When I learn to Appreciate everyone… and Grateful for everything :]


Hai semuanya apa kabar?
Saya… mmmm… baik sekali walau kadang masih belum bisa menghilangkan kemalasan hehehe.BTW saya senang sekali loh, rupanya blog ini banyak juga yang baca huhuhuhu. Makasih ya semuanya.http://www.emocutez.com

 

Cerita apa lagi ya ke kalian?
Oiya saya mau cerita tentang one day with my very greatest friend ever after, Pillowman. Yang belum tau Pillowman, emmm… dia teman saya yang ngasih hadiah ulang tahun bantal raksasa, luar biasa… dia emang mendukung semua minat dan bakat saya termasuk minat yang besar terhadap tidur.
Langsung saja, kemarin saya seharian bersama dia. Huwaaaaaa…. TIRING DAY! Ini semua gara-gara sebuah rekrutment sebuah Perum di Indonesia tanah air tercinta ini.  Pada H-1 tes saya sudah feeling unwell, bukan sakit tapi yaaaaa ngerasa males aja *oh itu bawaan sih ya hehehehe* tapi karena saya penasaran, terus dari awal mau support teman saya itu, DAN saya juga harus bawain pas foto teman saya karena dia baru ngeh pas foto dia hilang, dan rumah dia itu di sebuah wilayah yang tidak terdeksi kecanggihan GPS *gak selebay itu sih* sehingga dia stuck nggak bisa nyetak foto padahal udah malem dan besoknya tes, jadi males nggak males, ngantuk nggak ngantuk, antusias atau tidak ya harus datang.
Tapi bener loh, Allah itu Mahabaik, sebenarnya dari awal Allah itu udah ngasih tau kalau you follow the right track or not, you’re in your life path or not, semuanya! di hari-H saya juga ketinggalan HP, kartu peserta saya luntur tanpa alasan yang signifikan, teman saya juga nyasar ke ruangan antah berantah padahal dia itu orang yang teliti banget kalau masalah waktu dan tempat, bawaannya ngantuk, saya juga ngomel-ngomel nggak karuan karena saya merasa panitia rekrutmentnya kurang pro menghadapi ribuan peserta errrrrgh rasanya mau pulang. Dan benar saja… kami berdua nggak ada yang lolos, satu-satunya hal yang saya sayangkan, kalau saya mungkin udah bodo amat lah, but my friend? Oh~ I think he deserve to gain more.
Tapi bukan itu yang bikin saya so happy at all dan merasa Allah love me very much.  Pulang dari tempat rekrutment itu, saya masih terus bersama dia. Yaiyalah, secara saya nggak mau dong ilang di Jakarta hahaha *lagian dia lagi baik bayarin saya busway terus, lain kali bawa dia terus deh hahahahahaha* dan karena tempat rekrutmentnya dekat kantor dia jadi dia lumayan laaah apal jalan *walau masih perlu fit and proper test serta pelatihan lebih intensif untuk sampai level hapal jalan*
Dia menyarankan saya omprengan dan bukan kereta karena katanya kereta penuh dan saya harus berdiri, kayaknya sih dia ada motif males denger lagi saya mengeluh tentang kaki saya yang sering rematik *please jangan ketawa, emang penyakit tua renta banget*.
Karena memang seharian bersama dia, saya jadi tahu tentang siapa sebenarnya teman saya itu. Saya mengenal dia lebih dari 4 tahun, kawan! TAPI demi apapun deh, saya belum tahu secuil pun tentang dia. Jadi selama 4 tahun yaaaaa cuman tahu cangkang-cangkangnya saja. Lagi-lagi Allah itu memang baik sekali pada saya, saya selalu dipertemukan dengan orang-orang yang punya cerita-cerita luar biasa.
Saya belajar dari hal paling nggak penting sampai yang wew sekalipun seharian itu.
Yang sepele-sepele dulu,
1. Saya baru tahu kendaraan bernama omprengan. Hahahahaha… nggak nyangka bentuknya bohai. Saya juga baru tau omprengan itu ada yang ber-AC juga! Hahahaha…. sumpah deh norak banget saya ini tapi bagi saya new experience aja. Rasanya sama kayak pertama kali naik kereta api ekonomi. Pas saya tanya berapa banyak yang bisa ditampung sebuah omprengan, dia jawab “Selagi masih ada space aja, Mon” hahahahahaha… saya ketawa-ketawa lah, habis rupanya dimana-mana rente seeker itu ada ya.
2. Saya jadi tau preman-preman yang suka berkeliaran, yang kemarin teman saya ceritakan biografinya secara mendetail adalah preman muda yang lumayaaan lah dan suka godain cewek-cewek gitu di ompre, wedeeeeew, sampai takjub hahahaha. Tapi pengen ketawa juga karena ya ampuuuun, dapet dari manaaaaa pengetahuan model begitu. Rupanya dia tahu dari temannya, wew~ apa lagi yang dia tau? Aduuh pengetahuan sepele kayak gitu rupanya butuh juga loh, bener deh. Nyesel jadi anak lugu, polos, dan kuper hehehe.
3. Tempat-tempat makan enak, memang dia tau kalau tidak ada buku, kucing, atau kerjaan yang berarti saya hanya bisa diam dengan makan atau tidur hehehehe. Jadi sepanjang jalan dia nunjukin tempat makan yang enak dong. Padahal tau saya udah menggendut lagi setelah perbaikan gizi sama Mama, masih mau ditambah lagi. Mungkin supaya saya siap menghadapi idul adha nanti, aduh saya kebagian nomer antrean berapa ya… besok mau di-cap dulu deh.
And many moreeeeeeee~ pokoknya dia cukup sabar lah menghadapi celotehan saya. Bahkan ketika di sebuah Mall saya bikin seorang anak kecil nangis karena saya iseng manggil-manggil si anjing pelacak yang lagi asik boboks dia cuman ketawa-ketawa aja hehehehe. Lagian kenapa nggak ada yang notice bahwa ada anjing serba item yang lagi tidur, bener-bener aneh deh. Dia juga nggak ngapa-ngapain padahal saya berisik gangguin dia, mungkin diam-diam dia udah migrain juga sih hehehehehe.
