25 thank you notes: Thanks God I have you :]


Bukankah kita harus mengucapkan terima kasih setelah mendapatkan sesuatu?
Itulah mengapa kemudian ada istilah bersyukur, untuk berterima kasih kepada Tuhan atas segala kebaikan yang Tuhan berikan.
Dan bukankah bersyukur merupakan hak-Nya dan sekaligus kewajiban kita?
Begitu banyak hal yang bisa saya syukuri.
Kali ini, hal yang paling ingin saya syukuri saat ini adalah segala anugerah Sang Pencipta dan keberadaan orang-orang baik di sekitar saya :]

Dan dengan iseng saya menulis 25 sticky notes + 1 prolog, untuk menyampaikan rasa terima kasih saya pada banyak orang. Dengan mempertimbangkan orang akan kepo bertanya-tanya “Kok gw sih…kok gw sih” maka saya list satu persatu dari seluruh gambar.

image

image

1. Allah SWT
Tiada yang lebih pantas untuk ada di list pertama terima kasih selain Allah SWT.

Kalau di list dosa saya ke Allah, mungkin unmetered :’D saya pernah suatu waktu marah sekali kepada Allah. Mogok shalat, stop ngaji, pokoknya busuk banget deh ya, kapan? sepeninggal ayah saya. Saya ingat, terakhir saya shalat saat itu adalah Tahajud sehabis ayah saya dimakamkan. I always crying a lot, tapi gengsi kalo keliatan orang. Maka Tahajud itu jadi momen yg pas banget. Tapi Tahajud malam itu BEDA, sambil nangis saya pertanyakan seluruh kebijakan Allah, termasuk merebut seorang pria baik yang hapal Quran, tidak pernah marah, pintar, dari seorang anak kecil usia TK, dari seorang wanita yang sudah terlanjur berhenti bekerja demi keluarga, dan seorang gadis kecil yang masih butuh sosok pria sebaik itu. Saya marah sekali, lalu bergumam “Apakah akan beda jika hamba berhenti meminta kepada-Mu lagi?” dan saya pun berhenti tuh mungkin 2-3 bulan. Untungnya… ini untungnya… saya punya teman-teman yang baik dan alhamdulillah beberapa cukup religius dan itu membuat saya sadar saya saya salah kaprah. Ketika jauh dari Allah, saya merasa “kosong” dan lebih labil mungkin ya. Saya selalu senyum… tapi mata saya kosong, hati saya juga kosong. Lalu saya sadar, saya masih punya mama, adik, guru, dan teman yang baik. Aish saya melakukan kesalahan… kesalahan besar.

Saya kembali sedikit goyah ketika mama saya terserang stroke ringan hingga 2x! I am crying a lot again and again. Saya ingat saya tidak bisa tidur setiap malam, hanya duduk di atas sajadah dan doa “Ya Allah, if you get mad on me, do something on me… not to my mom, nor my family, nor to anyone around me. Just me, this is our business! Take anything from me but not people I love! In which language I should pray so You can understand” gitu aja terus tiap malam. Tapi Alhamdulillah, Allah mengizinkan mama semakin hari semakin sehat dan saya tenang karena mama dikelilingi orang yang baik dan insya Allah akan menjaga beliau sebaik mungkin :] terima kasih ya Allah.

Iman saya mungkin cukup stabil hingga kuliah, tapi emosi? Pffffttt buruk banget. Itulah kenapa hingga kuliah saya masih males berhijab haaahaa. Alasannya sepele, saya ngambek karena orang yang berkoar-koar nyindir [dimata saya nyindir loh ya, bukan mengajak] malah ada yang pacaran, hot pula, ada beberapa yang menurut saya terlalu strict dan saya merasa “edan, ribet ah… males.” Hingga akhirnya saya merasa JLEBH ketika saya ngobrol ke salah satu teman saya yang kristen dan selalu bawa alkitab kemana-mana, “Kok rajin banget sih bawa alkitabnya kemana-mana”,
“Oh, karena gw membutuhkan Tuhan, mon… lagipula gw bangga dengan Tuhan gw, gitu deh”
“Keren!”
“Hahaahahaa… thanks. Lu sendiri kenapa gak pake hijab?”
[Dalam hati, meong nih bocah… gw mau jawab apa] saya tuturkan alasan saya sejujur-jujurnya… dan  kalian tahu jawaban dia “If you proud to your God, if you love your God, do your best for Him. Jika ada kualitas dari manusia yg tidak lu sukai, mon itu kan bukan salah Tuhan. Tugas lu untuk menunjukan ke dunia kalau lu bisa jadi muslimah yang baik versi lu. That’s ok, semua kan butuh proses” itulah alasan kenapa saya berhijab pada tanggal 25 Desember 2008, yeph pas natal! Karena saya ingin mengingat alasan anti mainstream ini.

Kini, setelah begitu banyak hal yang terjadi. Allah dengan begitu baik mengizinkan saya meraih impian saya, mengizinkan saya dikelilingi orang-orang baik, menjaga mama dan adik saya dengan perlindungan dan berkah yang luar biasa. Menghadiahi saya dengan banyak hal yang tidak cukup dibayar dengan jutaan lafadz Alhamdulillah.

2. Mama
My mom… gak ada orang paling baik hati di dunia ini selain mama saya? Butuh bukti? Bayangkan! Maling laptop di rumah saya aja disuguhin teh manis dan cemilan! Eling edan gak tuh haahhhaha. Saya dan adik saya selalu ketawa kalau inget ini “Kok mereka jahat ya,kak… ambil laptop kakak. Padahal tadi dia kehujanan mama kasian terus mama suruh masuk dan mama suguhin teh manis pula sama biskuit juga kaaaak. Ih mereka pasti udah kenyang deh” mwahhahaahahaa… kami anak2nya sih doyan ketawa jadi malah ketawa cekikikan. Adik saya lebih parah lagi… dia malah sibuk cari buku kesayangannya terus nyeletuk “Eh Alhamdulillah, Ma… buku saya gak dimaling juga, hore!”

Mama saya orang paling hebat yang bisa saya temui. Paling kuat… paling jago poker face. Selalu jadi orang pertama yang mendukung saya dan adik saya untuk apapun. Selalu di garis depan untuk membela kami, selalu luar biasa. Satu-satunya kesalahan Mama adalah, Mama terlalu memperjuangkan kami, tapi lupa kondisi dirinya sendiri hingga sakit. Membuat saya menangis berkali-kali karena nyaris mati khawatir. Ma, Mama gak perlu melakukan apa-apa lagi. Mama punya saya, jomblo sih tapi Mama tau kan saya sayang Mama? Mama punya Kiki, anak cowok paling lucu dan konyol seantero Bogor. Mama punya kami, yang sayang ke Mama. Kalau Mama saya ke kami, mungkin request saya dan Kiki sederhana, “Jaga kesehatan Mama, sebaik mama menjaga kami” itu saja…

itu saja. I love you, Mom.

3. Ayah
Dear, Dad.. I know you’ll never read this message. Tapi seluruh nasehat dan pesan ayah telah membuat saya menjadi wanita yang kuat, tegar, gigih, semuanya. Ayah membuat saya tetap bisa berdiri kokoh walau sesungguhnya saya juga menangis karena banyak hal. But, I have a promise to my Dad, menjadi wanita yang baik, menjadi teladan yang baik setidaknya untuk adik saya, dan menjaga keluarga saya. Yah, you missed so many things. So many things…
Ayah, baik-baik di sana. Kalau kelak kita ketemu lagi, Ayah harus liat kalau saya sudah bisa membanggakan ayah.
Ayah, terima kasih.

