A message from a rival…


Sejujurnya saya mungkin salah satu makhluk paling beruntung di muka bumi ini. Yeah…  sejujurnya saya bukan makhluk yang sempurna, pinter banget nggak… bodoh banget juga nggak… baik banget juga nggak… jahat banget nggak juga… yaaaah ordinary person lah. But, I can make you sure that I have extraordinary life http://www.emocutez.com. Sebuah keberuntungan yang luar biasa karena Allah mengizinkan saya bertemu dan hidup di sekitar orang-orang yang hebat. I have wise Dad, kind Mom, funny brother, humble family, smart teacher, sincere best friends, and of course perfect God! Ya… saya memang tidak sempurna, tapi saya hidup di tengah orang-orang dan situasi yang dapat menyempurnakan saya http://www.emocutez.com.

Terkadang saya memang merasa risih dengan sikap beberapa orang yang betolak belakang dengan pemikiran saya, tapi itu semua rupanya hal itu justru menjadi suatu bagian untuk mendewasakan diri saya. That’s great actually…! semakin saya memahami itu, semakin rasanya saya merasa bahwa Allah itu sudah keterlaluan baiknya terhadap saya.

Saya kemudian menjadi teringat pada seseorang. Seseorang di masa lalu yang menurut saya sudah cukup mengubah mindset saya menatap hidup. Kalian bisa bayangkan, saya pernah menjadi seorang yang tidak percaya dengan kemampuan saya sendiri. Entah ya, rasanya melihat orang lain kok hebat-hebat, dan saya kok dust in the wind banget. Tapi itu semua berubah ketika saya bertemu seseorang. Orangnya gimana yaaaaa??? agak-agak mengerikan gitu lah. Saya sih takut dengan orang ini, walau diam-diam di hati sanubari yang paling mendalam kagum juga karena orang yang satu ini kok pinter dan kayaknya fast learner banget. Huwaaaaaa…. sempet agak histeris deh dan sempet bilang “Ya Allah… kenapa hamba harus bertemu orang-orang keren di sekitar hamba terus menerus sih? Sejujurnya hamba jadi merasa minder” http://www.emocutez.com

Tapi percayalah… setiap keputusan Tuhan senantiasa punya makna.
Walau saya tidak terlalu dekat dengan orang itu, tapi kemudian saya punya tekad kecil-kecilan “Gw harus bisa bersaing dengan orang yang satu ini.” Saya pernah melalui masa-masa penuh obsesi mengejar prestasi seseorang yang sebenarnya dalam hati kecil saya “Gila… gw nggak akan bisa ngejar deh nih orang”. Apa orang yang saya “saingi” itu tahu? Waaaah… Wallahu’alam itu sih, pokoknya sruduk boy aja deh, namanya juga usaha. Tapi entah karena niatnya yang salah atau kurang lillahi ta’ala, seingat saya saya tidak pernah berhasil menyaingi orang ini. Saya pernah merasa jika saya maju satu langkah.. maka dia maju 10 langkah pakai acara lari pula. Heuh? yang bener aja…http://www.emocutez.com

Entah bagaimana ceritanya hingga suatu hari saya malah curcol pada orang ini *plis… jangan tanya gimana ceritanya, saya juga nggak nyangka hal ini terjadi dalam periode hidup saya.” Saya mengatakan

Kenapa ya, kayaknya saya kok bodoh-bodoh banget. Nggak pernah ngasih piala ke sekolah, nggak jadi indikator pintar juga, ya…ya…gitu-gitu aja. Saya merasa kok rasanya orang lain lebih hebat daripada saya, meraih segala hal lebih mudah daripada sayahttp://www.emocutez.com

Tanpa saya sangka “rival” saya ini meladeni ocehan saya yang pasti saat itu nadanya agar saru antara zikir, ngeluh, sama mau nangis, “Kenapa kamu nggak percaya dengan kemampuan kamu sendiri?”

“Yaaaa… karena rasanya fakta kok kejam banget ya. Bisa nggak ya saya ngeraih semua impian saya. Jadi penulis, jadi orang yang mengelilingi dunia ini, dan sebagainya… kamu sih nggak tau betapa beratnya! Persaingan itu kejam tau!”

Jeng…jeng… dan entah kesambet apa tiba-tiba lawan bicara saya tersebut mengatakan hal yang menurut saya changing my life banget http://www.emocutez.com.

“Kamu tahu… dalam hidup itu ya memang ada persaingan! Selalu begitu. Itu alami, biologis!Kita menemukan bukti-bukti persaingan dalam buku science manapun, tanpa terkecuali. Mengapa harus takut terhadap persaingan sih?  Saat kita ingin sukses, maka bukan masalah persaingan yang perlu kita khawatirkan tapi masalah diri kita sendiri. Apakah kamu sudah memantaskan diri untuk meraih seluruh impian kamu? Apakah kamu sudah berjuang mati-matian untuk meraih setiap keinginan kamu?