Naaaah, setelah puas ketawa-ketawa and feel so happy *walau kayaknya saya doang yang super duper heboh*, saya kemudian banyak belajar hal yang keren-keren dari teman saya ini.
Teman saya ini orang yang legawa banget ketika saya omel-omelin, kadang gemes juga dong kok ada yang orang yang too easy untuk didzhalimi hehehehe jiwa bully-bully saya kan jadi bangkit. Kemarin dia cerita banyak hal tentang kehidupan dia, pekerjaan dia, keluarga dia, impian dia, banyak hal. Agak menganga juga ya karena, weeeew! You face all of that by your own self?  Laki-laki itu emang kadang suka diam-diam hebat banget, ada aja adventurous life-nya. Manusia itu memang makhluk yang luar biasa.
Saya tidak akan memaparkan tentang apa sih yang dia ceritakan, hohoho~ too personal. Bagaimanapun saya harus menjaga kepercayaan dia kepada saya dong, kepercayaan itu mahal kawan! Jadi saya tuliskan saja poin-poin penting yang saya dapat ya, semoga gak salah fokus hehehehe.
1. I learn to love my dream and every process related to it; Saya memang tipe pejuang sejati tapi aiiih rupanya saya belum apa-apanya dibandingkan teman saya sendiri. Ketika tahu betapa kerasnya perjuangan dia sampai ke bangku kuliah wew hebat banget. Perjuangan saya untuk sampai ke bangku kuliah juga tidak mudah, jika tidak ada keluarga yang begitu baik hati masih mau menyekolahkan saya setelah ayah saya meninggal dunia, saya mungkin tidak akan seperti saya yang sekarang ini. Tapi rupanya ada pula yang perjuangannya lebih seru dibandingkan saya.
2. I learn to love my family more and more; Keluarga itu, ya ampuuuun harta yang berharga dan indah banget. Dari cerita-cerita teman saya itu, saya menyadari banyak hal. Anggota keluarga kita,terutama orang tua kita, mungkin sudah berjuang lebih keras dibandingkan yang kita duga hanya untuk membahagiakan kita. They dare to struggle to us, so we deserve to struggle for them, without excuse! Just fight for them.
3. I learn to be thankful for everything I have and proud for that; Saya juga agak master dalam hal complaining. Tapi setelah kemarin, emmm… oh ya Allah, I feel so lucky. Saya kemudian memahami bahwa apa yang Tuhan berikan kepada kita adalah hal-hal yang luar biasa untuk kita, yang mengarahkan kita pada jalan hidup kita masing-masing. No more too much complaining. Saya terharu  sekaligus tenang karena saya merasa teman saya sudah planning further for his future life, belum tahu memang langkah-langkah paling konkrit yang akan dia tempuh, tapi he has decide his destination. Saya aja nggak nyangka hahahaha…. biasanya dia itu “Yeaaah… kemana air mengalir aja deh” tapi sekarang Alhamdulillah he’s cool, lumayan lah. Dia cerita kepada saya tentang laki-laki itu harus siap untuk menjadi pemimpin dalam keluarga, menghadapi masalah yang ada, harus punya rencana ke depan mengenai keputusan apa yang paling baik untuk banyak orang, belajar untuk menghandle ego, harus siap dengan segala tanggung jawab apalagi kalau sudah naik pangkat jadi suami lalu jadi ayah, wuaaaaah…. semuanya, sepertinya tanpa dia sadari hehehehe saya memang pendengar yang baik. Seru banget deh, kawan! Saya sampai bilang “Oh, untung gw cewek hahahahaha” tapi dia masih bilang “Hahahaha, gw mau bisa mensyukuri setiap hal yang terjadi, Mon” Gileeee…. berat boy bahasanya.
Masih banyaaaaaak lagi… tapi saya capek dan lapar hehehehe.
Saya merasa dia orang selain keluarga saya yang paling support setiap impian saya. Dari awal saya udah bilang “I want to be a people who go around the world. Gw mau ilmu gw, pengalaman gw, harta gw, hidup gw, bisa berguna nggak cuman buat keluarga gw, orang-orang di deket gw, tapi buat dunia! DUNIA. So, whatever it’ll takes… I’ll reach my dream to go around the world” dan dia orang yang oke-oke aja dengan ocehan saya tersebut. Padahal bahasa inggris saya masih  biasa-biasa aja, saya masih suka galau sendiri, tapi dia masih bilang “Gw selalu doakan kok lu bisa meraih impian lu” itu aja… itu aja lebih dari cukup. Kalian mungkin tidak tahu, tapi rasa dihargai sepenuhnya oleh orang lain itu LUAR BIASA…
Saya merasa saya sudah pada jalur yang benar, saya sedang dalam proses meraih cita-cita yang saya pendam selama hampir 8 tahun! Yaph 8 TAHUN! hahahaha…
Kini, saya rasa… saya juga harus mendukung impian teman saya tersebut. Saya semakin belajar mengenai bagaimana menghargai setiap perjuangan dan impian orang lain, saya juga belajar betapa berharganya dan mahalnya sikap “MENGHARGAI” tersebut.
Semua orang sedang berjuang, pada jalur mereka masing-masing, tidak ada yang berhak mengatakan bahwa impian dan perjuangan seseorang lebih baik atau lebih buruk dari orang lain, yang perlu kita lakukan hanya… menghargai setiap langkah yang telah orang lain tempuh.
Terima kasih, Pillowman… realize it or not, you teach me many things.
Terima kasih Ya Allah atas setiap pelajaran yang Kau berikan padaku lewat hamba-hamba-Mu… lewat semesta-Mu.
Terima kasih juga pembaca sudah mau baca celotehan-celotehan saya hehehe.