4. My lovely brother, Kiki.
kalau ada yang paling saya kangenin di Bogor, ada satu…. adik saya! Dia anak cowok paling lucu sedunia. Nyeleneh, manja, gak bisa diatur, tapi dilain pihak sensitif sekali dan perasa. Tapi bagi saya, Kiki adalah cowok yang hebat [dan semoga akan menjadi pria yang lebih hebat lagi]. Ditinggal ayah sejak kecil sekali gak membuat dia jadi anak yang nakal. Dia tumbuh jadi seseorang yang cowok banget, cool, baik, setia kawan. Walau saya tahu, mungkin ada satu sudut sisi hatinya yang sepi… yang kosong. Tidak pernah sekalipun dia merasakan dijemput ayahnya, diambilkan raport oleh ayahnya, bahkan sekarang ketika saya di Jepang dan Mama tidak bisa jalan jauh, dia kadang harus ambil raport sendiri. Tapi dia tetep pasang tampang cool, gak marah, gak ngambek, senyum aja dan pasti becanda lagi. Saya senang karena dia puny teman yang baik hati sekali, seru, cocok. Adik saya adalah semangat saya. Kelak dia akan jadi lebih hebat daripada saya, insya Allah.

5. Uwak Adi dan Uwak Ida
Saya tidak tahu siapa saya hari ini, jadi apa saya hari ini jika tidak ada orang sebaik uwak adi dan uwak ida. Saya mungkin tidak ada di Tokyo seperti sekarang. Sejujurnya saya merasa tidak akan pernah bisa membalas kebaikan Uwak saya ini. Maka karena itu saya belajar gila-gilaan di bangku sekolah, berusaha mendapat prestasi yang gak jelek-jelek amat. Beberapa orang baik di bidang akademis, riset, ada beberapa yang di bidang sosial, komunikasi, dsb. Saya cukup baik di bidang akademis, maka disitulah saya berjuang gila-gilaan, hingga hari ini. Ketika saya ingin menyerah, saya akan mengingat Uwak saya ini, mereka tidak pernah menyerah membantu saya…. maka saya, saya tidak boleh lembek untuk menyerah begitu saja. Terima kasih banyak.

6. My Lab Sensei, Masui-Sensei
Saya jamin se-Indonesia kalau tahu Sensei saya pasti ngantri minta dibimbing Beliau. He is the best Sensei! Baik, pintar, ramah, selalu senyum…. he is my father in the campus. Gilanya! Dari sekian banyak masyarakat Indonesia yang jenius dan baik hati, Allah mengizinkan saya terdampar di lab Beliau. Lab sensei saya ini tidak sembarangan orang bisa masuk loh, karena Beliau hanya profesor afiliasi, jadi gak bisa ambil banyak-banyak bimbingan. Hoki banget gak sih seorang Marissa itu? Pasti ada deh yang ngomong “Gila juga nih si emon, pinter sih kagak… tapi hoki mampus” dan itu harus saya akui. Sensei yang sabar, mengajari saya step by step, nraktir makan kalau muka saya udah kusut, rajin ngasih oleh-oleh, ganteng, huwaaaaa udah deh… dan sensei sekece ini jadi sensei saya! Allah kok baiknya kebangetan. Mohon jangan pada iri ya :’D

7. Trio Sepupu yang paling kece sedunia, Kak Marina-Soraya-Dini
Siapa yang gak happy punya tiga orang sepupu yang baik dan kocak-kocak. Kak Marina, kami sama-sama maniak buku. Bedanya Kak Marina lebih ekstrovert dan saya pffft…. tapi percayalah kami selalu sepemikiran untuk buaaaaanyaaaaaaak haaaaaal. Sampai milih pensil aja bisa sama persis seleranya! Hebat kan? She is my first best friend in my life. Pokoknya Kak Marina itu seru abis.
Soraya… Soraya juga selalu bikin ketawa. Dia baik banget, ramah, selalu punya cerita yang aneh-aneh, pokoknya kalau di matematika tidak terdefinisi deh, tapi seruuuuu dan baaaaaaiiiik banget. Kadang kalau diperdaya juga pasrah saking baik hatinya. Kalau Kak Marina dan Dini kan pasti langsung melawan dengan gegap gempita, tapi Soraya, dia akan cenderug stay cool mengarah ke pasrah :p very nice person.
Dini…. Dini itu pinter, rajin, cerdas, kritis, dan punya target yang jelas. kalau dia mau A, A itu harus dikejar. Kalau dia harus belajar, dia akan belajar walau ditempa badai, topan, ombak, gempa, apapun lah itu. Komentarnya selalu yang paling fresh, out of the box, tapi kadang paling JLEBH juga. Dini jadi seorang calon dokter yang baik, manis, tapi kadang too serious, dan think too much.
I love them 🙂

8. Ibu Luky
My supervisor, my teacher, my best friend, my mother in campus…. siapa lagi kalau bukan Ibu Luky. Kadang saya berpikir kayaknya saya dan Beliau itu “mirip” untuk beberapa hal jadi kami nyambung pas ngobrol. Dari Ibu Luky saya menjadi semakin yakin atas setiap pilihan yang saya pilih, Beliau selalu meyemangati saya apapun yang terjadi. Setelah mama saya, Ibu Luky adalah orang kedua untuk saya curhat ketika saya menghadapi masalah pelik. Saya juga belajar tentang seorang ibu yang hebat…. yang tulus… yang luar biasa dari Beliau. Suatu hari saya harus sehebat Beliau. Ah gak… harus lebih hebat dari Beliau. Iya kan, Bu ;]

9. My Lab!
I have the best Assistant Professor, even when there is a small earthquake, he will mail me and ask me “Marissa-san, are you okay?” hahahahaha, when I went to Nikko he always ask me “With whom? Don’t go if there are only men there! And your friend, he should drive carefully”… that’s totally too much actually. But it is nice, VERY NICE! I feel like a princess.
I have the best Lab Secretary, who always help me when I play LINE ranger, and when I am very busy she will give me some snacks.
I have a best friend in my lab, she is very nice person.. and always help me for everything.
I have very nice friends in my lab, they never let woman bring something heavy :p even they accompany me did my crazy homework until midnight in the lab.
My lab is PERFECT!

10. My Nihongo Sensei
Of course, how can I survive in Tokyo without their help? You’ll never find teachers as nice as, as kind as, as good as, my Nihongo Sensei. They are the best! And never get mad if we did sooooo many grammar mistakes in the class.

11. My Classmates in A-class, Nihongo Intensive Class
This is the best class I ever had. Different countries, different characters, different faculty, and we become one in this class. They are my first best friend in Tokodai. We laugh together  everytime we realize that we just so bad in Nihongo. very fun class.

12. My Duo Senpai, Dita and Kareeman
Both Dita and Kareeman are very helpful person. They help me soooooo maaaaannnyyyyy thingssss. They always ask my condition, I can’t imagine how can I live without them! How can I survive if I never know two nice people in W9 building named Dita and Kareeman? Howwwww????? Impossible. And you know what Guys? Next month, Dita will become a mother. I wish for all the best and happiness for them 😉 thank you.

13. Tiko!
Tiko… ketemu gak sengaja di blog. Tidak pernah ketemu di IPB! TIDAK PERNAH! kami bertemu di TOKHoraaaay.... Now! I know starbuck!YO! Sebelumnya? Kita cuman bales-balesnya komen di blog dan chat di WA dan LINE. Dan kalian tau, dia sahabat saya yang puaaaaaaaalliiiiingg dekat. Paling gila, paling sama kelakuannya, gak bisa saya tulis semua disini. Saya merasa Tiko bukan lagi hanya sekadar sahabat, dia sudah seperti keluarga. Dan yang luar biasa, dia tau kalau saya sangat tidak kekinian. Dia bawa saya ke STARBUCK! jauh-jauh dari Kyoto akhirnya cuman bawa seonggok emon ke Starbuck karena saya sangat tidak kekinian. Dapet bonus Tumblr juga pula!