Sampai kamu mati pun, kamu pasti akan melihat orang-orang yang hebat! Jadi itu bukan masalah lagi. Permasalahannya adalah… sudahkah kamu berjuang untuk sehebat orang-orang tersebut… sudahkah kamu berjuang untuk setidaknya “setara” hebatnya dengan orang-orang tersebut? Saat kamu punya tekad untuk berjuang demi meraih impian yang mulia, maka musuh terbesar kamu bukan orang-orang hebat di luar sana, tapi di dalam diri kamu sendiri. Sudahkah kamu mampu dan berjuang untuk mampu fokus terhadap kelebihan dan kekurangan diri kamu sendiri? Sudahkah? Kalau belum… ya maaf aja berarti kamu memang loser. Jangan sampai fokus kamu buyar hanya karena sibuk memikirkan betapa hebatnya orang lain dan menjatuhkan kemampuan kamu sendiri yang sebenarnya juga bisa menjadi orang yang sangat hebat!

Lagipula kenapa kamu harus takut pada orang lain sih? Setiap rezeki itu kan yang ngatur Allah, dan Allah juga yang menciptakan seluruh muka bumi ini. Saat kamu merasa kamu sudah berjuang dengan keras, maka satu-satunya tugas yang perlu kamu lakukan adalah memohon kepada Allah agar Ia meridhai setiap pilihan hidup yang kamu tempuh. Selesai kan? Dalam hidup yang penting bukanlah untuk menjadi yang terbaik, tapi berbuat hal yang terbaik dalam hidup kita dan hidup orang-orang di sekitar kita. Saya percaya kamu bisa, semangat!”

Jika itu adalah pidato, maka itu adalah pidato terinspiratif yang pernah saya dengar! http://www.emocutez.com
Bahkan jika dia hanya berbohong dan hanya membuat saya senang aja… saya akan asumsikan itu sebagai kejujuran yang tidak terelakan.
Ada “terima kasih” yang sangat besar kepada orang tersebut dan sayangnya saya sepertinya tidak pernah sempat mengucapkannya (So… wherever you’re! Thank you for your wise advices )

Sejak saat itu, saya berubah…
Hingga saya menjadi saya yang hari ini.
Apakah saya pernah merasa takut? Minder? Oh… Ya! tentu saja! Seringkali!
Tapi, itu sudah bukan menjadi masalah besar lagi! Saya hanya ingin melakukan sesuatu… sebaik yang saya bisa.
Saya percaya… jika niat serta tujuan saya baik, maka pasti Allah akan memudahkan setiap langkah yang saya tempuh dan akan meridhai saya untuk mendapatkan keinginan saya tersebut.
Saya tidak ingin mengecewakan siapapun dalam hidup saya, termasuk kepada Tuhan saya yang hampir setiap menit sudah saya “repotkan” dengan aneka permintaan saya dan sudah saya rayu habis-habisan agar memberi amanah-amanah hidup yang luar biasa dalam hidup saya ini.

Terimakasih Ya Allah, atas setiap pelajaran yang Kau berikan kepadaku… semuanya.

Ngomong-ngomong, apakah kalian sudah mempercayai kemampuan kalian sendiri? http://www.emocutez.com

My dreams [someday] come true!


Yeaaaaay…. Ketemu lagi dengan blog emonikova yang sudah ditelantarkan pemiliknya di tahun 2011 🙂 tapi alhamdulillah sekarang bisa kembali terisi dan akan kembali menggugah benak kalian semua *halah*

Many things happen in 2011… dan nggak kerasa udah tahun 2012 aja. Waaah cepet banget yaaa… dan walau kalender udah ganti angka jadi 2012, kayaknya masih banyak impian saya yang belum tercapai… masih jauh malah.

BTW…Awal tahun ini seneng banget karena bisa menghabiskan waktu bareng keluarga 🙂 rasanya lengkap banget. Semangat juga karena banyak yang punya resolusi luar biasa di tahun ini… semoga Allah mengistiqomahkan hati mereka untuk mewujudkan segala impiannya http://www.emocutez.com

Seseorang tidak mau mendengar resolusi saya tahun ini karena katanya saya pasti akan menulisnya di blog. Huwaaaaa…. nggak tau aja blog saya kena gusur sama IPB karena saya sudah jadi alumni jadi harus ganti domain ke alumni.ipb.ac.id. hmmmm… tapi rasanya benar juga, bukan blog saya kalau nggak ada ocehan tentang impian-impian saya di dalamnya.

