cuman masalah kerjaan tapi juga masalah hidup dan berbagai kegalauan hati *haish*, dan sejak dahulu kala saya punya kebiasaan buruk kalau streess, kalau capek, kalau lagi belajar, dan kalau lagi mikir, saya harus MAKAN. Ya saudara-saudara… saya paling gak tahan lapar. Seketika kalau lapar semuanya serasa berhenti bekerja terutama otak. Apriori sih, tapi saya pernah meninggalkan kartu debit Mama saya dan kartu debit saya sendiri di mesin ATM hanya karena saya lapar karena belum sempat makan siang  dan sok-sok-an mau diet. Percayalah, saya menjadi super bodoh ketika kelaparan.

Kalau saya mikir, baca referensi, atau ngerjain apapun sebenarnya jimatnya simple aja… Camilan di samping laptop saya. Bahkan kalau saya lagi ngamuk pun pas liat makanan saya senyum lagi -,- saya jadi suka sebel kalau ada suatu momen wawancara untuk apa ajaaaa selalu ada pertanyaan “Kamu orangnya happy terus ya, bagaimana cara kamu menghibur diri ketika ada masalah?” jawaban saya simple saja “Makan Pak/ Bu… kalau saya kesal, saya makan enak.” Dan GEERRRRRR yang wawancara pasti ketawa-ketiwi gak jelas. Ini jujur loh, dari hati nurani terdalam.

Saya sih sadar gara-gara itu saya makin gemuk, tapi ya bodo amat… saya gak ambil pusing orang-orang bilang apa dan lagipula saya merasa “Helowww gw masih muda dan masih single gitu loh” Kalau udah punya suami boleh lah gw jaga badan biar suami gw gak terlalu kaget pas pulang ke rumah istrinya gak makin buruk rupa hahaha dan biar dia gak usah sering-sering beliin saya baju karena saya butuhnya buku, film, dan cicilan-cicilan yang lunas mwahahaha. Tapi sekarang, heeeey I’m free, boleh dong makan sesuka hati. Dengan bangga, saya pun mengakui kalau:
http://eemoticons.nethttp://eemoticons.nethttp://eemoticons.nethttp://eemoticons.net

http://eemoticons.nethttp://eemoticons.nethttp://eemoticons.nethttp://eemoticons.nethttp://eemoticons.nethttp://eemoticons.net

Saya gak perlu sok jaim deh, emang begitu adanya… so what. Saya juga malas dengan opini dan alasan bodoh “Lu gak takut, Mon kalau lu gendut lu gak akan dapet cowok” ah come on…saya gak mau habis waktu dengan cowok yang cuman repot dengan masalah berat badan ceweknya.

Tapi semua berubah ketika negara api menyerang!
Tapi semua berubah ketika baju-baju saya yang lucu-lucu mulai terasa sempit.
Semua berubah ketika naik tangga saya ngos-ngosan….
Semua berubah ketika saya melihat foto saya dan mukyaaaa kenapa jadi ikan buntal begini.
Semua berubah ketika jalan-jalan bareng kucing aja saya terengah-engah
Dan akhirnya saya bertekad kalau saya harus: OLAHRAGA.

Saya benci olahraga -.-
Berenang, takut tenggelam [saya pernah tenggelam, dan itu bikin trauma]
Senam, aduuuh males deh kalau harus sengaja ikut kelas senam, dan yang paling utama saya paling males ngerumpi. Saya kan gadis pendiam [ZZZZZzzzz… -.-]
Fitness, oh saya kan pelit jadi saya gak mau keluar uang.
dsb
dsb
Tapi kemudian saya ingat, saya cinta banget fotografi… udah punya kamera kece kenapa gak saya manfaatin. EUREKAAAAA! Kenapa gak coba jalan kaki dan jogging tiap pagi, kalau capek… foto-foto deh. Ide yang simple banget. Secara ajaib tiba-tiba celana training saya ketemu dan saya nemu aplikasi tracking yang yahuud di android. Dengan modal bismillah dan kamera… saya pun berlari tiap subuh. Rasanya? Alhamdulillah rasanya semua tulang pengen copot, paru-paru rasanya kempes, huwaaaaaa lemah banget deh. Jangankan mau ngambil foto, balik lagi ke rumah aja udah terengah-engah. Secara saya terakir kali olahraga yang intens adalah pas kuliah tingkat satu mwahahaha.

Tapi setelah itu saya ngerasa kok pas sampai kantor gak ngantuk ya…biasanya kalau siang saya ngantuk. Terus satu lagi, saya ngerasa lebih enjoying life. Wah boleh juga nih si jogging… akhirnya nyoba tiap weekend lari tapi kali ini gak maksa deh kalau udah capek ya jalan kaki. Dan semua keringat terbalas. Dengan modal GPS, saya menjelajah tiap sudut komplek hingga ke daerah perkampungannya… dan betapa luar biasanya ketika saya tahu pemandangan di sekitar komplek saya buaaaaaguuuus banget, epic dah pokona. Rasanya ketika ngeliat matahari perlahan terbit di antara pepohonan terus ada alunan shalawat dan tilawah dari masjid-masjid di desa itu Subhanallah buaaaangeeet! Gila, kemane aje gw selama ini. Gak percaya? Whoaaaa…. no pic= hoax, karena blog ini bukan hoax jadi ane kasih aja ke agan-agan semua pic-nye!

Pemandangannya asik-asik kan… rupanya Ciomas itu kalau lagi cerah bener-bener bisa clear ngeliat gunung salak.
myrunawayproject

Lebih kece lagi kalau sempet ambil foto panorama!
whoaaaa :D

Untuk aplikasi, saya pakai runkeeper. Bisa diunduh free kok untuk android dan aypon:
myrunawayproject

Aplikasi-aplikasi lainnya yang mungkin bisa nyemangatin kalian lari-lari dan olahraga:
1. Nike+ Running
2. Endomondo Sports Tracker
3. Runtastic and Running
yah pokoknya cari aja lah… lumayan buat ngereka-reka kalori yang terbakar plus karena ada GPSnya kalau nyasar-nyasar bisa bantu balik lagi hahahhaaha

Bagi saya ini bukan masalah seberapa jauh kalian lari, seberapa cepet, tapi seberapa happy dan enjoy-nya kalian pas ngejalanin olahraga yang satu ini. Saya juga gak ngarep-ngarep banget secara ajaib jadi kurus tinggi langsing hanya karena lari-lari kecil tiap pagi, but I’m happy… rasanya menyenangkan ketika mengawali pagi dengan hal-hal yang menyenangkan. Liat matahari terbit, liat bunga-bunga, nyapa tetangga, liat kucing kejar-kejaran sama tikus got, denger sayup-sayup ceramah dari masjid. Huwaaaaaa…. rasanya membahagiakan banget.

Dari lari-lari itu saya jadi mikir, ini bukan masalah seberapa berliku jalan yang kita lalui, yang penting kita bisa mencari hal-hal menarik dari setiap jalan yang kita lalui. kalau itu sudah bisa, rasanya gak ada alasan untuk gak menikmati perjalanan itu sendiri.

foto-foto keren selama jogging atau jalan-jalan kecil, saya upload di instagram dan saya kasih hashtag #myrunawayproject… hahaha, karena ini saatnya runaway dari hal-hal gak penting dan lebih baik lari pagi dan foto-foto ^^b

Just for fun 😉
Untitled

Ayoooo anak muda! Bangkit! cari sendiri hal-hal yang bisa membahagiakanmu! 🙂

Salam dari suatu sudut di planet bumi….