http://www.emocutez.com

Karena tulisanmu adalah kamu!


Pertama-tama mau special thanks dulu untuk pembaca blog saya yang sangat baik hati, setia, dan banyak memberikan masukan yang berarti 🙂 Speechless nih harus ngasih apa ke kalian, gak bisa ngasih apa-apa jadi saya review blog kalian aja yah. Buat yang belum di review dan diterawang, makanya jangan jadi silent reader, di blog ini harus heboh seheboh-hebohnya jangan kalah sama pemilik blognya.

1. @Pribadi (http://www.nicedaysblue.web.id): When you look his blog for the first time, mungkin kalian akan menerka-nerka orangnya seperti apa :p  perkenalkan, teman SMA saya… pernah jadi teman berantem, teman adu argumen, teman tukar pikiran, semuanya! Never easy to describe this man, overall…he loves books…movies… pizza… physics… and I guess he loves to learn many new things too. Dari tulisannya, saya menilai dia orang yang senang dilihat secara manusiawi, apa adanya, dan tidak lebay!… Dia ingin diakui dan dihargai ketika dia sudah berjuang untuk meraih sesuatu tapi juga  ingin dimaklumi dan dipahami ketika dia menghadapi kegagalan atau setidaknya sedang berhenti sejenak untuk mempersiapkan berbagai misi-misi yang campur aduk di kepalanya, manusiawi dan jujur sekali… dan bagi saya itu yang membuat tulisannya menarik  dan makin lama saya semakin memahami apa ya hmmm he just simple but don’t want to simplify problems~ tidak mau dinilai terlalu lebih tapi juga tidak mau dinilai terlalu kurang :). Oiya, saya suka cara dia mendeskripsikan sesuatu, menurut saya runut dan detail sekali… Pengalaman saya menyatakan orang dengan gaya tulisan seperti ini agak “perfectionist” but who knows? saya tidak mau terlalu banyak menerka.