Ini bukan resolusi sih… tapi impian-impian saya yang harus saya capai cepat atau lambat. Apa ajakah itu??? TARAAAA beberapa diantaranya:

Image and video hosting by TinyPic Become a writer!  : Mengutip perkataan Alfred Kazin The writer writes in order to teach himself, to understand himself, to satisfy himself; the publishing of his ideas, though it brings gratification, is a curious anticlimax.”

Yup! Saya ingin menjadi penulis. Kenapa ya? Mungkin karena saya merasa dengan menulis saya menjadi membaca banyak hal, bertanya pada banyak orang, memikirkan segala hal secara lebih mendalam, dan lama kelamaan saya merasa menulis adalah guru yang begitu hebat dalam hidup saya. Menulis adalah sebuah proses pencarian berbagai filosofi kehidupan…

It’s one of my dreams suatu hari saya bisa membuat sebuah tulisan yang layak masuk rak buku banyak orang di dunia ini. Jika saya tidak bisa mengelilingi dunia ini, maka saya akan memohon dengan sangat kepada Allah agar tulisan saya yang kelak mewakili saya menyampaikan pemikiran saya pada dunia. Saya ingin suatu hari nanti… dengan atau tanpa saya ketahui, banyak orang yang menjadi lebih baik setelah membaca tulisan-tulisan saya. Biarkan dunia belajar dari apa yang saya tuliskan…

Sebegitunyakah tekad saya? mmm… bagaimana ya? Saya ingin anak, cucu, dan cicit-cicit saya kelak mengenal saya seperti layaknya mereka mengenai Isaac Newton di buku sejarah dan buku science mereka. Saya ingin menjadi partikel dari setiap kesusksesan dan kebahagiaan orang lain, saya ingin memastikan pemikiran saya terus “hidup” di dunia ini. That’s it! Dan saya merasa menulis merupakan salah satu caranya.

Image and video hosting by TinyPic Sekolah lagi! Entah deh Allah mau memberi saya kesempatan belajar dimana. Tapi saya menyadari sebuah hal. Saya ingat betul bahwa kelak masa-masa di depan saya nanti akan senantiasa semakin berat. Saya akan semakin tua… saya cepat atau lambat… harus bisa [dan mau] membagi ilmu saya kepada generasi-generasi setelah saya agar mereka lebih siap menghadapi masa mereka *hiyaaaa ribet bahasanya*. Intinya sih mau mencerdaskan anak bangsa aja sih 🙂 Tapi bagaimana saya mampu bisa mengajarkan banyak hal pada orang lain jika saya, si Marissa Malahayati ini, tidak mau belajar lebih jauh… lebih giat… lebih keras…? Saya ingin dunia sempat mencatat nama saya sebagai cendekiawati Islam di muka bumi ini. Hahahahaha… berat banget ya. Tapi apa gunanya sih ilmu kalau buat dipendam sendirian begitu aja?

Saya juga ingin menjadi salah satu maskot kesuksesan orang-orang dengan kemampuan ekonomi yang tidak “wah” tapi bisa meraih ilmu yang “wah” melebihi orang dengan kemampuan ekonomi yah “wah” …. Ya! saya ingin meraih predikat bergengsi seperti itu dalam kehidupan saya!

Lagipula! Saya masih merasa begitu bodoh.
Saya teringat salah satu puisi panjang Goethe “Faust” dalam bagian  Der Tragödie :

“Dafür ist mir auch alle Freud’ entrissen,
Bilde mir nicht ein was rechts zu wissen,
Bilde mir nicht ein, ich könnte was lehren,
Die Menschen zu bessern und zu bekehren.
Auch hab’ ich weder Gut noch Geld,
Noch Ehr’ und Herrlichkeit der Welt.”

(To offset that, all joy is rent from me.
I do not imagine I know aught that’s right;
I do not imagine I could teach what might
Convert and improve humanity.
Nor have  gold or things of worth,
Or honours, splendours of the earth.)

NB:Kesalahan penerjemahan tidak ditanggung penulis ya, karena memang terjemahan di bukunya begitu :p hehehe.

Dalam puisi panjangnya tersebut, Goethe, yang sudah mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan mulai dari kedokteran, filosofi, hingga teologi, kemudian bertanya-tanya bahwa apakah ilmu yang selama ini dia pelajari sudah cukup? Apakah apa yang dia pelajari dan ajarkan merupakan kebenaran? Itu membuat Ia merasa bahwa ilmu yang ia miliki tidak akan pernah cukup! Saya mulai mengerti apa yang dirasakan Goethe saat itu! http://www.emocutez.com

Ilmu Allah itu begitu luas… dan itu membuat kita semua harusnya menyadari bahwa belajar itu memang betul-betul never ending process! Semakin banyak belajar… semakin merasa penasaran dengan keajaiban-keajaiban luar biasa di dunia ini bukan hanya membuat hidup ini menjadi lebih berarti (dan nggak gabut) tapi rasanya membuat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya semakin dekat. Aih… luar biasa sekali.