Ya ampun ini bocah. Kalian tahu? Kami ini hampir banget satu universitas. Hampir banget. Tapi apalah arti jarak *mwahahahahaha*

 

14. Uni Nisa
Sahabat saya di W9, yang satu departemen, satu asrama, dan kagetnya pernah satu kantor juga. Siapa lagi kalau bukan uni nisa. Nisa is very good in cooking. Oiya… dia juga orang yang hangat dan ramah, punya impian yang jelas. Ambisius dalam artian yang baik.  Punya impian yang jelas dan terarah. Urban Planner terbaik se-Ookayama tapi harus lebih banyak berlatih lagi untuk jadi the best urban planner se Kanto, apalagi se-Tokyo :’D. Trims loh, Nis… untuk beberapa ketokan mesra, untuk kado hari ini *kaget liatnya*, udah bantuin Om Imam milih kado *Gw tau dia gak bisa milih hal yang manis, lucu, imut, kalau gak ada yang bantuin dia* dan semuanya dan semuanya dan semuanya. Semoga hubungan kita langgeng *Halah naon sih hahahahahaha*

15. Ayu
Mami mbing se-Fuchu. Sahabat saya pas SMP, siapa menyangka dia jadi sahabat saya lagi di Jepang ini. Pintar, selalu ketawa, punya impian yang tinggi, perspektif yang luas, kece. Satu kekurangannya, kalau liat poster AAA atau bahkan truknya dia langsung ngilang :’D adooowwwwhhh, ieu dokter hewan kumaha. Kami berjanji kelak harus bersama-sama ke Swedia, meraih penghargaan nobel untuk penelitian-penelitian kami. In that time, pasti saya sudah panggil ayu “Prof. Dr. drh. Larasati P.L.” syedaaaaappppp 😀

16. Riska
Jarang ketemu Riska di IPB, tapi sekarang sering ketemunya malah di Tsukuba. Riska ini baiiiik banget, dan hei dunia! Ayo ucapkan selamat untuk penganten baru ini. Kalau ngomong ke Riska itu sejuk sih hahahahaha, Riska bersama Tiko adalah teman-teman yang membuat saya istiqamah mengejar impian saya sekolah di Jepang. Mereka salah satu alasan kuat saya. Riska adalah salah satu alasan bahwa kelak di Jepang yang gak akan kesepian, saya akan punya teman… sebaik Riska. Ih so sweet gak sih gw mwahahahahahha

17. Abbas
I am speechless. I am never talk so much with him. Hahahaha… What I remember is I never do something good on him hahaha, so bad.
What I remember from him are everything good. He is a person who always nice to every people, to every friends, to everyone!

Okay... I'll name him Abbas-chan. Today I'm not creative, sorry :] I'll do good things to him

Very cute. Thank you. Okay… I’ll name him Abbas-chan. Today I’m not creative, sorry :] I’ll do good things to him

At first I just think, this man is very nice… but he’s not really care about himself, everything are just “Ah… okey, let it be” or “Ah okay…. let it go, I don’t care”, after that I can’t stop my distance observation. Using all knowledge I got from every psycology books and detective novel, I start to realize that my opinion about him is almost 60% right, he is very nice person but I think he should take care himself better. Imagine, a man who very panic when his friends, especially women, went home in the night… a man who ask people about their condition, care very much to everyone, etc etc BUT he put his eyeglasses randomly, don’t really care about his style, don’t have exact plan for several things and it makes him very busy in the end, even for small things like  train schedule! And world, you know what he don’t care about it while his apato is very-very-very far far away.  In my opinion, he is actually easily suffered by flu [maybe just in Tokyo, I don’t know] but I think he also (like usual) doesn’t really care about it “This is cold weather, Abbas!” and he will answer “Don’t worry I am from Denmark, in Denmark this is -5 Celcius hahahahhaa” and then got long flu after that. He never know but I remember everything, that’s funny actually. Yes… it makes him become very funny person. Thank you Abbas, I open maps again now, and I know where is Denmark is :p almost forget about that country.

But never think that he can’t become very serious. Ask him about his sisters, ask him about several serious things about life, dreams,  you may notice his voice tone changing, his face, his eyes, everything… changing to be “warmer” *sorry I can’t describe it very well in English*. I read so many books, and based on every theory I read I can give my hypotesis “Ah… he is serious. Very Serious”, and for several reasons I can’t write here… he makes me re-arrange my dreams.

We are different, for so many things… but when I wrote and draw a sketchbook for him, I think very deeply and of course seriously. For me, Abbas have all quality to be a good man, surely! Insya Allah…

So if there is a gun in my head, and then the the executioner told me “Marissa, you only have one last word to one of your friend, only one friend! Do it now! Fast!” So… maybe my last word will be for him “Take care yourself, and please be a better moslem.” That’s it…

18. Solih
Solih… sahabat terbaik saya sejak kuliah. Saya melihat solihin, dari dia masih belum jadi komti sampai sekarang sudah jadi pegawai bank! Saya tahu solihin, sejak dia jadi mahasiswa sampai sekarang sudah jadi marketing ketje. Saya mengikuti setiap kisah hidupnya, setiap tahapnya, setiap prosesnya. Saya tahu sedihnya, bahagianya, khawatirnya, so sweet banget kan. Mwahahahaha.
Keburukan solih adalah, Solih tidak seektrovert yang kita kira, dia bisa senyum 24 jam tapi hati dan pikiran dia, siapa yang tau? Orang yang sangat baik. Tapi kadang tidak percaya dengan kemampuan dirinya sendiri, padahal sebagai sahabatnya yang udah beruban ini saya tahu dia bisa… dia bisa meraih apa yang dia mau, yang dia suka, tapi yaaaa gitu… pfft. That’s bad solih.
Saya mengenal solih dan selama itu kalender sudah berganti berkali-kali…. solih tetap sama, orang yang sangat baik, penggemar bulu tangkis kelap kakap, teman bicara yang baik, tapi selalu ada rahasia yang pasti dia sembunyikan rapat-rapat…. sendirian. Solih, sebagai orang yang namanya disebut berkali-kali dalam shalat, jadilah kuat… jadilah hebat… jadilah tangguh. Jadi pria yang hebat, anak yang baik, teman yang pengertian, kakak yang melindungi, dan kelak jadilah suami yang penyayang dan ayah yang bisa senantiasa memberikan contoh yang baik untuk anak-anak lu.

19. Nono
No, actually maaf ya gw bukan sahabat yang baik
maaf karena pada kenyataannya gw [seperti biasa] tidak pernah berkomunikasi dengan baik ke lu. Tapi dunia harus tahu apa hal keren dari seorang Nono… Nono orang yang kuat dan ceria, dan yang keren lagi dia setia kawan. Dia juga selalu bangga bilang “Mon, gw kan sahabat lu”. Bukankah tidak ada hal yang lebih indah lagi selain diakui secara bangga oleh seseorang sebagai “sahabat”
Thank you so much, No.

20. CCROM SEAP IPB
Gak ada tempat sekeren CCROM, dimana teman-teman kantor saya semuanya bagi saya adalah sahabat saya. Kita menggila bersama, tapi tetep ketawa bareng-bareng. Punya bos yang maniak rapat, bos yang kadang unik, kadang aneh, tapi kita tetep saling bantu dan tetep ketawa bareng :’D Itu seru banget! Saya membayangkan jika saya kembali pulang, dan saya tidak bertemu rentetan teman-teman saya plus ibu-ibu heboh yang bener-bener keren dan seru banget, saya mungkin nangis kali ya? Walau kebahagian kami begitu sederhana dengan dapet gorengan dan pastel gretongan, dapet nasi kotak dan buah-buah gretong sisa rapat, tapi bener deh… itu kebahagiaan luar biasa, karena… karena saya mengalami itu semua dengan

21. Indonesia; Terima kasih… setidaknya di negeri ini secarut marutnya, saya pernah bertemu orang-orang hebat dan hidup bersama mereka. I hope I can go home, solve several problems 🙁

22. LPDP; Tanpa beasiswa LPDP, saya mungkin tidak akan pernah sekolah di Jepang. Never! Terima kasih telah mewujudkan mimpi anak negeri. Saya tidak butuh LA naik, saya butuh LPDP menjadi semakin baik, semakin istiqamah, semakin berdedikasi.