Si empu blog nicedaysblue ini sekarang suka menghilang-hilang , mungkin karena sedang berjibaku dengan Tugas Akhirnya dan menentukan jalan yang akan dia ambil setelah itu. Still guessing what he will do… Ok! Just be ready to get surprised!

2. @Uswah (https://uswahisme.wordpress.com/): Setelah saya pikir-pikir saya banyak juga melewati waktu bersama teman saya ini. Sebagai orang yang pernah menapaki waktu bersamanya sejak SMP, bagi saya dia adalah seseorang yang sangat “keukeuh” terhadap pendiriannya, kalau sudah bilang A… dan dia meyakini bahwa A itu benar, maka tidak perlu menghabiskan energi  untuk menyuruhnya mengubah pendirian ke B. Itu yang mungkin membuat orang yang pertama kali mengenalnya kadang ada yang sedikit shock! Saya rasa wajar… tidak banyak bukan orang yang memiliki pendirian begitu teguh.

Tapi ada sisi lain yang menarik dari teman saya, setidaknya jika kalian membaca tulisan di blognya. Kesan religius memang sangat kental terasa saat kita blogwalking, tapi hei! ada hal lain yang kemudian saya sadari… saya baru menyadari bahwa ada sisi sisi sentimental dari teman saya ini. She appreciates and loves her friends very much! Saya harus jujur bahwa awalnya saya merasa dia orang yang cukup keras *ini sekaligus permintaan maaf ya uswah :p * … but when I read her blog, saya menyadari bahwa diam-diam dia mencatat dengan baik setiap orang yang pernah dia temui dan melintasi waktu bersamanya. Entahlah… bagi saya itu hal yang sangat manis… manis sekali 🙂 Sempat terharu juga ketika nama saya disebut di blognya :’), loh ini jadi semacam politik balas budi? Oh… tentu tidak, andai Anda tahu betapa tipisnya aura saya ketika masih di sekolah menengah dulu, so I felt so appreciated when she remember me, I think so do another people :D. Saya merasa seperti… apa ya? disayangi diam-diam oleh teman saya hahahaha… entahlah, saya tidak menemukan padanan kata yang tepat untuk menggambarkan hal ini.

Yuph! itu sepenggal review dari saya! Setidaknya blog kedua teman saya itu amaaaaan kalau dikunjungi pas bulan ramadhan :p eh… nggak deng, aman dikunjungi selamanya. Nggak kayak blog saya yang kadang isinya absurd  tergantung mood hehehehe.

Tapi bukan hanya itu… saya ingin menunjukkan juga kepada kalian bahwa menulis bukanlah perkara sepele!. Ketika kalian menulis praktis kalian akan membawa karakter kalian sendiri, membawa mindset kalian, membawa prinsip kalian, membawa jati diri kalian.

Menulis yang baik adalah belajar untuk jujur, jujur menujukkan siapa diri kalian yang sebenarnya. Apa sebenarnya pemikiran yang ingin kalian usung.

Menulis yang baik adalah berani! Berani untuk dikritik, diberi masukan, dan dibaca oleh banyak orang. Dengan itu semua, jika seorang penulis bisa menerima setiap masukan dengan baik dan benar… maka kelak Ia akan bisa menilai apa yang perlu diperbaiki dari tulisannya dan mungkin dari dirinya.

Pernahkan kalian membayangkan jika kemudian Charles Darwin kembali hidup dan dia menyadari kesalahan yang dia lakukan pada tulisannya terkait teori evolusi, apakah Ia akan konverensi pers dan kemudian mengubah tulisannya? Saya rasa tidak! Karena setidaknya dengan berbagai kritik dan masukan terhadap tulisannya, dunia berhasil mendapatkan teori evolusi yang lebih masuk akal! Maka oleh karena itu, menulis yang baik adalah bangga! Bangga terhadap apa yang kita tulis, no matter what!

Saya, para blogger, dan banyaaaaaak penulis-penulis di muka bumi ini walau sama-sama menulis namun kadang tidak lepas dari berbagai kesalahan, kontroversi, dan perdebatan. Saya kadang merasa tulisan beberapa orang “tidak orisinil”, “kaku”, atau “tidak penting”. Beberapa teman blogger saya juga pernah mengkritik tulisan saya di blog kadang “terlalu ngelantur”, “kebanyakan emoticon”, “kurang fokus”, atau bahkan “terlalu asing dicerna logika”… but that’s writing world, Dear! Hal-hal seperti itu yang membuat dunia tulis menulis menjadi hidup! Kontroversi kecil hingga besar pasti ada, tapi… we always in peace! karena menulis yang baik adalah ikhlas, ikhlas mencerna segala masukan  dan kritikan.