Image and video hosting by TinyPic Dunno how…. ingin memberdayakan masyarakat menengah kebawah 🙂 Walaupun saya dulu pernah mendaulat diri sebagai HIMAGITA (Himpunan Mahasiswa Gila Harta) but sorry… buat saya dengan harta seharusnya bisa memperbanyak pahala dan bisa membantu lebih banyak orang. Buat saya kekayaan bukan segala-galanya… tapi membuat orang lain kaya huwaaaaa that’s a great life! EVER!

Ada sebuah impian besar dan kayaknya proyek seumur hidup deh. Jika  Allah mengizinkan kelak saya ingin mengabdikan diri saya untuk mengembangkan sistem keuangan mikro di pedesaan negeri ini. Gila kan! Nggak usah bilang deh, saya juga mikir gitu kok http://www.emocutez.com. Si anak mami ini pada akhirnya maunya kok jadi pengabdi masyarakat gitu… waaah udah deh pasti ngebayanginnya aja susah.

Tapi itu prestasi luar biasa yang ingin saya raih dalam hidup saya. Saya sudah cukup banyak melihat banyak orang-orang yang luar biasa berjuang mati-matian untuk hidupnya… Saya ingin menebus setiap centimeter penyesalan saya karena saya tidak bisa banyak membantu orang-orang di sekitar saya yang membutuhkan bantuan saya.  Saya ingin keberadaan saya bisa membawa kebahagiaan bagi orang lain. Itu jauh lebih berharga dari kekayaan jenis apapun di muka bumi ini. Rasanya luar biasa sekali jika ilmu yang saya pelajari itu bermanfaat bukan hanya untuk saya sendiri tapi juga untuk orang lain… apalagi ilmu itu rasanya sudah begitu sejalan dan seimbang antara ilmu dunia dan akhirat. Aih…nikmat mana lagi yang bisa saya dustakan saat itu.

Image and video hosting by TinyPic See my family proud of me… and make them happily ever after! Rasanya ingin membuat keluarga saya ini menjadi keluarga yang begitu bahagia… no more tears… no more bad things… no more bad memories… Saya hanya ingin keluarga saya bahagia! Yaaaah… pokoknya sekali lagi saya tegaskan kelak saya akan umumkan pada seluruh penjuru bumi bahwa  mungkin keluarga saya bukan keluarga yang sempurna tapi mungkin salah satu yang paling bahagia di muka bumi ini.

Image and video hosting by TinyPic Belajar lebih banyak untuk memahami Al-Quran! nggak cuman apal ya! apal doang mah biasa… tapi pahamnya itu loh. Sebenarnya tertohok sejak lama karena pas nonton film V for Vendetta ada dialog “Tidak perlu menjadi seorang muslim untuk menikmati sastra terindah di muka bumi ini” Iyakkk itu dikutip seadanya dan seingetnya ya. Tapi sebuah hal yang luar biasa aja, orang non-muslim aja banyak banget yang menghargai dan mengagumi Al-Quran, kenapa saya nggak? Kayaknya kok cupu banget gitu ya? Padahal bukan cuman indah tapi seluruh maknanya begitu mendalam! Coba bayangkan! kalau dalam periode kehidupan saya cuman sekadar baca doang dan nggak berusaha mencintai, memaknai, dan memahami itu… arrghhh cupu aja! Apa yang bisa saya ajarkan kepada generasi-generasi setelah saya nanti? Apa yang bisa saya jawab jika tiba-tiba ada orang yang berbeda agama dengan saya menanyakan mengenai filosofi-filosofi Al-Quran kepada saya? Mau dijawab dengan muka cengo tidak berdaya?http://www.emocutez.com Arggh… nggak deh, terlalu nightmare kalau kayak begitu heheheh

 

Itu dia! Impian-impian besar saya 🙂
Lainnya…? Wah masih banyak! Mau jadi orang kaya… mau jadi peneliti… dan yang paling  HOT mau berkeluarga…. hahahahaha masih banyak sekali deh pokoknya. Tapi saya percaya… jika Allah mengizinkan saya  meraih impian saya, maka Ia akan mengarahkan saya pada hal-hal terbaik yang mengarahkan pada impian saya tersebut. Saya percaya sekali… Allah akan memberikan saya ilmu dan karir yang baik dan akan menganugerahi saya guru-guru dan teman-teman yang luar biasa sebagai bekal saya dalam meraih impian saya. Allah juga kelak akan membuat saya memiliki pendamping hidup yang sangat baik dan bijaksana yang bisa membuat saya lebih bijak dalam bertindak http://www.emocutez.com, tidak tanggung-tanggung saya masih akan memiliki keluarga yang selalu mendukung saya dengan keceriaan-keceriaan khas mereka:Mama, adik, dan seluruh komponen keluarga saya.