23. Teman-teman yang belum tersebut

24. My self, sorry for force you very hard sometimes

25. Orang-orang yang belum tersebut.

Maaf karena tidak semua hal bisa dituliskan, sebenarnya butuh lima gulung testamen lagi :p namun apa daya.Karena perasaan terdalam tidak dapat terucapkan, tidak dapat tertuliskan seluruhnya.

Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kalian semua… untuk segala hal.
Terima kasih
Terima kasih, dan
Terima kasih.

Blitz kamera dan kisahnya…


image

Jadi kemarin kami ada farewell party untuk seorang teman. Dan juga sekalian welcome party. 

Hal paling unforgettable justru bukan acaranya… tapi gw merasa dijailin abis. Gw bawa hadiah dong buat perpisahan teman gw itu… it’s quite big karena pake kardus bekas belanja di amazon. Gw bungkus serapi mungkin, pake pita. Keliatan romantis, supaya gak kecewa pas buka isinya. Isinya… salah satunya scrap book yg gw gambar sendiri hanya dengan waktu 2 jam -.- itu pun pake buku gambar yg udah mulai usang *haish*

Jujur gw mau membuat itu se-privat mungkin, gw kan pemalu *huek*
Lbh tepatnya gw gak tau gw nulis apa aja di tengah malam. Bahasa gw kan kalau tengah malam makin berenda-renda. Yah gitu loh pokoknya.

Dan 2 ekor teman gw yg lain kepo… dan penasaran isinya. Gw kalah suara, dan arghhhh… can you imagine how shy am I in that time. Mati gaya….

Gw bikin surat yg panjang buat temen gw dan gw “terpaksa” harus membacakan itu :’D jujur pas gw baca gw ngerasa “hoek, gw nulis apa sih… haahahaa”dan gw akui itu hal paling romantis yg pernah gw tulis ke cowok. Why emon? Why? Argggghhhh… otak mengapa kau memerintahkan tangan untuk nulis macem2 sih *pingsan*

Yang paling parah adalah 2 teman gw yg lain adalah paparazi terhebat di muka bumi yg pernah ada! Butuh paparazi? Kalian bisa minta kontak mereka ke gw. Pokoknya paling professional se-jagad raya.

Gw pernah wisuda
Ikut lomba nasional, internasional
Ikut seminar macem-macem
Jadi mahasiswa depresi tingkat fakultas.
Bahkan jadi juara fem’ers to famous yg owalah gak banget.
Tapi baru kali ini! Baru kali ini gw merasakan jepretan kamera ratusan kali :’D blitz yg terus menerus…
Direkam pula.
Ini 2 bocaaaaaah isengnyaaaaaaa.

Arggghhhhhhh…

Rasanya pengen ngubur kepala ke tanah kayak burung onta.

Dan yg bikin pipi rasanya kembang kempis itu adalah pas di kereta temen gw itu duduk di samping gw… lalu bilang “You know what, I am speechless. That’s the nicest things I ever heard and I ever got” huwaaa… di dalam hati gw mau nangis dan bilang “lo speechless? Gw hampir mati”

Hhaaaha…
Rasanya warna warni.
Orange, pink, kuning, hijau… ya ampun semua warna. Mari sudahi saja kisah behind the scene di dalam kereta. Okay.. skip skip skip…

Muka gw pasti kayak udang rebus. Gw ini hanya percaya diri ketika presentasi mata kuliah atau hasil penelitian, tapi masalah gaul? Payah bgt.
Di balik blitz kamera itu ada sahabat2 gw yang mmmm bikin gemes tapi bagus sih di satu pihak mereka membuat gw jd lbh “sosial” dibanding sblmnya… mereka semua sahabat-sahabat terbaik yang pernah ada.

Kadang nyebelin… bikin gemes… but somehow they make us become better and better.

Lalu sejak malam itu gw semakin memahami karakter masing-masing orang, apa yg bikin mereka senyum, cemberut, sedih, impian mereka.

Kalau teman gw itu bilang apa yg gw kasih dan bilang ke dia adalah the nicest things yg pernah dia dengar. Sesungguhnya hal paling indah tidak akan pernah bisa didengar, karena menurut gw hal paling indah dan paling romantis adalah: doa.

Gw rupanya sayang banget ke teman-teman gw di sini. Begitu sayangnya, hingga rasanya gak mau berhenti untuk mendoakan mereka :]

I love you all, guys!

Menuju 25: Part 1: Jodoh… [?]


March is my favorite month, kenapa… karena saya ulang tahun di bulan maret hahahhaha. I’m getting older. Saya suka bulan maret, karena musim favorit saya selalu ada di bulan maret. Waktu di Bogor, Maret masih musim hujan tapi tidak selebat hujan di Januari dan Februari. Di Tokyo, di bulan maret bunga-bunga mulai mekar, and I love flowers very much.

sakura

Sakura aja udah mulai mekar… Yippieee, semesta selalu bikin senyum terutama di bulan Maret

 

Maret juga konon berasal dari nama dewa perang dan pertanian Romawi, Mars. Setiap saya membaca kisah dewa Mars, saya pikir mungkin saya dilahirkan di bulan Maret agar seberani dan setangguh Mars, agar bisa menjadi pelindung seperti Mars. Mungkin.

Bagi yang belum tau Dewa Mars, ini loh patungnya. Hohohoho… sangar kan. Tapi gagah, dewa perang, dan menjaga pertanian. Wedewww.  (Source: Wikipedia)

Sejujurnya saya suka semua angka 5 dan kelipatan 5, tapi 25? Pffffftttt….I don’t really like it. Karena di negeri seberang sana kalau udah 25 tahun mulai rame deh pertanyaan “Kapan nikah” dsb…. dsb….dsb…iiih kepo deh.
And I hate that question! Semoga pertanyaan itu tidak akan mengganggu keindahan Maret.

Kalian tahu, melihat saya yang terlalu “pilih-pilih tebu” ada juga yang bilang bahwa bisa-bisa saya jadi perawan tua. Trust me, I prepare for it… saya memang tidak bisa sesederhana banyak orang dalam masalah ini. Nope!

Saya bahagia ketika melihat orang lain menikah, tapi saya? Entahlah… saya mungkin terlalu asik dengan kesendirian saya. Asik dengan pemikiran-pemikiran saya sendiri. Asik dengan jalan saya sendiri, dengan cara saya sendiri.

That’s not really good, Guys… beneran deh. Hahahahhaa…. sok banget jadi wonder women.

Saya harus tunjukin tulisan bagus ke kalian, ini blog sahabat saya, Tiko, the real INFP…. pokoknya chezzzzzyyyy banget deh dwehhh http://atikaluthfiyyah.blogspot.jp/2014/01/sederhana-saja.html harus buka! Because that blog is one of the most awesome blog I ever read *sekalian promosi* 😀

Ya mungkin, sebenarnya para wanita itu membutuhkan pria yang sederhana saja, gak usah aneh-aneh. Yang penting baik dan punya potensi sebagai pemimpin rumah tangga.

