Dan semoga kami beruntung :p


Kawan! Tanpa diduga gw dan salah satu teman terbaik gw di kelas, Solihin… pada akhirnya LOLOS SELEKSI TAHAP 1 di ajang 7th ECONOMIX !

Apaan itu?
Huummm kompetisi ekonomi gitu…
Kalo cuman gitu aja gw sih nyantai2 aja!
But you know what!!! ini event lomba se-ASIA!! *walau pada akhirnya gw berpikir kok jadi kayak ajang nasional aja karena delegasi yang kepilih kebanyakan dari Indonesia tuh :p sebodo ah!*
Doeeeeng!!! Orang kayak gw bisa tembus event lomba se-ASIA??? Dunia mulai gila πŸ™

Awalnya siiih ikut nih event iseng2 berhadiah aja…:p (tau kan gw gila harta akut?)
kan disuruh bikin esai tentang perdagangan internasional dalam bahasa Inggris, topiknya adalah gimana Asia bisa bersaing di kancah perdagangan Internasional T^T

Karena disuruh bikin esainya berdua… ya seperti biasa gw rekrut Solih *makhluk yang amat mudah diperdaya dan dipekerjakan* taraaaaa….kami beraksi… dan dengan susah payah milih tema ttng integrasi ekonomi ASEAN+3!Β  Buka skripsi orang… dan pas baca2 sampe gondrong kesimpulannya “ASEAN+3 belum bisa memberikan bla….bla…bla….” pokoknya negatif… tapi dasar bebal kita nulis di esai senormatif mungkin πŸ˜€ *bodo ah yang penting jadi!*

Baca Todaro… ehhh… yang ada malah tulisan “Expor barang primer, seperti bahan pangan, sangan rentan” Gw inget banget ada 5 argumen dari sisi permintaan dan 1 argumen dari sisi penawaran yang menjelaskan hal itu. Padahal kalian tahu? esai gw tentang EKSPOR KOMODITAS PANGAN STRATEGIS!!! nggak ada waktu mikir topik lagi…sebodo amat laaah~~ modifikasi :p

Jangan kira setelah itu derita nggak ada lagi!
Kami masih harus bikin esai dalam bahasa Inggris. Gw yang nerjemahin dan kalian mau tau apa rasanya? MAU MATI!!! stress banget~~~ apalagi kalo udah digarisin sama Ms. Word πŸ™ putus asa… tapi sebodo ah~~ gw nggak tega ama pengorbanan solih yang gw suruh buka2 skripsi berkali-kali dan gw juga udah terlanjur cinta sama Perdagangan Internasional (karena insya Allah gw mau angkat skripsi ttng Perdagangan Internasional πŸ™‚ ) dan deadline dikumpulin jam 13.00… gw ngumpulin pas jam 13.00…

GAK ADA ALASAN BAGI GW DAN SOLIH UNTUK OPTIMIS LOLOS! BAHKAN TAHAP 1 SEKALIPUN πŸ˜€

Tapi kayaknya Allah lagi seneng ngasih pengalaman baru ke gw :p
pas simposium ekonomi nasional gw dapet sms yang isinyaaaa… Taaaaraaaa…mengejutkan…

Yah dan inilah kami…
Salah satu delegasi dari IPB yang siap berjuang di ajang 7th Economix!
Doakan yaaaa…semoga nggak grogi dan bisa ngasih yang terbaik buat almamater, buat keluarga, dan bikin kalian nggak rugi punya temen kayak kami ini πŸ˜€

DOAKAN KAMI YA!!!!

(lagipula gw berniat menang…karena satu tim harus bayar 750 rb buat registrasi ulang :p rugi bandar gw kalo kalah :D)

Aksi Galang Dana Untuk Sumatera Barat: Karena Solidaritas Sosial adalah Keharusan


Minggu, 4 Oktober 2009 kemarin, Ikatan Pelajar Mahasiswa Minang (IPMM) bekerja sama dengan Departemen Sosial Kemasyarakatan BEM KM IPB dan seluruh perwakilan dari lembaga kemahasiswaan di seluruh fakultas IPB melakukan aksi galang dana untuk korban gempa di Sumatera Barat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bukti kepedulian mahasiswa IPB dan guna menghimpun dana dari masyarakat untuk membantu korban gempa di Sumatera Barat yang terkena gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter.