Masalahnya… apakah Allah mengizinkan setiap impian dan doa saya ini…
Apakah Allah akan terus menjaga hati saya agar tetap istiqomah mempertahankan niat ini…
Jika ini merupakan hal yang baik bagi saya dan banyak orang… saya yakin Allah akan mengizinkannya. Wallahu’alam bi shawab.

Ini impianku… apa impianmu? apapun itu… gapailah!http://www.emocutez.com

 

 

Karena aku tidak ingin seperti layang-layang….


“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air menjadi rusak karena diam dan tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tidak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan.”

Imam Syafii—ditulis ulang dari buku “Negeri 5 Menara yang dikarang A.Fuad—


Pahamilah apa yang sebenarnya ada di dalam pikiranku…


Image and video hosting by TinyPic

Aku hanya tidak ingin menjadi layang-layang yang seakan-akan terbang bebas melintasi angkasa, menantang angin, mengejar burung-burung… namun pada kenyataannya layang-layang terbang dengan sangat tidak leluasa… layang-layang terbang karena intervensi orang lain. Sampai kapan pun ia tidak akan bisa melintasi angkasa yang luas, selamanya ia tidak akan terus menerus menantang angin, apalagi berusaha mengejar burung-burung di angkasa, bahkan bila kemudian senar layangan itu putus… ia hanya bisa terbang tanpa kendali, menyangkut di pepohonan atau kabel-kabel listrik. Tolong pahami bahwa aku tidak mau dan bahkan mungkin aku sudah bosan menjadi LAYANG-LAYANG!

Aku iri pada bangau… bagiku Tuhan mengajarkan banyak hal dari mahluk soliter dan pendiam ini. Ya! Mereka memang penyendiri dan tidak dianugerahi syrinx sehingga mereka tidak bisa membuat kehebohan dengan suara yang memekik, mereka pun mungkin bukan termasuk burung yang begitu cantik. Namun lihatlah saat mereka memutuskan untuk pergi terbang bermigrasi ke tempat yang begitu jauh… dengan sangat tulus mereka membentuk kelompok-kelompok kecil yang begitu akrab, tanpa egoisme, tanpa keterpaksaan, hanya sebuah ikatan kokoh karena kesamaan visi dan tujuan mereka. Mereka kemudian terbang tanpa intervensi! Mereka begitu teguh mencapai tujuan mereka tanpa terlalu ambil pusing dengan apa yang kira-kira akan menghalangi mereka. Mereka bebas lintasi angkasa, menantang angin, dan bertemu dengan sekawanan burung lain di angkasa. Mereka terbang dengan bebas mungkin karena seluruh tubuhnya menjadi ringan karena mereka tidak pernah membawa rasa egois dan angkuh yang seringkali dibawa makhluk-makhluk yang konon paling sempurna di muka bumi ini…. Sempurna sekali sehingga seringkali lupa untuk belajar melalui hal-hal kecil.

Percayalah…kelak aku akan terbang seperti bangau…

Biarkan aku terbang seperti bangau, dengan segala kekuranganku… tanpa peduli dengan apa yang dikatakan makhluk lain tentangku. Biarkan aku terbang sesuai dengan tujuan yang telah aku tetapkan dalam hati dengan begitu teguhnya, dan lalu biarkan aku menemui species-species serupa yang punya prinsip yang hampir sama denganku, biarkan kemudian aku terbang dan menunjukkan bahwa untuk terbang tidak perlu intervensi dari manusia jenis apapun… tidak perlu takut dengan halangan yang mungkin akan terjadi… tidak perlu mempertahankan keegoisan dan kesombongan, hanya perlu bahu membahu saling menolong. Yaaaaa…mungkin lelah luar biasa, tapi itu semua akan hilang seiring dengan berjalannya waktu.