Bertahun-tahun saya menulis, walau masih sangat serabutan, tapi itu membuat saya menjadi orang yang bisa menilai karakter setiap orang hanya melalui tulisan mereka dalam karya tulis, blog, bahkan tulisan di sosial media sekalipun! Maka jangan heran jika bagian HRD suatu perusahaan kadang menilai calon pegawai mereka dari tulisan mereka! It shows us everything!  Maka Menulis yang baik adalah bijaksana, bijaksana menunjukkan siapa diri kita dan bijaksana untuk berusaha tidak egois dan tidak berat sebelah dalam menyampaikan sesuatu pada tulisan kita.

Maka Menulis yang baik merupakan sebuah miniature kehidupan seseorang.

Why I write it? Mmmm… 1. untuk  say thanks kepada para pembaca setia blog saya sekaligus untuk menghargai jerih payah setiap blogger dan penulis lainya 🙂 biar makin semangat nulisnya. 2. menjawab pertanyaan adik-adik kelasku tercinta tentang how to write *honestly, I never have an exact answer for this. Just follow your passion*, 3. Untuk pengingat saya sendiri mengenai  how important writing for me… and how I should endure this as great as possible 🙂

Udah mau lebaran nih… tulisan saya harus makin bagus soalnya 😀 setuju kan? dan harus merayu para pembaca juga dong supaya mereka tetep happy *eh*

Yaph… begitu saya… terima kasih… pokoknya terima kasih… terima kasih sekali 🙂

Take me… to the sky!


Birdseye view, awake the stars ’cause they’re all around you
Wide eyes will always brighten the blue
Chase your dreams, and remember me, sweet bravery
‘Cause after all those wings will take you up so high
So bid the forest floor goodbye
As you race the wind and take to the sky
You take to the sky
On the heels of war and wonder
There’s a stormy world up there
You can’t whisper above the thunder
But you can fly anywhere

To The Sky- Owl City

I really love that song, it makes me remember several things… especially my big promise.

I have a promise to my own self, I’ll find the way to exploring the world! I’ll find many people … finding answers for all of my questions! Why in African some people very hard to find some food while in Asia food is relatively anywhere! But unfortunately still not well managed, so several people in Asia face the problems like what in Africa. Why “curse of natural resources” happened all the time? Why majority sometimes too worry about minorities, like we see from Gypsy communities in Germany , Rohingya in Myanmar, or even Moslem with burqa and niqab in France and several countries in Europe? Why it very crucial to become “a world leader” in this earth? Why some people, including me, usually lazy enough to stop complaining? Why even appreciate “God’s work” is so difficult? Why…why…and many more “why”!

For sure, I’m not a superwoman with superpower or any magical power to change everything which disturbing and annoying my mind. I just feel so curious and think that maybe in my limited time for life I should find several answers for my several questions. Now, I already choose a way to do that and if my choice is right… Allah will prepare anything for me and ease my way. When that’s time come… maybe I’ll bring one of my dream become a reality, become a writer! Yeah~ although maybe in that’s time I’ll be mmmm a little bit old or maybe old or oh c’mon whatever!

Is it to idealistic? And how about if I can’t answer all of my life questions? Oh~ that’s not a big problems… let some mysteries, mysteries. Have you read Goethe’s poem titled “Faust”? In that poem he wrote: I do not imagine I know aught that’s right; I do not imagine I could teach what might convert and improve humanity. Ready or not… like Goethe did, me… you…. us… maybe should ready enough to face a reality that not every questions should be answered soon, but dreaming and hoping is not a mistake. So what I looking for? I just try, and maybe this is just my ego to make my life so precious… I want to leave a valuable story to tell and interesting “question mark” to solve by another generation after me. I just want to make my existence worth! Me… maybe not better than anybody else in this universe… but who’s care? Do my best for my life is more important that be the best, isn’t it?