Tapi kesederhanaan itu menjadi begitu rumit di mata saya, mungkin sudah tercampur aneka integral dan trigonometri dengan sedikit racikan game theory.
——-
Bayangkan seorang wanita…. dengan usia 25 tahun, sebelum ia melompat ke usianya itu, ia pernah  mengalami titik terendah dalam kehidupannya sendiri, mengalami kehilangan, banyak kegagalan, tidak dipercaya, melihat orang yang disayaginya menangis, banyak hal. Mungkin ada yang nasibnya lebih buruk daripada dia, dan pasti ada… tapi kemudia semua yang pernah dia alami membuat dia belajar lebih banyak hal daripada apa yang bisa kita bayangkan. Terus bayangkan wanita itu, saat ini, ia menjadi seorang yang punya perilaku yang keras… kepala batu, dengan tekad yang lebih keras dari baja, mungkin juga dengan ego yang sulit diluluhkan orang lain. Apakah itu salah? Mungkin iya tapi bukankah itu wajar? Kehidupan menempanya menjadi orang yang seperti itu, tanpa itu dia akan tetap di titik nol. Menjadi orang yang keras…. tidak lembek, karena jika dia lembek sedikit saja, dia akan mati tertimpa kesedihan-kesedihan yang menimpanya selama ini. Menjadi keras, membuatnya bahagia…

Dan bayangkan jika wanita itu adalah: Saya.

——-

25 tahun! 25 tahun saya hidup… dan saya hidup dengan perjuangan orang-orang luar biasa dalam hidup saya. Jika ada yang ingin menikahi saya, maka dia harus bisa sehebat mereka. Saya tidak mau menyerahkan sisa hidup saya kepada pria yang tidak “Fight” untuk saya, untuk keluarganya, dan bahkan untuk dirinya sendiri. 25 tahun saya hidup, hanya sekitar 12 tahun saya menjalani hidup bersama ayah saya, melihat adik saya yang kurang dari 4 tahun mengenal ayahnya, dengan modal 12 tahun saya merangkai setiap pelajaran dari ayah saya dan merangkainya dengan seluruh ajaran dari mama saya, dan hampir 21 tahun saya berusaha menjadi contoh yang baik untuk adik saya, meyakinkan dirinya agar kelak bisa menjadi pria yang baik, bahkan jika bisa lebih baik dari ayahnya. Pikirkan, apa semudah itu saya merelakan sisa usia saya kepada pria yang tidak secara mantap dan serius menempa dirinya untuk menjadi pria yang matang dan dewasa? Tidak…. tidak semudah itu untuk saya….
Tidak semudah itu…
Jatuh cinta mungkin mudah,
tapi menikah? Wait a minute, I should process it first in my brain and my heart.

Ya, saya mungkin payah, banget!… tapi demi orang yang saya sayang saya mencoba sekuat mungkin untuk bisa membuat mereka bahagia. I don’t want to see any tears anymore, anymore…. from anyone I love. No more.
Dan saya merasa layak untuk mendapatkan pria yang berpikir sama seperti saya. Hanya berpikir saja…. berpikir! Catat! Berpikir serupa seperti saya. Berpikir bahwa dia memang punya banyak kekurangan, but hey! but maybe I can make it. Bepikir bahwa beberapa orang memang baik dalam beberapa hal dan buruk dalam beberapa hal, tapi hey! itulah mengapa kita harus belajar, mencoba, dan terus berusaha. Hanya berpikir saja…

Kalian tahu, setiap kali saya jatuh cinta. Saya jatuh cinta dengan pemikiran orang tersebut. Ketika saya jatuh cinta dengan A, saya suka ketika dia berbicara tentang sains, ketika dengan B saya suka melihat tekad dan sorot matanya ketika dia berbicara tentang impiannya untuk keluarganya, ketika dengan C saya tergila-gila dengan pola pikirnya yang maju dan percaya diri dengan segala potensi yang dia miliki dan potensi orang-orang di sekitarnya. Gak perlu jenius kan? Tapi mungkin bijaksana…. ya! Mungkin bijaksana. Dan betapa sulitnya mencari pria bijaksana yang mau sama gw di muka bumi ini.

Kalian tahu, sungguh saat ini, saya tidak dalam kondisi I want to get married a.s.a.p
Melihat trend “cinta” masa kini membuat sama merasa “Mmmmm, I think I’m not ready yet”

Saya ingin cinta begitu sederhana.
Saya suka menulis, mungkin saya akan menulis banyak hal tentang “the lucky man” di blog saya, mungkin juga di Path karena Path bisa nyambung ke wordpress *oh yeah ini penting banget*

Tapi saya tidak mau terlalu banyak foto selfie kami di social media
Tidak mau setiap saat check in dan lapor kepada gadget kami tentang di mana kami berada
Tidak perlu menunjukan romantisme kami di depan siapapun, membuktikannya kepada siapapun,
Saya ingin kami bisa melupakan gadget kami saat kami bersama.
Membaca buku bersama,
Nonton film bersama,
ngobrol sambil minum teh,
tertawa di bawah Aldebaran, Pleiades, Perseus, Cassiopeia, dan Andromeda, lalu menyerah tentang nama rasi bintang dan membuat rasi bintang versi kami sendiri.
Menyaksikan perubahan musim
Melihat rambut kami sama-sama memutih… rontok…lalu lama kelamaan semakin menipis.
Adu argumen berkali-kali, tapi selalu menemukan solusi untuk kemudian berbaikan.
Saya tidak butuh romantisme kami harus diakui dunia, apalagi dunia maya. Itu semua tidak penting.
Cinta tidak perlu digembar-gemborkan kepada siapapun, tidak perlu dinilai siapapun, tapi mmmm mungkin saya tidak akan tahan untuk tidak menulis itu semua. Seperti yang kalian tahu, saya ingin jadi penulis, dan satu impian saya… I want to write a novel about someone I love. Jadi kalau saya mati lebih dulu daripada dia, at least he will know that I love him, because I’m not a romantic woman… That will be a nice present.

Atau mungkin saya kemudian tidak seberuntung kalian, bisa selfie dengan pasangan kalian masing-masing.
Tapi apa itu membuat saya menjadi lebih buruk daripada kalian? Tidak… mungkin saya kemudian bisa mengelilingi dunia tanpa ada yang melarang. Mungkin saya memiliki lebih banyak “anak” dan “teman” dari siapapun… di somalia, ethiophia, atau negara apapun. Mungkin saya bisa menemui tempat dimana ada orang-orang yang lebih menghargai keputusan dan perbuatan saya, yang lebih membutuhkan saya. Mungkin dari mereka, orang-orang baru yang saya temui, pengalaman-pengalaman baru yang saya dapat, saya bisa menjadi orang yang lebih bijaksana, menghancurkan keangkuhan saya sendiri. Siapa tahu kan? World is round, we never expect what will happen, tutur mantan gebetan dari negeri kincir yang sekarang sudah menghilang entah kemana *curcol :p*.  Mungkin saya menemukan cinta, yang lebih murni, yang lebih tulus, yang lebih sederhana, dan gak neko-neko. Kita tidak pernah tahu mengapa suatu hal terjadi pada diri kita, tapi yang pasti itu hal yang terbaik untuk kita. Pasti….
Karena kita sudah dilahirkan di tempat ini, diberi kesempatan untuk hidup di bumi ini, karena Tuhan sudah memperhitungkan kita bisa melakukan sesuatu yang amat baik dan keren dalam hidup kita, Tuhan sudah mempertimbangkan bahwa kita sanggup menghadapi apapun, kalau di Quran itu udah jelas “…ALLAH tidak akan membebani seseorang (hamba-NYA) melainkan sesuai dengan kemampuannya…(QS. Al-Baqarah: 286)”
Yaaaaah masa gini aja harus seorang emon yang ngingetin, hahahhaa tengsin kali. Coba pikir deh, kenapa coba dalam salah satu hadist Bukhari katanya “sampaikanlah walau hanya satu ayat?” Mungkin ya [ini mungkin] karena yang terpenting dari kita ketika membaca Quran (secara khusus) atau membaca hal lainnya (secara umum) adalah membaca, mempelajari, lalu memahami maknanya tanpa terburu-buru…. bukan buru-buru baca biar cepet khatam, beres, dan taaaaarrrraaaaa terus update status. Mungkin juga [lagi-lagi mungkin] filosofi yang sama nyerempet dengan mencari jodoh, tidak perlu terburu-buru….
Setidaknya menurut saya.