Setidaknya percayalah kelak akan aku tunjukkan betapa hidupku akan bagai bangau yang terbang…bukan seperti layang-layang rapuh yang menatap langit dengan senyum miris…

(buat yang kaget tiba-tiba gw nulis hal yang abstrak kayak begini….hmmmm… jangan khawatir 🙂 seorang marissa masih baik2 saja, hanya saja dia sedang dalam pemikiran mendalam tentang kehidupan he1000x….ukuk—-uhuk—-uhukkkkk—– 🙂 )

Image and video hosting by TinyPic

Lepas dari itu semua….I love you all~~~ thank you for enjoying my blog 🙂

Setegar rumput teki… menyebar bagai dandelion…


Pas pulang kuliah tadi pagi langsung diceritain Fanny tentang tayangan kick Andy minggu ini *FYI: Metro TV di rumah ilang gara-gara antenanya keputer pas hujan angin T^T dan karena tidak ada pria dewasa baik-baik yang berani mati buat manjat genteng jadi keadaan ini dibiarkan begitu saja 🙁 yaaaah nasib, jadi apapun tayangan metro TV harus diceritain sama temen Photobucket*

Pokoknya entah apa karena si fanny yang cerita dengan sangat persuasif atau gimana, pokoknya gw jadi ngerasa nyeseeeeeeeeeeeeeel banget gara-gara nggak nonton tuh kick Andy. Fanny cerita bahwa episode kali ini tentang orang-orang yang udah kaya raya… punya hidup yang luxurious… tapi hebatnya! Mereka BERBAGI DENGAN ORANG LAIN! wah mantap jaya tuh. Di balik pemberitaan yang kayaknya orang Indonesia barbar atau yang pada egois…. yah macem-macem lah, pokoknya kayak negara berkembang yang males jadi negara majuPhotobucket, rupanya banyak loh sebenarnya orang-orang hebat yang luput dari pemberitaan media.

Tertarik dengan Budi Soehardi yang disanjung-sanjung dalam cerita teman gw yang satu ini, gw pun akhirnya langsung cek youtube! dan rupanya emang dah siar di youtube 😀 ha10000x…. udah jadi web no.2 setelah google deh nih youtube. Pak Budi ini pilot, yang udah punya segala-galanya deeeeeh! Kaya iya… punya istri cantik iya *ho1000… gw bersumpah istrinya cantik, pasti pas mudanya lebih cantik lagi*…rumah juga udah ada di singapura…. pokoknya hidup ideal dan kalau dia mau foya-foya sesuka dia juga bisa lah! Tapi rupanya mereka sekeluarga memilih untuk berbagi dengan orang-orang yang kurang beruntung, mereka kemudian membuat panti asuhan di Kupang, Nusa Tenggara Timur bagi korban kerusuhan pasca jajak pendapat Timor Timur. Gak cuman sampai situ, mereka juga kemudian mengajari orang-orang di daerah itu bercocok tanam! Dan Kupang itu kan daerah yang tandus… ! gw sebagai anak IPB ingusan yang masih dangkal pengetahuan pertaniannya aja takjub pas tau bahwa pertanian di situ berhasilPhotobucket. Rupanya bener kata komik Yakitate! Japan…. “Hanya fokus untuk membuat roti yang terbaik!” Yuph! pokoknya yang penting fokus untuk membuat yang terbaik, maka hasil terbaik yang akan diterima…

Okay… let’s check it out, ini cuplikannya

Ho10000x….
Ini kawan-kawan yang namanya keren! keren banget! mutlak dari hati deh mujinyaPhotobucket.

Kalau gw menyebut orang-orang sepeti itu dengan istilah “Setegar rumput teki… menyebar bagai bunga dandelion…” Maksa sihPhotobucket, tapi gw punya alasan shahih ya :p.

Photobucket
Kenapa setegar rumput teki? Karena seingat gw, tanaman yang paling “bandel”  itu ya rumput teki… berapa kali pun dia dicabut, tapi kalau belum akarnya abis dia akan senantiasa tumbuh. Menurut gw,  Tuhan mengajarkan hamba-Nya untuk menjadi orang yang teguh mempertahankan prinsip dari rumput teki. Gak gampang loh mengubah suatu hal… nggak mudah juga menjadi seseorang yang tulus di muka bumi ini… dan dunia telah membuat banyak orang menjadi saling mencurigai bahkan dengan kebaikan seseorang. Ya! menurut gw sih… bila kita ingin menjadi orang yang benar-benar tulus, maka kita harus menjadi orang yang tegar dan memegang prinsip dulu, supaya ke depannya  bisa menjadi orang yang istiqamah *waw… kepala gw pasti baru kebentur ngomong kayak gitu*

Photobucket
Terus kenapa menyebar seperti dandelion?
Karena berdasarkan buku rahasia alam yang ada di rumah gw bunga dandelion itu kan bunganya beterbangan kebawa angin, itu yang membuat bibit bunga dandelion tidak teraglomerasi…. maksud gw nggak ngumpul di satu tempat aja…. tapi menyebar dimana-mana! Dimana dia bisa tumbuh, maka ia akan tumbuh….mau dipinggir jalan… mau di pinggir sungai… pokonya tersebar deh. Dan menurut gw, seorang yang hebat itu, bisa membagi kebahagiannya bagaikan bunga dandelion… dimanapun dia bisa berbagi, maka dia akan berbagi. Tidak peduli SARA, yang ada hanya sebuah konsep humanis yang lillahi ta’ala… menurut gw itu udah oke bangeeeeeet!