If I could reach, higher
just for one moment touch the sky
from that one moment in my life
I’m gonna be stronger
know that I’ve tried my very best
put my spirit to the test
if I could reach…..
Reach- Gloria Estefan

With invisible wings, I’ll fly to the sky!
Now?Oh, I just learning how to fly, arghhh~ will be a long process! But trust me, I tough enough 🙂

P.S: If you ask me why I wrote this post in English, hmmm… my younger brother become my silent blog reader, actually I just shy when he read my post :p for some sentimental posting maybe it’s better to use English… so he’ll be lazy to read hehehehe :p Actually, sorry for my bad grammar hum hum hum~ I’ll study hardly to fix my skill soon. Regards! :peluk

 

Hedonia dan Borosnia ala Emonikova~


Haaaaaai…. dunia per-blog-an, mohon maaf dengan sangat karena telah menelantarkan blog ini. Kenapa? Karena webspace-nya tiba-tiba penuh! Entah kenapa… ini juga alasan kenapa komentar-komentar kalian [sementara waktu] nggak heboh saya bales seperti biasanya. Soalnya yaaaa saya malah sibuk ngehapusin draft posting saya yang rupanya banyaaaak… spam-spam nggak jelas…. dsb… pokoknya berbagai upaya untuk memperlonggar webhosting saya. Fiuuuuh, sepertinya saya akan pindah webhost atau upgrade layanannya errrrrghhhhh menyebalkan sekali.
Sudahlah, lupakan masalah teknis itu…
Kali ini, izinkan saya untuk menuliskan kisah saya yang lagi hobi banget berboros-ria. Pokoknya lagiiii boros-boros-boros banget. Maklum, bulan kemarin dapet bonus disamping honor hehehe jadi saya memutuskan harus ada bagian dalam hidup ini buat memuaskan keinginan yang meluap-luap dalam hati. So? Yaaaa inilah list kehidupan hura-hura saya.
1. Belanja buku
Saya bisa deh menahan hawa nafsu buat nggak belanja baju, sepatu, everything! TAPI buku? Hohohoho tunggu dulu. Sebenernya sih udah banyak yang wanti-wanti supaya saya harus menahan beli buku, apalagi sebenarnya udah nggak ada tempat lagi di rumah saya untuk menyimpan si buku-buku dengan layak. Sebagai bayangan, kalau saya udah kalap banget dan lagi kaya raya… saya bisa ngabisin 500rb++ hanya untuk belanja buku dalam satu kali belanja -.- itulah yang terjadi pas saya bulak-balik ke Indonesian Book Fair. Makanya sekarang kalau ada book fair lagi huwaaaa udah deh… simpen kartu debit di rumah… dan bawa uang secukupnya aja.
Makanya sekarang max. 100 rb deh perbulan belanja bukunya… heu~ masih belum kaya raya dan mapan soalnya. Saya lagi seneng banget baca buku-buku yang berkaitan dengan energy economics jadi kalau ada buku tentang itu, dan tulisannya menarik… weh~ sabet aja, Masbro. Parahnya lagi, kalau saya udah akrab sama orang lain saya pasti akan ngasih orang-orang tersebut BUKU! Yeaaah~ for me book is the best present!
Sesungguhnya saya juga sadar bahwa sebenarnya tempat penyimpanan buku di rumah saya sudah sangat tidak representatif lagi sampai banyak yang udah menyarankan saya minjem atau apalah~ tapi heloooow! Yang punya buku yang saya pengen baca itu nggak banyak,kawan! Kadang saya pengen baca buku yang udah langka banget dan kalau udah kayak begitu saya langsung berburu online! Fiuuuuh~ parah banget deh. Somebody should hide my debit card.
Buat yang penasaran dan nggak percaya  betapa udah penuhnya rumah saya sama buku-buku, yeaaaah…. bukan penuh sih lebih tepatnya BERANTAKAN.
Ini deretan komik… udah ditumpuk-tumpuk nggak jelas.
komik 1

komik 2

Ini sih novel dan buku-buku non-fiksi… udah ditumpuk-tumpuk dimana-mana. Di balik buku yang keliatan ini masih ada buku-buku lagi. Jadi udah nggak keliatan dan tertata lagi pokoknya.
buku 1

buku 2

buku 3

Masih ada lagi yang di dalem rak, diselipin aja lah.
rak 1

Yang lainnya? Beberapa sampai ada yang terpaksa dikarduskan :’(
kardus 1

Masih banyak kardus-kardus lainnya, tapi malu-maluin ah difotoin satu-satu. Saya sendiri khawatir dengan kemaslahatan buku saya. Tapi memang nggak ada tempat lagi. Yang lebih disayangkan lagi, yang dikardus ini buku-buku bagus loh… ada berbagai buku ekonomi yang bagus dan seru-seru banget. Ada yang judulnya The Undercover Economist: Exposing Why the Rich Are Rich, the Poor Are Poor–and Why You Can Never Buy a Decent Used Car! (Ini buku favorit saya), ekonomi politik nelayan, blue ocean strategy, dsb…dsb…seru banget sayang nggak punya rak lagi jadi harus di kardusin dulu sementara.