Perwakilan dari seluruh fakultas tersebut kemudian dibagi-bagi ke beberapa titik di wilayah kota serta kabupaten Bogor, diantaranya di kawasan Sempur, Terminal Baranang Siang, Tugu Kujang, serta di Cibinong. Bahkan, BEM KM sendiri mendapat bagian untuk menggalang dana di beberapa POM Bensin di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor.

Sebagai bagian dari warga IPB, Badan Eksekutif Mahasiswa FEM IPB juga tidak ketinggalan ikut serta dalam acara ini, melalui komando dari Departemen Sosial dan Lingkungan Masyarakat civitas FEM ikut serta membantu penggalangan dana tersebut.
Wilayah Sempur menjadi pilihan FEM untuk menjadi tempat mereka menggalang dana karena pada kesempatan yang sama BEM FEM IPB juga mengadakan acara Greenation yang tengah melakukan aksi penanaman pohon di Taman Kota, Lereng Sempur. ”Kami memilih di Sempur bukan cuman karena ramai tapi juga supaya kita bisa menggunakan Bus IPB bersama para peserta Greenation. Dengan begitu, transportasi kita bisa lebih praktis dan kalau sudah selesai menggalang dana, peserta penggalangan dana boleh ikut serta dalam aksi penanaman pohon” tutur Ranti yang mengkoordinasi kegiatan galang dana saat itu ketika ditanya alasan mengapa lokasi Sempur yang dipilih.
Image and video hosting by TinyPic
Dengan memakai jas almamater serta membawa nama IPB, sekitar pukul 08.00 WIB mereka pun melakukan penggalangan dana dan menjadi perantara bagi masyarakat yang ingin membantu korban bencana alam di bumi serambi madinah tersebut. Antusiasme masyarakat sekitar rupanya cukup tinggi bahkan ada yang langsung mendatangi mahasiswa yang tengah menggalang dana untuk memberi bantuan. Nama IPB menjadi salah satu hal yang mendorong mereka untuk mempercayakan sumbangan mereka ke tangan mahasiswa-mahasiswa tersebut. ”Ini dari IPB kan, ya? Percaya deh!” ujar salah seorang pengendara motor yang memberikan sumbangan. Penggalangan dana di Sempur ini berlangsung hingga pukul 10.00 WIB.
Image and video hosting by TinyPic
Kemudian, atas inisiatif dari tim penggalangan dana FEM sendiri, mereka melanjutkan aksi ini di kawasa lampu merah Jl Djuanda yang dinilai ramai dilalui oleh kendaraan baik yang beroda dua maupun beroda empat. Di sini, antusias masyarakat juga tinggi. Ada juga pengendara mobil yang merepat ke sisi jalan untuk menanyakan langsung ke pada para penggalang dana untuk memberikan bantuan bukan hanya dalam bentuk uang tapi juga dalam bentuk bantuang sandang dan papan. Sayangnya, karena tidak ada komando yang terlalu jelas dan mungkin karena tidak mengira pertanyaan seperti ini akan terlontar dari penyumbang, jawaban yang diberikan dirasakan kurang memuaskan bagi calon penyumbang tersebut.
Akhirnya, aksi galang dana yang dilakukan oleh tim dari FEM tersebut berakhir pukul 12.00 WIB. Dana yang telah terkumpul nantinya akan disatukan dengan dana yang terkumpul oleh lembaga kemahasiswaan dari fakultas lain dan kemudian disalurkan langsung ke para korban bencana melalui IPMM. Lelah? Sudah pasti, akan tetapi inilah salah satu tindakan nyata mahasiswa untuk bergerak dan menunjukkan solidaritas sosial mereka, ya! Sebuah solidaritas! Karena solidaritas sosial adalah sebuah keharusan. Hidup Mahasiswa!