Jadi inget lagu deh

Bila kau mau sadari…..Cinta kasih tak memilih….Kau dan aku kita semua sama~

Bila kau mau berbagi…Apalagi yang dinanti…Kasih putih karunia sejati~

Hmmm…. lagu siapa ya? SNADA ya kalo nggak salah :p udah lama banget (baca: lama terjebak dalam kegelapan :p) gini-gini gw juga tau ya sama lagunya SNADA, Justice Voice, etc hahahahahahaha~~~ bukan cuman doyan lagunya CHEMISTRY aja

Yang pasti… itu kemudian kembali membuka sebuah pertanyaan penting dalam hidup gw (mungkin juga hidup kalian 🙂 ) Photobucket

“Untuk apa kamu hidup?”
“Untuk siapa kamu hidup?”

Pertanyaan sederhana terkadang tidak memiliki jawaban yang sederhana, kawan!
Pertanyaan sederhana terkadang bahkan tidak bisa dipecahkan dengan ekonometrika, matematika, fisika, atau apapun kumpulan persamaan yang saya dan Anda ketahui… terkadang pertanyaan sederhana butuh suatu kajian mendalam terhadap kehidupan…

Setidaknya menurut gw! Your opinion about life is depend on how you see your life!

Ok! Photobucket

Pewartaan Warga…. Masa Depan Jurnalistik


Di tengah kesibukan yang tengah datang silih berganti tiada henti, ditodong berbagai macam hal, saya rupanya masih sempat juga membaca. Yaph! Membaca! Karena seperti kata guru kita di SD, membaca adalah jendela ilmu pengetahuan, walaupun setelah duduk di Perguruan tinggi membaca terkadang bukan lagi sebagai pemuas hobi, tapi sudah menjelma menjadi kewajiban yang mau tidak mau harus dilaksanakan…kalau tidak? Tamat sudah! Photobucket

Hal menarik yang sempat saya baca (walau memang agak terpaksa) adalah mengenai citizen journalism,yang belakangan saya tahu setelah dibakukan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Pewartaan Warga”  atau “Jurnalistik warga” (pasti terdengar aneh bagi banyak orang). Isu yang sebenarnya sudah tidak asing menurut saya! Bagaimana tidak? Sejak saya duduk di bangku SMA, guru saya sudah mulai menceritakan kepada kami murid-muridnya yang masih polos saat itu tentang masa depan dunia jurnalistik… yaitu Citizen Journalism ini.

Photobucket

Sebelum Anda saya ajak pusing dengan tulisan saya kali iniPhotobucket, saya akan jelaskan terlebih dahulu mengenai apa yang dimaksud citizen journalism atau wartawan warga ini.

Menurut Wikipedia.

Citizen journalism is the concept of members of the public “playing an active role in the process of collecting, reporting, analyzing and disseminating news and information

Artinya masyarakat dalam hal ini ikut serta dalam mengamati, mengkaji, dan mengkritisi permasalahan yang ada di sekitar mereka sekaligus kemudian melaporkannya. Media yang sering dipakai untuk pewarta warga ini adalah Blog yaitu semacam jurnal online yang bisa diakses oleh orang-orang di seluruh penjuru dunia yang memiliki koneksi internet. Para pemilik blog ini sering disebut blogger…. Merekalah yang kemudian menjadi aktor utama dalam citizen journalism…. Kuli tinta dunia mayaPhotobucket.

Sudah cukup jelas? Okey…. Kalau begitu sekarang mari kritisi fenomena ini.

Apa kehebatan dari pewartaan warga ini?

Yang menurut saya paling menonjol adalah KEJUJURAN!

Ya! Kejujuran….suatu hal yang terkadang tergadaikan dalam dunia jurnalistik dunia nyataPhotobucket. Para blogger bebas mengekspresikan apa yang mereka rasakan… apa yang mereka pikirkan… apa yang mereka rasa bahwa hal tersebut perlu di ketahui dunia!

Media mana yang bisa menuliskan secara gamblang perasaan menulisnya?