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, ada yang kemudian ngasih ide supaya saya:
a. Nyumbangin/ngasih buku saya ke orang lain: REJECTED! saya ngumpulin buku2 ini bertahun-tahun, bahkan kadang ada mesen online, dapet dari ngubek-ngubek di pameran buku, dsb-dsb-dsb. Terus gw kasih ke orang? Sori-sori, Jek!

b. Bikin perpustakaan dan bisa dipinjem-pinjemin ke orang lain: REJECTED! 1000%! Saya udah trauma buku saya ada yang ilang karena dipinjemin! Ada yang lecek pula! ADA YANG NGGAK NGEMBALIIN! Errrrrghhhhh~ nggak tau betapa sayangnya gw sama buku gw. Saya hanya meminjamkan buku kepada orang yang saya kenal dekat banget dan yang sudah saya ketahui track record kebaikan hatinya. Dulu waktu SMA saya suka sekali meminjamkan buku saya kepada seorang teman saya karena dia SELALU menyampul buku-buku yang dia pinjam. Oh… she looks like an angel for me!

c. Buy another house… : ACCEPTED but PENDING, secara gw belum mapan kan hahahhaha. Tapi kayaknya I should deh, kalau nggak yaaa bisa rusak koleksi gw huhuhuu. Setidaknya supaya buku-buku gw rapi dan tertata deh.

d. Beli rak baru: ACCEPTED but PENDING, yeaaah ini kalau udah punya rumah sendiri kayaknya. kalau sekarang mah rumah saya udah penuh sama rak tapi yaaaa udah diisi buku-buku dari kakek, nenek, dsb. Hiks. I think I need an interior designer deh buat menata rak buku di rumah saya atau diapain deh!

Jadi yaaaaa mohon doanya agar buku-buku saya bisa hidup damai sejahtera sesegera mungkin.
2. Nonton
Modem saya pake yang 75000 unlimited 3 BULAN! murah banget kan? Tapi masalahnya baru sebentar udah lemot lagi internetnya arggggghhhh~ Saya jadi nggak bisa download film dengan leluasa 🙁
Akhirnya saya jadi tergoda untuk ke bioskop terus menerus dong! Secara adik saya juga penggemar film teruma film animasi! Yeaaaah jadi goyang dompet aja buat liat Madgascar, Ice Age, dsb…

Kalau lagi males, saya dan adik saya beli DVD [bajakan] yang banyak buat ditonton estafet. Parah banget deh… Mana adik saya libur sekolah pula! Udah deh… makin kalap.

3. Beli Kado [+ Berburu Diskon]
July is wasful! Karena selain biasanya tahun ajaran baru… juga karena banyak yang ultah di bulan Juli! Sebenernya sih bodo amat… tapi karena yang ultah adalah orang-orang yang pernah ngasih kado ke saya pas saya ultah jadi yaaaaa gimana lagi huhuhuhuhuhu…

Orang Pertama yang paling rewel masalah ultahnya adalah adik saya! FYI… saat dia ultah tuh dia ada di Bandung karena ikut ajang POPDA 2012. Dari jauh hari udah ribut pengen kakaknya dateng ke Bandung DAN HARUS kesana. Saya pikir ya udahlah, haaaah dasar walau adik saya itu tinggi gede tapi gimanapun dia anak SMP biasa yang baik hati. Supaya dia agak terhibur saya juga bawain dia kado…  I think he deserve to get that.

Ini dia kado buat adik saya…Jadi turunnya honor dan bonus bener-bener pas banget timingnya, jadi bisa beli something good and usefull buat my lovely brother.
Kado

Satu lagi adalah Pillowman, seseorang yang udah menyisihkan sebagian kecil gajinya buat beli kado ke saya, hahahahaha. Sungguh saya terharu… jadi saya harus membalas budi baiknya.

Karena namanya KADO, dan yang agak saya sedihkan mereka adalah makhluk-makhluk yang kayaknya udah bosen saya tawarin buku *sedih banget deh gw* saya jadi harus berburu barang-barang lain yang oke! Karena saya mau ngasih yang awet maka mau gak mau harus nyari yang agak branded lah~ terutama adik saya! Adik saya itu badannya agak abnormal, for example kaki dia yang gede banget! Jadi kalau beli sepatu dia harus pake ukuran luar negeri *sombong kali kakinya itu* dsb… dsb… tentu ini agak berat, apalagi buat yang pas-pasan kayak saya ini. But I have several tips for handle it! Buat kamu yang mau dapet barang yang branded dengan harga yang manusiawi, just check this out:

a. CARI DISKON! ini sih saya banget. Saya kan MODIS (MOdal DISkon). Saya orang yang sangat sabar nunggu diskon sampai 50%-70% hahahahaha… parah banget ya. Tapi percaya deh, diskon itu pasti ada. Mungkin memang udah agak out of date sedikit lah modelnya atau udah tinggal beberapa stock-nya. But, c’mon! Masa sih nggak ada yang cocok? hehehhehe… so happy hunting, Diskoners!