Jadi, mmmm…. terserah orang mau bilang saya picky,
banyak maunya,
calon perawan tua,
jelek,
gak tau diri,
bla… bla….bla…
Saya percaya Allah lebih paham kondisi saya, mempersiapkan yang lebih baik untuk saya.

You can’t hurry love, world…. you can’t :]

Klo kata Phil Collins
You can’t hurry love
No, you just have to wait
You got to trust, give it time
No matter how long it takes

Gitu deh…. :]

lego movie, everything is awesome, INTJ, a cup of tea, me… and a little live music :]


Hello world! Semoga kalian baik-baik saja. Ngomong-ngomong, sekarang sedang libur semester dan libur spring di kampus, jadi sebenarnya saya garing banget sih. But, well… I love stay at home, jadi hal yang menyenangkan banget mendekam di dalam kamar, baca buku…. browsing internet, tidur, dan NONTON FILM. Apakah kalian udah nonton The Lego Movie? Sekarang nih film mendadak menjadi film favorit mwahahhahaha…. kenapa ya. Karena walau dodol tapi quotes nya keren2, dan tentu kreatif aja kali ya. Saya selalu suka film-film yang kreatif. Sebelum beranjak ke pembahasan yang lebih berat, bagaimana jika denger musik dulu sedikit. Ladies and Gentlemen… Everything is awesome, OST The Lego Movie!

kalau kurang, tenang aja… ada versi 1 jam dan versi 10 jam hahahhaha…. ampe subuh juga jadi deh.

Tapi bukan itu yang bikin saya jatuh cinta berat sama film ini… Film ini berkisah tentang Emmet Brickowoski, pekerja konstruksi biasa. Dia berusaha melakukan semuanya sebaik mungkin, berusaha terlihat baik ke setiap orang, tapi semuanya itu harus berdasarkan buku panduan. Sejauh ini, dia sih ngerasa “Mmmmm…. kayaknya gw oke-oke aja, kayaknya semua orang baik-baik aja ke gw” tapi semua itu berubah ketika kemudian ditangkep bad cops karena secara kebetulan dia terpilih jadi “The special one” yang bertugas untuk menyelamatkan dunia lego. Di adegan ini si bad cops mewawancarai teman-teman di sekitar Emmet, and guess what apa jawaban mereka?

“Yeah, he’s kind of your average, normal, kind of guy. But you know, he’s not…he’s not like normal like us. No, he…he’s not that special.”
“We all have something that makes us something, and Emmet is…nothing.”
dsb… dsb…

yang kalau kata saya sih nyakitin hati hahhahahaha… Pernah gak sih kebayang sama kalian, jika kelak ketika kalian gak ada… terus teman-teman kalian nanya “Kenal gak sih sama, Emon” terus jawabannya “Oh… Emon….. yaaa.. tau… and she just mmmm you know… nothing” mukyaaaaaaa….. terus yang jawab itu orang yang kalian pikir deket banget gitu sama kalian. Ih sakit gak sih hahahhaa. Dan itu membuat Emmet ini jadi semakin minder dan bilang “Oh ok, I’m just ordinary person” bla..bla…bla… Sering gak sih kalian ngalamin hal yang serupa kayak gini? Tapi sepertinya film ini mencoba men-encourage semua orang dengan masalah standar kayak gini untuk percaya bahwa everything and everyone are awesome…. semua orang bisa melakukan sesuatu dengan kehebatan mereka masing-masing! Pasti bisa! Sampai kemudian di paling akhir cerita, munculan quote keren yang emang pantas keluar dari film-film pemenang Oscar Bagus kan, you should watch it… apalagi kalau kalian punya masalah untuk mempercayai orang dan mempercayai diri sendiri.

Quote ini kece banget deh.

“You are the most talented, most interesting and extraordinary person in the universe. And you are capable of amazing things, because you are the Special. And so am I… And so is everyone…”

Ah, baca itu! baca itu kawan! Saya selalu bilang ke adik saya, film bagus itu selalu punya quotes keren dan harus diinget karena yang bikin film itu pasti udah berjuang keras nyusun si quote keren itu hahahha.

Gara-gara film ini saya juga jadi iseng-iseng belajar psikologi. Bukannya apa-apa, saya merasa aja saya itu kayak Emmet di film ini. Ngerasa kayaknya I have already did a good things, gak pernah ganggu orang tapi well, saya ngerasa juga kalau saya tetap dianggap “dingin” dan “aneh” oleh beberapa orang terutama yang belum kenal saya. Saya juga tidak mudah kagum dengan orang lain, bahkan dengan diri saya sendiri. Mau dikata saya pernah jadi mapres segala lah bah.. pret… itu tuh masa lalu lagi dan makin kesini saya ngerasa yaaah gitu doang sih sebenarnya semua orang bisa, I’m just lucky. Dan melihat orang lain pun, mmmm… ya gitu semua terlihat “biasa” aja. Susah banget bikin seorang emon impressed terhadap sesuatu selain dunianya sendiri. Lalu saya iseng-iseng tes MBTI lagi ke hampir seluruh website yang saya temui. And guess what I found?

Click to view my Personality Profile page

Screenshot_2015-03-03-01-12-42.png

Screenshot_2015-03-03-12-19-10.jpg

Screenshot_2015-02-26-14-08-17.png

Yak…. I’m 98% INTJ. 2%nya mungkin bisa berubah lah entah gimana ceritanya. Dulu banget… kayaknya waktu masih SMA atau SMP hasilnya kalau gak salah INFJ, but pfffftttt seiring dengan usia yang bertambah sepertinya saya berubah. Atau mungkin karena dulu pas ngambil tesnya bahasa inggris gw masih buruk buanget mwahahahhaa…jadi hasil yang sekarang sepertinya lebih akurat.

Kerennya, nyaris semua analisanya benar!
Saya benci angkat telepon *aneh kan, tapi jika telepon kalian saya angkat percayalah… kalian spesial*
Saya ini picky banget milih teman, tapi ketika punya… saya percaya sepenuhnya kepada mereka.
Saya susah banget impressed karena suatu hal
Saya lebih suka sendiri
Saya suka duduk di pojokan kalau di kelas
Saya keliatan jutek kalau saya kurang suka dengan orang atau ketika saya tidak terlalu tertarik dengan suatu pembicaraan
Saya lebih baik dalam menulis daripada public speaking.
I hate to talk about relationship
Saya ngerasa gak penting untuk ngetop… tampil ke permukaan….
I prefer to be just behind the scene.
Saya pemalas profesional, mengerjakan segalanya secepat dan sebaik yang saya bisa agar kemudian bisa tidur nyenyak di kasur tanpa gangguan apapun.

MBTI hanya sekadar tools, tapi setidaknya untuk saat ini, itulah penjelasan paling logis yang bisa saya terima. Selama ini saya merasa “Kayaknya gw nggak ngapa-ngapain deh” tapi pada faktanya ada aja yang masih ngerasa saya itu aneh, kadang lebay, pokoknya semua jawaban sahabat saya kalau ditanya tentang saya itu pasti ajaib-ajaib deh. Lebih ajaib lagi kalau orang yang gak kenal banget sama saya, saya ingat betul di lembar opini yang ditulis teman saya ketika perpisahan kelas, ada banyak juga tulisan “Emon itu sombong! angkuh! arogan!”, “Mon, inget ilmu lu itu bukan buat sombong ya”, “Emon, gak selamanya lu itu bener”, dsb. Bahkan ya…. bahkan… sebelum itu, pernah suatu ketika ketika kelompok saya presentasi, terus yang nilai itu teman-teman sekelas ada nilai kelompok dan nilai individual. Kalian tau, ada yang nulis nilai individual saya 5 ketika teman saya yang lainnya dapet nilai 8 dan 9. Saya? 5!!!! Apa saya sakit hati? Honestly saya sih gak, saya nyaris gak pernah peduli orang mau ngomong apa… tapi Mama saya nangis loh liat ada yang nulis gitu di lembar opini saya, “Kakak… kok ada yang sampe bilang gitu sih ke kakak” *notes: mama saya itu sensing dan feeling banget -.- jadi yang gitu deh* saya juga bingung jawabnya karena jujur saya bahkan jarang sekali berinteraksi dengan teman-teman saya, saya hanya menyapa orang seadanya… bicara seadanya… dan bicara banyak ketika saya merasa saya “klik” dengan orang itu. Lalu… hanya karena itu saya kemudian di cap begitu buruk oleh beberapa orang? Itu gak bikin sakit hati lagi, itu bikin sedih. Ya ampuuuun….