Media mana yang secara jujur bisa menuliskan

“Sial gw patah hati! Rupanya ‘X” selingkuh!”

“Kucing gw mati kena racun tikus…. Tetangga gw nggak punya peri kebinatangan!!!!”

“Negara maju…. Bisanya nindas aja negara miskin, kapitalis terus mencengkram dunia!”

Tidak ada! Selain pewartaan warga Photobucket! Kritik-kritik dari permasalahan yang paling sepele (dan bahkan kita pikir nggak penting banget) sampai yang berskala internasional bisa diangkat dan dikritisi oleh si penulis.

Kehebatannya bukan hanya sampai situ!

Berita yang tersampaikan melalui dunia maya terbukti lebih cepat sampai ke khalayak. Contoh kecil saja, saat tragedy Bom Marriot kembali terjadi, informasi pertama yang beredar berasal dari posting seseorang yang menginap di hotel tersebut melalui situs social micro-blogging, Twitter! Pewartaan warga lebih cepat tersampaikan bukan hanya karena teknologi yang ada sekarang begitu memudahkan, tapi karena bahasa yang lebih lugas dan mengenaPhotobucket.

Di mana saja, pembaca dapat mengakses internet sesukanya dan membaca berita yang hanya ingin dibacanya. Berita dapat diakses tiap saat, disajikan secara faktual dan aktual.

Penulis dan pembaca pun tidak harus seorang jutawan atau seorang ilmuwan kelas kakap. Begitu mudahnya pewartaan warga ini dicerna sehingga kendala finansial tidak menjadi masalah dan tidak mempengaruhi kemurnian jurnalisme.

Apalagi yang menjadi kekuatan pewartaan warga? Kemudahan mendapatkan feedback! Ini yang penting, tulisan yang dianggap baik dan buruk akan terkoreksi dengan sendirinya melalui mekanisme yang ada di dunia blog. Para pembaca blog bisa dengan bebas mengomentari informasi yang ada. Kalau suka? Mereka akan bilang suka…. Kalau tidak? Bersiaplah menerima kritik! Itulah mengapa dalam dunia ini dikenal istilah Create, Consume, Delete…. Kalau sudah dibuat dan bisa diterima silakan di “Consume” kalau tidak “Delete” saja…. Simple bukan?

Image and video hosting by TinyPic

Sumber gambar: odeo.com

Tapi bukankah banyak blog yang pemberitaannya hanya “sampah”?Photobucket

Yap! Betul! Saya setuju bila Anda berpikir demikian. Dari sini mencuatlah perbedaan antara citizen journalism dengan blog-blog biasa! Ada hal yang perlu diperhatikan dalam pemberitaan warga…yaitu PEMERIKSAAN dan PENYARINGAN! PhotobucketInformasi yang didapatkan si pewarta warga seharunya terlebih dahulu dipilah-pilah mana yang memang layak dibaca… isu apa yang kompeten untuk diketahui banyak orang dan TANPA menghilangkan kejujuran dan objektifitas yang sepatutnya dijunjung tinggi dalam dunia jurnalistik

Ada beberapa hal yang diperhatikan agar pewartaan warga ini berjalan dengan baik dan menciptakan iklim jurnalisme baru yang sehat. Para blogger seharusnya menyadari kedudukan mereka sebagai seorang pewarta dan harus berusaha menjadi seorang wartawan yang baik. Bagaimana caranya? Mengutip tulisan dari Anwariansyah di situs wikimu.com, wartawan yang baik adalah Pertama dia harus berusaha untuk meningkatkan komitmen dan partisipasi kewarganegaraannya. Seorang wartawan warga sangat perlu melatih dirinya untuk memiliki sikap yang benar agar dapat berperan untuk peningkatan kepahamannya akan kewajiban dan hak-hak sebagai warga negara. Kedua seorang wartawan warga hendaknya menularkan pemahamannya itu kepada warga negara lainnya dengan baik melalui tulisan-tulisannya.

Oleh karena itu sudah sepantasnya para blogger memperhatikan kontent blog mereka. Apakah pewartaannya sudah mengena?
Apakah orang akan mudah mencerna pewartaan tersebut?
Apakah pewartaan tersebut sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku?
Kalau sudah oke… ya jalan saja!

Demikian mudahnya pewartaan masyarakat sehingga memudahkan masyarakat untuk masuk kedalamnya, memberitahukan kepada dunia hal menarik apa saja yang tengah terjadi…
Pewartaan warga menawarkan informasi tanpa intervensi dari pihak manapun selain niat menggebu Wartawan dunia maya untuk menumpahkan pemikirannya.

Pewartaan warga…. Menawarkan sebuah masa depan untuk dunia jurnalistik!Photobucket