b. JANGAN TERLALU FOKUS MELIHAT BARANG YANG DIPAJANG SEJAJAR DENGAN PANDANGAN MATA KITA! Yang sejajar dengan mata kita itu memang pasti paling up date dan biasanya harganya wah juga. Itu udah trik bisnis klasik… Naaaah jadi jangan gengsi buat jinjit-jinjit atau berjongkok ria hanya untuk memilih barang yang kita inginkan.

c. JANGAN SEGAN UNTUK KATAKAN BUDGET YANG KITA PUNYA. Ini buat kalian yang suka hal-hal praktis. Langsung sampaikan budget yang kalian punya dan minta tolong ke yang jaga tokonya buat dipilihin, hehehhe. Ini sangat-sangat menghemat energi daripada harus jungkir balik milih sendiri dan sport jantung liat label harga.

So, happy shopping ya! Jangan takut sama barang-barang branded. Percaya deh, pasti adaaaaaa yang bisa kebeli.

4. JALAN-JALAN
Saya suka fotografi walau belum punya uang buat beli DSLR dan sejenisnya, jadi kalau lagi nganggur dan nggak ada kerjaan berarti saya pasti jalan-jalan buat foto-foto.
Semua hal saya foto! dari situs-situs keren bahkan orang-orang yang saya temui! Huwaaaaa kalau udah dapet foto bagus itu rasanya~ gimanaaaaaa gitu.
KRB

Bapak di gambir

Kereta

Bahkan ngegembel di stasiun pun jadi…
gembel me

Saya juga sempat menghadiri pertemuan penulis dan orang-orang ngetop Tempo Institute dalam acara “MENJADI INDONESIA”, Oh~ gak-gak saya nggak sekeren itu, cuman kebetulan saya pernah memenangkan salah satu lomba esai yang mereka adakan. Nasional sih, tapi please saya bukan 3 besar dan saya cuman dust in the wind kalau dibandingin penulis-penulis lain. Huwaaaaa jadi makin semangat mengasah kemampuan menulis nih.
Peta

Saya terenyuh dengan salah satu tulisan bapak Bambang Harymurti (Direktur Utama Tempo Inti Media) yang dibacakan di ajang itu:

“Bagi saya kepemimpinan yang paling penting justru berada di dalam diri sendiri.

Itulah kemampuan mengendalikan perilaku agar selalu sesuai dengan dengan panggilan hati, cerminan jujur hati nurani.

Itulah jihad! Seru Nabi Muhammad SAW. Itulah kehidupan beretika! teriak Socrates satu milenia sebelumnya.

Itulah inti dari dari semua kepemimpinan”

(Bambang Harymurti)

5. WISATA KULINEEEEEEER!
Saya sangat suka makan… I love eat like I love books and movies…. Jadi kalau jalan kemana-mana dan lagi ada uang, pasti langsung nyoba macem-macem. Oiya… Bagi saya nggak perlu ke resto-resto mahal, pinggir jalan pun jadi yang penting rasanya muaaaaaknyuuuus,Bro!

Saya suka mie ayam… dan paling suka jus strawberry
mie ayam

Lagi tergila-gila es pisang ijo…
Pisjo

Tapi yang paling saya suka… tetep masakan sunda hehehhehe. Ini kebetulan foto yang diambil di Galuga pas lagi makan bareng my big great family 🙂 ummmm nyummmmmy…..

Image and video hosting by TinyPic

Okey…. that’s all!
Sepertinya udah cukup banyak postingnya.
Okay, it will be very hard week karena ada banyak kerjaan dan mau apply kerjaan dan beasiswa juga. Pray for me readers… please! Karena saya sendiri udah merasa puas banget dengan seluruh senang-senang saya selama ini hehehehehe. So, Wish Me Luck!

Dalam Doaku


Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu

(Sapardi Joko Damono, dikutip dari kumpulan sajak “Hujan Bulan Juni”, 1989)

Aih… sebuah bacaan manis di malam jumat…
Entah kenapa bait terakhir terasa begitu romantis hehehe 🙂 *tersenyum penuh makna*