Makanya pas nonton film The Lego Movie, saya ngerasa banget rasanya jadi Emmet. Rasany dianggap gak kompeten terhadap sesuatu padahal udah merasa melakukan sesuatu dengan baik. Saya tidak pernah merasa tersakiti ketika dikritik, tapi otak saya ini terus mikir “why?” terus begitu sampai kangguru bermetamorfosis jadi tyranosaurus, gak pernah berhenti.

Hah… kalau inget itu jadi pengen minum teh manis anget. Mari ngeteh dan mari bicara.

Kalian tahu berapa populasi manusia dengan kepribadian INTJ di muka bumi? Konon hanya 2%, dan hanya ada 0,8% wanita dengan kepribadian jenis ini. Jadi menemui orang dengan pola pikir dan pola sikap seperti saya ini mungkin tidak akan pernah selalu ditemukan oleh kalian di muka bumi ini, dan mungkin tidak di seluruh dinasti *but trust me INTJ banyak banget berkeliaraan di dunia maya, mereka kan males keluar kamar*. Kepribadian ini emang kalau di film-film selalu kebagian jadi penjahatnya, bukan karakter yang sempurna. Begitu pula tipe kepribadian yang lain. Begitu pula saya, begitu pula kalian.

Tapi setelah berpikir dan menganalisis secara lebih mendalam *bohong, ini cuman pencitraan*, manusia mungkin memang sengaja didesain tidak sempurna… dengan berbagai alasan.
1. Mungkin agar tidak sombong,
2.Mungkin agar bisa saling mengenal satu sama lain,
3. Mungkin agar bisa saling membantu satu sama lain.
Saya mungkin bukan teman yang baik, saya gemar mengkritik… saya tidak suka bersosialisasi… saya mungkin terlalu logis dan terlalu teoritis… saya mungkin terlalu saklek mengenai sesuatu, I am not perfect for so many things. Seperti yang saya bilang saya juga gak kagum-kagum banget dengan pencapaian yang saya dapat… itu semua biasa lagi, helowww di atas langit masih ada langit, dan saya? masih memijak di tanah kayaknya dan masih dalam proses bikin tangga *ya ampuuun, Mon… level lu jauh banget*

Tapi ketidaksempurnaan itu semua yang memacu kita untuk maju! Bertindak lebih…. lebih dari yang telah kita lakukan selama ini. Semua kesalahan dan ketidaksempurnaan itu membuat kita berusaha untuk menerobos menembus batasan-batasan yang kita buat sendiri di logika kita. Mengutip kata Sensei saya “Mistakes improve your knowledge, your ability, when you learn from it” maka saya akan terus hidup bersama segala kekurangan saya, segala kesalahan saya, dan terus belajar dari mereka. Saya pembelajar seumur hidup.

Itu semua yang kemudian yang membentuk karakter, dan karakter adalah identitas pertama yang akan dikenal orang lain dari diri kita. Eh si A itu supel, si B pendiam, si C asik… itu semua masalah karakter.

Maka, bukankah tidak ada yang buruk dengan ketidaksempurnaan dan melakukan kesalahan.

Saya, saya merasa bahwa dalam hidup ini saya sudah merasakan titik terendah dalam kehidupan saya. Maka saya menjadi antipati dengan orang yang lembek, yang cengeng, yang menyerah sebelum berjuang. Apa itu baik? Tidak sepenuhnya baik… tapi itu masuk akal. Tapi ya kali kan, masa semuanya mau di-logika-kan? Oleh karena itu, saya membutuhkan orang yang bisa menasehati saya dengan baik, perlahan, dan tidak menggurui. Jangan pernah menggurui saya, saya membaca ensiklopedia sejak saya di bangku SD, saya bisa melakukan counter attack dengan cara….. melempar bakiak. Dengan alasan itulah saya kemudian menyadari betapa pentingnya memiliki sahabat. Ya sahabat! tidak perlu terlalu banyak karena saya tidak suka terlalu berisik. Cukup beberapa, bahkan jika hanya bisa dihitung jari tangan pun tidak masalah. Yang penting mereka bisa mengingatkan saya, melunakan hati dan kepala saya ketika saya menjadi begitu keras kepala, yang bisa menjaga saya… dan saya bisa menjaga mereka sepenuhnya. Saya bersyukur, saya kemudian punya keluarga dan sahabat yang macem-macem. Ada yang ekstrovert, ada yang sensian banget, ada yang abstrak banget, semuanya. Yang biking senang dan kadang jengkel. Tapi mereka, dengan cara yang tidak mereka sadari membuat kehidupan saya semakin berarti.

Dengan segala kelebihannya,
Dengan segala kekurangannya,
manusia melakukan hal-hal yang luar biasa. Dengan atau tanpa mereka sadari.
And yes… we know it! Everything is awesome…. and everyone is also awesome.

Aih… Saya tidak sejahat yang kalian kira kok , mungkin…. mungkin… kita hanya belum saling memahami satu sama lain. Itu saja.

Sebagai tanda kasih dan sayang, juga permintaan maaf yang mendalam kepada siapapun yang mungkin aja pernah tersakiti dengan kecuekan saya, here it is… live music dengan iringan gitar sumbang dan permainan yang sangat amatir, jangan dinilai dari kejelekannya… nilai dari niat saya yang mulia ini fufufufuufufu.

 

Jomblo paling bahagia di dunia… Why not? That’s me :)


Jujur saya sebenarnya nyaris gila. PR dari Sensei saya belum selesai, I’m stuck! Sampai-sampai saya ketiduran di lantai tiap malam. Sedihnya lagi gak ada yang nyemangatin dan nelpon gitu kan *jadi ingat romantika beberapa bulan yang lalu, ah begitu cepat berakhir*, kesedihan itu tidak sampai situ aja! Saya buka social media, waaah yang udah punya calon sama yang udah nikah makin banyak aja. Yang bikin sakit…. suaaaaakiiiiiit banget adalah… beberapa yang udah punya gandengan itu suka gak peka sama yang jomblo-jomblo.Update status, upload foto dan share link dengan ngetag pasangannya, problem? Nope kalau yang dishare penting…. ini mah kadang ya “Ih kangen kamu” with xxxxxx. What the h*ll di tahun 2015, di era ASEAN ECONOMIC COMMUNITY mereka gak paham fungsi sms? whatsapp? bbm?atau line? Bahkan kadang ada juga yang  share link “Posisi tepat agar cepat hamil” tag tentu ke suaminya, heloooowwww…excuse me, yang kayak gitu kan bisa ya di share secara privat ke suaminya. Jika itu masih dikatakan wajar dan belum menyiksa para jomblo yang menurut saya sih mereka gak salah apa-apa, maka perhatikanlah beberapa meme yang seakan-akan mendiskriditkan para jomblo. Please take a look:

Dan masih banyak ribuan meme lainnya. Jujur lucu sih… saya aja suka ketawa-ketawa sendiri. Tapi tunggu sebentar…. terkadang saya merasa ini sudah keterlaluan. Apa jadi jomblo itu dosa? Jika iya…. saya sudah melakukan dosa ini selama hampir 25 tahun! oh come on… please world….please… gak segitunya juga kali. Gak segitu buruk kok jadi jomblo. Trust me! Kalian harus percaya karena kalian sedang bicara dengan salah satu jomblo paling bahagia di muka bumi.

Sebagai cewek, munafik banget kalau saya gak pernah naksir cowok. Wew… banyak. Tapi saya memang punya baaaaanyaaaaaak pertimbangan karena beberapa hal yang tidak bisa saya tuliskan di blog ini. Intinya saya memilih jomblo, seru sih jadi punya beberapa kisah romance yang kalau dijadikan novel bisa 10 jilid. Tapi bukan itu yang membuat saya begitu menikmati masa-masa kejombloan ini. Cinta, entah mengapa atau mungkin cinta yang salah membuat beberapa dari kita menjadi subjektif dan bodoh. Saya menyadari hal ini. Jika kalian pengikut blog saya, maka kalian akan tahu bahwa saya sempat terjebak cinta lokasi dengan seseorang di kampus saya *blush* somehow itu membuat saya merasa the best man in this universe is just him… dia lagi….dia lagi….dia lagi. Can’t stop to think about him… forget about time when have a conversation with him… even forget how to sleep. Jujur aja itu gila.Sebuah masa yang membahagiakan dalam hidup saya karena saya kemudian jadi belajar beberapa hal dari dia, belajar mengenal kepribadian dan budaya baru, tapi yang bikin annoying I realize tiap saat saya hanya nulis tentang dia…dia…dan dia. Saya selalu benci para couple yang nulis di sosial media tentang pasangannya lagi lagi dan lagi, dan hei! I did the same mistake… walau menurut saya dia orang yang pantas untuk diceritakan karena pola pikirnya yang bright *dan belakangan saya baru tahu kalau dia anak sulung jadi pantaslah cara mikirnya hampir sama, mystery revealed*. Apapun alasannya, itu nyebelin banget hahahhaha. Thanks banget buat sahabat-sahabat saya yang mau mendengar seluruh drama yang saya suguhkan beberapa bulan yang lalu.

Lalu kembalilah seorang emon, dengan segala kejombloan dan keanehannya…
Menikmati masa-masa saya sebagai mahasiswa, menikmati masa-masa dimana masalah terbesar saya saat ini adalah tesis, riset, dan mengatur uang kuliah. Memang ada yang kurang sih, karena orang-orang yang saya sayang tidak di dekat saya, mereka juga punya kesibukan mereka masing-masing. But it is okay, saya belajar main gitar sekarang walau baru bisa kunci mayor dan neken senarnya kadang gak bener, saya happy karena saya bisa nyanyi-nyanyi sendiri dan saya menguasai keterampilan baru.

Di saat sepi seperti ini juga, saya kemudian bisa semakin dekat dengan sahabat-sahabat saya, walau kadang hanya sekadar share link-link berita atau gambar yang menurut kami seru, tapi ini pertama kalinya dalam hidup saya, saya memiliki banyak sahabat yang selalu membantu saya, yang siap sedia mendengar saya dan saya? saya juga menjadi orang yang selalu siap mendengar dan membantu mereka. Nice move, isn’t it? semua yang pernah berteman dengan saya tahu betul saya bukan orang yang supel, bahkan yang udah jadi sohib saya pasti tau kalau muka saya ini langsung berubah kalau ketemu orang yang saya kurang suka. Jelek banget…

Saya juga semakin sering menghubungi Mama, adik, dan keluarga saya. Betapa baiknya mereka, dan rasanya seluruh kebaikan dan cinta keluarga saya sudah bisa menutup seluruh “kengenesan masa jomblo” yang menimpa saya hahahhaa. Mama saya baik banget, walau terkadang suka lebay sih panikannya… adik saya juga makin romantis dan sepertinya makin sering bercanda. Semuanya selalu berusaha membuat saya tenang dan bahagia dari tanah air. Selalu…
Dan saya menyadari bahwa saya benar-benar mencintai mereka, lebih dari apapun.

Ketika saya mau ngehedon… tiba-tiba inget sensei, inget PR, inget belum menelurkan prestasi apapun, huwaaaaaa…. dan sekarang saya kembali menulis lagi…. submit-submit tulisan lagi…. belajar lagi…. dan baca buku lagi. Stuck, terus ngerasa bego sebego begonya lagi. Terus refreshing, tidur, foto-foto, jalan-jalan, makan enak, tiduran di bawah pohon ume lalu fresh lagi and start over for everything again.

Saya yang hari ini, sedang mendewasakan cara berpikir dan cara bersikap saya. Bukankah itu hal yang keren dan menyenangkan?

DSCN9584

Cieeee.. sudah terlalu lama sendiri nih ye….

Emang sih, seperti kata Kunto Aji… saya sudah terlalu asyik sendiri. Mmmm…. mungkin ya.

Tentu ada yang kurang. Tapi bukan berarti “kekurangan” itu membuat saya menjadi tidak bahagia. Salah besar! BEsssssaaaaAAAARRRR bangeeeeeTTTTT! saya bahagia, melebihi apapun. Saya sudah diberi kesempatan oleh Allah untuk menjalani berbagai hal yang luar biasa. Tidak dikasih otak yang pinter-pinter banget sih, tidak dikasih harta yang banyak, tidak dikasih rupa yang cantik-cantik banget dan body yang kayak gitar spanyol… tapi saya dikelilingi oleh orang-orang yang baik, dan itu sudah lebih dari luar biasa.

Saya percaya bahwa kelak pasti si jodoh itu ada, and congratulation dia berhasil membuat saya tidak jomblo dan berhasil melunakan hati dan kepala saya yang kayak batu ini. Tapi dalam sains sudah ada teori bahwa kita akan dekat dengan orang yang “serupa” dengan kita. Teori yang sama melandasi kenapa ada persahabatan, cek deh sahabat-sahabat kalian pasti ada banyak kesamaan antara kalian, pasti sahabat kalian itu orang-orang yang “setipe” dengan kalian, contoh mayoritas sahabat saya itu JOMBLO mwahahahahahhahahahhaa….. padahal mereka itu bener-bener high quality jomblo loh, pintar, seru, kece, ya cuman gitu kayaknya lawakan kami-kami yang ngerti cuman kami-kami aja, di situ saya sedih. So, what’s wrong if I try to increase my quality first? Dan mungkin dia entah dimana sekarang sedang memperbaiki kualitas dirinya… atau mungkin dia emang jauuuuuh lebih kece dari saya jadi saya harus jungkir balik menaklukan ganasnya ekonometrika, general equilibrium, game theory, dan kawan-kawannya itu… sehingga saya harus rela nangis darah dan berketombe jauh-jauh datang ke negeri ini buat belajar dan mungkin harus sampai jenjang tertinggi. Mungkin aja kan? Mengutip kata dari brondong tercinta *uhuk* “When something happened to us, somehow it will bring something good for us. We just haven’t know about it yet”
Ah…. emon, itu kan alibi jomblo ngenes kayak lu aja, Mon….

Mungkin iya. Tapi mmmm…. setiap jerih payah dan penantian akan terbayarkan. Bahkan jika hal terburuk terjadi dan saya jomblo seumur hidup pun, saya sudah punya future plan… mungkin saya bisa keliling dunia lalu mengajar dan membantu anak-anak yang kurang mampu, impian saya sejak dulu. Ah… apapun itu, apapun yang akan kalian bilang, saya ingin membuat hidup saya begitu bernilai di planet ini. Saya ingin menjadi kebahagiaan untuk planet ini… I love this planet :] mencintainya seperti biasanya.

I’m happy… maybe happier than you, who knows?